
"" Tari ? Apa kamu benar mencintai pria ini ? dan ingin menikah muda ?"" Tanya Rose.
Hati Biru jedag jedug..... Takut takut Mentari masih kekeuh dengan keputusan awalnya yang ingin jadi sarjana dulu.... Kalau kali ini Mentari menolaknya, Hancur sudah hatinya.
""Ehem, Maaf ! Sebelum Mentari menjawab lamaran Biru. Saya ingin menyampaikan sesuatu hal lamaran yang sama dari orang lain."" Selip Radja.
Biru memicing ke arah Radja.... Lamaran lain ? apa maksudnya ini ?
Mentari dan semua bingung dengan perkataan Radja yang masih setengah.
"" Kemarin ! Sebelum Om kesini, Keluarga Kusuma yakni Langit dan Chris-papanya, menyampaikan yang sama, yang ingin melamar mu, Mentari !"" Jelas Radja, Jujur.
Damn it. Biru mengumpat keras dalam hati, Rupanya Langit sudah hampir maju satu langkah, Dengan mendekat kan diri ke keluarga Batara. Tapi sorry ulat gatal, Gue lebih garcep yang Lo lakuin, karena gue langsung menemui orang tua Mentari tidak pakai embel embel nitip pesan... Seringai Biru sedikit menyombongkan diri, padahal Rose pun belum tentu menerima pinangannya.
Mentari membuang nafas perlahan sebelum mengeluarkan suaranya. Mata semua ke arahnya.
""Om, saya mensyukuri karena begitu banyak eh bukan banyak ! tapi ada orang yang sudah tertarik dengan saya termasuk pak langit dan juga Bos Biru, Tapi untuk ke pak Langit yang jauh di kota, Saya tidak bisa menerimanya karena saya menghormati beliau sebagai dosen saya saja, Hanya sebatas situ, tidak lebih. Tapi untuk bos Biru, Saya memang mencintainya di versi saya sendiri..."" Mata Mentari Menatap dalam manik Biru. Begitu pun sebaliknya. justru tak sadar, Biru sudah menggenggam erat punggung tangan Mentari yang tak luput dari pasang mata Keluarga.
"" Om, Amma dan semuanya ! Bos Biru selalu menjaga dan melindungi saya di kota dengan sangat baik. Jujur ! Pak Langit memang pernah menyatakan kalau beliau suka dengan saya...Tapi, Saya menolaknya. Karena apa ? karena di sisi lain sudah ada Bos Biru yang menjadi udara saya, Sudah ada dia yang menurut saya sudah sangaaaaat jauh dari kata sempurna bagi saya ! Bos Biru tidak hanya mengungkapkan perasaannya dengan kata kata saja, melainkan Bos Biru juga mengungkapkan rasa cintanya melalui tindakan di belakang saya tanpa pamrih, Amma ! Mentari baru tahu dari Jum beberapa hari yang lalu, kalau ternyata Bos Biru sudah membiayai kebutuhan kalian tiap bulannya dengan mengatasnamakan saya sebagai pengirimnya. dan banyak lagi kebaikan Bos Biru tanpa saya ketahui sebelumnya... Berarti Cintanya Bos Biru ke Tari tanpa pamrih kan ? Karena ia melakukan itu semua di belakang saya dengan ikhlas tak butuh pujian dari saya... Itulah salah satu arti cinta bagi saya... Selfless Love. Sincere, Boss?"" Mentari bertutur panjang seraya berkaca di manik Biru.
"" Yes, I am Very very Sincere, Petite !"" Senang Biru tak ada keraguan lagi kalau Mentari tak akan meragukannya.
Radja menepis tangan Biru dari tangan Mentari, membuat orang orang yang terbawa keromantisan Biru dan Mentari, tersadar. "" Belum resmi, Enak saja anda ini menyentuh kulit ponakan saya."" Cibir Radja. ""Geser, Geser !"" Radja, beranjak duduk di tengah tengah Biru dan Mentari, memberi jarak...ia kesal dengan Anaknya Sunjaya ini yang sudah lancang memberi tanda kissmark di leher Mentari yang belum halal.
__ADS_1
""Astaga !"" Bima dan Risma geli dengan sikap posesif Radja ke keponakannya. seperti tak pernah muda saja. Pikir Bima tak habis pikir.
Biru mengabaikan Radja, Ia berbalik menatap Amma Mentari yang belum memberi persetujuannya. ""Amma ?"" Ujar Biru, menatap penuh harap.
""Dengar ya nak ! Walaupun kamu sudah menyetujui syarat uang panai yang tak sengaja kamu dengar dari mulut licin Mentari yang asal asalan keluar dengan angkanya terlewat keterlaluan itu, Saya belum menyetujuinya..
Mata Biru dan Mentari membulat seakan mau keluar, Amma tak setuju ? Hati Biru sudah getir.
""Karena saya tidak mau hanya kamu seorang diri saja yang datang melamar putri saya, Saya takut Keluarga mu sebenarnya tidak merestui nak ! Dan berakhir berujung akan sama dengan nasib saya yang di tentang keras oleh keluarga suami saya, jadi datang lah melamar Mentari dengan membawa orang tua mu, atau kerabat terdekat mu !"" Jelas Rose. ia menyadari ada cinta besar Biru untuk Mentari. Ia sekilas mengingatkan Dewa lagi, yang begitu mencintainya.
Biru mengelus dadanya, lega... Hah, kirain di tolak !
Sementara, Risma dan Bima, orang tua tersangka, seakan tertampar dengan kenyataan hidup Dewa dan Rose yang di dengar secara langsung di telinganya.
""Tidak, Rose ! Kamu benar sayang dan berhenti memanggil kami dengan sebutan itu, panggil lah kami sebagai orang tua mu sendiri."" Tutur Risma. Rose hanya mengangguk kecil.
""Bagaimana Sagara ! Sanggup kah dirimu membawa kerabat mu yang super sibuk itu."" Radja menggoda, ia teringat dengan kesibukan Titan yang penuh dengan kata Bisnis. ""Keluarga ya, tidak boleh menyewa orang untuk mengaku ngaku keluarga kamu, Awas Kalau itu yang kamu perbuat, ku tolak kamu nanti ! dan kalau bisa ! Lamarannya yang rame agar Ponakan saya tidak di anggap sebelah mata lagi oleh orang orang yang menghinanya. Buktikan jika kau laki, haaahh !"" Tantang Radja, ia yakin palingan juga yang di bawah Biru hanya Titan dan Vane doang, itupun kalau relasinya itu datang yang serba sibuk.
Wah, Remehin Sagara...Lihat lah nanti Siapa yang akan saya bawa calon Om mertua ! Saya akan menggemparkan warga sini dengan kedatangan saya melamar nanti.
""Baik lah, Saya akan datang dengan membawa keluarga saya, Amma. Dan membuktikan ke Amma kalau Keluarga saya pun sudah merestui kami, dan Mentari tahu akan hal itu."" Sopan Biru ke Rose. Sejurus ia mengedipkan matanya ke Radja, seolah olah menerima tantangan Radja.
""Kudu Rame ! No sewa sewa ! ingat itu !"" Songong Radja. Mana mungkin kan Biru memborong semua keluarganya datang ke Desa Mentari. kan jauh... ribet lagi ! pikirnya meremehkan.
__ADS_1
""Iya dong, No sewa sewa !" Ulang Biru dengan senyum misteriusnya.
""Hah, Gerah..! "" Tetiba Radja mencopot maskernya karena ia begitu kesal ke mantan mahasiswanya ini yang menerima tantangannya. tidak mau kalah sama sekali ! cibiknya dalam hati.
Rose yang melihat rupa wajah Dewa mendadak menahan nafas.
Mentari dan Senja menyadari mata tak kedip Ammanya.
""Amma ! ingat ! itu bukan Amang tapi Ciplakannya."" Ujar Senja cepat, tak mau melihat Ammanya pingsan lagi.
Rose masih shock.
""Amma, Coba deh tanya ke orang ini ! Tahi lalat Amma tersembunyi di mana ? pasti Ciplakan Amang ini tidak tahu, karena dia bukan Amang yang pernah melihat tubuh Amma, melainkan kembarannya."" Mentari pun tak kalah mengingat kan, akan ke shock kan Ammanya. Tapi kata kata asal asalan nya membuat orang tersenyum geli kecuali Rose yang kesal mendadak.
Taaak.. Karena rasa malu dengan kata tahi lalat tersembunyi, Rose menyentil gemas bibir ceplos Mentari. Ia pun sadar sepenuhnya... kalau benar ! Di hadapannya ini bukan Dewa melainkan orang lain.
Radja tersenyum omes. mendengar kata tahi lalat tersembunyi. Aku mana tau akan tahi lalat tersembunyi punya Rose. Gelinya dengan otak Omes kemana mana... Hais, milik Dewa itu, Radja.
""Saya akan tebak, kalau tidak salah...di paha, mungkin."" Ceplos Radja asal asalan.
""Yaaak."" Kesal Rose yang benar adanya. ia pun melempar kesal minyak angin ke kemeja Radja sampai ternoda.
Dukungan ikhlas š
__ADS_1