RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 212


__ADS_3

Lagi lagi lagi....


Tadi aja nimpuk make tissue, ini satu Cafe meneriaki Mentari untuk kembali bernyanyi. Biru di sampingnya tersenyum malu malu meong sudah dapat prank manis manis gulali dari Mentari.


""Bagaimana, Hulk ? Lagi ?""Ijin Mentari.


Biru mengangguk. ""Asal aku yang main ini"" Tariknya akan gitar itu yang tergantung di pundak Mentari.


""Ish, Hulk."" Desisnya. Tali gitarnya nyangkut di beberapa helai rambut panjang Mentari yang berwarna caremel sweet.


""Maaf."" Cengir Biru menghela rambut Mentari ke belakang telinga, mengambil posisi duduk di kursi table untuk menyarih posisi enak bermain gitarnya.


""Dan satu lagi... Setelah ini kamu akan aku hukum Petite, Shut up... Jangan protes, hukumannya sangat kejam kali ini, di karenakan aku tidak suka melihat penampilan mu sekarang, Apa apaan itu jeans di bagian persendian lutut sobek sobek kurang bahan kah ! atau, Habis di cakar singa, eum ?""


"" Ck, ini fashion Hulk, dan kalau mau marah masalah celana sobek di bagian lutut, ya... protes ke Bang Sam karena Dia yang memilih kan ini di butiknya, biar gaul katanya !!!."" Kelitnya mengumbar nama Bang Sam, Karena suaminya ini paling malas jika bersangkutan dengan Bang Sam yang lekong, Suaminya risih di kedipin terus dari Bang Sam.


Mata Mentari pun melobby pengunjung cafe yang memperhatikannya, yang masih saja menyuruhnya untuk ngamen lagi.


""Baiklah, Bapak bapak, ibu ibu serta adik kaka sekalian, Karena anda yang meminta maka dengan keikhlasannya boleh dong menyumbang kan sedikit isi dompet kalian buat pemilik gitar ini yang sesungguhnya, dan pemilik gitar itu ada di sana...adik adik pengamen kita yang membutuhkan uang untuk membeli obat sang ibu tercintanya yang sedang sakit, katanya !!!"


Dan Mentari pun melambai jauh ke adik laki laki dan perempuan pengamen berusia sekitaran sepuluh tahunan, sedang berteduh di bawah pohon rindang tak jauh dari cafe bernuansa outdoor. Kenyataannya, Mentari memang hanya modal pinjam gitar saja yang kebetulan lewat di cafe itu yang tadinya bukan rencana sesungguhnya, Ide ngamen itu datang di karenakan melihat bocah yang sedang membawa gitar.


""Iya Kaka ?"" Dan kedua bocah itu pun sudah berdiri di hadapan Mentari.


""Kita nyanyi bersama adik adik, siapkan plastik uang kalian, Oke !"" Ujar Mentari di angguki cepat nan Senyum senang dari kedua bocah tersebut.


Dan Biru pun sudah memulai gitarnya, Jas ia kenakan pun sudah terlepas dan di taruh di punggung kursi, Kemejanya pun sudah menyingsing sampai sikutnya. Biru tersenyum manis nan bangga, melihat istrinya bernyanyi dan kali ini bernyanyi demi ke-dua bocah jalanan yang tidak di kenal siapa namanya, Istrinya memang ajaib, tidak risihan bergaul dengan orang orang dari kasta mana pun.


Syukuri apa yang ada


Hidup adalah anugerah


Tetap jalani hidup ini


Melakukan yang terbaik


Mentari berkeliling dari table ke table dengan plastik di tangan, di ikuti adik adik pengamen seraya bibir mereka terus bernyanyi Mengikuti nada gitar yang di mainkan Biru. Senyum ramah selalu terpatri di bibir Mentari untuk pengunjung yang bersedia bersedekah untuk adik adik Pengamen tersebut, Mentari tak pernah lupa diri, ia juga pernah merasakan seperti anak kecil ini yang di mana dirinya pernah mengamen bersama Bang Sam di kala ia masih susah.


Jangan menyerah

__ADS_1


Jangan menyerah


Jangan menyerah...


""Terimakasih atas kemurahan hati kalian."" Dan berakhirnya lagu itu, Mentari menunduk sopan sekejap. Memberikan kantong plastik berisi penuh uang ke bocah perempuan. di hadiahi pelukan di perut Mentari dari kedua bocah tersebut. tak ada hentinya senyum manis dari bocah terpatri sedari tadi untuk Mentari dan Biru.


"Eh, Bocah ! ini dari saya ! Bye.."" Uang yang buat Mentari di table tadi, Berpindah ke plastik bocah dari tangan Biru.


""Terimakasih, Kaka Kaka !"" Sopannya ke Biru dan Mentari. dan pergi dengan wajah semberinganya.


""Nah, Petite !"" Decak pinggang Biru dengan wajah di buat seram ke wajah Mentari.


""Hehehehe, Pisss babe...! Kita pacaran yuk...!"" Rayu Mentari dengan wajah polosnya tercengir cengir kuda Membuat Biru begitu gemas akan wajah mempesona itu.


""Pakai itu !"" Lanjut Mentari menunjuk jauh Moge milik Biru di parkiran, yang sudah di pesannya di Dito untuk membawa kan motor tersebut dari kediaman Sunjaya ke Cafe.


Biru mengikuti arah tunjuk itu, matanya memicing tajam. ""Moge ku ? kok ada di sini ? Ka--!":


""Lama !"" Mentari menarik jas Biru di punggung kursi, Setelahnya ia pun menarik tangan Suaminya untuk pergi ke parkiran. ""Kata kak Bintang dan kak Dirgan, itu motor ke sayangan mu Hulk.""


" Betul ! Terus ?""


""Hahaha, ayo kalau begitu, tapi tunggu dulu, si Kembar sama siapa eum ? tidak di tingkal di unit sendirian tanpa adanya pengawasan orang dewasa kan..Masa anak di tinggal, orang tuanya malah pacaran.""


Mentari berhenti dari Langkahnya karena tarikan Biru yang tetiba berhenti.


""Tenang aja, sayang ! Si kembar aman sama Mama Vane dan nanti malam ak--"" Jeda Mentari. Lidahnya selalu saja licin yang hampir membuka surprise keduanya.


""Nanti malam apa eum ?""


""Nanti malam bobok syantiiiik, hehehe...ayo dong...aku sudah tidak sabar merasakan gimana di bonceng motor gede bersama kekasih halal, pasti anget anget jahe gimana gitu."" Goda Mentari, mengalihkan pembicaraan.


""Mulai genit ya Petite... Tapi aku suka.""


Sekarang giliran Biru yang menarik Lembut tangan itu, Naik dari kemudi dan Mentari langsung naik di moge kesayangan Biru. ""Siap."" Kode Biru


""Jalan !""Ceria Mentari. Biru pun memainkan gasnya Membuat Mentari terpekik dan reflek Memeluk pinggang Biru.


"""iiiiih, Hulk !!!!"" Dengus Mentari memukul pundak Suaminya dan kembali berpeluk ria di pinggang Biru.

__ADS_1


""Hahahaha.""


...****...


""Mbak, Check in satu kamar yang paling bagus di sini untuk di jadikan kamar bulan madu.""


Seusai balik kerja, Jum pun menghampiri hotel yang di janjikannya untuk Mentari.


""Boleh ! Atas nama siapa mbak ?"" Tanya sang resepsionis.


Siapa ya ? Bingungnya, nama Mentari atau Biru saja.


""Sagara Biru Sunjaya ! Ni kartu kredit dan ID saya !""


Lidah Jum tergelincir, mau pesan atas nama Mentari malah menyebut nama Biru. tapi bodoh lah, batinnya sama saja ini, toh memang mereka berdua yang akan main Smackdown smackdownan, nanti di kamar ntu.


Tapi ada yang aneh di wajah Mbak resepsionisnya. Nampak terkejut ! Napa lagi ni si mbak ?


""Maksud mbak Pak Sagara Biru Sunjaya yang ini, istri dari ibu Mentari Putri Batara ?""


Sang Mbak menyodorkan satu photo Biru beserta nyonya hatinya Yakni si sahabat lempeng. ck... Terkenal banget tuh si lempeng bersama si Boss tampan, Sampai resepsionis saja mempunyai foto mereka.


""Iya itu, pak Biru itu...ayo mbak cepat Check in dong, buru buru nih ada panggilan alam.""


""Baiklah !"" Ragu mbak resepsionis, masalahnya apa salah satu dari owner hotel ini punya affair bersama mbak manis di hadapannya yang sekarang berdiri menahan risih di bagian pahanya Karena menahan sesuatu.


""Sudah mbak, ini kartunya berikut kartu kode kamar milik anda."" Sera mbak resepsionis akan kartu penting milik Jum.


""Thanks, Bye.. Ahhh, nggak kuat mbaak !"" Jum reseh, mendesah desah manja di hadapan si mbak resepsionis, dan membuat si mbaknya berpikiran negatif ke Jum, Pelakor !!!


""Mbak, Wanita tadi ngapain ?!""


Dirgan dan Nata juga Langit yang melihat wajah Jum akan check in, di buat penasaran, buat apa teman Mentari di hotel mereka yang di owner-in Biru, juga. Di sofa lobby juga ada Bintang dan Senja sedang bercakap cakap santai, namun sedari tadi kedua perempuan itu tidak melihat Jum.


""Untung Satria tidak ada !"" Batin Langit.


""I-i-itu pak ! mbak tadi mesen kamar buat bulan madu, da--dan mbak ta-tadi memesan atas na-nama pak Biru."" Gagap Mbak resepsionis ke tiga Bosnya.


""WHAAAAAAAT ?!"" pekik Ke-tiganya. Masa jum dan Biru ? Negatif mereka berpikir ke mana mana. Mati kau Biru !!!!

__ADS_1


__ADS_2