
Baiklah ! Setelah lama berpikir dalam, Mentari pun akan mengungkapkan isi hatinya yang akhir akhir ini merasa aneh. Orang polos pun punya hati lho ya...ingat itu ! walaupun kadarnya berbeda-beda.
""Saya tidak tahu apa arti cinta itu sebelumnya, karena saya belum pernah mendapatkannya dan juga belum pernah mengalaminya dari orang lain kecuali cinta kedua orang tua ke saya. Tetapi entah kenapa akhir akhir ini, saya merasa sangat membutuhkan kehadiran dia. Dia bagaikan udara buat saya. ibarat kata... kehadirannya tidak terlihat, tetapi saya bisa merasakannya. Dan terlebih dari itu, Saya membutuhkan udara itu untuk di hirup dan bernafas dari hari ke hari. Saya tidak berani menyebut perasaan seperti itu sebagai cinta. karena definisi cinta di Ensiklopedia itu berbeda. Saya akan menyebutnya sebagai pengabdian atau pengorbanan. Sebab Dia selalu menghawatirkan keselamatan dan kebahagiaan saya dari pada kebahagiaan dan keselamatannya sendiri. Bagi saya itu saja sudah cukup, tidak butuh lagi puitis cinta, karena akibat kata cinta yang tidak pada tempatnyalah kadang kala membuat hidup orang hancur dan merana.""
Mentari nampak bernafas sejenak yang berbicara panjang lebar, Matanya tak pernah lepas dari Biru. yang lain hanya lah penonton siaran langsung, tak ada yang ingin menyela, terlalu menikmati kata kata puitis hati Mentari.
""Cinta bagi saya itu seperti Pengorbanan dan pengabdian Amma dan Amang kepada saya. Seperti juga perhatian seseorang yang terus menerus mengisi benak dan pikiran saya selama akhir akhir ini, dan Seseorang itulah adalah Dia, Bos Biru. Saya mungkin atau sudah jatuh cinta ke Bos Biru dengan versi saya sendiri kepadanya. Dan akhir akhir ini juga, Saya lebih mementingkan kebahagiaannya, dan contohnya saat ini, Saya berdiri di sini melawan pikiran takut saya ke anda, Om Titan.yang sudah melewati batas teritori yang pernah anda peringatkan ke saya, Tapi demi melihat wajah bahagia Bos Biru, saya keluar jalur alias melanggar...maaf untuk itu."" Tidak ada rasa gugup atau tegang yang keluar dari kata kata panjang Mentari.
Sepuluh kepala terpekur mendengar pernyataan jujur tentang arti cinta ala ala seorang Mentari. Biru sampai memegangi dadanya yang hampir copot saking lega dan bangganya.
Betul kata Mentari ! Arti cinta itu adalah siap berkorban satu sama lain demi kebahagiaan orang yang kita cintai....dan itulah arti cinta yang terhakiki. kalau kita mencintai orang selama orang itu mencintai kita, itu bukanlah arti cinta yang sebenarnya. Tetapi perasaan timbal balik cinta yang berdasarkan atas asas mutualisme Yakni sebagai contoh...Selama kamu cinta saya, Ya saya juga cinta kamu. Tetapi kalau kamu selingkuh, kamu sakit sakitan, kamu gendut, kamu jelek dalam proses waktu ke waktu....Ya sorry, saya tidak bisa mencintaimu lagi. Cintanya itu bersyarat, Sedangkan cinta Mentari di sini tulus. Kadang kala kita berkoar mengagung agungkan nama cinta, sampai kita melupakan esensi dari cinta itu sendiri.
Malam ini mereka semua yang mengaku pakar dalam ahli dalam percintaan, Merasa takluk dalam definisi cinta ala Mentari.
Kini Biru sudah memeluk erat erat tubuh Mentari saking senangnya, Mentari ternyata juga sangat mencintainya, Yes... Perjuangannya selama ini tidak sia sia. Di lepasnya pelukan itu, dengan nakal Biru mengabsen selebar wajah Mentari di hadapan semua keluarganya.
""Bos, malu bos...di sini banyak orang lho.!""
Mana perduli Si Sagara peringatan di sini banyak orang! Si Tengil Biru malah semakin mengecup ke dua pipi Mentari sampai terdengar decakan Cup... godaan yang tadinya Cie cie dan suit suit dari keluarganya sudah berubah menjadi kata wow dan so sweet.
__ADS_1
""Hahaha, sudah lah petite, Tidak usah malu dan jangan tahan nafas seperti itu, Jikalau pun masih malu, kamu boleh bersembunyi di bawah ketek saya, ketek saya wangi kok bisa menenangkan, bahkan Dibi saja ketagihan sebagai pengantar tidur."
Dan benar saja, Biru dengan santai mengapit kepala Mentari di sela lengan di bawah keteknya.... Mentari yang tadinya meronta pelan sekarang malah pasrah dengan semangat menghirup aroma wangi wangi khas maskulin milik Biru, Hidung Mentari rupanya sudah terhipnotis juga ! Ketek kok wangi, adanya juga asem asem gimana Gitu ?
""Bos awas ah !"" Wajah Mentari sudah merah to the max di bawah perlindungan ketek Biru.
""Hahaha, Kalau masih malu juga, anggap saja di sini cuma kita berdua Petite, yang lain cuma daun daunan kering yang akan di tiup angin, terhempas kan !.""
Pleeetak...
Jitakan sembilan tangan berbeda, berakhir berpaduan suara di kepala Biru. Auto mereka tidak terima di anggap daun kering yang bisa di hempaskan angin. apa lagi Bintang yang paling semangat menjitak kepala Biru karena ketahuan, Dibi-anaknya rupanya sering di ketekin sebagai pengantar dongeng tidur dan oh.... ternyata dengan sangat menyesal Dibi memang sering merengek minta tidur bersama Biru kalau Sagara sedang menginap di rumah besar.
""Aduh Petite, kepala ku pening, tolongin nih !"" Biru memiringkan kepalanya di pundak Mentari.
Mulai Tengil modus ni Sagara padahal di hadapan hidung orang tuanya.
"" Yang mana bos !"" Mentari dengan polos meraba kepala sang kekasihnya yang ternyata baik baik saja. Nata sampai melongo dengan adegan romantis secara langsung di depannya ini.... Woy, Gue jomblo akut ini...Set dah ah, bikin iri saja !
""Jangan tengil ya, berani kamu di hadapan mama dan papa mu, masih anak perawan orang itu, belum resmi !"" Vane menjewer keras telinga Biru agar menjauh dari pundak Mentari.
__ADS_1
"" Tante Vane, jangan kasar kasar tahu, dan semuanya juga, apa kalian tahu ! Bos Biru beberapa minggu yang lalu katanya mengalami gejala gegar otak, Tanya saja ke dokter Farel kalau tidak percaya, kami sudah cek up kesana.""
Mampus ! Biru memucat mendapat tatapan penuh selidik dari sembilan pasang mata yang kaya kayaknya siap mengulitinya kalau sampai ketahuan kibulnya. Ok kuliti saja, yang penting jangan terbongkar di telinga Mentari, bisa di anggap tukang kibul, nanti...berabe deh ah. Mentari...kau membuat kuburan untuk ku sayang sebelum merasakan ena-en* bersama mu.
""BIRUUUUU ! JELASKAN !"" Tekan Titan dengan mata elangnya. bukan Titan saja yang bertanya minta penjelasan dengan suara berat masing-masing, tapi Semuanya Kecuai Mentari.
Glek ! Seram amat ah di mata Biru ! Ok...bisik bisik telinga ! Biru mengiring keluarga besarnya mendekat ke arahnya dengan songong hanya menggunakan lambain tangan dan gerakan bibir tanpa suara... Sini semua saya kasih tahu !
Satu keluarga besar itu pun sudah mengelilingi Biru sampai ****** si Sagara tidak terlihat dari mata Mentari yang aneh dan heran sedang berbisik apa mereka, kok dirinya tidak di ajak berbisik bisik tetangga ?
"" Jadi..... itu....!""
""serunya jangan panjang panjang, lama tahu ? katakan yang jelas!"" Vane sebagai mamanya sudah jedag jedug tak sabar, jangan sampai anak semata wayangnya itu benar terserang penyakit mematikan.
""Kata Farel, cuma sakit biasa, Mentari saja yang terlalu polos, percaya orang orang yang ada di atas angkot waktu itu...ya, sebagai orang pintar saya manfaatin saja agar Mentari memaafkan saya yang sedang marah menjauhi saya di waktu itu. "" Biru langsung membekap mulutnya yang berbisik karena terlalu jujur membuka ke modusannya. lagi lagi jitakan kembali berpaduan suara di kepala Biru, benar-benar akan mendapat penyakit gegar otak kalau terus di geplak tuh kepala.
""Mama, Telpon dokter Farel agar sesegera mungkin mengangkat penyakit otak anak mu itu, biar kadar kemodusannya hilang sudah."" Titan geram dengan anak satu satunya ini, mau di lemparkan ke gunung Fuji, disayangkan...cuma satu satunya !
""Hahahaha, Beg* Lo, Biru...Gue bongkar ke Mentari ah...!"" Nata dan Bintang juga Dirgan berkompak ria dalam kedipan matanya, ingin menjahili Biru.
__ADS_1
""Yaak, Jangan dong !"" Rengek Biru dengan tangan mengatup memohon di depan mata semuanya dan wajah prustasi itu membuat Bintang dan Nata juga Dirgan sangat menikmatinya. kena Lo...punya kartu As gue, Nata akan mengerjai Biru yang sudah membeberkan aibnya masalah kolor Dora the Explorer.