RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 234


__ADS_3

Mentari dan Senja kompak meneliti Jum yang nampak anggun pendiam malu malu meong Seperti kontestan Miss universe akan memperagakan busana batik modern terbaru yang pas di body goalsnya. Tidak ada tingkah absurd juga raut jahil di dalam sana seperti biasanya, hanya ada mood Nervous atau Linglung mureeen yang di tangkap Mentari dan Senja yang duduk mengapit Jum yang baru saja melaksanakan ritual pertunangan sederhana bersama Gema di dalam unit apartemen milik Mentari peninggalan dari Dewa.


Keputusan dan rencana, sudah di kantongi mereka untuk hari ijab qobul plus resepsi pernikahan akan di adakan dalam hari yang sama, satu pekan dari sekarang. Mereka hanya bisa berdoa dan berharap, semoga rencana resepsi yang akan di adakan besar besaran tidak gagal seperti ekspektasi pernikahan Rose dan Radja yang mendapat kendala akan sakitnya Bima dan Risma yang masih di dalam rumah sakit sampai saat ini.


Jum, Auto shock mendengar waktu satu pekan lagi ia di persunting oleh seorang pria tamvan juga macho tapi aibnya nauzubillah ga* berkedok fisik sempurna, Lihat saja...Gema pasti mengincarnya menjadi seorang isteri hanya untuk penutup aib dari semua orang.


Alamat jang...Bisa jadi Jabla* bin jarang di belaaaay oleh suami sendiri. Gema akan membuat nafkah batinnya menderita seperti ratapan anak tiri, bedanya, Ratapan Jum itu akan haus belaian karena Suaminya suka sama suka pedang. mau selingkuh, nanti namanya yang rusak kalau terciduk. Batinnya ngeri membayangkan hidupnya satu pekan yang akan datang.


""Hayooo ! mikirin apa ?""


""Gay-gay-gay !""


Mentari menggoda Jum yang terlihat melamun dengan cara menepuk pundak itu, berhasil membuat Jum latah, mengeluarkan isi pikirannya.


Sontak membuat isi ruangan termasuk para orang tua yang sedang berbincang serius, menoleh ke Jum, Gema apa lagi... sudah tak sabar ingin mengungkung Jum yang ternyata sedari tadi memikirkan fantasi OON-nya terhadapnya. Gue di umpati terus ternyata ?


""Jum, Latah kamu jijik benar untuk di dengar, kamu mikirin Bang Sam ya ?"" Biru menggeleng geleng geli.


""Tahu tuh, kamu normal kan ? tidak menaruh hati ke Bang Sam yang ga* itu ?"" Timpal Langit.


Mending Bang Sam yang nggak munafik , dari pada si trenggiling sok macho tapi munafik. berkedok normal tapi nauzubillah.


""Saya lebih suka Bang Sam yang Ga* itu dari pada ha--""


""Kami ada janji sama Bang Sam, untuk fitting baju pengantin. makanya Jum mengingat Bang Sam, sudah tidak sabar ya wom--sayang." Gema yang sudah tahu kalau ucapan Jum pasti menyelikit bin ngaur ngaur Ambigu. Menyela.


Kepala yang di ruangan itu manggut-manggut saja.

__ADS_1


"" Pergi saja kalian sekarang. Emang harus di urus dari sekarang semuanya.""


Saolah, Bapak berpeci...tega benar kau pak, malah membuat Jum dalam kesusahan. Tapi bukan Jum namanya kalau tidak bisa membeli tipu tipu pak kaku trenggiling ini.


""Aduh duh duh duh.""Jum meringis, pura pura. meremas perutnya yang tak kenapa napa. ""Maaf ni pak Gema, perut saya sakit tidak bisa ikut Bapak--- bapak sekarang."" Lanjutnya dengan suara di buat sesendu ringis ringis busuk.


Tentu saja Gema tak percaya, akal busuk terkesan sudah menjadi makanannya dari si woman somplak cerewet ini.


""Kasihan amat sih. Pak Rahmat Amma Anna, Ijinkan saya menyentuh kulit anak kalian sebentar demi keselamatan, saya akan menggendongnya, sampai ke parkiran untuk membawanya kerumah sakit, takut ada penyakit serius di perut calon istri saya, Boleh ?""


Astaga naga, Jum mau menenggelamkan wajahnya saja di rawa rawa penuh buaya. Si bos selalu membeli kibulannya dengan cara halus, Mana bapak berpeci setuju setuju terus lagi.


""Saya bisa jalan sendiri !""


Hmm, Si bos mulai puasa bicara yang tadi sudah panjang lebar ucapannya dalam minta ijin ke Bapak berpeci, Jum sudah menolak untuk di sentuh malah si Bos langsung meraup tubuhnya di hadapan semua orang, Kan malu ?


Sampai di dalam Lift, Jum masih dalam gendongan Gema, ia malu setengah koid, Gema ini sedari tadi tak mau mengurungkannya, walaupun ia sudah mencat mencat tak mau diam dalam raupan itu.


""Bos, turunin ! Saya tidak apa apa !"" Jum masih sabar. Bos tidak menjawab.


Baiklah !!!


"" Pak, kok di lihat dari posisi intim ini, bapak terlihat tamvan banget ya, tamvannya dua kali lipat, duh rahangnya kok begitu kokoh, senyum dikit dong pak, Bapak kalau senyum tuh mengalahkan senyum manisnya Chico Jericho yang macho abis itu, Bapak macho abis kan ? Bukan abis machonya...... ?"" Menjeda. Telunjuk nakal Jum, bermain lemes di rahang Gema. Shiit, baru segitu si adik bawa sudah berkedut On. Batin Gema.


""Dada keras bapak juga tercetak macho pasti di dalam kemeja bapak, Tapi sayang....Di bawa sana tidak macho, napsunya jeruk makan jeruk.""


gedebruuk.

__ADS_1


Ahai, berhasil kan gue. Tapi jangan di jatuhkan begitu juga kealeees, kan panta* gue sakit jadinya, Coeg !


""Astaga bapak treng---Gema kok kasar banget sih, aduh.. Panta* gue pasti Uda langsung tepos-tepos kagak mantul lagi ini, di pastikan ini. Naseb... Naseeeeb !"" Jum masih saja somplak mulutnya, dalam keadaan mengelus elus panta* nya sendiri seraya berdiri pelan pelan.


""Eeeh, jangan tarik tangan saya."" Gema mencengkeram tangannya yang sedari tadi menghela panta* nya. di dalam Lift itu hanya mereka berdua, jadi mereka begitu bebas melakukan apapun yang mereka mau.


""Coba rasain. apakah keras, kalau keras itu tandanya dapat setruman dari lawan jenis, karena di dalam sini tidak ada pria lain kecuali saya. dan itu keras karena pergerakan lembut telunjuk mu yang membuat saya horn*, Jadi kamu harus tanggung jawab, pegang dan rasakan di sini.""


""KYAAA. !!! Tangan gue kembali ternoda dengan beginian yang kedua kalinya.""


Nyamplak Jum terkejut, Bos Trenggiling sangat mesu* ternyata. Tangannya di paksakan untuk menyentuh adik Gema yang masih tersembunyi di dalam penjara kain. Boro boro mau merasakan di dalam sana sedang tegang keras atau loyo, Jum tak kuat ! Coeg. cepat cepat ia menginjak kaki Gema menggunakan sepatu high heels yang runcing tujuh Senti. berdenyut denyut deh kaki, emang gue pikirin. Tapi kok si irit bicara ini tak meringis ya ? Masih stay cool aja.


""Kembali ternoda ? Kedua kalinya ?"" Selidik Gema akan pengakuan Jum yang reflek itu.


Mampus,. aib ini mah !!! Diam adalah kunci permasalahan. jangan nyap nyap Jum nanti lidahmu terpeleset, takut takut pak Trenggiling melapor ke bapak berpeci dan berakhir bunting eh buntung satu tangan syantiekmu.


""Katakan ? Sudah ternoda ?"" Fantasi Gema traveling, Pikir Gema...Ternoda di sini yang di maksud Jum adalah si woman ini sudah melakukan sek* bebas.


Jum diam, cuek ! mengikuti sifat Gema yang irit bicara ada manfaatnya juga.


""Jum ? Katakan aku bilang ? Apa kamu nakal di luaran sana bersama pria lai---Satria ?"" Gigi Gema menggelutuk menahan marah.


""Itu bukan urusan mu."" Ketus Jum, ia begitu malas mendengar nama Satria, Apalagi harus mengingat kenangan indah yang sekarang sudah pahit untuk di ingat.


""JUM !!!"" Bentak Gema mengunci pergerakan Jum yang terpojok dinding stainless lift.


Ting...

__ADS_1


Selamat !!! Huft. Legah Jum. Lift terbuka di lantai dasar.


__ADS_2