
Mentari mondar mandir di depan pintu utama di jam tengah malam, sebabnya...Suami tercintanya sampai jam 12 malam ten belum balik dari luar kota, kata suaminya itu, saat ijin... pulangnya di hari senja, katanya. tapi kenyataannya sampai sekarang Biru belum balik juga dan itu membuat Mentari cemas karena suaminya juga tak merespon panggilan teleponnya dan itu hal aneh sekali bagi Mentari. Sebelumnya, Biru tak pernah mengabaikannya seperti ini.
Semoga suami ku dalam lindungan mu, Tuhan. Doanya. Sebagai seorang istri, pasti pikirannya bercabang Kemana mana jika suami masih di luar rumah tanpa konfirmasi Sebelumnya yang akan terlambat. Dan Mentari hanya perempuan biasa yang punya pikiran negatif seperti perempuan pada umumnya.
Berangsur, Mentari duduk di sofa, ia akan menunggu Suaminya Sampai jam berapa pun dan tanpa sadar, mata itu terasa berat, Terpejam dalam duduknya.
...****...
Pagi buta sudah menyerang penduduk bumi, Mentari membuka matanya, mendapati dirinya masih tertidur di atas sofa. Titan pun terkesiap yang baru keluar dari kamar dengan akribut olahraganya di pagi buta, sudah mendapati Mentari duduk mengucek matanya yang mungkin baru tersadar, pikirnya.
""Mentari ?""
Mentari mendongak ke asal suara.
""Pagi Pa !"" sebelum menyapa Titan, Mentari terlebih dahulu melirik jam dinding, Sudah jam lima subuh, apa Biru sudah pulang ? Tanyanya dalam hati.
""Pagi, kamu tidur di sofa ? kok ?"" Bingung Titan.
""ah, iya pa ! Aku ketiduran saat menunggu suamiku."" Mentari bangkit dari sofa.
""Oh, Belum pulang dari proyek ?"" Dahi Titan mengkirut Aneh, orang proyek tidak mungkin ada lembur sampai pagi. Dan Biru tak biasanya betah di luaran sana tanpa adanya Mentari yang menemani.
""Ya sudah ya Pa, Tari mau ke kamar dulu.""
Titan hanya mengangguk, melangkah keluar di mana pintu utama berada, Pas Titan Membuka pintu, ada penampakan Biru yang akan memencet bel rumah.
" Pa !"" Cengir Biru. Titan tak merespon cengiran Biru. Hanya Tatapan selidik yang Titan layangkan dari atas sampai kebawah, penampilan Biru sangat berantakan.
"" Ingat pulang juga rupanya ?"" Sindirnya menghadang di tengah tengah pintu. "" Jangan bilang proyek baru kamu sampai malam hari, maka papa akan memukul kepala mu, Kasihan tuh Mentari, dari semalam nungguin kamu sampai tertidur di sofa. Kamu aneh aneh Satu macam saja di luaran sana, maka papa sendiri yang akan menjab kamu, Dan papa akan balikin Mentari Secara baik baik ke Radja sebagai walinya. Dan ah... sebelum papa balikin Mentari, Kamu harus mengembalikan selaput darahnya bin Kevirginannya.""
__ADS_1
Oceh panjang lebar Titan. ia tidak mau Biru-anaknya Seperti relasinya di luaran sana yang tanda kutip tidak benar yang mentang mentang sudah banyak uang maka dengan mudahnya berkhianat. maka dengan sindiran pedas harus di layangkan, walaupun sangat minim Biru ber affair di luaran sana. Toh, Tidak ada salahnya kan mengkultum terlebih dahulu.
""Ck, pa ! Pagi subuh sudah ngaur saja, Mana ada aku nakal di luaran sana, dan ah....Kalau keperawanan bisa di balikin lagi, maka setiap malam anak mu ini akan mengembalikannya ke Mentari dan dengan Senang hati aku ambil lagi, karena yang perawan itu enak kan Pa. Hehehe.""
Dan Biru hanya tercengir garing dapat plototan horor dari papanya, lagian papanya ini ada ada saja, perawan kok di balikin ke sang empu, memangnya barang apa ? aneh bin ngaur.
Meninggal kan Titan-Papanya Sedang pemanasan ringan, Biru Bergegas pergi menuju kamar hangatnya, Mentari pasti ngambek karena dirinya melanggar janji yang tidak bisa pulang, dan ini itu karena Rere sahabatnya bin istri-Aksa yang sedang marahan ke suaminya, mengajaknya hang out dan berakhir ia menemani Rere semalaman suntuk bertiga bersama Reina pun di sebuah Club dan bodohnya, Handphonenya ia tinggal di dalam mobil jadi ia lupa total mengabari Mentari. ia tidak tega meninggalkan adik Kaka itu yang berada dalam Club malam, bisa bisa sahabat kecilnya itu malah berakhir di ranjang orang lagi, kan masalah bagi Rere yang mabuk berat.
""Pagi sayang !"" Biru menyapa mesra Mentari yang baru masuk ke dalam kamar, Dan ah... wajah istrinya kok begini amat ya...kecut cemberut yang ia terima.
Mentari tak menjawab, Menyibukkan dirinya yang akan bersiap siap mandi. Namun aroma Biru sedikit aneh yang di tangkap hidungnya.
""Mandi lah duluan, aku tidak suka ada bau alkohol yang menyeruak di kamar ku."" Mentari masuk ke walk in closet. Biru bukannya masuk ke kamar mandi, ia malah mengekori langkah istrinya Seraya mencopot kemejanya yang memang bau tak sedap. di lemparnya baju itu kedalam keranjang pakaian dari kejauhan.
Hiks, gue dapat tukas dingin. tajam benar deh ah tuh hidung.
""Sayang, apa kamu tahu sayang--- !"" Biru mencoba mencairkan suasana tapi langsung di jeda saja oleh Mentari.
"" Tapi aku ingin bercerita ten---!""
"" Jangan berisik, cepatlah mandi, aku tidak kuat dengan aroma alkohol dari hembusan nafas mu."" Bohongnya, padahal ia lagi mood ngambek ke pak suaminya ini.
Haaa.. Biru membuang Nafasnya kasar, menghirup aroma Nafasnya sendiri. ""Tidak kok, aku cuma minum sedikit sayang, Sumpah. aku semalam tidak pulang karena ada sahabat kecil ku yang aku tolong. dan maaf kan aku ya... handphone ku tertinggal di mobil dan ti---!""
""Aku tidak perduli, mau ngapain pun di luaran sana, tak perduli aku, lagian aku juga santai saja kamu pulang atau tidak. Tidur ku malah sangat nyenyak...Jadi tidak usah banyak kata, buruan pergi mandi."" Mentari berupaya melepaskan tangan Biru yang semakin erat di perutnya.
Biru tentu saja tahu Mentari bohong, karena Papanya sudah menjelaskan bahwa Mentari semalaman tidur di sofa.
""Petite, maafkan aku...Aku tak bermaksud apa-apa ! Lain kali kalau aku tidak pulang, jangan tidur di sofa ya say--!""
__ADS_1
""Masalahnya bukan tidur di sofa, Hulk. aku tak masalah kamu bergaul di luaran sana jika itu masih dalam kewajaran. Tapi ku mohon, ingatlah istri di rumah, beri kabar sedikit tak berat kan, SMS semenit kan tidak menyita waktu mu, sebagai istri ini, aku takut cemas campur aduk.... takut kamu terluka di luaran sana sementara istri di rumah tidak tahu sama sekali Suaminya ada di mana ! sedang apa atau bersama siapa."" Oceh Mentari dalam dekapan Biru yang sudah berhasil memeluk tubuh itu dari depan.
Dan Biru mengakui dirinya salah, benar kata Mentari, ia tidak memberi kabar, di mana mana seorang istri pasti cemas dan khawatir jika suami di luar rumah dalam keadaan tidak sedang bekerja tapi masih belum pulang pulang juga.
Hanya istri cuek bin tidak sayang suami yang tidak marah kalau para suami tak memberikan kabar apapun.
""Maaf Petite, sungguh aku minta maaf-----aduh duh duh. "" Biru meringis memegangi perutnya. Berbohong. tapi aksinya ini berhasil membuat Mentari melupakan kemarahannya, Lihat saja.... Mentari sekarang meraba raba perut sixpacknya penuh rasa sayang dan perhatian. Biarin saja modus sedikit, demi dapat maaf dan siapa tahu pagi ini malah dapat jatah yang terlewat semalam.
"" Apa masih sakit ?"" Mentari masih meraba-raba perut itu penuh dengan kelembutan.
Yes !!! Riang Biru dalam hati. istrinya ini masih saja polos Lempeng. Percaya saja trik trik busuknya. Tapi sifat ini pula yang ia sukai dari Mentari karena masalah apapun mungkin bisa cepat kelar tak berlarut larut.
"" Sedikit, dan akan hilang kalau kamu tidak marah lagi, dan kembali tersenyum manis."" Rayunya. Mentari kembali cemberut, Suaminya hanya tipu tipu saja.
Ck....ck..ck... Dan Mentari dengan kesal malah mencubit perut berkotak kotak Biru yang keras itu. Setelahnya, ia pun memeluk hangat Suaminya, inilah yang ia suka dari Hulk-nya, semarah apa pun dirinya, Biru selalu berusaha membujuknya untuk tidak marah lagi. Kan ada suami yang hanya cuek bebek minta di sebelih, Kalau isteri ngambek ya....malah di diemin, kan kesal kalau suami cuek begitu.
...*****...
""Ngit, gue mau minta tolong sekali ini saja sebagai sahabat Lo""
Satria yang baru keluar dari rumah sakit yang dapat cedera tangan kiri dari ulah Gema karena kesalahannya sendiri, kini merasa bersalah dan baru sadar kalau perbuatannya ke Jum itu salah dan ia pun sadar kalau sulit untuk menggapai Jum lagi setelah kelakuan busuknya.
""Apa ? selagi perbuatan yang terpuji sih, gue mau saja, Tapi kalau gue di suruh untuk melukai orang sih, sorry aja gue kagak mau."" Tukas Langit seraya menata makanan untuk Satria makan karena di unitnya ini, Satria hanya sendiri. Sebagai sahabat baik, Langit memberi perhatiannya.
"" Tidak kok, gue hanya ingin bertemu Jum, gue ingin minta maaf sebelum meningkalkan kota ini, Gue mau tinggal di Thailand, menurut orang tua mungkin tak ada salahnya."" Jelasnya.
Langit menepuk bahu Satria, bangga. walaupun sempat melakukan kebodohan, tapi sahabatnya ini sudah mengakuinya dan lebih pentingnya ada keikhlasan di mata itu, sekarang.
""Tapi, Gue nggak Janji ya sob ! tahu sendiri Perempuan egonya seperti apa kalau sudah kecewa berat.""
__ADS_1
Dan Satria mengangguk paham, Benar ! pasti Jum sudah tidak mau bertemu dengannya Karena kelancangannya. bodoh Sekali kamu, Sat. Umpatnya. Tapi ia harus meminta maaf langsung ke Jum, agar ia tidak ada beban untuk melalui masa hidupnya yang mendatang.
Ya, Hanya hari H nya Mereka, aku punya kesempatan untuk bertemu Jum. aku akan datang mendoakan kalian.