RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 161


__ADS_3

Suasana nampak panas, Saat tetiba Shanum mendekap tubuh Biru begitu saja di depan mata Mentari dan keluarga Mentari. Rose dan Radja melotot dalam diamnya, Senja Speechless. Langit menggeleng merutuki Biru yang masih shock terpaku tak sadar kalau Mentari di sampingnya sudah meringis melengos dengan tangan memijit pelipisnya, wajah Mentari nampak berubah ubah kadang kala merah dan kadang memucat. Bara ? Jelas tersenyum jumawa.


Adakah istri yang tidak panas melihat suaminya di peluk oleh wanita lain tepat di hadapan kedua matanya ? Jelas meradang dong ? apalagi wanita itu adalah masa lalu sang suami, yang entah bagaimana cerita cinta mereka ? Mentari sekarang di serang rasa campur aduk antara cemburu, kesal juga kepada si Sagara yang terlihat bodoh sekarang ini. Memang sih, Suaminya tak membalas dekapan itu...tapi yang membuat Mentari gerah... suaminya itu lho, tak menepis pelukan sang wanita. malah asyik diam saja... Menikmati kah ? Entahlah...


""Gerah gue !"" Mentari berucap pas di telinga Biru yang masih dalam posisi di peluk rindu oleh sang mantan-Shanum. Biru Tersentak dalam rasa Speechless nya, mendorong pelan Shanum agar menjauh dari tubuhnya.


""Aah, Bi....How are you, honey ! I Miss you !"" Genit Shanum dengan mata memperhatikan penampilan Biru yang semakin matang saja, wanita ini dari penampilan memang sangat menggoda iman dari atas sampai kebawah... Serba barang branded original, Seakan akan meneriaki Mentari yang tak ada apa apanya dalam berpenampilan, bukannya Mentari tidak bisa berpenampilan mahal, tapi dalam hitungan akutansinya sangat lah di sayangkan hanya untuk membeli sehelai kain dengan harga berjut jut bahkan sampai pul pul juta, hadeeeeh, Mentari bukan orang boros dalam berpenampilan cukup sederhana tapi anggun terlihat, itu sudah cukup....Jika Shanum ikut Miss universe mungkin masuk sepuluh besar kali, jika di lihat dari segi fisik yang di bilang sempurna....tapi entah dengan otaknya..besar atau secuil... mudah mudahan si besar saat tahu jikalau pria yang disebut Honey ini sudah beristri dan di harapkan untuk mundur Alon Alon, harap Mentari.


Doooor..... Biru baru tersadar seratus persen, Saat Mentari melenggok pergi dengan berucap Pak Bara, bisa antar saya pulang....rasa rasanya perut ku tidak enak....mual dan gerah tetiba, Mata saya pun minta di periksa, takut takut terkena penyakit mata.


Mampus ! Mentari marah, Pembalasan kah ? Damn it ! Tak perduli di sekitar Sekarang. Biru beranjak cepat, mengikuti langkah Mentari juga Bara yang tersenyum jumawa sedari tadi...Bara di untungkan di sini, Boss.


""Petite, hey..!"" Kejar Biru. Ia baru sadar jika dirinya bertindak bodoh, lemot akibat tahu siapa yang sudah bertingkah Not polite ini ke istrinya. Mantan terindah sekaligus mantan terbusuknya telah kembali. Ya.... Mantan terindah karena wanita cantik ini yang pertama kali memberikan arti kata cinta pertama tapi ternyata palsu. Ya...Palsu karena kebusukan Shanum di waktu itu terbongkar yang sebenarnya juga menjalin cinta bersama Langit dalam waktu yang Sama, Playgirl ternyata ! Dan kejadian itu lah asal muala terjadinya perang permusuhan antara Biru dan Langit. Makanya Langit selalu ingin merebut gebetan Biru di setiap waktu dulu...karena Biru di tuding telah merebut Shanum dari Langit.


Rose dan Radja pun dari tadi mengikuti Mentari yang terlihat kesal. Rose sebenarnya ingin menjewer mantunya, tapi apalah daya... Mentari saja pergi tanpa ada suara. Rose tidak ingin memperkeruh suasana. Mungkin ini hanya salah paham...Ya, salah paham. Pikir Rose...tapiii, Bibirnya gatal juga ingin mengomeli anak Vane ini. It's ok, nanti pasti si Sagara akan mendapat kultum malam ini juga di apartemen, nanti !

__ADS_1


Shanum menyerinyit, ingin mengejar Biru tapi Senja menahannya.


"" Nona Shanum, apakah anda kesini ingin meeting dengan seseorang atau ingin membuat rumah tangga adik saya dalam masalah ? Pria yang tadi anda peluk sudah beristri lho...Dan istrinya itu orang yang hampir anda tampar tadi, dan saya sebagai kakanya... Tidak terima jika kebahagiaan adik saya di masuki duri dari masa lalu, jadi anggun lah dalam bertingkah, jangan glamor...cukup penampilan anda saja yang harus glamor, Mengerti Nona Shanum."" Ujar Senja, Sarkas.


Shanum memicing, mencerna kata kata yang terdengar sarkas dari wanita di hadapannya. Langit masih santai, dalam hatinya...memuji itik cantiknya ini yang selalu sedia menjaga Keluarganya...ah, rasa rasanya tak sabar ingin merasakan hon hon lagi bersama Senja yang sempit punya....tanam bibit, dapat anak. Pasti Senja begitu menyayangi keluarga kecilnya. Pikirnya berangan angan.


""Isteri ? Biru punya istri ?"" Wajah Shanum kian memucat dengan rasa terkejutnya...ia kembali salah satunya untuk Biru. Yaak... sudah beristri, bukan rejeki...it's ok ! Langit ? bagaimana ? apa pria manly ini masih mendambakannya ? Dulu mereka berdua kan begitu memujanya dengan penuh rasa cinta untuknya. Tidak ada Biru, Langit boleh dong.


"Lupakan Biru, Langit sendiri apa kabar ? Kita hang out ke tempat biasa dulu, bagaimana...mau ?"" Santai Shanum mengajak. tak perduli dan tak bertanya... siapakah Senja ini.


""Mmm.. Dari pada hang out with you.. mendingan juga gue menjadi upik babu Istri gue ini, Lebih berfaedah !"" Langit merangkul pinggang Senja posesif di hadapan Shanum. membuat wanita glamor ini kembali memucat... Langit Biru sudah tidak bisa di genggam sedia kala, rupanya.


"Sorry about that...Rasa rasanya, dulu adalah kesalahan besar untuk gue yang mau mau banget di kibulin oleh Shanum playgirl ini... Lihat saja tadi, Melihat Biru tadi... terlihat murahannya, Biru pergi... sialan dia melirik gue. Emang gue apaan, Tong Sampah ? Cih."" Batin Langit.


Dalam hati Senja, tersenyum ...Ok, kemajuan untuk usaha si mendung ini untuk mendapat maaf darinya...eits, kemajuan ya.. bukan di maafkan seratus persen... masih ingin memberi kesan pelajaran ke Langit ini, kalau dirinya bukan wanita biasa yang gampang di sakiti dan gampang untuk memaafkan. Itung-itung peringatan keras untuk Langit yang jika ingin bertindak sesuatu kelak..maka berpikir lah seratus kali terlebih dahulu dampaknya.

__ADS_1


Dan akhirnya, Senja dan Langit pun pergi tanpa ada lagi...makan malam atau pun meeting bersama Shanum.


...*****...


Di perjalanan pulang mengejar laju kendaraan Bara, Biru mendapatkan kesialan...Ban mobilnya tidak bersahabat...Bluuushhh, Bocor. Damn damn damn damn it... Umpatnya berkali kali. Dan akhirnya, ia pulang ke unit dengan sangat terlambat, itupun harus mengunakan ojol berhelm hijau yang kebetulan lewat.


Biru membuka pintu unit apartemen dengan tangan berkeringat dingin...pasti Mentari marah ? Haaaa.... berabe ! Mimpi apa sih Semalam...kecoel Ta* kayaknya.


Matanya gelap, seluruh ruangan kenapa bisa mati semua. urusannya panjang ini mah.. Benar benar akan panjang.


Setelah menyalahkan seluruh lampu, Biru terkejut...Ada Rose dan Radja yang duduk santai di sofa ruang tamunya.


""Amma, Om !"" Sapanya dengan tercengir memperlihatkan gigi rapihnya. Matanya tak menangkap istrinya. Di mana dia ?


Rose dan Radja kompak hanya mendelik datar. Tangan Rose pun mengkode Biru untuk duduk di sofa... pengadilan mendadak akan segera berlangsung.... Kultum malam malam.

__ADS_1


""Amma ! Istri ku, mana ?"" Biru duduk di sofa, hadap hadapan dengan singa Sumatera, Radja.


__ADS_2