
Hhhmmmppp
Shanum, Saat ingin naik ke mobilnya di pelataran parkiran Apartemen miliknya ingin kabur dari negara ini. Ada seseorang yang ngebekapnya dari belakang, dan jreng jreng jreng, Pelakunya adalah Dito atas titah tuan Boss yang sedang mencari cari kehidupannya. Enak saja mau kabur ! Sebelum menemukan Mentari, Shanum adalah pelampiasan kemarahannya. Dan di atas apartemen tadi, ia sengaja diam menahan emosi sesungguhnya demi jaim depan Senja yang tidak mau ketahuan bagaimana jahatnya seorang Sagara jika sudah di usik.
""Biru ?"" Kaget Shanum saat sudah berada di atas mobil. Biru tersinggung tajam. ""Toloooooong !"" Pekik Shanum di pertigaan malam yang sepi orang di pelataran tersebut, Security ? paling jam segini lagi enak enaknya ngeces atau ngopi di pos masing-masing area sudut pelataran.
"Tolo--""
Plaaaak !
Satu tamparan laki laki sudah berhasil membungkam mulut Shanum, Pingsan ! Dan pelakunya adalah Biru, Anggaplah ia banci yang main pukul wanita, Tapi.... menurut Biru, Wanita yang akan masuk ke penjara khusus Sagara ini adalah ular berbisa jadi jadian merupai bidadari yang sialnya pernah menjadi mangsa si ular ini.
""Dit, Kita kemarkas !"" Titah Biru, Dito mengangguk takzim dan zig zag meninggalkan pelataran parkiran.
Dalam hati Dito sibuk menebak nebak hukuman apa yang akan di berikan Bossnya yang sedang marah ini.
...*****...
Mentari sudah di atas peraduannya menampakkan wujudnya malu malu, mendung di wilayah pinggiran perkotaan besar namun bisa di bilang masih berada di kota tepatnya di daerah yang kerap di julukin kota hujan.
Yap.... Mentari ! Wanita hamud ini di bawah pergi Bang Sam dan Mile ke tempat ini. Mile ? Teman akrabnya semasa menjadi mahasiswinya Amang Radja-nya yang sekarang dirinya terputus gagal. Sementara Mile sudah menjadi Sarjana Hukum.
Dan sekarang Mentari akan menjalankan hari hari nya menjadi penjual nasi uduk di tempat ini hasil minjam modal dari Bang Sam, kata mbok Darmi...Art Bang Sam yang akan di pinjamkan Bang Sam untuknya selama tinggal ngontrak di rumah tiga petak ini menemani nya, Tempat mereka ini sangatlah efektif untuk di jadikan warung makan orang proyek yang seperti nya membangun pencakar langit. makanya sekarang profesi Mentari adalah si Neng mut nasi uduk, julukan ceplos Mile dan Bang Sam sekarang ini menyapa nya karena ia sekarang berpenampilan anak lugu desa tanpa polesan make up satu pun dan justru sangat pas di wajah itu dengan tidak adanya make up.
Hahahaaha, Bang Sam dan Mile kompak terbahak menertawakan Mentari yang sangat tidak pantas menjadi penjual nasi uduk, lihatlah... walaupun penampilan nya sudah di ubah dari pakaian dress mahal menjadi dress mak mak bin daster selutut longgar sedikit di tubuh nya, di tambah rambut panjang Caremel sweet terawat nya di gulung asal asalan, tetap saja tidak pantas untuk ukuran cantik ini menjadi penjual nasi uduk. Kata Bang Sam... Mentari walaupun sudah menjadi Amma tiga orang dan akan empat, masih saja membohongi orang akan perangainya yang imut ini seperti masih sigle.
""Neng imut, ukuran Lo Seperti ini lebih tepatnya di sebut lagi mendrama sebuah FTV berjudul cinta ku singgah di warung uduk."" Goda Bang Sam terbahak bahak.
""Iya..iya...hahaha, betul banget Bang Sam, Ah..Kalau Gue laki, Gue rela deh makan nasi uduk tiap hari di mari. Penjualnya saja cantik begini !"" Timpal Mile menggoda.
Mentari hanya mendelik malas akan godaan dua orang baik ini. Ia kembali menyibukkan diri bersama mbok Darmi.
__ADS_1
""Kalian kenapa masih di sini ? Pergi gih, rumahnya semakin sumpek aja ada kalian yang sedang ketawa ketiwi." Semprot Mentari gemas sudah di ledek. Mbok Darmi malah ikutan tertawa geli berjamaah dengan kedua orang di hadapannya yang sedari tadi menggoda.
""Mbok !" Rengek Mentari.
""Betul atuh Neng, Si Eneng tidak pantas jadi pelayan beginian."" Si mbok ngelunjak kompak dengan majikan aslinya, Bang Sam.
""Yaelah mbok, dengar ya ! Saya itu pernah menjadi penjual gerobak sayur, Iya kan Mil ?"" Bangga Mentari tidak malu.
""Nggak tau gue !"" Kelit Mile menggoda, padahal ia tahu benar akan perkataan Mentari.
""Ah, sudahlah...!"" Malas Mentari tak mau berdebat hanya karena godaan canda temannya. Sejurus kemudian ada pelanggan pertama nya. Dan yang maju pertama adalah mbok Darmi yang melayaninya.
Mentari sendiri sigap menyediakan minuman. "Eh, lupa ?"" Gumamnya yang lupa si mas pelanggan mau minum apa.
""Mas, mau minum dingin, panas, manis atau asrep apa yang pahit ?"" Ramah Mentari ke pria yang sudah makan nasi uduk buatan mbok Darminya.
""Pahit sama Asrep tetap akan menjadi manis deh Neng kalau yang menyediakan si Neng !""
"" Kalau air kobokan manis tidak Mas !"" Balas Mentari seraya Membuat teh hangat untuk si Mas. dan si Mas menjawab.. Kobokan pun asal bekas tangan Eneng pasti rasanya manis.
Ahahai...si abang pintar amat ngegombal. Bang Sam jadi baper. "" Kobokan saya mau nggak Mas ?!"" Beli Bang Sam, menggoda.
" Uhuk uhuk uhuk...Aduh gue bisa mati keracunan !"" Ledek Si Mas terbatuk bohong.
"" Hahahaha."" Mentari dan Mile tertawa puas meledek Bang Sam yang cemberut melow.
""Eh, Mas ! Mas pekerja proyek ya ?"" Sepik Mentari. si Mas mengangguk di sela kunyahan nya.
""Boleh dong ajak teman-teman nya makan di sini ?"" Marketing Mentari sedang berlangsung, mempromosikan lapaknya.
""Wah, Tentu Neng ! Nanti siang siap siap saja rame ni warung, Demi Eneng mah, Mas rela jadi tukang cuci piring di mari.""
__ADS_1
Mentari hanya tersenyum manis akan humoris pelanggan warung uduk pertamanya. Sementara Mile dan Bang Sam sedari tadi meleleh baper. Si wanita hamud itu inner beauty nya terpancar, minta di rayu gemas. tapi yang di rayu hanya lempeng Lempeng saja.
""Di tunggu ya Mas !"" Harap Mentari saat si Mas sudah kelar makannya dan akan beranjak menuju proyek yang banyak terlihat mesin berat. Tebak Mentari proyek itu akan membangun apartemen mewah, dilihat dari mata pengusahanya tempat ini sangat efektif jadi huni Secara belum ada gedung apartemen di sekitaran wilayah padahal gedung perbelanjaan sudah ada jauh di sanaaa.
""Ya udah ya Neng mut ! Gue mau balik nguli dulu, Hati hati di sini setiap dua hari gue pasti ngunjungin Lo."" Pamit Bang Sam.
Mentari langsung berhambur dengan mata sepetnya. Tadi ia hanya bercanda mengusir ke dua temannya.
""Jangan sedih dong Sayang ! Suami mu ini akan balik lagi kok bawa berlian segunung untuk mu !" Goda Bang Sam mengelus pucuk kepala Mentari yang sudah di anggap nya adik. Mengenal Mentari, bisa di bilang hidupnya berubah menjadi sukses, karena bantuan dari Batara ia bisa membuka butiknya sendiri.
""Bang Sam, Tiap hari tolong kirimkan video si kembar ke hp mbok Darmi ya Bang ! Tari sudah rindu saja ke mereka !"" Mentari tak merespon candaan Bang Sam, ia Sibuk akan rasa rindunya ke Tripletsnya yang baru kemarin meningkalkan anak anaknya. Untuk Biru, rasa rindunya hanya untuk ia pendam sendiri, ia akan bertahan menjauh demi ketenangan suaminya yang sudah mengaduh lelah di saat malam terakhir bersama nya. Suaminya lelah akan perbuatan dirinya yang sama sekali tidak ia lakukan, ia akan bertahan tinggal menjauh demi kandungan nya agar tidak mendapat kata hasil orang dari Biru, sungguh...ia tidak mau mendengar caci itu yang akan amit amit tidak di akuin oleh Ayah biologis nya sendiri. Mentari akan marah besar ke Biru jika itu yang ia dengar dari mulut suaminya, Tidak ada kata maaf lagi untuk Biru jika anak sendiri di ragukan nya. Sumpah !!!
""Siap itu mah ! Gue cuma berpesan agar Lo tak banyak pikiran demi Janin Lo, mengerti ?""
Mentari mengangguk seraya menjauh dari dekapan Bang Sam.
"Bagus ! Gue pamit !"" Senyumnya dan melirik ke mbok Darmi akan kode menjaga sahabatnya. di beri anggukan mantap dari Art paruh bayanya itu.
""Mile, Lo mau ngedeprok di mari apa ikut gue ke Jakarta ?"" Heran Bang Sam yang melihat Mile hanya diam saja tidak siap siap.
"" Ck, lekong...Mang siape yang ngeberi tempat ini, Gue ! berarti gue lagi ada kerjaan di sekitaran sini, berarti pun gue di kota ini tinggal nya dodol untuk sementara waktu, Jadi Lo aja balik sana, gue mah masih banyak waktu ngobrol sama Tari."" Jelas Mile di antusiasin Mentari. ah... Masih ada Mile. Batinnya.
""Kamu tinggal di rumah ini dong Mil ?"" Senang Mentari. di gelingin oleh Mile.
""Yaaak, kok gitu ?""
""Gue kan lagi ada seminar Tari sayang...jadi gue rombongan sama teman teman, ini saja nanti siangan sudah mau berangkat."" jelas Mile.
""Hmmm, ya sudah...aku ada mbok Darmi ini !"" Lemas Mentari duduk di samping mbok Darminya yang sementara ini akan di Anggap nya Rose. ""Iya kan mbok !""
""Iya dong Neng mut !"" Canda mbok Darmi, memancing ketawa Bang Sam dan Mile. Mentari ikut tersenyum, walau pun mboknya sudah tua tapi jiwa homurnya seperti Bang Sam. Pantas saja si mbok betah mengurus Bang Sam. Sebelas dua belas kelakuannya.
__ADS_1