
""Mak, Jangan coba coba pingsan lagi ah, Kalau Amma pingsan lagi maka Tari akan nangis lho, dan itu..."" Mentari menunjuk ke arah Radja. Rose mengikuti pandang anaknya. ""Itu bukan Amang melainkan saudara kembarnya, Bukan suami Amma yang sudah meninggal ! lagian Amang lebih tampan dari Om Radja.""
Mentari cepat cepat menjelaskan penyebab dari pingsan Ammanya biar tidak pingsan lagi, pikirnya. Ia pun memperkenalkan Bima dan Risma sebagai Orang tua dari Dewa.
Dan berhasil ! Rose tidak pingsan lagi namun masih terlihat pucat karena gugup di hadirkan dengan situasi seperti ini, Keadaan yang sudah lama di inginkannya, Yaitu bertemu dengan keluarga suaminya... namun itu hanya mimpinya dulu karena momentum ini sudah tak ada gunanya lagi tanpa kehadiran Dewa-suami tercinta yang sudah meninggal dunia.
""Mentari sayang ! Amang mu dan Om Radja mu ini kembar lho, wajah kami mirip bagai pinang di belah dua...Sama persis. jadiiiii.... kalau menurut Mentari Amang mu tampan, berarti Om mu ini juga tampan, Mengerti sayang ?"" Rupanya Radja tidak terima kalau ia di sebelah mata kan oleh keponakannya. Ogah dia kalah dengan Dewa yang benar adanya mereka mirip.
""Om tidak punya lesung pipi, jadi Amang saya lebih menarik dan tampan."" Kekeuh Mentari. Biru dan Bima juga Risma terkikik geli dengan dua perdebatan beda umur. Senja hanya datar tak banyak cerita karena ia masih canggung oleh orang asing ini.
""Terserah !"" Malas Radja, tidak mau di anggap anak kecil, nantinya kalau masih saja kekeuh. Apalagi melihat wajah semangat Biru yang begitu senang menertawakannya. Beeeeh....Awas kau Sagara, Tunggu pembalasan ku !
Rose menatap canggung orang tua Suaminya.
""Maaf, Tuan dan Nyonya ! Apa kah kalian kesini mencari bang Dewa."" Tiba tiba suasana jadi hening, Apalagi Rose yang sudah menitihkan air matanya kalau sudah menyebut nama Dewa, campur aduk dengan perasaannya saat ini. Takut, Gugup, Sedih dan Cemas kalau Orang tua Dewa marah kepadanya dan akan membawa kedua anaknya, apa daya lah dirinya yang tak punya apa-apa untuk melawan mereka di pengadilan nantinya. Parnonya yang takut di tuntut.
Mentari mengutuk dirinya sendiri yang tak pernah menceritakan semuanya ke Ammanya, kalau ia sudah pernah bertemu dengan mereka mereka ini.... Ah, Bodoh aku ini, Ribet kan jadinya.
__ADS_1
Mata tiga pasang Batara pun melirik ke Mentari yang tercengir bodoh, pertanda belum menceritakan semuanya.
Risma beranjak pindah duduk ke samping Rose, dan itu membuat Rose bertambah gugup.
""Bang Dewa sudah meninggal dunia, Nyonya ! Maafkan saya yang tak bisa menjaga anak anda, Maafkan saya yang tak bisa membawa beliau berobat di kala itu karena masalah ekonomi kami dan bahkan Bang Dewa pun tidak mau berobat di kala itu, Maaf kan saya ! karena Saya pun yang menjadi penyebab Bang Dewa meningkalkan keluarga besarnya, Saya sudah pernah membujuk Almarhum untuk pergi saja meningkalkan kami setelah Bayi Senja di waktu itu sudah lahir ke dunia, Tapi Bang Dewa kekeuh menolak menceraikan saya, Dengan alasan tidak adil bagi saya dan Senja waktu itu. Dengan kata, Bang Dewa bukan lah bajingan yang tak bertanggung jawab dengan perbuatannya. Sumpah demi kehidupan saya, Saya tidak pernah berniat merebut Bang Dewa di kala itu...Hiks, Maafkan Saya.!"" Rose menunduk dalam dengan air mata semakin menetes....Ia sangat mencintai suaminya sampai saat ini yang sudah bertahun tahun meninggalkan dirinya untuk selama lamanya dan tak pernah akan kembali lagi kapan pun itu, ia hanya berdoa setiap malam kalau jodoh di akhiratnya pun akan di pertemukan oleh suaminya yang luar biasa itu.
Bima menunduk dalam, terngiang kembali dengan kebodohannya yang terlalu meninggikan egonya di saat itu... Menyesal ! Tapi ya sudahlah...Nasi sudah menjadi bubur, Dewanya tidak akan pernah kembali lagi, jadi dengan rasa salahnya, ia akan bertanggung jawab dengan kehidupan tiga bidadari Dewa yang di tinggalkannya, Bagaimana pun caranya, ke-tiga wanita kesayangan anaknya-Dewa harus di borong ke kota untuk tinggal bersama, menjalin keluarga yang harmonis dan hangat, Harapnya.
Risma memeluk menantunya yang masih menangis. ""Kami yang harusnya minta maaf Rose, Karena kami egois dengan keinginan kami, Maafkan mertua mu ini, dan Sebelumnya kami semua sudah mengetahui Dewa kami telah meninggal dunia dari mulut Mentari di saat masih di kota."" Ujar Risma. Rose mengambil jarak dan menatap Mentari yang sedang mengangguk.
""Begitu kah ? Tari tak pernah bercerita, nyonya ! Tapi ada titipan Bang Dewa di saat beliau masih sehat, katanya... kalau suatu saat jika ada kesempatan seperti ini, maka saya di suruh memberikan kepada anda selaku orang tuanya. Sebentar !"" Rose menghapus air matanya cepat, beranjak ke arah lemari dan mengambil kotak sedang yang terkunci gembok rapat rapat.
Bima dan Radja mendekat ke Risma yang sudah membuka kotak. Penasaran apa isi kotak itu... bahkan Senja dan Mentari pun sangat antusias, kepingin tahu apa isinya yang begitu di jaga oleh Ammanya. Sedangkan Biru tak bergeming dari duduknya, ia merasa tidak berhak.
""Surat ? Hasil USG"" Gumamnya semua.
Risma tak mau penasaran lagi, dengan cepat Wanita tua itu membuka dan langsung membacanya.
__ADS_1
Assalamualaikum....
Untuk mu, My Family's ! Mama dan papa sayang ! Dewa sengaja menulis surat ini dari jaauuuuuuuuuuh hari...! Entah dengan maksud apa ? tapi dalam hati kecil Dewa....Ada pergerakan untuk ini...! dan entah akan sampai ke tangan kalian atau tidak ? entahlah...
Dewa hanya bisa menyampaikan pesan ini, kalau dalam hati Dewa...Saya begitu menyayangi kalian, Surga ku ! Mama dan papa memang surga akhirat ku, Tapi...Rose adalah hidup ku di bumi ini...Jadi maafkan Dewa yang menyakiti kalian ! Tapi kalian harus tahu...Dewa selalu berucap dalam hati dan dalam doa Dewa dengan selalu menyertakan nama kalian... I Love my parents.
Dewa pernah bertanya kan ke mama papa, kalian penginnya cucu pertama berjenis apa ? Mama menjawab ingin perempuan karena dengan alasan Mama sudah punya tiga anak laki laki semua....
Dan di sebelah surat ini ? ada hasil USG Cucu pertama kalian yang berjenis perempuan ! Seperti yang kalian inginkan, Namanya Senja Putri Batara...Tapi dengan sangat menyesal, kalian Ternyata tidak menginginkannya...Dewa sedih akan hal itu !
Hasil USG yang kedua yang terdapat dua jenis janin....itu adalah anak kedua kami, sekaligus anak ketiga kami, Kembar ! Tapi sayangnya...salah satunya lebih di sayang oleh Allah, Jadi....salah satu anak kami meninggal dunia setelah baru di lahirkan...Mungkin itu karma untuk Dewa yang durhaka kepada kalian...Saya pun menyesal akan hal itu ! Tapi Dewa tidak pernah menyesal akan pilihan saya ke Rose, Wanita tangguh yang hebat di mata Dewa. Yang rela berkorban bekerja keras, banting tulang untuk anak anak dan Dewa yang belakangan ini selalu drop akan kesehatan Dewa...Dewa sakit parah Ma, Pa ! Mungkin ini karma juga buat Dewa.
Mama ! Ada kan seorang istri jikalau sang suami sakit sakitan tak memberi nafkah berhari hari... pasti akan uring uringan kan ? Tapi.... Tidak dengan Rose, Ma ! Pilihan Dewa tepat....Sehatnya Dewa, bahagianya Rose, Tapi sakitnya Dewa, Sedihnya Rose ! Pilihan Dewa adalah wanita luar biasa Ma, pa ! Dewa di urus dalam sakit parah Dewa tanpa ada kata ngeluh sedikit pun.... Ah Lupa ! Anak kedua saya, di berikan nama , Mentari Putri Batara
Ma, Pa ! ingin sekali Dewa kirimkan surat ini langsung ke alamat kalian, Tapi...Dewa takut ! Takut kalau kalian tidak suka dengan datangnya surat ini....Makanya ! Dewa nitip ini ke Rose, Siapa tahu....ada jodoh tuhan yang akan mempertemukan kalian, Tapi.... Mungkin ! Dengan jatuhnya surat ini ke kalian, maka di pastikan....Dewa sudah tidak ada di sisi kalian, baik itu di sisi Rose maupun disisi mama dan papa.
Ma, pa ! Tolong dengan sangat, Setelah bertemu dengan keluarga kecil Dewa, Jangan sakiti mereka, Rose dan anak anak tidak salah, justru mereka adalah korban takdir Dewa...Dewa titip mereka Ma, Pa ! Sayangilah mereka sebagai tanda permintaan terakhir Dewa...Salamkan juga kata maaf dari ku untuk Bang Radja.
__ADS_1
*Salam sayang Dewa ke kalian...Maaf, maaf, beribu maaf untuk kalian yang Dewa sakiti. I Love my parents....
^^^Wassalam*.......^^^