RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 63


__ADS_3

Radja berdiri di luar balkon kamarnya, membiarkan angin malam menerpa kulitnya. Matanya menerawang bintang jauh di langit malam, tapi pikirannya terngiang di masa lalu, lebih tepatnya dua puluh tahun yang lalu. Ia merindukan Dewa, kembarannya,...Sangat. Benar kata orang luaran sana, jika salah satu kembarannya menderita, maka satunya pun menderita....Dewa menderita karena di hukum oleh kedua orang tua yang di asingkan, dan Radja menderita karena harus terpisah dengan kembarannya plus menjalankan pernikahan yang ia pun lakukan dengan terpaksa demi menggantikan Dewa di kala itu, bersama Raisa dan harus melupakan kekasihnya.


""Halo Dja, maaf Dja, Gue hari ini tidak jadi pulang, Setelah satu bulan di sini- Sulawesi, Gue....gue...hamilin anak orang.""


Radja langsung mengganti panggilan Video bersama Dewa, terkejut... Sangat Terkejut.


""Kok Bisa ? Jangan buat prank, tidak lucu bodoh...Raisa mau Lo kemanain, hah ? Gila Lo ! Pernikahan Lo tinggal menghitung hari, balik segera dan tinggal kan perempuan itu ? Kalau Amang tahu bisa hancur Lo, Amang hanya menginginkan Raisa sebagai menantunya, Sialan Lo. Wa !!!""


Di seberang Layar...Dewa menggeleng....ia bukan pengecut setelah merayu anak orang, menanamkan benihnya terus main pergi saja meningkalkan beban untuk wanita yang membuat hatinya bergetar hebat, Cinta pandangan pertama menyerangnya, cintanya bukan Raisa... Raisa lah yang tergila-gila dengannya dan memaksanya untuk di halalkan.


"" Maaf Dja, Gue nggak bisa meninggalkan dia, anak gue ada di rahimnya... Gue nggak tega meninggalkan anak yang tidak berdosa. dan gue juga sangat mencintai wanita itu, tolong batalkan pernikahan ku dengan Raisa, Bantu gue Dja...ku mohon bicarakan dengan Amang, beri kami restu... karena gue akan memberikan wanita itu hak sebagai istriku.""


Saat Radja ingin menyahut, Handphonenya di rebut paksa oleh Amang-nya, Radja berbalik... Inong-nya pun sudah ada berdiri dengan tatapan marah.


""Anak sialan ! Kalau kau tidak balik dan segera melangsungkan pernikahan bersama Raisa, Amang tidak akan memaafkan kau, Macam mana kau ini hah ? Kau pasti di rayu kan dengan wanita jalang kampung di sana, tinggal kan saja dia, balik kau segera.!"" Marah Amang-Ompung Mentari.


"" Amang, Dewa mohon, maafkan aku Amang, dan Amang salah, dia bukanlah jalang yang merayu Dewa melainkan Dewa yang memaksa dia,dia sudah berupaya menolak ajakan Dewa Amang, tapi setan merasuki Dewa sehingga Dewa menjadi gelap mata, Amang aku mohon, beri kami restu, Cucu mu ada di rahimnya.""

__ADS_1


""Apa kah wanita itu melebihi Raisa, Dewa ? Seberapa kaya dan pintarnya wanita mu itu sampai kau menghianati Raisa, katakan ?"" Sekarang Inong-nya lah yang menjawab.


"" Wanita ini tidak lah kaya dan berpendidikan tinggi, Nong. Tapi bukan itu yang Dewa utamakan, Hati Dewa lah yang memilih, Hati Dewa memilih dia, bukan Raisa...kalianlah yang menginginkan Raisa dengan perjodohan, tolong restui Dewa, Inong.""


""Tidak ! Sampai kapan pun kami tidak akan menerima pilihan mu, mau pulang atau kami usir !""


Dewa Mematung tak menjawab langsung...ia Gegana. harus menurut atau tidak. Orang tuanya adalah surga akhirat baginya tapi wanita itu adalah surga kebahagiaan dunianya, tapi...Jika menuruti surga akhirat maka itu pun percuma, ia tidak akan pernah juga merasakan surga itu melainkan neraka, karena sudah melantarkan wanita dengan calon anaknya. Sudah terlanjur basah maka ia akan mandi saja sekalian walaupun hukumannya adalah di usir dan di cap sebagai anak durhaka.


"" Maafkan seribu maaf, Inong, Amang dan Dja...Dewa tidak bisa pulang untuk melangsungkan pernikahan ku dengan Raisa, karena Dewa akan mempertanggung jawabkan perbuatan bejat Dewa di sini, Lagian Raisa tidak terlalu membutuhkan aku karena kami belum sah menikah, Dia lah yang paling membutuhkan Dewa untuk membersihkan namanya di daerah sini. Maaf....""


""Jangan pernah memperlihatkan wajah mu di hadapan kami, Dewa...Amang akan menganggap mu sudah mati, Amang tidak akan mengakui mu lagi sebagai anak setelah kau sudah memberi kotoran di wajah Amang ke semua orang....""


Handphone Radja langsung di lempar oleh Amang-nya sampai hancur pecah...dan gelap,... Amang- jatuh pingsan dengan tangan menekan dada. Efek penyakit jantung.


""Gue merindukan Lo, Wa ! Di mana Lo sekarang ? kau begitu tega dengan Abang kau ini, setelah bahagia dengan orang asing, lupa pula kau seratus persen dengan kami, kami sudah memaafkan kau. Amang, Inong tapi entah dengan Raisa, ... baliklah Wa, Gue akan menghukum mu dengan memukuli pantatmu."" Mata Radja mengembung...tanda begitu rindunya ia dengan kembarannya.


""Dan Gadis itu...anak mu ! Mentari Putri Batara...! Gue menemukan anak mu, Wa ! Gue sekarang akan menghajar dan memeluk mu setelah putri mu memberi alamatmu malam ini."" Radja tersenyum hangat seraya meneteskan air mata haru bercampur sedih.

__ADS_1


Ya....Radja Batara sudah mengetahui identitas Asli Mentari saat melihat CV gadis itu dari Arkan plus ia pun melihat data lengkap Mentari dari kampus...ia begitu bodoh, ponakannya begitu dekat dengannya yang menjalankan pendidikan di universitas tempatnya menjadi rektor tapi leletnya ia baru tahu sekarang.


Bukan sekedar identitas saja, Radja pun melakukan tes DNA sembunyi sembunyi tanpa sepengetahuan Mentari di bantu oleh Arkan, itu hanya demi memastikan kecurigaan dan demi meyakinkan dirinya seratus persen.


Dan Cocok...! Sample Rambut Mentari yang di cabut terang terangan oleh Arkan dengan beralasan Mentari...Lo sudah ubanan sih, sini gue cabutin. Bohongnya. Sangat cocok dengan sample rambut Dewa yang di ambil di kamar bekas peninggalan Dewa.


Alright.... Radja sudah tidak sabar untuk membuka kejutannya buat Amang-inong dan keluarga besarnya di acara makan malam ini, yang sebenarnya juga orang tuanya itu saaaangat merindukan keberadaan jejak keluarga kecil Dewa yang bak tanah di telan bumi jejaknya. Hanya Radja dan Arkan yang baru tahu kenyataan ini....dan malam ini adalah kejutan hangat untuk Mentari dan keluarga... harapnya lancar.


""Bang, di bawah sudah ada Titan dan Vane."" Lapor Raisa yang baru masuk dalam kamar. ""dan ada acara apa sih sebenarnya sampai Abang ini mengundang mereka makan malam bersama ?"" tanyanya heran.


Radja berbalik menatap Raisa- Calon istri Dewa dulu namun sekarang menikah dengannya secara sama sama terpaksa... Namun lambat laun mereka saling membuka hati dan menghasilkan anak kembar.


""Nanti ade ini akan tahu, Tapi nanti setelah makan malam ! Apa Biru juga sudah hadir ?"" Sebenarnya Radja ingin bertanya 'apakah Mentari sudah datang' Tapi ia takut istrinya salah paham lagi, ia berniat untuk menjelaskan semuanya di titik satu keluarga besarnya biar tidak capek capek menjelaskan beberapa kali tentang identitas asli Mentari ke orang satu persatu.


Raisa menggeleng. "Anak gebetan Sena dari semenjak sekolah itu belum memperlihatkan batang kesombongannya di rumah ini alias belum datang.""


Raisa beranjak pergi setelah memberi laporannya ke Radja.

__ADS_1


""Sena tidak akan bisa menggapai Sagara mantan mahasiswa tengil ku itu... karena anak itu sudah Bucin gila dengan keponakan ku !"" Gumam Radja menggeleng geli jika mengingat kelakuan konyol Biru di waktu berada di rumah sakit lalu dan juga ke posesif-an Biru di acara Gathering di waktu beberapa hari yang lalu.


Tinggalkan jejak ikhlas šŸ˜˜šŸ™šŸ’˜


__ADS_2