
Matahari sudah bersembunyi dari singgasananya, Sepulang dari kuliah Mentari lanjut dari kerjaan kantornya yang sempat tertunda, memeriksa pembukuan keuangan yang terasa ganjil di perhitungannya. duduknya pun asal asalan. di lantai sebelah bilik dengan Suaminya tengkurap di atas peraduan. membelakangi.
""Sayang ! Sudah selesai belum ?""
Biru memiling rambut Petitenya dari belakang yang nampak berubah....dari hitam pekat menjadi modis Caremel brown dan itu ulah si Mile yang menjadikan Petitenya sebagai model di acara khusus anak kuliahan. Biru semakin terpana dengan perubahan istri imutnya ini. Nambah posesif jadinya.
""Belum, sayang ! Kalau mau istrihat, duluan saja ya ! Saya menemukan angka ganjil di pembukuan."" Jelas Mentari, merasa heran akan berbedaan buku laporan peninggalan dari Radja dan pembukuan baru dari Gema.
Shap...Biru menutup paksa laptop milik Mentari seraya berucap."" Tidak ada ya ! kerjaan di bawah ke rumah ! kan sepekat, di rumah itu waktunya manja manjaan."" Cemberut Biru. Dan Mentari memberinya kecupan bibir agar suaminya yang semakin manja tidak memerengut lagi.
""Ok, terus ! ada rencana biar ritual ranjang tidak terjadi di waktu masih sore ini ?"" Mentari mengerti maksud Suaminya yang sedang mengganggunya. Apa lagi kalau bukan bercinta.
""Ck, Sore ? ini itu sudah jam setengah sembilan malam ! Kalau dari sekarang kan, enak tuh mendesahnya lebih panjang waktunya.!"" Mesum Biru. dapat sentilan gemas dari Mentari. Suaminya tak ada capek dan bosan dalam hal berbau ranjang.
""Sebentar ya, hulk ku ! suamiku yang paling tampan di mata ku ! Saya bersih bersih dulu, banyak kuman asem.!"" Cium Mentari akan tubuhnya.
Biru menyosor ke Curug leher istrinya. ""Masih wangi kok ! seka--!""
""Nanti !"" Cubit Mentari ke tangan Biru yang memeluknya di bagian lingkaran perut.
""Baiklah !"" Lepas Biru dan Mentari seketika beranjak ke arah kamar mandi. tapi langkahnya di ekori Biru tanpa sepengetahuan Mentari.
Mentari yang berbalik badan, niat untuk menutup pintu kamar mandi, langsung terkesiap melihat Biru yang mengekorinya.
""Sagara Biru Sunjaya ! Nanti atau tidak sama sekali !""Tekan Ancam Mentari. Biru tersenyum ambasador odol.
""Nanti, iya nanti ! tapi di kamar mandi enak tuh sayang !"" Bujuknya.
""Tapi saya mau buang BAB, mau ikut ?"" Geli Mentari. Biru menggeleng dan langsung berbalik haluan dengan siulan kecil menemani. Masa mau enak enak di kasih parfum gas sih ? Mana ada rasa sedapnya.
__ADS_1
""Hahaha !"" Gelak Mentari akan kebohongannya. kalau tidak begitu, Suaminya yang tak sabaran itu selalu merengek.
Lima menit di kamar mandi, Belum sempat Mentari mandi, ia keluar lagi menuju ke laci laci penyimpanan khusus peralatan perempuan. Biru yang melihat Petite-nya mengobrak abrik laci, menghampiri.
""Cari apa sayang ?""
""Cari roti terbang."" Mentari tanpa melirik, menyahuti. mata dan Tangannya masih sibuk mencari roti yang katanya bisa terbang.
""Roti di dapur atuh sayang, dan tidak ada tuh roti yang bisa terbang Kecuai di lempar."" aneh Biru tak mengerti arti dari kata roti terbang.
""Ck, bukan roti itu tapi....nah ketemu ! ini lho !"" Mentari menangadakan roti bersayap khusus milik para perempuan untuk di kenakan saat berselai satu bulan sekali.
Mata Biru tak berkedip melongo, melihat bungkusan kecil itu. Ia menelan ludahnya susah payah....
""Kamu datang Bulan ?""
Mentari mengangguk. dan beranjak ke kamar mandi.
...***...
Di kediaman Kusuma
Langit yang ingin pergi di malam pertamanya berganti status. mendengus Kesal atas ancaman Papanya yang memberi peringatan keras dengan berbunyi, Ia tidak boleh menceraikan Senja dalam waktu satu tahun ini. Cinta tidak cinta, suka tidak suka...Maka ia harus menuruti keinginan papanya itu. kalau tidak....maka kompensasi perceraian Senja adalah Senja yang akan di untungkan, Yakni semua perusahaan Kusuma akan jatuh telak atas nama Senja. Dan Langit sebagai anak tunggal tidak akan mendapat apa apa.... hangus terbang ke tangan Senja.
Chris yakin atas bantuan sang kuasa yang bisa membolak balik kan hati manusia, insyaallah..anak dan menantunya itu akan mempunyai hubungan hangat ke depannya, melihat Senja, perempuan tangguh tak kenal lelah dan tak kenal Takut menghadapi sikap kasar anaknya, maka dalam satu tahun itu, pasti sudah berubah indah. doanya penuh harap.
""Eh, tunggu ! mau kemana sekarang, eum ? kamu juga harus bekerja sama dengan Senja mulai besok kalian harus memajukan perusahaan Parfum itu agar semakin layak di pasaran. Mengerti sayang !" Jelas tegas Chris. Cukup sudah anaknya itu bebas dan bermain main.. Langit sudah beristri, Jadi anaknya itu harus bertanggung jawab atas kebutuhan istrinya.
""Tapi Pa !""
__ADS_1
""Tidak ada tapi tapian !"" Tegas Chris dan pergi meninggalkan Langit masuk ke kamar.
""Aaarg, hidup ku sial saat bertemu dengan mu itik."" Langit menatap nyalang pintu kamarnya yang terlihat dari bawah, si itik menang satu langkah dengan memenangkan kamar miliknya. Ia pun pergi, keluarga rumah untuk mencari ide.... agar Senja saja yang mundur dari pernikahan ini, kalau begitu kan, Ia tidak kehilangan harta sedikitpun.
...***...
""Hais, kampret Lo. Ngit !"" Dengus Satria.
Setelah di bukakan pintu rumah oleh Satria, Langit memberi tinju kesalnya ke perut Satria dengan sedikit tekanan. " Hah... prustasi gue di buatnya."" Dongkol Langit membanting tubuhnya ke atas sofa. malam ini ia akan tidur di rumah mewah Satria, sang Sahabat.
""Hahaha, Lo bukannya menikmati malam pertama malah lari ke sini, Masih normal kan jadi laki ?"" Ledek Satria yang sudah tahu semua permasalahan sahabatnya ini.
""Normal lah gue, tapi gue nggak doyan dengan itik itu dan gue boleh ya nginap atau mungkin tinggal di sini dalam waktu satu tahun."" Langit berniat menjauh dari Senja, dengan waktu yang di beri oleh papanya, bisa berantakan misinya ke Biru jikalau itik cantik itu ada di sisinya, automatis di gagalin terus dong.
"" Sianying, di beri istri cantik malah nolak. Terus rencana Lo apa untuk membuat Senja pergi dari hidup Lo dalam waktu dekat ini ?"" Penasaran Satria. Langit menyeringai menatap Satria dengan kedipan mata.
Kok gue yang merinding sih, eum...pertanda akan ada ide gila, Semoga gue tidak ikut andil dalam rencana sahabat gila ku ini. batin Satria.
""Sini Sat, mendekat !"" pinta Langit. Satria menurut manis tanpa curiga.
Cekret Cekret.
Satria bergidik jijik, Dahinya dan dahi Langit di takutkan Mesra dan langsung di foto beberapa kali.
"" Eh, nying...buat apa Lo, dengan potret ini, idih.... jangan jangan Lo nggak normal lagi ya ?Lo jadinya suka pria ya ?"" Jijik Satria menjauh, Ia masih normal... menyukai berwajah cantik...bukan berwajah tampan kayak Langit tapi sedikit dalam berotak.
""Bukan Gue saja yang sekarang tidak normal, Lo juga ! Lo harus bantu gue dengan berpura pura kalau kita ini pasangan kekasih, alias ga* di mata Senja agar perempuan itu jijik dan mundur dalam pernikahan ini, tidak boleh menolak atau rumah mu ini gue bakar nanti."" Konyol ancam Langit.
""A aa a a a a a pa ?"" Satria terdengar tak punya nafas mendengar ide gila Langit , nafasnya tersedot ikan terkepar di tanah.
__ADS_1
Plak... Memukul kepala Langit, siapa tahu sahabat gilanya ini minta di betulkan otaknya yang mungkin lagi koslet, hangus.
Langit tak menghiraukan Satria lagi yang masih ngerocos, Ia memainkan smartphone canggihnya, mengirimi Foto mesranya bersama Satria ke Senja dengan sedikit bumbu.... Malam ini memang malam pertama ku menjadi seorang suami, Tapi....malam indah ini, selalu untuk kekasihku.