
Kyaaa..
""Berbalik cepat !!!""
Gemi, sehabis mandi di buat terkejut dengan adanya Satria di kamar nya yang sudah balik ngantor. mana ia makai handuk melilit doang lagi, kan lekukan tubuh buncit lucu nya di lihat Satria. Yap.... walaupun sudah menikah tapi bagi Gemi itu hanya status, ia malah punya otak akan berpisah dengan Satria di saat bayi nya lahir karena Satria tidak mencintainya melainkan hanya mencintai janinnya makanya Satria selama ini bersikap baik kepadanya. Itu lah pikirannya. intinya Satria ada karena janin nya. bukan untuk nya. itu kan memang awal hubungan nya yang sudah tiga bulan ini.
""Tidak mau, aku sudah halal berada di sini !"" Tolak Satria tersenyum mesu*. ia di buat puasa selama ini akan tolakan Gemi untuk di sentuh. Padahal ia selalu sabar akan kelakuan ajaib Gemi yang ngidam tidak tidak, mana ada orang Ngidam menyuru suami sendiri tidur di lantai atau di sofa. Entah ngidam benaran atau akal akalan nya saja. Yang jelas itu hanya akal akalan Gemi yang tak mau di milikinya di ranjang olehnya. Sabar !!!
""Sat !""
""Apa ?"" Satria tidak perduli akan Ancaman tekanan Gemi, ia malah maju kehadapan Gemi yang sekarang hanya menggunakan handuk lilit sepaha, menggiurkan untuk Satria makan. di bawah sana juga sudah mengeras.
""Maju satu langkah, gue kick Lo, Sat !"" Ancam nya. Satria malah tersenyum manis ke arah nya.
""Tendang saja, palingan langsung melorot tuh handuk."" Tantangnya tersenyum Menyebalkan bagi Gemi Lihat..
__ADS_1
Gemi memegang kuat cepat handuknya agar tak melorot. Huuu.. Nafasnya ia hembuskan secara paksa dan menahan langsung Nafas nya di saat Satria sudah tepat di hadapannya yang hanya berjarak satu jengkal. mana di belakang sudah mentok bupet sepinggang coba ? HM... Satria selalu berhasil membuat jantung nya berdag dig dug. Tapi sebisa mungkin menepisnya karena lihat saja dan dengar sendiri, Satria hanya menyayangi anak nya bukan dirinya. seperti saat ini, Satria sudah bermain mengelus perutnya dan menyapa hangat calon bayi mereka, ia sadari...Jiwa penyang Satria sangat tinggi terlihat dari ia begitu menuruti semua keinginan konyolnya yang sebenarnya akal akalan saja untuk mengerjai Satria. Tapi mungkin Satria sabar karena ada bayi nya di kandungan nya, coba tidak ada mana mungkin Satria mau dekat dekat dengan nya. palingan juga sibuk di luaran sana. Pikir nya jauh.
""Hai anak papa di sana ? sudah makan belum ? Kangen Papa tidak ?"" Tangan memang mengelus lembut perut Gemi, tapi mata nya ada di bibir Gemi yang sedang di gigit kecil Nervous minta di gigit. Rambut sebahu Gemi yang basah Membuat Wanita hamil ini terlihat seksi di matanya.
""A-aawas !"" Gugup Gemi. ""Gue pengin mandi lagi, gerah !" Kelitnya. Namun Satria menahan pinggang nya.
""Gemi, Kapan kamu akan menerima ku ? aku sudah membuktikan nya kalau bukan aku yang memberi mu blue wizard tapi orang lain, kamu pun tahu siapa orang itu dan kamu juga Gema sudah menghukumnya kan ! Beri aku kesempatan untuk hubungan kita !"" Pinta Satria bersungguh sungguh.
""A-ak Hmmpp !""
Nafs* sudah menguasai Satria, ia langsung membungkam mulut Gemi dan mengisap langsung kemanisan itu yang selama ini menggodanya, Ia Tersenyum Lega di saat Gemi pun terhanyut akan permainan bibirnya. Namun di saat Gemi menyadari tangannya yang Ingin menelusup masuk ke sela Handuk, Gemi langsung menepis tangan nya dan menjauh dari belitan.
""Aku akan sabar !"" Kocak Satria mengedipkan sebelah matanya untuk Gemi yang berbalik Sebelum masuk lagi ke kamar mandi.
Ok, Sabar Sat ! Lama lama juga akan menjadi milik mu ! Batinnya.
__ADS_1
...****...
Sementara itu, di rumah kontrakan Mentari. Biru baru masuk kerumah habis bermain ektrim dengan Fahri yang berhasil merontokkan satu gigi Fahri sebagai tanda reward dari nya yang sudah ingin melecehkan istri nya yang selama ini ia cari cari. Untuk Desta, Ia hanya memberikan SP, toleransi karena Staff cantik oppa itu sudah menggagalkan aksi Fahri untuk keselamatan istrinya, Tapi SP pun ada embel-embel cap Jab nya yang membuat dua blush on memar di wajah cantik Desta. Tadi.. sewaktu mengejar Mentari masuk kerumah, Mentari tak memberi nya pintu, istrinya langsung ngumpet di kamar tak mau keluar tanpa satu kata apa pun untuk dirinya. makanya ia lebih dulu memberi kuliah untuk para pekerjanya.
Dan untuk para anak buah Yusuf yang pekerja lepas, Biru sudah memecatnya semua.... awalnya ! Tapi ada bapak bapak yang terlihat sungguh sungguh bekerja yang katanya untuk anaknya yang sedang berkuliah membutuhkan biaya, jadi tidak adil juga baginya dan tidak tega juga baginya memecat orang yang tidak ikut ikutan, jadi Biru hanya mensortir siapa siapa yang layak di pertahankan dan siapa siapa yang layak di tendang dari project besarnya yang jika goals maka tentu para pekerja dapat bonus besar pun darinya.
Sementara untuk Mile dan Bang Sam, saat keluar rumah tadi, Kedua orang itu sudah tidak ada di warung. kabur meninggalkan mbok Darmi seorang di warung yang terlihat linglung di saat ia di kiranya hanya pelanggan biasa yang Ingin makan, tahu tahu nya suami si Neng mut yang ada di negara orang menjadi TKI, Kembali.
Biru mendapati Mentari sedang mencuci piring dengan posisi duduk di atas diklik kayu karena melihat di sekeliling kontrak kan dapur ini, tidak ada wastafel untuk cuci piring.
Dirinya mendekat di saat melihat Mentari meringis berdiri dengan memegangi pinggang nya yang mungkin sakit karena kelamaan duduk dalam posisi Tidak nyaman akan perutnya yang sudah membuncit yang rasa rasanya Mentari sedang menyembunyikan kehamilannya itu dengan cara memakai baju kebesaran.
""Kamu duduk di sini, biar aku yang menyelesaikannya."" Paksa Biru meraup tubuh Mentari dan mendudukkan istrinya itu di kursi kayu sederhana.
Mentari terperanjat kaget memegangi dadanya, ia kira suara derap langkah itu punya mbok Darminya yang katanya mau tidur karena capek seharian di warung.
__ADS_1
""Ka--!"" Mentari menelan lagi ucapannya. melihat Biru sigap menggantikan pekerjaannya di gelas gelas serta piring kotor bekas pelanggan. ia hanya duduk diam membiarkan Biru bekerja tanpa satu kata pun dari mereka. Canggung, itulah yang ia rasakan. Walaupun sebenarnya ia begitu Ingin memeluk suaminya erat erat tapi masih ada keresahan hatinya yang membentengi dirinya.
Apa sebenarnya yang terjadi di saat aku pergi ? Penasarannya dalam hati, mau bertanya ke Bang Sam dan Mile tadi waktu Biru sudah pergi, kedua Sahabatnya itu kata mbok Darminya minta Ijin mau hang out di tempat tak tergapai oleh Biru.