RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 92


__ADS_3

Satu bulan kemudian....


"" HM, Lihatlah...anak Rantau yang katanya akan pulang membawa ke suksesan, Mana ? tidak ada buktinya !""


"" Paling di kota, Anak Rose-(Amma Mentari) Itu sudah tidak betah jadi gembel di kota makanya balik !""


"" Tidak ibu ibu, palingan juga... Mentari di sana jadi simpanan orang berduit, ketahuan istri sah...eh, kabur dia.""


Begitulah semilir angin rumpian panas di telinga Mak Mak kampung mencemooh Mentari, Ingin sekali gadis itu menyuapai para mak mak dengan Cabe satu kilo penuh ke tiap mulut orang yang menghinanya. Tapi dengan logika, Mentari mencoba sabar, biarkan saja mereka di atas awan berkoar. kata Amang-nya dan Amma, Tuhan tidak tidur ! jadi biarkan sang pencipta yang memberi getahnya.


Seperti biasa ! Mentari Kalau di kampung,.. Aktivitasnya membantu Amma sesekali di sawah, Namun jadwal rutinnya selama ini adalah sebagai pengembala Bembe (kambing) di Padang rumput luas nan hijau, Asri juga sejuk...Ia akan mengubur cita citanya dalam dalam saja, Mimpi ketinggian....jatuh kok rasanya kedubrek sakit di rulung.


Mentari rebahan terpejam sadar di bawah pohon rindang, membiarkan enam ekor kambingnya berkeliaran bebas tanpa takut merusak tanaman orang. Ia rindu ingin bertemu atau sekedar mendengar suara Biru, Tapi tuhan mengujinya yang tak mempunyai alat canggih untuk sekedar bersapa suara di telpon. Perangai Biru ternyata sangat berpengaruh di hidupnya, Benar kata puitis, kalau cinta itu memang dahsyat...bisa membuat orang lemah, sakit, senang, sedih, bahagia, dan lebih parahnya kadang kala Logika hilang di buatnya. dan...No, Jangan sampai gila di buatnya pula.


""Mentari ! Hu...hu...hah !"" Jum, Sohibnya datang dengan nafas tersengal. Mentari tak menoleh, tak juga membuka matanya yang sengaja di tutup menggunakan salah satu lengannya, Bertumpuh. Ia tahu pasti Jum akan menyampaikan......?


""Mentari ! ada lamaran lagi noh ! kali ini dari-----!"" Jum di jeda oleh suara datar Mentari. ini lamaran yang ke lima kali yang datang menyapa hari baik Mentari. Namun gadis manis itu selalu berkelit dengan mengajukan syarat yang tak logis untuk di terima oleh pihak sang pelamar.


""Katakan ke Amma lagi, Terima Saja asalkan Syarat saya di penuhi, Jum ! Masih ingat kan syarat permintaannya----!""


Sekarang Jum yang menjeda.


""Iya, ingat saya ! Uang Panai-nya (Mahar-pasrahan) Lima ratus juta kan dan paling rendah tiga ratus juta ! itu kan ?""

__ADS_1


Mentari mengangguk kecil di atas rebahannya dengan senyum geli di tahannya, ia belum siap menikah apalagi dengan orang lain, Ia masih menunggu Biru dan berharap Biru lah yang datang melamarnya, Makanya ia mengacungkan Syarat berat ke pria yang datang melamarnya... pusing pusing deh ah, adat istiadat kota daeng memang bertradisi mempunyai mahar tinggi Gan jadi jangan heran.


Jum menjambak sekilas rambut Mentari kesal.


""Hey, Ogeb ! pemuda kampung tidak akan ada yang sanggup atas syarat fantasi mu ! Jadi perawan tua, Nyaho Tedong !"" kesal Jum. Ia saja kepingin di lamar tapi tidak ada yang mau, Jomblo merana.


""Biarkan saja, biar tuir nya alami !"" Asal Mentari.


""Hem, Rayapan tahu rasa !"" Cibik sang sahabat berlalu pergi.


...*****...


Hari esok pun sama akan aktivitas sang Mentari, Tidak ada yang menarik selalu mengembala kambing dari pagi pulang di senja hari. Kali ini sang kambing di cancang kuat bin di ikat pakai tali agar sang kambing tidak merusak kebun orang seperti kemarin, di omelin habis habisan. Mentari sendiri Asyik rebahan di bawah pohon rindang, Tempat favoritnya.


Di arah jauh Padang rumput, Jum dan seorang pria kota, berstail keren pakai banget sampai Jum takjub memuja keturunan dewa Yunani ini dalam hati , Jum berjalan pun tersandung kerikil melulu saking tidak konsen dirinya yang ingin menghampiri Mentari yang rebahan di sanaaa.


""Mentari ! Mentari ! bangun dodol, ada yang nyariin !"" Jum menggoyang goyangkan lengan Mentari.


""Berisik !"" Sentak Mentari tak bergeming, setia dengan mata terpejam.


Jum menoleh ke arah pria yang berdiri terpaku memperhatikan Mentari penuh dengan kerinduan... Sagara Biru Sunjaya !


Ya.....Biru sudah membuktikan ke Papanya-Titan, dalam satu bulan, perusahaan akan normal kembali, Terbukti ! di dalam satu bulan itu Biru mati matian bekerja keras akan perusahaannya dan mati matian pula menahan rindu ke Petite-nya. Dan hari ini....Biru akan memetik hasil buah kesabaran dan kerinduannya.

__ADS_1


Biru masih terpaku dalam berdiri tegapnya, meneliti Petite-nya yang masih saja konyol. Mana ada mengembala kambing... dengan kambing di cancang kuat sedangkan sang pemilik memilih tiduran di bawah pohon.


""Ogeb, Bangun Tariiiii ! Bembe mu ngerusak kebun orang lagi !"" Bohong Jum, di buat gugup oleh ketampanan Biru, ngenes...kepingin pingsan akan otaknya yang Omes ! Bagaimana ya rasanya di peluk orang tampan ? iiiiih, pasti merinding enak.... wanginya....eum, mau !


"" Apa sih Jum, kibulannya tak mempan, Sana pergi urus bembe mu sendiri !"" Mentari malah menutup wajahnya memakai topi hoodie nya dengan tangan bersidekap dada di dalam rebahannya.


Biru tersenyum geli dengan tingkah menggemaskan Mentari. Namun senyumannya berhenti saat menyadari kata bembe, Kata Mentari dulu kan ? artinya Keren, dan ia dengan suka hati menyuruh Mentari menyapanya dengan sebutan itu.....wah ternyata ! Awas kau Petite.


""Mentariiiii !"" Jum geram akan kekeboan Mentari, penginnya tidur melulu. ""Ada orang yang nyariin, Katanya akan melamarmu lagi, kali ini dari----?""


Biru mengisyaratkan telunjuk ke bibirnya, agar Jum tidak ceplos dulu kalau lamarannya dari dirinya.


"" Ah, kamu tak seru Jum, Bilang ke Amma atau kak Senja ! Uang Panai-nya jadi enam ratus juta, Mas kawinnya yang mewah, sana pergi dan jangan bersuara lagi...atau ku pukul kepala mu."" Ancamnya bercanda.


Jum dan Biru menganga lebar mendengar kematrean Mentari. Gila naik seratus juta, umpat Jum. Deal buat Biru.


Dengan isyarat tangan sopan, Biru menyuruh Jum untuk meninggalkan mereka berdua saja.


Ragu, Jum mengangguk pasrah ! Dalam hatinya, takut takut malaikat tampan ini melukai sahabatnya, Tapi Jum ingat, kalau orang yang bernama Sagara Biru Sunjaya ini yang selalu memenuhi nama buku rekeningnya untuk menitipkan uang bulanan buat Amma dan Senja dengan mengatasnamakan Mentari yang mengirimkannya. Baiklah aku pergi ! Finalnya, pasti pria ini, Orang baik. pikirnya.


""Ehem."" Biru berdehem keras. "" Sekarang terdengar Matre ya, Petite !"" Biru pun bersuara sebab deheman kerasnya tak di hiraukan, dengan jahil Biru langsung bersembunyi di balik pohon.


""Kata orang belajar lah hidup mat-----?"" Sadar dengan suara itu milik siapa. Mentari terduduk kaget, mengerlyatkan matanya ke sana kemari. Namun hanya ada kambingnya yang berteriak minta di lepaskan.

__ADS_1


""Astaga, Suaranya pun menghantui ku... Enyahlah Bos, pasti kamu sudah bahagia di sana, Atau jangan jangan Bos menghantuiku karena Hutang ku belum lunas kali ya...aaarg, Amma....Tari tak mau mati dulu sebelum hutang ku lunas !"" Mentari mengacak acak rambutnya prustasi. Biru tersenyum geli di balik pohon.


Vote, like, bunga bunga yang ikhlas šŸ˜šŸ˜˜


__ADS_2