
Drr...Drrrr...Drrrr...
Pagi pagi handphone Jum sudah bergetar hebat, Pengganggu ! Dumelnya. Ia membuka matanya yang masih seperti di lem saja di atas kasur empuknya. menggeser ikon hijau tanpa melihat si penelepon.
""Halo, ini masih jam dua belas malam udah ganggu aja..Ah, siapa sih ? kalau nggak penting nanti aja nelpon Syantiknya.""
"" Eh... Dugong ! ini tuh sudah jam setengah delapan pagi.""
Dan Jum pun terduduk linglung di atas kasur Mendengar si penelepon galak di seberang sana, eh galak...Masa Mentari galak ? Di ralatnya kembali umpatannya.
""Ada apa Bu boss nelpon orang shantik di pagi hari, ada titah kah ?"
""Shantik iler kering mu...!""
Tau aja gue ileran.
""Jum, bantuan ! beri saya solusi dong, Biru, tahu kan.. Suami saya yang keren tiada duanya itu, mau ultah...saya mau beri dia kejutan, tapi apa ya..? saya bingung mbeek, ngasih apa ? Saya maunya yang spesial begitu Jum, bantuin saya akan idenya ya... Wanita berlian.""
Hemm ada maunya aja di katain Wanita berlian... padahal tadi ada umpatan mbeek yang nyemplak.
""Ide ya ! Gue tahu, Pak Biss eh Pak Bos maksud gue... Doi Lo kan sukanya yang romantic tuh, ya saran gue sih, Lo kasih doi hal yang romantis gitu. Nah begini saja, gue pernah meeting bersama klien di pelataran restoran hotel tuh di salah satu hotel terbagus di kota ini. Bagaimana kalau gue pesenin satu unit hotel mehong itu buat Lo hon hon Ama laki Lo, Gue jamin deh...Laki Lo bakalan muji muji tak ada hentinya...eh Tari, Laki laki tuh yang paling di sukai ya itu.... Smackdown smackdownan tanpa ada gangguan setik pun, Gue jamin tuh... Bos TAMVAAAAN akan klepek-klepek seperti ayam di sebelih.""
"" Dasar kamu Jum Dugong. masa Suami saya kamu samain ayam. Tapi mbeek, Anak saya bagaimana ?! Si kembar siapa yang jaga coba, Amma kan katanya tidak enak badan di rumah Daeng, di rumah mertua, pelangi tidak betah karena ada Dibi yang katanya suka cium cium pipi Pelangi. pakai nginap segala lagi... Bagaimana dong ?""
""Anak Lo, gue tanggung deh, Si Triplets mah.... gampang, nanti gue asuh semalaman pooool, Santai aja, anak anak lo kan manis manis seperti gue jadi nggak bakalan repot. Jadi Lo nikmati saja tuh hon hon nya sampai pagi.""
"" Bagus sih ide mu, Mbeek ! Tapi saya bingung ni, Kok otak mu seperti orang berpengalaman saja masalah hon hon, Kamu kan belum nikah, masih proses...Dan masalah anak anak nih, Kamu tidak tahu saja kalau mau tidur tuh ribet Jum...Dengarin ya, Topan akan tidur jikalau sudah di dongengin cerita yang ekstrim, Pelangi harus di bacakan dongeng tentang binatang cerdik.. jangan dongeng putri putri Barbie, Pelangi bukannya tidur malah ngambek karena tidak suka, nah si Bungsu paling manja Jum, Badai hanya bisa tidur jikalau di emong emong pakai Jarit atau kain di gendongan, Bisaaa ?""
""Saolaah, Masalah mpriiiiit itu mah, Lo terimah beres semua, byee...gue mau siap saip say !""
__ADS_1
Tut...Tut...Tut...
Mentari mengumpat, si somplak sahabat main matiin saja. Otak Lempeng polosnya pun mulai sedikit somplak ketularan banyak orang, tetiba mempunyai ide...Ok, Seraya menunggu konfirmasi dari Jum masalah kamar hotel ternama dan terbagus. Ia juga mempunyai ide untuk mengerjai suaminya plus meromantisi si suami tercinta.
""Kembaaaar..sehari beri waktu Bunda untuk berpacaran ya....""
"" Iyaaa Bundaaaa cantiiiiikkk ! Apa pun untuk mu.""
Mentari berteriak kecil tertuju ke Tripletsnya yang sudah di bawah pergi oleh Vane ke kediaman Sunjaya. Tapi ia sendiri yang menjawab dengan suara imut meniru suara anak kecil. Sudah rada rada sengkle seperti Jum.
...****...
""Permisi pak, numpang ngamen boleh ?""
Biru yang menunggu, temu janji Mentari di cafe bertema outdoor di buat mendongak oleh kedatangan pengamen perempuan bermasker, memakai topi dengan rambut di gulung tak terlihat, gitar di tangan, baju sedikit kumel, sendal jepit memang persis pengamen jalanan, tapi melihat...punggung kakinya kok mulus benar seperti bukan pengamen jalanan biasa.,
Namun, kok suaranya sedikit aneh.... penyanyi tuh biasanya kan merdu walaupun cuma sekedar berbicara, Tapi pengamen perempuan satu ini Suaranya seperti orang pilek... Bindeng bindeng gimana gitu. pokoknya tidak enak di dengar.
Biru pun mengangguk cuek. dan kembali sibuk dengan iPad di tangannya seraya menunggu istri tercintanya yang katanya ngajak makan siang bersama, Tumben tumbenan istrinya itu mengajak makan di luar, biasanya Mentari datang ke kantor dengan membawa bekal untuk nya.
Ahh, Rupanya penyamaran mu sempurna sampai si bebeb tidak mengenali mu Mentari. Batin sang pengamen dadakan yang sebenarnya adalah Mentari yang ingin mengerjai suaminya. Mentari tuh nge-fans berat suara penyanyi bernama Tri Suaka jadi ia akan meniru cara prant di YouTube beliau khusus sang suami tercinta.
Jreeeeeng...
Mendapat persetujuan dari Biru, Mentari pun mulai memainkan gitarnya dengan memulai improve terlebih dahulu.
"" OUWOOOOOO !!!""
Improve Mentari berhasil membuat telinga Biru dan pengunjung lain berdengung sakit, Fals abissss.
__ADS_1
""Aaaaaaaaaauuuhh.""
Improve yang kedua berhasil membuat Biru mendongak ke pengamen dengan tatapan mata tak sukanya, lebih parah suara dari improve pertama... Suara bengngek mau nyanyi. Manager Cafe mana woiiii. Kesal Biru merasa risih tuk kupingnya. berdengung dengung conge.
""Pak, kenapa ? suara saya bagus kan ?"" Goda Mentari berhenti memetik gitarnya masih bersuara bindeng.
""Ni, Ambil lah..."" Sodor uang Biru ke pengamen yang berwarna biru. ""Jangan ganggu saya !"" malasnya.
Hmm, Awas lho, saya buka masker dan bernada merdu... terkesima saya cium tuh mata elang mu. Batin Mentari masih setia berdiri di sisi table Biru. Pengunjung cafe outdoor pun memperhatikan pengamen yang Suaranya minta di timpuk botol plastik bekas.
""Terima kasih pak ! Tapi saya bukan orang yang suka makan gaji buta, Duitnya saya taruh di sini dulu ya...Saya nyanyi dulu baru nerima receh !""
Mentari meraih selembar duit itu yang di apik jari Biru, Menaruhnya di table dekat secangkir kopi milik Biru.
""Tadi kan sudah nyanyi, Jadi pergilah !"" Usir Biru, kekeuh.
""Tadi bukan nyanyi pak, baru improve itu mah ! kan saya sudah bilang kalau saya dan anak Triplets saya di rumah tidak suka makan gaji buta, haram hukumnya pak !""
Dalam hati Mentari, sudah ingin terbahak melihat wajah mengkel Biru di dominasi ada rasa terkejut di wajah itu saat dirinya mengatakan bahwa ia punya anak Triplets di rumah. Anak kita Hulk...!!!Hihihi.
""Saya boleh nyanyi lagi ya pak ?! Demi sesuap nasi untuk anak kembar saya di rumah yang masih berumur tiga tahun lebih"" Bujuk Mentari lagi.
Umurnya seperti Triplets ku.. Batin Biru.
""Ya sudah silahkan nyanyi, cepat dan pulang bawah makanan untuk anak anak kembar mu."" Biru menambahkan tiga lembar uang merah muda ke atas meja untuk sang pengamen.
Bukan hanya wajah mu yang enak di lihat, Suami ku, Hati mu juga baik. Senyum Mentari di balik maskernya.
""Baik Pak, Saya duduk di bawah saja kali ya..Biar enak main gitarnya... Maklum pak, Gitarnya berat di pundak kecil ku.""
__ADS_1
Dan Benar saja, Mentari duduk asal asalan di tanah dengan Gitar di pangkuannya.
Jreeeeeng... Jreeeeeng...