
Jam kantor... Hidup Senja lebih beruntung di bidang pekerjaan, di bandingkan Mentari dulu yang pertama kali menginjakkan kakinya di kota. Sekedar bernostalgia, Mentari di awal menjalankan Rantaunya penuh dengan perjuangan dari Nol, mulai dari OG, Asisten, pernah mengamen dan juga pernah berkeliling gedung unit apartemen untuk menaruh koran koran, berjualan sayur mayur dan Terakhir bekerja paruh waktu di restoran milik Arkan. Tapi kini....Senja langsung enak yang akan menduduki salah satu perusahaan milik Chris.
Senja kini sedang berkeliling di salah satu perusahaan milik Chris yang sudah di janjikan Papa Langit itu kepadanya, Senja pun bahkan turun mata langsung berkeliling di tempat produksi parfum yang di produksi ide dari Chris beserta pekerjanya. Bibir itu tak henti-hentinya tersenyum senang... sebentar lagi produk idenya akan berjalan di mesin mesin pabrik ini dan akan siap bertarung di pasaran nantinya.
Chris pun yang melihat anak Batara ini terlihat senang... ikut tersenyum manis namun penuh dengan arti. Tidak ada yang gratis di dunia perbisnisan... Sebagai Pebisnis sejati..Mereka tidak mengenal rumus pengurangan dan pembagian melainkan hanya rumus perkalian dan pertambahan. Chris tidak sebaik itu hingga dengan lapang tangan memberi kepemimpinan untuk Senja...ada embel-embelnya. Tapi embel-embelnya di sini bagi Chris menurutnya sangat baik yakni ingin membuat Langit-anaknya dekat dengan perempuan yang berperangai cantik semampai smart ini. dan di mata Chris...Senja adalah wanita yang bisa mengimbangi keras batu anaknya.
""Bagaimana Senja ? Suka ?"" Tanya Chris.
""Suka, sangat suka Om ! bagus kan Bang Sam ?""
""Bagus !"" Bang Sam mengacungkan jempolnya. Sahabat Mentari ini ikut serta dalam membantu Senja, Bang Sam sudah tidak menjadi OB mulai hari ini karena Kaka sahabatnya, memilihnya untuk menjadi asisten. karena itu Bang Sam sangat bersyukur sudah mengenal Mentari dan keluarganya, mereka tak pernah membedakan orang orang seperti dirinya ini yang tak punya apa-apa.
""Ok, selamat bekerja mulai hari ini, Om akan ke perusahaan induk !""
Setelah memperkenalkan Senja ke para karyawan karyawati lain, bahwa pemimpinnya sekarang adalah Senja... Chris pun pamit dan Senja juga Bang Sam mulai dalam pekerjaan pertamanya langsung turun tangan di pabrik untuk memulai meracik sample produknya.
Tak lama, Langit datang. menarik tangan Senja kasar dan membawanya ke samping mesin kompayer berjalan. Bang Sam yang melihat itu berniat menolong Senja, namun langkahnya di hentikan Satria sebagai asisten dari Langit.
""apa sih ? datang datang main tarik saja ? kasar lagi , ni rasain !"" Senja menggigit punggung tangan Langit.
""Hais, Lo ! Drakula !"" Langit meringis dengan mengibaskan tangannya, andai di hadapannya ini adalah pria sudah dapat bogeman tepat di wajah.
""Hahaha, sakit ?"" Senja melipat tangannya di depan dada, tidak ada rasa takut di matanya.
Langit geram. Mencekam rahang halus Senja.
Senja membiarkan itu, ia tidak melawan atau pun meronta. Gadis semampai ini hanya menahan sakit.
__ADS_1
"" Gue udah peringatkan sebelumnya kalau Lo harus jauh jauh dari Zona milik gue ! tapi ini Lo malah di sini sebagai pemimpin ! Tapi ada untungnya untuk gue kalau Lo sibuk bekerja. Gue bebas menjamah rumah tangga adik Lo, mulai hari ini, siap siap untuk menghentikan gue !""
Langit tersenyum devil, melepaskan tangannya dari rahang lembut Senja, ia menulusuri wajah diamond itu menggunakan telunjuk sebagai ejekan ke Senja yang hanya diam saja dengan pembawaan tenang sekali.
""Mundurlah itik mumpung belum terlambat, mundur dari perusahan milik saya dan mundur pula nantinya mengurusi urusan saya bersama Biru."" Tekan Langit dengan suara dinginnya pas di hadapan wajah tenang Senja.
Senja merasakan nafas berat Langit begitu panas menerpa wajahnya.
Dengan penuh kelicikan, Senja memanfaatkan moments kurang ajar Langit. ""Tolong ! Tolong ! saya mau di lecehkan !"" Senja menahan baju Langit agar pria buruk ini tidak menjauh sebelum para pekerja pabrik menghampiri. Ada rencana di otak licik Senja agar ia bisa membatasi pergerakan Langit yang akan menjamah kebahagiaan adik tersayangnya.
Mata Langit membola sempurna, Mendengar kebohongan Senja. apa yang di inginkan si itik kampung ini tapi sayangnya cantik di mata Langit... ****..Gue di fitnah.
""Diam ! Diam ! Diam !"" Langit membekap mulut Senja yang meronta bohong, dengan tangan halus itu masih menahan kerah jasnya. "**** !" Umpat Langit saat menyadari keberadaan Satria dan Bang Sam beserta seluruh pekerja pabrik.
Bang Sam dengan cepat mengabadikan aksi Langit yang katanya mau melecehkan atasannya. dan Senja menyeringai senang dengan kerja dukungan Bang Sam yang tanpa di suruh sudah sigap membantunya.
""Hiks, lihat kan kalian... kelakuan tuan muda Kusuma ! "" Akting Senja ke para karyawan. Dan para kepala itu langsung menyudutkan Langit.
""Senja jelaskan ke mereka ! jika Lo bohong."" Langit memang Liar tapi nama baiknya tidak ingin tercemar apalagi ia sekarang menikmati pekerjaannya sebagai dosen. hancur sudah namanya sebagai pelajar jika kelicikan Senja terkuak kemana mana.
Senja hanya Terisak, dalam aktingnya ia menyeringai geli melihat tingkah Langit yang tak berkutik. dengan santai ia berbisik ke Langit.
""Mundur atau mati !"" Bisik Senja mengancam.
""Tidak ! Lihat saja ! senjata Lo ini akan kembali menyerang Lo.!"" Balas bisik sengit Langit. meniup Telinga senja sehingga gadis itu merasakan bulu kuduknya berdiri.
Ayo buruan laporkan ke pak Chris kalau anaknya sedang melakukan hal senonoh di pabrik. salah satu karyawan yang simpati ke Senja langsung menelpon Chris.
__ADS_1
""Hais..Fuc* !"" Umpat Langit kasar dan pergi berlalu kesal, di susul Satria yang merasa Bingung di sini. Tidak mungkin Sahabatnya ini melecehkan Senja di tempat terbuka. Ia begitu kenal dengan Langit, walaupun orangnya playboy tapi tidak pernah memaksa wanita sedikitpun untuk melakukan ke hasratannya. Hebat juga wanita kampung ini...
Bang Sam menggiring Senja masuk ke kantor dengan masih terisak bohong. Sesampainya di ruangan, Bang Sam menoyor jidat Senja. Senja cengengesan menampilkan gigi putihnya yang rapi.
""Daeng ! Apa rencana Lo, sehingga melakukan ini semua, Lo ternyata ular..ihh, seram gue !"" Serang Bang Sam, akan tahu aksi kebohongan Bos cantiknya ini.
Senja tersenyum manis. "pintar amat Lo Bang Sam ! peka juga Lo jadi asisten !"" Senja membuka layar Bang Sam untuk melihat hasil jepretan tadi.
""Ini demi adik gue, Langit mendung itu punya rencana busuk. Langit ingin membuat keretakan di rumah tangga Mentari dan Biru, dia ingin melihat adik gue bercerai dengan suaminya. dan itu hanya karena permusuhan yang tak bertepi antara si Langit dan Biru. kan kasian adek gue di bawa bawa dalam penderitaan nantinya. jadi apa pun itu, gue akan membuat Langit itu kalah dan jangan sampai berhasil. dengan menggunakan foto ini dan banyak saksi dari karyawan, Gue bisa menjadikan senjata untuk melawannya. Kalau Langit sampai bergerak jauh mengusik Adik gue maka tamat lah dia.. gue akan menuntut dia di pengadilan atas kasus pelecehan."" Licik Senja.
Bang Sam mencerna dengan baik seraya meneliti Senja yang terlihat tenang.
""Gue tidak yakin deh, kalau pak Langit akan diam saja walaupun Lo punya kartu As. Justru Pak Langit akan semakin bertekad mungkin karena kejadian ini pula. Apa gue boleh saranin, biar Langit benar benar tidak menggangu Mentari dan Bos Biru ?""
Senja mengangguk, tidak ada salahnya kan Mendengar ide Bang Sam, Siapa tahu ampuh.
""Cara paling ampuh adalah membuat Pak Langit jatuh cinta ke Lo. Yakin seratus persen gue.... nantinya Pak Langit itu tidak akan mengurusi rumah tangga orang karena dia sudah punya pendamping."" Ide Bang Sam.
""Wow..Gila...!"" Senja terpekik hebat, melempar pulpen ke dada Bang Sam. Bang Sam sendiri tersungging geli.
""Ogah gue punya pendamping seperti dia..ih, adanya gue makan hati... Dengar ya Bang Sam...gue di langkahi menikah oleh Mentari itu bukan karena gue tak laku...Gue pun sama...di kampung halaman banyak yang gue tolak lamarannya "" Semprot Senja galak, Kesal. Senja mengetuk ketuk Kepalanya, amit amit akan kehadiran Langit di sampingnya sebagai pasangan.
"Eh, ular ! katanya licik pintar...Gue kan cuma menyuruh untuk membuat dia jatuh cinta ke Lo, bukan menyuruh Lo yang jatuh cinta ke dia. pikir kan lah perbedaannya. Dan bermain cantik lah atas saran gue. Dengan syarat Lo tidak boleh jatuh cinta duluan. Biarkan dia yang klepek klepek ke Lo. Gitu !"" Saran Bang Sam. Senja tersenyum licik.
""haha, Pintar sekali kau Bang Sam. Oke ! Gue akan coba, berperang !"" Setuju Senja akan ide Gila Bang Sam yang mengikutandilkan hati ke dalam rencananya.
Let's play, We'll see who will finish the game.
__ADS_1