RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 243


__ADS_3

Akhirnya acara resepsi panjang sudah selesai. Gema sudah standby di atas kasur, Sementara Jum, wanitanya itu entah di mana, Tadi....Jum minta ijin akan menemui Mentari dan Bang Sam di kamar hotel milik Senja juga Langit, katanya.


khusus malam ini, bukan hanya mempelai wanita saja yang menginap di hotel, melainkan para keluarga intinya pun termasuk Bang Sam dapat kamar khusus dari pelayanan hotel yang di owner-in Langit Biru juga Nata dalam bersama.


Langit tidak ada di kamar, melainkan masih setia di luar bersama Biru serta pengusaha lainya masih asyik mengobrol masalah bisnis.


""Eh, Jumpek...Lo ngapa masih di sini, Lo itu harusnya terlentang mendesah di dalam kamar sendiri. pan Lo kan ratunya malam ini."" Bang Sam memutar matanya malas, Biasanya kan pengantin baru itu penginnya cepat cepat masuk kamar, ini malah masuk kamar tetangga ikut nimbrung ghibah bersama.


""Tahu ni, kamu nggak mau rasain ehem ehem apa ?"" Goda Mentari. Senja Tersenyum geli di atas kasur tengkurapnya.


"" Nervous ya ?"" Lanjut Mentari, membantu membuka pakaian pengantin Jum, dan Jum kini hanya menggunakan baju hitam tanktop bertali kecil di padukan celana pendek di atas lutut. Di depan Bang Sam...santai saja lah, nih cowok kan lady man.


""Bukan begitu ciwi ciwi cantik. Gue cuma mau minta kuliah dari kalian, gaya macam apa yang buat suami keenakan, Gue kan anak baru di mari."" Jum beralasan asal asalan. Lagian kan percuma juga cepat cepat masuk ke kamar, Gema pasti ber ah uh ah sama Fano, kan tadi waktu ijin, kedua itu lagi bercengkrama bersama. Jijik lah dirinya kalau Kalau di suruh jadi wasit.


"Hahaha, otak lo selain koplak ternyata omes juga ya ! Keenakan dalam berhubungan itu tidak di gambarkan dalam gaya tapi.....ah, sudah lah, Lo nanti juga tahu deh, tapi kalau pingin tau juga, Lo minta saja deh sama Gema, Gaya terbang merem melek, gitu !"" Senja menjawab ala kadarnya, Biarkan satu wanita ini berpikir sendiri bagaimana itu gaya terbang.


""Terbang ?"" Jum ternyata sama saja dengan Mentari. Lugu, Lihat saja di atas kepalanya ada balon halu yang di dalamnya Gema dan Fano Sedang terbang dengan mata merem melek. tak sadar tangan itu ber kepak kepak siap untuk terbang.


Huahahahah. Tawa Mentari, Senja juga Bang Sam, Pecah. melihat tingkah konyol Jum yang siap akan terbang ke bulan.

__ADS_1


"Sudah ah, Lo sana masuk ke kamar sendiri."" Usir Senja ke Jum. ""Eh, bawa deh atribut Lo ini, kamar gue berantakan adanya baju berpeyet Lo di sini, Dan selamat Hon Hon ya.""


Jum mengumpat kasar, lem mana, lem mana ? Rasanya ia ingin mengelem kakinya agar tidak bisa di usir dari kamar Senja. "" Bang Sam, Temenin gue ya ! Lo tidur di tengah-tengah kami.""


Bang Sam menaikkan satu alis cetarnya, gadis ini takut rupanya. ""Sekalian aja Lo ajak Mentari juga Senja. Kami akan menjadi penonton blue 21+ Lo, mau lihat bagaimana cara Gema makan Lo abis abisan."" Bang Sam menarik lembut tangan Jum agar beranjak dari duduknya. Si somplak ini tetiba kicep.


Mentari ikut berdiri, berniat mengantar Jum ke kamar sebelah. ""Biar aku antar ya Kaka ipar."" Godanya. ""Kamu mau obat anti encok tidak Jum ?"" Lanjutnya di sela langkahnya.


""Buat apa, tulang gue masih oke, Lo pikir gue nenek nenek apa harus minum obat encok."" Bingungnya.


""Yakin tidak mau, Nanti nyesal lho, aku aja tiap malam harus minum obat encok biar----!""


""Hahahaha, Ya sudah...Aku mau ehem ehem juga lah, pasti Hulk ku sudah menunggu."" Sebelum beranjak, Mentari menoel pipi Jum, Saat berucap ehem ehem ia berbisik dengan suara di bikin seksi manjaaaah.


""Yaaak, awas kau Tari."" Desisnya.


Satu sampai lima, Jum menghitung dalam hati, Membuka pintu kamar hotel. Matanya dan mata Gema langsung bersibobrok. Gema berada di sofa menunggu woman ini seraya tadi menyibukkan pekerjaannya di layar.


Mata Jum, celingak-celinguk ke sana kemari tak perduli dengan Gema yang masih menatapnya aneh.

__ADS_1


""Cari siapa, woman ?"" Gema beranjak ke arah Jum hanya menggunakan bathrobe hotel tebal putih yang membalut, setelah mandi ia tak ada niatan untuk memakai pakaian. Ia ingin memberi langsung wanita di hadapannya ini.


""Pak Fano !"" Sahutnya tanpa menoleh.


Sialan, sudah sah pun masih mencari pria lain, Benar benar tak boleh di kasih ampun.


""Hey, Woman ! Kenapa kamu malah mencari orang lain di dalam sini, ngapain kamu mencari Fano, hah ? Otak kamu pasti lagi koslet kembali eum ? Kamu masih percaya kalau aku itu tidak tertarik oleh mahluk Tuhan yang paling indah, begitu ? Kalau begitu, bagaimana kalau kita buktikan saja, otak kamu yang cuma segeda udang itu harus di upgrade ."" Tantang Gema licik, Si woman ini Kalau di tantang semakin gila, isinya di dalam meronta-ronta pasti ingin melawan. Licik Gema mencuil kepribadian Jum.


Halaah, Palingan juga kretekan doang. Incees syantiiek tak akan takut cuma kretekan doang, Oke...Lo jual Gue kredit dah. pak Trenggiling, Lo nggak mungkin horn*, adanya 'ntu' nya nggak bakalan of. Yakin Gue !!! mau bukti, ayo di mari kita buktikan. Batinnya tertantang.


""Oke, siapa takut.""


Gema langsung menyeringai senang. betulkan gue, kena Lo woman, Benar akan gue makan lo sampai gue kenyang seperti janji gue kemaren kemaren.


""Eits, tunggu dulu, saya mau mandi terlebih dahulu, pakai lingerie biar Pak Gema langsung kabur ketakutan nyari perlindungan Pak Fano."" Jum menepis tangan Gema, saat pria ini mau menarik bathrobe nya sendiri. ngebirit cepat ke arah kamar mandi.


Oke, serah. serah Lo deh woman, mulut tak ada rem lo itu mau ngeghiba gue tepat di depan wajah gue. Yang penting malam ini Lo akan mendesah panjang sampai subuh, gue buat. Gema Tersenyum devil. malam ini adiknya yang tak pernah on oleh perempuan lain kecuali Jum, akan kenyang habis habisan dapat servisan dari kekasih halalnya walaupun ia tahu kalau Jum masih belum membuka hatinya sepenuhnya untuk dirinya, tapi mungkin lambat laun waktu berjalan, mereka akan saling mencintai dan melengkapi satu sama lain, Gema yakin itu. Hanya Waktu saja yang akan menjawab akhir cinta hasil tikung terang terangannya dari Satria. tak sabar gue !


""Jum, Jangan kelamaan mandinya ! Jangan berkelit atau juga jangan berpura pura pingsan di dalam sana, maka besok besok tubuh mu sudah akan habis di makan tikus, kecoa atau serangga lainnya, karena saya tidak akan mau menerobos masuk tanpa di beri ijin."" Teriak Gema di depan pintu kamar mandi. Ia sengaja mementik api membara jiwa tantang keberanian Jum. Woman di dalam sana kan pintar berkelit, jadi kalau tidak di olok olok maka anteng wae mungkin di dalam sana, atau woman itu niat menginap di kamar mandi. cih, nggak akan gue biarin.

__ADS_1


""Yaelah pak, Sabar napa ! Ini tuh saya lagi mandi, tapi air showernya mati tetiba, Pak Gema ngangsuh air gih di sumur tetangga."" Sahut Jum asal asalan di bawah shower yang lancar lancar jaya. Ia sengaja mengulur waktu, Siapa tahu Gema di luaran sana ketiduran. ya kan ? ya kan ?


__ADS_2