
Mentari dan Biru baru turun dari pelaminan, Habis memberikan salam selamatnya ke mempelai.
Satu pria berjas dengan kaca mata minus menghampiri langkah mereka.
""Oiih Sagara ! Wuiiih apa kabar bro, Setdaaah dari dulu ampai sekarang masih ganteng ganteng aja bro, Bagi bagi dong resepnya.""
Biru tersenyum tipis dan ber High-fives ria sebagai salam sapanya. Tanpa sadar, Tangan itu pun melepas kaitannya dari tangan istrinya.
""Udah ganteng dari Sononya.""
Alamat jang, Hulk ku sombong amat daaah ! Hahahaha.
""Hahaha, Lo masih sama kaya dulu Bi, kagak berubah...Masih dingin kaku dan irit bicara, Tapi narsis sih. Eh Ini Bini Lo ?"'
Biru mengangguk
Dingin kaku apanya ? Belum tahu aja bagaimana tengilnya jika dalam teritori.
Mentari hanya diam memperhatikan mereka berdua. Seraya terus membatin. Sang teman pun melirik ke arahnya dengan senyum ramahnya.
""Hebat Lo Bi, dari dulu bidikan Lo seperti bidadari semua, hahahaaa...Nemu di mana Lo ?""
Mata itu pun melirik perut buncit Mentari. Biru yang melihat itu, segera merangkul pinggang Mentari posesif.
""Di apartemen.""
Eebuuuseet..Jujur amat Boss Hulk !
__ADS_1
""Lo juga hebat mba Cantik, bisa tahan dengan Biru yang irit bicara, gue jadi kepo penasaran, bagaimana cara ala ala si Biru ngerayu...pasti kaku, hahaha !""
"" Boss Husband, Tidak banyak bicara dalam rayuan... mulutnya lebih sering dia gunakan untuk hal hal yang bermanfaat di saat kita hanya berdua saja, hehehe !"" Mentari tercengir kuda saat Biru menatapnya galak, tidak setuju dengan ucapannya yang terdengar Ambigu.
"" Waanjir, Lo ngirit bicara tapi banyak bekerja rupanya, Tseeetdah..Pantas saja udah mblendung. hahaha.""
Semakin lama semakin ada beberapa teman Biru datang menghampiri, Mentari yang mulai bosan dengan percakapan mereka antara bisnis dan juga masalalu, minta ijin untuk menghampiri Senja yang baru datang bersama Langit, Mata itupun melirik kesana kemari sejenak. Se..Se ! Ada si sekretaris manis juga rupanya..Bersamaaa Bang Satria, Ada main kah ,Jum dan Satria ?
""Mentari, hay !""
Dari samping, Dr Anita dan Farel menghentikan langkahnya, ia pun becipika cipiki bersama Dr kandungannya itu. Entah kedua dokter ini, punya hubungan apa kagak, Mentari tidak tahu... yang ia tahu dan ia sering dengar kalau Farel dan Dr Anita hanya sekedar sahabat dari masa perjuangan kedokteran.
""Sehat ?""
Mentari mengangguk dan Tersenyum saat Dr kandungannya meraba perutnya.
""Biru mana, Mentari ?"" Tanya Farel heran, Biasanya temannya itu paling anti membiarkan Mentari lepas dari jangkauan.
Dr Anita dan Mentari bercakap cakap ringan seraya duduk di kursi tamu, Senja dan Jum menghampiri mereka. para laki laki gandengannya pun berkumpul dengan kumpulan Biru.
""Hay, Dok !"" Sapa Senja tersenyum ramah. Jum hanya tersenyum dan duduk di sebelah Mentari dengan tangan nakal meraba perut sahabatnya.
""Jum, kamu ngutang penjelasan !""
Mentari menaik turunkan alisnya, jenaka menggoda Jum. Ia kira sahabatnya ini dekat dengan Gema yang belakangan ini selalu kompak dalam pekerjaan di luar kota. Tapi sekarang... lihatlah, Sahabatnya di gandeng ke undangan oleh Bang Satria.
""Apanya ? Penjelasan apa maksud mu, Camamud !"" Cengir Jum tak mengerti.
__ADS_1
""Bang Satria Or Bang Gema ?"" Tarik Mentari di rambut ikal sahabatnya..Gemas !
""Hehehehe, nggak dua duanya, alias nggak berpikir kesana... no komitmen. Bebas itu enak lho Tari.. Buktinya, Saya keluar kota kerja lama lama bersama Gema tak ada yang cemburu dan tak ada yang menggangu konsentrasi pekerjaan ku, hadir di sini...bebas larak lirik pria segar !""
Tiga pasang mata di hadapan Jum mendelik horor atas tingkah Jum yang enjoy bingits, Woman sebiji ini kagak memperhitungkan segala sesuatu kedepannya yang bisa saja membuat hati seseorang hancur.
Mentari sampai kalap menarik rambut sahabatnya kembali. ""Jum, jangan macam-macam dengan hati seseorang ya...aku aduin ke bapak mu ke kampung, di suruh pulang...di nikahin sama mbek, tedong atau sapi ! Mau?""Ancam Mentari. Jum memperagakan sungkem ke hadapan Mentari, Kalau dengar nama bapak, rasa rasanya.. kupingnya berdengung.
""Hahaha, Pak Rahmat... anak mu di sini rupa rupanya calon playgirl !""
Penuturan Senja di timpali gelak tawa dari Mentari dan Dr Anita. Jum hanya tercengir bodoh, Cuek.
Dari table lain, Gelak tawa gerombolan Mentari sedang di perbincangkan oleh kelompok geng ala ala sosialita bling bling-bling dari Shanum...ini kedua kalinya akan bertatap muka dengan istri istri dari mantan pacar spesialnya. Kenapa di bilang spesial... Karena Biru adalah sosok orang penyayang dan penurut royal jika memang ke orang yang di cintainya, apa pun yang dia minta dulu, selalu di berikan dengan suka rela, Ya...Suka rela karena Biru semasa pacaran tidak pernah menjamah tubuhnya sama sekali, walaupun Biru di pancing untuk ke hal hal berbau intim, tetap... pendirian Biru sangat lah tegas untuk tidak melakukan se* di luar nikah.
Spesial untuk Langit, Pria Manly yang hot, pemain handal yang bisa memuaskannya dalam segala berbau Se*, Pria itulah yang memuaskan testosteron nya selama ia bersama Biru. Jadi intinya... Kasih sayang penuh cinta di dapatkan dari Biru, Sementara bersama Langit ia mendapatkan kepuasan se* dalam waktu di bilang sekaligus. Rakus bukan ? Manusiawi, pikirnya bodo amat selagi masih bisa bersenang-senang kenapa tidak.
""Hai semuanya ! Hay Nit ! Boleh kita gabung ?""
Tanpa menunggu persetujuan dari kelompok Mentari, Tiga sekawan Shanum dengan dandanan paripurna mengalahkan bulu mata anti badai incees Sharini, duduk di antara mereka begitu saja dengan elegan.
Nampak jadi hening dari kelompok Senja, mereka hanya kompak melihat gerak gerik Shanum yang sangat angkuh nan sombong.
Senja ingin tahu, apa maksud dari wanita ini tetiba akrab dan sekonyong-konyong pun menampakkan wajah itu yang pernah ia beri cap lima jarinya, Mau buat masalah kah ? Senja beli goceng, Bitc*!!!
""Hallo Nit, apa kabar Lo ? Lama nggak ketemu ya..Tapi rasa rasanya, Lo makin turun derajat aja yang bergaul ama warga desa terpencil."" Ledeknya, Shanum sedikit dikit dapat info kalau orang di hadapannya ini dari desa tetiba jadi OBK.
Dr Anita tidak menjawab, ia jadi tidak enak sendiri ke Senja, Mentari dan Jum, padahal ucapan tidak sopan itu bukan keluar dari mulutnya.
__ADS_1
""Astaga, mba Cantik ! Mulut anda ya...Tajam seperti baju yang anda pakai sekarang, Kurang bahan yang mendominasi pecahan cermin kecil kecil, Kalau butuh pecahan lagi, di kamar saya banyak tuh pecahan beling, saya gratisin deh... Karena orang desa itu pintar bersedekah !""
Mentari, Senja dan Dr Anita menahan senyum gelinya atas penuturan Jum yang bernada lembut tapi tajam di telinga Shanum. Penampilan kece badai begitu di bilang pecahan beling... Ni mulut wong deso perlu di beri. Awas kau !!!