RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 260


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, Biru serta jaringannya tidak ada hentinya mencari Mentari, tidak ada hasilnya...Senja, Langit, Radja bahkan Gema ikut mengarahkan jaringan nya pun tidak ada yang berhasil menemukan jejak Mentari. Wanita spesial di hidup mereka itu hilang seperti hantu tak ada jejak cela sedikit pun.


Biru dan Senja semakin di musuhin oleh Rose, Rose menyalahkan anak dan mantunya yang menjadi penyebab Mentari pergi yang mempercayai akan foto itu dan meragukan Mentari, Tiap Senja menginjakkan kakinya di rumah Batara, maka Rose akan bersikap dingin bahkan rela seharian mengurung diri di kamar sebagai tindak keprotesannya.


Dan untuk Biru, Rose sama sekali tidak mengijinkan mantunya itu masuk kerumahnya, Dan penderitaan Biru yang mendalam juga adalah Anak anaknya, Anak anaknya tidak mau bertemu dengannya barang sedikit pun, dan itu tanpa ada yang mensugesti mereka, Itu really keputusan si Tripletsnya, Jika Bunda tidak menyentuh kami, Maka Ayah pun harus sama, Tidak boleh menyentuh kami. Adil kan ? Itulah tutur kata si sulung yang layaknya punya pemikiran dewasa.


Setiap hari Biru mencari Mentari centi demi centi seperti orang gila, Segala penjuru kota ia sudah selusuri sendiri, Keluar masuk rumah sakit dan klinik klinik kehamilan mencari nama Mentari, Tetap nihil. Kos demi kosan bahkan kontrakan demi kontrakan kecil Biru telusuri pun namun masih nol Besar !!!


Di mulai dari mencari manual, bahkan sudah menyewa detektif profesional Biru sudah lakoni juga, Tetapi masih saja tidak ada hasilnya. Namun begitu, Biru tetap saja tak putus asa, Selama ia masih bernafas maka ia tidak akan berhenti mencari wanitanya dan calon bayinya sampai ke ujung dunia pun.


Selain itu, Biru juga mengalami perubahan signifikan, Dari dasarnya Biru di kenal oleh karyawan nya Datar nan tegas kini bertambah dua, muram nan kejam !!! Wajah tampan laki nya semakin menyeramkan dengan perilakunya yang dingin, Bulu bulu halus ia biarkan merajai rahangnya juga dagunya serta pipinya. Senyum pun semakin mahal yang bisa di hitung dalam tiga bulan ini, Seram kan ? Bahkan sekretarisnya sudah sering berganti saking tidak tahannya di bentak bentak. otomatis si karyawan menjadi was was takut jika harus bersinggungan langsung oleh Bigg Boss nya. Salah sedikit maka pemecatan lah yang menjadi kunsikuensinya.


Demi membunuh rasa rindunya ke Mentari, seluruh pikiran dan waktu luangnya ia habiskan untuk bekerja, ia khawatir jika kebanyakan nganggur ia akan menduduki kerajaan RSJ Karena menahan rindu mendalam untuk Petitenya yang tak tersampaikan, Biru terus Menyibukkan diri, membunuh rasa itu dengan tega jika rindu itu muncul, berat sekali memang saat melakukannya karena itu sama saja menusuk jantung nya sendiri.


Jika saja kata rindu itu adalah aset maka Biru adalah orang paling kaya di dunia ini karena rasa rindunya itu melebihi gunung terbesar di dunia.

__ADS_1


Dan sebaliknya, jika sabar bisa di perjual belikan maka ia sudah sukses menjadi gelandangan di luaran sana karena ia tidak mempunyai kesabaran akan kerinduannya, ia begitu rindu ingin bertemu Mentari. itu saja ! maka semua gunda hatinya akan selesai. Anak anaknya pun akan ia gapai jika kunci emasnya sudah di dekapan. Ah... Andai ia tidak bodoh, mempercayai foto tersebut, maka hidupnya dalam beberapa bulan ini akan bahagia pakai banget karena ia akan mendapat bayi lucu juga.


""Pak, Ada masalah tentang proyek kita yang ada di Bogor."" Desta Ramdhani, salah satu team budgeting handalnya duduk di hadapannya dengan wajah was was, melapor.


""Soal ?""


""Soal, pembangunannya molor dari waktu yang kita sekepakati waktu itu bersama klien pemilik gedung apartemen itu nanti, Perusahaan konstruksi kita juga dapat komplein dari pemilik bangunan aslinya, karena satu minggu lagi hari H nya dari kesekepakatan tapi pembangunan belum finishing pak.""


Desta, melapor Sesekali membaca air muka muram bosnya, takut ada tanda tanda senggol bacok maka ia akan kabur saja dan melanjutkan laporannya melalui via email. Tapi Bosnya terlihat sama saja, susah di tebak mau mengamuk atau lagi capek akan sikap kejamnya beberapa bulan ini, entah apa yang terjadi akan Boss pengganti Titan ini, ia tidak tahu, karyawan pusat sini pun tak tahu apa masalah si boss... kata anak cabang sih, Bosnya tadinya tak seperti ini, tapi yaweslah, dudu urusan ku. Batinnya.


""Pak Yusuf Mahardika, Pak ! Beliau dan teamnya adalah penanggung jawab di lokasi.""


""Terus ? Ada solusinya ?""


""Saran saya, dari pada kita kena biaya pinalti yang sangat merugikan perusahaan karena gagal dalam proyek, lebih baik kita tambah satu team besar penanggung jawab pak !""

__ADS_1


Biru menautkan alisnya akan staff nya ini yang tetiba bersemangat menjawab, pasti ada sesuatu ? ide Denis memang pas di otaknya dengan cara menambah dua kali pekerja untuk menuntaskan proyek itu yang hanya tinggal satu minggu lagi, profit nya lebih efisien membayar satu team besar lagi dari pada harus membayar denda pinalti tinggi.


""Jadi, team siapa yang menurut anda yang pas saya luncurkan teamnya untuk saya percayai menangani proyek besar saya yang hampir gagal kena pinalti mahal, itu pun jika saya menyetujui untuk menambah tenaga pekerja lepas ?""


""Team saya pak ! Kami akan siap bekerja keras untuk membanggakan bapak di mata para klien kita."" Jawab Desta semangat Empat Lima. Biru semakin curiga. Bukan apa-apa, pria cantik seperti oppa oppa Korea ini rela akan berpanas panasan di lapangan yang biasanya tidak betah terkena paparan sinar matahari, Bahkan staffnya ini akan rela mengorbankan wajah oppanya terkena minyak saking panasnya matahari.


""Kenapa harus team anda, Bukannya proyek ini juga di bawah tanggung jawab Pak Fahri Mahameru, Team beliau kan dari pondasi awal sudah turun tangan sebelum nya tapi dengan sombong pak Yusuf ingin merampung pekerjaan yang sialnya malah di ujung gagal !""


""Saya hanya menawarkan jasa kemampuan saya pak, itu sih terserah bapak mau meluncurkan team pak Fahri saya tidak masalah.""


""Baiklah lah, karena hanya satu minggu lagi waktu kita, maka dua team sekaligus akan saya luncurkan, siap siap lah sana, beri tahu juga pak Fahri, kita akan meluncur ke sana hari ini.


Desta, bergetar lutut nya di saat si bos menatap nya Tajam. Desta kadang kala heran akan para ciwi ciwi luaran sana, Para staff cewek selalu saja memuji kegantengan laki Bosnya yang masam seperti cuka apel. Entah bego apa seperti bagaimana para ciwi ciwi itu, Pria tampan semanis madu seperti dirinya di anggurin lebih milih memuja si muram durja yang ketampanannya laki abis tidak seperti ketampanannya yang abis laki seperti laki Korea korea Cantik.


Dan ah...Bahu Desta lemas lunglai alamat gagal lah dirinya sudah tidak bisa merayu bebas gebetannya jikalau pak Boss ikut bersama Fahri-sang rival dalam mendapatkan hati seorang gadis penjual nasi uduk yang berjualan di depan lokasi proyek mereka.... Naseeb Naseeeeb.

__ADS_1


__ADS_2