
Alunan musik romantis mengiringi sentakan lembut orang orang yang berdansa dengan pasangannya masing-masing. Biru dan Mentari sebagai pasangan ada di sana...Senja dan pasangan lainnya pun masih menikmati alunan musik dansa di antara para pedansa.
Jum mengeluh, ia tidak bisa berdansa dan selalu berakhir menginjak kaki Satria.
""Adeeeh, ini acara pernikahan membosankan sekali ! pakai dansa dansaan segala, yang seru tuh ala ala pernikahan Mentari dan Biru di kala itu, beeeh... dangdutan cuy ! Bisa goyang heboh, iwak peyek dengan rambut sana sini mutar mutar berkibasan.""
Satria tersenyum geli di dalam hati, Dansa Or Dangdutan ? Ya jelas Satria milih berdansa dong, bisa pegangan, bahkan sekarang tangannya bertengger di kedua sisi pinggang Jum dalam dansa ini dan Jum mengalungkan tangannya di lehernya. Kalau kata di TV sih..Nikmat mana yang kau dustakan !!!! Eaaaah !!!
""Jum ! Cemilan kamu tiap hari gulali ya ?"" Satria mulai modus modus ngegombal.
""Hah ? Cemilan Gulali ? saya tuh ngedumelin acara yang membosankan ini, bukan masalah cemilan ! tapi kalau Bang Satria mau tahu masalah cemilan ? kagak napa napa..Saya kasih tau, siapa tahu besok besok mau ngirimi cemilan itu ke rumah. Cemilan saya mah beda dari yang lain, Bang Satria cukup beliin daun sirih berikut pinang dan isi sebagainya untuk di kunyah."" Dalam hati Jum terbahak, Ia tahu maksud Satria berniat menggombalinya .Basi itu mah !
"" Nyirih ? Kamu suka nyirih ?"" Satria nampak terkejut, zaman modern masih ada gadis yang doyan nyirih.
Jum mengangguk, ia sengaja membuat pria yang berniat dekat dengannya berpikiran ilfeel kepadanya. Kata pak ustadz...Yang tulus cinta itu, yang mau menerima kebiasaan bagus buruknya pasangan. Maka itulah salah satu arti Cinta terhakiki di versi ala ala Jum.
"" Saolaah Jum ! Pantas gigimu putih bersih sebersih cinta Kang mas Karo kowe."" Otak Satria kembali memutar untuk merayu. Jum hanya mesem mesem sok malu malu kucing manis.
Hemm, Rayu aja terus...Kareb mu kang mas !!! Bukan tidak senang Jum mendapat rayuan dari Satria atau siapapun itu, Ia cuma malas untuk pacaran... tambah tambahin dosa saja..Kalau Lo suka gue...Noh, Sana kekampung gue...Pinta Baek baek deh ke Amma bapak, ngelamar langsung. itulah keinginan Jum tanpa berkoar koar.. Biarkan para laki laki yang berniat terhadap dirinya berpikir keras dan berusaha sendiri mencari cela untuk masuk merajai hatinya. Simpel bukan ! Tapi eits, di larang keras bagi pria yang sudah berkeluarga ya..Jum kagak ada niat untuk jadi pelakor.
Shanum semakin hareudang, melihat pemandangan mesra Plus memuncak kekesalannya saat kedua temannya malah memuji gerombolan mereka dengan kata Romantis bingits.
"" Eh, Lo pada ! Kalau Lo mau muji muji mereka jangan di hadapan gue, gue sate Lo pada, Hangus !"" Sembur Shanum galak ke dou temannya. "Dan ya... Lihat aksi gue, Gue bakalan ngerebut salah satu dari mereka... Antara Biru dan Langit untuk berdansa barang gue.""
__ADS_1
Dan Shanum pun menarik asal asalan cowok yang tanpa pasangan untuk di ajaknya berdansa. Namun sebelum menginjak kan kakinya di lantai dansa, ia berbelok ke arah MC untuk memberikan usul permainan dansa yang tiap lima menit kemudian posisi pasangan mereka akan bertukar satu sama lain.
Sang MC setuju akan usulan Shanum yang menarik dan asyik menurut versinya. Sang MC pun berkumandang untuk memberi tahukan permainan dansa yang terdengar seru.
Biru yang mendengar itu, tak Setuju telak..Yailah.... Jangankan pria dewasa yang memeluk dansa istrinya, Dibi saja yang anak kecil di peringati. Ini...Oh No.... Jangan harap ada yang menyentuh kulit Mentari sedikit pun dari pria lain manapun, Senggol bacok yang berbicara dari si empunya.
""Sayang ! rupa rupanya dansa kali ini cukup sampai di sini, aku takut calon anak kita keluar keluar bukannya reflek menangis malah reflek berdansa, kan mereka kembar.""
Hahaha... Alasan Biru membuat Mentari tertawa kecil.
""Hulk, kamu bisa saja, bilang saja aku tidak di perbolehkan berdansa dengan pria lain, aku pun sama...Kamu tidak boleh berdansa dengan wanita lain selain diri ku, Paham sayang ?!""
Biru mengulas senyumnya dan mengangguk. Lama lama Mentari mengikuti jejaknya... Posesif ! Tapi ia suka...itu tandanya cinta dan takut kehilangan dirinya.
""Perintah siap di laksanakan, Ratu ku !"" Canda Biru menggoda.
Mereka pun gugur dalam pesta dansa dan berpamitan untuk pergi meninggalkan pesta.
""Aduh !" Senja tetiba meringis dalam dansanya bersama Langit. memegangi perutnya yang keram tetiba.
""Kenapa sayang ?"" Cemas Langit. Relfek menggendong Senja dan mendudukkan di table. Dr Anita dan Jum yang melihat itu menghentikan dansanya dan menghampiri Senja juga Langit. Satria dan Farel pun ikut cemas melihatnya.
""Nit, Istri gue kenapa ini ?""
__ADS_1
Anita menyuru Langit untuk pindah dari posisinya, ia ingin memeriksa kondisi Senja tanpa ada alat medis pun tak masalah baginya.
""Masih keram ? atur napas ya.""
Senja mengikuti instruksi dari Dr Anita yang langsung di peragakan oleh Dr rasa temannya.
""Ini memang sering terjadi kok bagi ibu hamil di trimester terakhir, sabar ya Senja tinggal hitung hari...! Tetap jaga kesehatan dan sering berolahraga ringan di pagi hari....bla bla bla.""
Senja mendengarkan penjelasan Dr Anita seraya terus menerus mengatur nafasnya, lama lama rasa keram di perutnya berangsur hilang. membuat Langit dan semuanya bernapas lega.
""Argh Shi* ! Gue uda repot repot ngatur permainan dansa, tapi lihatlah mereka pada kabur dari lantai dansa, Bahkan Biru pun uda nggak terlihat batang hidungnya."" Kesal Shanum benar benar kalah telak. Sang dou temannya pun semakin meledek kekalahan Shanum yang aslinya mereka sedang bertarung atas permainan Shanum. Mereka senang karena akan mendapat tas branded dari Shanum atas kekalahannya sendiri.
...****...
Chiiiiiit.....
Decitan ban beradu aspal terdengar ngilu terpekik di telinga. Biru yang berkendara pulang bersama Mentari, tetiba membanting setir ke pembatas jalan saat ada pengendara lain dari depan yang oleng, Jika terlambat sedetik saja...maka mobilnya dan mobil itu akan berciuman keras.
Mentari yang ngantuk tadinya, tetiba menjerit kaget, Biru yang membanting kiri lajunya tanpa sadar membuat kepala Mentari terbentur sangat keras ke dasboard mobil dan kembali lagi terpental kepala itu ke sisi badan jendela kiri. sehingga kepala bagian depan dan pelipis kiri itu bercucuran darah, Gelap !!! Mentari langsung tak sadar kan diri. Kepala Biru pun terbentur dua kali terpental bolak balik di setir mobil membuat kepala bagian depan itu robek berdarah dan pening begitu hebat.
""Auh.."" Lenguhnya sakit, sejurus ia melirik istrinya dan Langsung terpekik hebat dengan menyebut nama Mentari.
""Mentari, Mentari ! Petite !"" Panik cemas dan takut melandanya, setengah kesadarannya atas kepalanya yang berdentam mencoba mempertahankan kesadaran itu untuk berniat menolong istri dan calon anak anaknya. Tapi sekuat tenaganya bertahan... Tapi tetap saja...Gelap !!!
__ADS_1
Bukan hanya mobil Biru yang membanting setir, melainkan mobil oleng penyebab terjadinya kecelakaan itu pun membanting setir kuat di sisi jalan berlawanan dari tempatnya Biru. Seketika macet parah. Karena adanya kecelakaan. Massa yang berada di sekitar lokasi mencoba menolong, namun kedua sisi pintu mobil Biru terkunci membuat para massa sedikit lemot dan mau tidak mau memecahkan kaca jendela itu menggunakan batu beberapa kali.