RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 69


__ADS_3

Sena mulai melangkah ke pojok ruangan resto menghampiri Mentari yang masih mencoba di tenangkan oleh Biru. Marah dan cemburu pasti.... Gue yang babak belur tapi yang di beri perhatian si gadis deso.


""Hiks...hiks...hiks..Bi.""


Drama On, Sena mulai terisak Isak di belakang Biru. Mentari yang di tenggelamkan di dada Biru seketika memiringkan kepalanya untuk melihat si empu isakan. Mentari melengos melihat wajah cantik plastik itu menyeringai licik kepadanya. Gadis itu pun mendorong lembut dada Biru untuk lepas dari dekapannya.


""Bi, Lihat lah kelakuan Mentari, Aku di permalukan, di caci maki dan di pukuli..hiks.."" Adu Sena pilu. ""Mentari tega amat sih... salah gue apa coba hingga lo---- hiks hiks ?"" isaknya mendrama


Sena sampai merosotkan tubuhnya ke lantai demi mendalami perannya sebagai orang yang teraniaya.


Wow...Mentari terkesima dengan kepiluan acting Sena, ia masih diam dan menetralkan darahnya yang sempat mendidih, Ia Membiarkan Sena berceloteh di hadapan Biru sekaligus ingin tahu bos itu akan percaya kepada Sena atau dirinya.


Sedangkan Biru masih datar berdiri menatap Sena dengan bersedikap dada. Kali ini ia tidak akan melepaskan orang yang sudah membiarkan air mata Mentari menetes lagi. Dan Andai Mentari mengijinkan dirinya membalas perbuatan Batara maka Biru dengan senang hati menghancurkan satu persatu dari mereka....tapi di sayangkan ia tidak di ijinkan oleh Mentari.... Aku hanya kecewa, bukan marah... lagian mereka adalah keluarga Amang ku, beliau akan sedih di sana jika Keluarganya di hancurkan. jadi biarkan mereka hidup berjaya dan jangan pernah bos menyentuh mereka walaupun secuil saja. Begitulah peringatan keras kepadanya dari Mentari...Darah lebih kental dari pada air. Walaupun Mentari mengatakan tak menganggap mereka keluarganya.. tapi tak di pungkiri...gadis manis kuat ini sebenarnya sayang kepada family's Batara di dalam lubuk hatinya yang terdalam. ia tidak pernah di ajarkan menjadi pendendam oleh orang tuanya.


"" Kucing manis jika di injak ekornya akan mengaum Sena ! Mungkin kamu sudah menginjak ekor si kucing manis, mungkin ?"" Biru mulai bersuara...Fine ! Biru masih bersabar. padahal ia tadi sudah tahu titik permasalahannya. tapi ia hanya menguji Sena yang apakah masih bisa di beri ampun atau di beri hukuman.

__ADS_1


""Maksud kamu kucing manis itu Mentari ? begitu ? Aku hanya sekedar bertanya kabar, dan bertanya tentang hal menyangkut Batara saja kepadanya, bagaimana pun aku itu mempunyai persaudaraan baik dengan Tante Raisa ! Aku hanya membantu Batara agar Mentari mau mengakui mereka, itu saja ! tapi apa yang aku dapat... penganiayaan ! hiks..hiks ! Mereka buktinya "" Tunjuk Sena ke beberapa pelanggan resto lainnya, Namun para pelanggan memalingkan kompak wajah.... Jika hanya di jadikan saksi palsu di atas kitab, Sorry good bye aja deh ah, Kami hanya penonton seru ! apa lagi harus berurusan dengan Singanya pebisnis seperti Sunjaya ! Sungkem kanjeng raja. Begitulah dari mereka angkat tangan.


""Benar kah begitu, Petite ?"" Biru bertanya kepada Mentari sengaja mengikuti alur Sena sampai di mana kehebatan acting Sena berlanjut.


Mentari yang terkesima dengan acting luar biasa Sena hanya mengembuskan nafas jengah, Bisa bisanya Sena memutar fakta...Pintar sekali ngibulnya ! Seperti nya populasi seperti Sena ini tidak mempan jika di hajar, orang seperti Sena lawannya adalah pemangsa ular bukan kucing rumahan sepertinya. Sena ini seperti layaknya ular berbisa malah ular berbisa pun kalah taring dan bisahnya.


""Saya tidak mau menjawab benar atau tidaknya, karena percuma ! bisa bisa kecerdasan akademis saya malah tercemar oleh populasi langkah berbisa. Saya hanya mau berpesan kepada Anda anda.... "" Mentari menunjuk Biru dan semua pelanggan resto ""....Jika Anda Anda di luar sana berbablasan dengan hewan ular berbisa sekaligus ada Sena di sampingnya. Maka yang perlu Anda tangkap dan bunuh duluan adalah Sena, karena jenis ular berbisa berkaki dua itu lebih mematikan dari pada ular yang jalannya melata. Dan satu lagi buat Lo Sena ! Jika beracting nangis nangis itu yang benar dong ! masa nangis pilunya tidak sepadan dengan mimik wajah Lo yang datar datar saja...Mana ada orang menangis kadang kala menyeringai puas ke arah saya ! itu saja jawaban saya bos Biru, Terserah mau percaya Sena atau gimana...!"" Malas Mentari beranjak pergi masuk ke Pantry. Sepertinya tidak akan ada ujungnya beradu mulut jika lawannya mulut berbisa seperti Sena. Orang waras mundur !


""Mentari ! gue akan melaporkan Lo ke pihak berwajib dengan pasal 352 KUHP dan 354 KUHP tentang penganiayaan !"" Jerit Sena menganjam yang tak terima di permalukan di muka umum... lebih marahnya Biru sama sekali tak merespon prihatin kepadanya.


Biru mengeraskan rahangnya tertahan, Mendengar masalah akan di bawa ke pihak berwajib membuat darahnya meletup letup....bukan ia tidak bisa menangani pihak polisi dan membalikkan keadaan ke Sena. tapi urusannya akan panjang dan tidak seru dalam memberi hukuman ke Sena. Ia sendiri yang akan menghukum Sena dengan penjara khas kejam darinya. Biar kapok.


""Kamu takut Bi ?"" Ledek Sena ikut berbisik mesra di telinga Biru.


""Mana ada ! aku hanya tak mau melihat kamu yang ada di dalam penjara...kamu tahu aku Sena, jika aku sudah bergerak tidak akan setengah setengah.""

__ADS_1


Sena tersentak menciut, benar kata mantan bosnya ini, Biru memang bermuka manis tampan tapi jika jiwa iblisnya di senggol maka akan menjadi bomerang untuk sang lawan. tidak sepadan dengan wajahnya.


""Aku tidak akan memperpanjang masalah asalkan Kamu mau menemani ku malam ini ! aku begitu mendamba mu, Bi ! dari dulu sampai saat ini !"" Sena mulai menego, menggoda terang terangan mengeluarkan unek-unek hatinya yang selama ini hanya di ekspresi kan dengan kode kode keras dari tubuh seksinya. Kesempatan... pikirnya.


Alright, Si ular mulai masuk perangkap ke dalam penjara hukuman khas Sagara khusus untuk Sena.


""Boleh ! tapi asal kamu tahu Sena sayang ! Aku bukan takut dengan ancaman mu ! aku hanya sedang malas bermain yang rumit rumit, bermain manja yang lebih hot dan manis yang ku inginkan saat ini !""


Sena tersenyum menang dengan ucapan Biru yang di anggapnya akan manja manja di pikiran mesumnya....Namun di sini maksud Si Sagara sangat lah berbeda arti Hot manja adalah ekstrim bagi Sena.


""Apa kamu masih Virgin, baby ? jujur ?"" Tanya Biru penuh maksud. jika masih Virgin ia akan merubah hukumannya yang sudah ada di otak.


""Ah...i-itu ya..Mmm"" Sena menggeleng malu dengan dirinya yang sebenarnya tidak Virgin lagi. ""Tapi aku pastikan kamu akan puas dengan pelayanan ku, Sayang !"" Ucapnya manja penuh menggoda.


""It's ok, Nanti malam temui aku di hotel, aku yang akan memberi pelayanan memuaskan yang tak pernah kamu dapat dari laki laki manapun."" Seringai Biru tak sabar untuk bermain ektrim khas dirinya.

__ADS_1


Biru pun beranjak santai tanpa membantu Sena berdiri, jangankan menyentuh berbicara pun fokusnya hanya melirik ke arah jalan Pantry di mana Mentari melenggok masuk dengan kesal.


Vote dan bunga bunga...like jangan ketinggalan 🤩


__ADS_2