
Mentari, Senja, juga Bang Sam kompak menyerbu Jum di RD saat makan siang tiba, Senja dapat kabar dari Langit tentang masalah Satria dan berakhir masuk ke kuping Mentari, berujung merambat pula ke telinga Bang Sam.
ke-tiga orang ini yang perduli akan Jum, rencananya akan menghibur Jum yang pasti sedang terpuruk patah hati cuy.. Pikir Mereka Jum pasti baper nangis guling guling .
Mentari sudah berencana siap mengajak Jum karaokean dan akan nyanyi bersama seraya joget dangdut joss, itulah trik ampuh yang semasa bersahabat Mentari dan Jum lakukan jikalau di antara mereka ada yang sedih...Bedanya, Mereka live show di padang rumput dengan kambing sebagai penontonnya.
Bang Sam rencananya akan menghibur Jum masuk ke butiknya, di beri atu deh koleksi butiknya yang paling termohong untuk Jum,...Biar sahabatnya itu ceria kembali... Pikirnya.
Kalau Senja, Entah ? Intinya hanya memberi semangat untuk Jum saja. mengikuti ide ide gila Mentari dan Bang Sam, rasa rasanya ia akan di buat pusing...
Dan di sini lah mereka, di dalam rumah makan serba ada, tak jauh dari kantor RD. Mentari sendiri sudah ijin ke suami posesifnya untuk menemani Jum yang katanya Sedang patah hati, Si Triplets plus Petir ? sedang bersama Rose dan Radja di kediaman Batara... merecoki pengantin baru tapi sudah tuir itu.
""Nasi Padang, pakai telor dadar, bulat, ceplok, rendang, ayam bakar, sambel ijo juga sate Padangnya... Jangan ketinggalan sayur daun singkong plus sambel pedasnya ya mas eh mbak cantik !""
Mentari, Bang Sam serta Senja saling lirik lirik akan pesanan makanan Jum yang buaaaaanyak itu, Oke...Senja bisa membayarnya...Tapi masalahnya, apakah Jum sanggup menghabiskan makanan itu, semuanya. Mentari sampai menelan ludahnya.
Hening sampai pelayan sudah menyusun pesanan Jum di atas meja yang tetiba terasa sempit saja ini meja lebar. Senja sampai memindahkan tasnya ke sisi duduknya.
Glek... Bang Sam melongo syantiek melihat Jum tanpa permisi melahap makanan siangnya hari ini.
""Jum, Kamu lapar, apa pakai banget ?" Heran Mentari.
""Aduuuh, sampai belepotan begini...ini sih bukan korban patah hati, melainkan korban gusuran yang tak dapat jatah makan !""
Bang Sam bukannya menghibur malah menggoda, Lagian Jum bertingkah aneh aneh lucu di mata tiga pasang orang cantik cantik ini, Bang Sam juga cantik lho ya...!
Jum tak merespon ke dua sahabatnya yang berkicau. sesuap demi suap ia makan seperti kata Bang Sam, korban kegusuran...tapi ini bukan bangunan yang tergusur melainkan hatinya, Coeg ! Remuk di peras peras dan seketika ati ampela nya mengering tanpa di jemur di gantungan ntu bundar khas gantung bayi.
"" eh Jum, adik daeng yang syantiiek, Di mana mana orang yang patah hati itu, tak ***** makan...ini nauzubillah lahapnya... Sungkem daeng mu ini !"" Dan Senja semakin menggeleng geleng bodoh, Saat sambel ijonya pun di ambat Jum. kurang pedas apa Jum ?
__ADS_1
""Patah hati boleh....makan enak plus di traktir tak boleh--uhuk di sia siakan uhuk uhuk ."" Jum keselak makanan, Mentari yang duduk di samping Jum segera memukul mukul tengkuk Jum, sampai makanan yang tadinya di kunyah Jum nyembur separuh mengenai wajah naik ke rambut klimis klimis Bang Sam.
"" iiiiih, Jum...jijik gue !""
Hahahaha, Mentari dan Senja malah terbahak bahak melihat kemalangan wajah serta rambut Bang Sam.
""Maaf Bang Sam, tapi Lo masih beruntung, tadi gue nggak nyoel sambel merah pedas, kan bahaya di mat uhuk uhuk.""
Tuh Kan keselak lagi, lagian mulut sudah penuh begitu masih nekat berbicara terus, untung Bang Sam tetiba berkelit ke arah duduknya Senja, tepat di belakang punggung Senja wajah cantik Bang Sam bersembunyi.
""Lo ngomong make mulut penuh lagi, gue sumpel mulut Lo pakai ayam bakar ini, Jum.. Sumpah, kagak bohong gue !"" Semprot Bang Sam menunjuk seporsi ayam bakar di atas piringnya.
""Ok, gue ambil ! Lo makan nasi putih aja.""
Bang Sam kembali melongo, ini wanita satu napa sih ? kesurupan setan Thailand kah ? tumben rakus benar ni hari ! Jum itu paling anti makan banyak, menjaga keidealan tubuhnya.
""hahaha, Jum..Jum...Patah hati membuat mu kalaf makan !"" Geli Mentari merasa lucu. ""Bagaimana kalau kita sate Bang Satria aja !"" Lanjut Mentari bercanda.
""Ogah... udah bekas gigitan Lo !"" Semprot Bang Sam, galak. Bang Sam hanya menarik satu tusuk sate milik Jum, menggigit kesal kesal.
""Hahaha !"" Jum terbahak kecil dengan mulut masih mengunyah, di timpali Senja dan Mentari.
""Jum, sama saudara gue aja deh Lo, Gema !" Tawar Senja cuma cuma.
uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk
""Juuuuum !"" Marah Bang Sam. matanya kepedasan sambel dapat semprotan batuk batuk dari mulut Laknat Jum.
""Aduuuh, minum minum minum eh... salah, ini mah air kobokan tangan saya."" Mentari hampir memberikan air bekas kobokannya ke mulut Jum.
__ADS_1
Senja dan Bang Sam hampir nyanyi sholawatan kalau kalau Jum berhasil di cekokin air kobokan tangan Mentari.
""Ini minum, jangan sampai mati tersedak, woman !"" Gema menjulurkan air putih miliknya, Jum yang sudah tak sadar siapa orang baik di belakangnya, main tenggak saja. Yang penting selamat dulu, batinnya.
Yap... Gema yang sebenarnya ada di meja lain tanpa di sadari oleh keempat orang di hadapannya ini, segera bangkit saat melihat Jum mangap mangap tersedak heboh...jiwa penolongnya tetiba reflek.
""Teri------makasih !"" Jum tergagap saat matanya temu pandang wajah si trenggiling ini.
""Tak masalah, itu minum bekas saya, jadi gratis kok !""
Tuh kan, nyebelin !!! Batin Jum malas.
""Ehem ehem, syalalalala, Ku bernyanyiiiii !""
Mentari menggoda sang sepupu yang sekarang menjadi Kaka tirinya yang Tetiba datang bak penolong Ksatria di FTV ntu. Namun Gema hanya mendelik datar kepadanya.
""Wah, Rame ini...kita gabung ya...?"" Senang Biru yang sengaja datang karena tahu istrinya berada di tempat makan ini.
Saaolahhh, Naseeeeb... Naseeeeb ! Ini para suami Bucin Istri datang dengan membawa penyebab hati Jum tertusuk paku karatan sih. Biru ? Langit ? dan Satria ? Jum jadi keder dalam bersikap ini.
""Kenapa bawa Satria ?""Bisik Senja ke Langit. Langit hanya tercengir bodoh Seraya menyuap langsung nasi dari piring Senja ke dalam mulutnya, ia dan Satria memang habis meeting, di dekat tempat ini, bukan sengaja membawa Satria ke hadapan Jum.
"Silahkan gabung saja, ini tempat umum kok... Tapi maaf ya bapak bapak tamvaan dan tiga ibu ibu syantiek, Saya duluan, ada meeting mendadak... makanya bos Tamvaaaan saya---"" bleeek tapi kaku ""-----datang dengan special menjemput sekretaris ini. Assalamualaikum !""
Jum, dalam hati berterima kasih juga dengan adanya Gema, Dengan begitu kan ia bebas berkelit...Tapi di pastikan dengan kebohongannya ini, ia akan mendapat seminar oceh dingin dari pak bos trenggiling ini, Namun...Tak apalah, dari pada ia di hadapan kan dengan Satria sekarang ini yang jujur...ia masih belum terima kenyataan ini, di tambah Jum lagi pusing memikirkan bagaimana caranya menjelaskan semuanya ke Orang tuanya yang sudah berharap penuh ke Satria.
Hah ? Gema menaikkan satu alisnya, di sini ia kurang konek... Tapi sesaat doang, Saat melihat wajah Jum yang tetiba down melihat kedatangan ke-tiga pria ini, ia pun mengerti kalau pasti ada sesuatu yang terlewat olehnya dengan Satria, tidak mungkin dengan Langit Biru kan,...Tapi tunggu saja, sebentar lagi ia akan tahu dari mulut si woman ini sendiri, Tapi bukan di sini, melainkan di dalam teritori nya. So....woman mari kita pergi dari keramaian.
"" Jum !"" Tahan Satria akan pergelangan tangan Jum yang akan menarik tasnya.
__ADS_1
""Eum, ada apa Pak ? eh lupakan pertanyaan bodoh saya...Maaf, Saya sedang buru buru, Pak Gema sudah melangkah, takut takut saya malah di pecat lagi, kan kasihan orang tua saya, mendapat kekecewaan karena anaknya tidak becus !"" Sindir Jum membawa nama orang tuanya yang di datangkan oleh Satria sendiri dengan penuh harapan ke orang tuanya... Tap. . Yasudalah.