
""Ya, sudah lah...kalian memang tak bisa di remehin...Gue kalah !""
Titan tersenyum geli melihat tingkah Radja yang kepusingan akan persatuan kesatuan mereka mendukung Biru.... Makanya, jangan remehin keluarga gue, mau ke ujung dunia pun saya akan datang kan yang namanya keramehan dan keseruan jika menuntut masalah kebahagiaan anak gue.
""Yang boleh masuk kerumah, Hanya para orang tua saja....Yakni..."" Radja menunjuk Titan, Vane, Gion, Vero dan juga Chris dan tentu saja si calon mantu yang menyebalkan, Biru.
""Lah, Saya dan Dirgan Om ? Bagaimana ?"" Bintang protes di anggukin Dirgan.
Nata dan Bang Sam juga sama.....protes keras, apalagi Bang Sam yang tak sabaran kepingin bertemu sahabat pipi Bolongnya. Sementara Langit tak bersemangat, ia malah berkeliling berjalan ke arah belakang rumah Mentari yang entah apa yang di lihat matanya seakan menarik. Satria yang melihat Langit berkeliling ikut serta mengekor Langit, meninggalkan Farel yang lagi bercekramah sesama Dokter relasi relasinya Vero.
"" Ya, sudah sana pada naik ke rumah panggung itu sekarang juga...Saya akan di bawah saja, menunggu rumah panggung itu rata dengan tubuh kalian kalian ini karena tidak bisa menahan beban tubuh kalian apalagi para bodyguard bebal itu....sana pada naik setelah Mentari dan yang lainnya pada turun dari rumah panggung itu."" Radja berdecak pinggang Setelah menyindir perbuatan Sunjaya family's ini. Sangat menyebalkan...Gondoknya ke ubun ubun.
Mengerti dengan keadaan, Mereka tak banyak bicara lagi...benar kata Radja, kalau pada menyerbu naik, yang ada bukan acara lamaran yang terjadi, melainkan acara layat melayat berjamaah.
"" Paima...Paima ! "" Radja berbalik, menghentikan jalan iring iringan keluarga Biru yang akan masuk kerumah.
Titan dan Biru menaikkan satu alisnya. Entah apa lagi yang di inginkan si Tulang Mentari ini... Banyak maunya !
""Kalian pada di mari, tidak ada yang bawa buah tangan gitu, Cih... tidak lengkap dong adatnya orang sini, Buat apa buaaaaanyak orang datang tapi tak ada....ehem, Serahan barang untuk ponakan saya."" Sindir Radja. Kali ini ia akan menang, Keluarga Biru kan tidak ada yang membawa sesuatu di tangan, jadi kesempatan baginya untuk sedikit menjatuhkan ego sombong Sunjaya ini.
__ADS_1
"Yakin Om mau saya serahkan sekarang dan menyuruh orang orang saya untuk menaruhnya ke atas rumah panggung Mentari."" Biru geli dalam hati... Lo pikir Gue lupa apa ? Sorry ya, tidak ada cela untuk mengucilkan saya, Om Radja.
Radja mengangguk sombong. "Mana ?"" Pintanya.
Biru berbalik, menepuk tangan satu kali mengkode Dito.
""Iya, Bos !"" Sigap Dito, siap akan dapat titah dari ketua gangster nya yang tersembunyi ini.
""Dit, Turunkan semua barang barang Serahan saya menurut adat sini. ingat ya Dit... Semuanya !"" Titah Biru. Yang lain dan Radja masih menunggu apa yang akan di bawa Dito dan bawahannya.
Glek....Glek...Glek... Bukan hanya Keluarga Mentari yang menelan ludahnya berirama, melainkan keluarga Biru pun ikut menelan ludahnya berjamaah saat melihat semuanya seserahan Biru yang di turunkan dari mobil TNI. Vane sampai tak bisa berkata kata akan kelakuan anaknya ini.
Ada Beras sepuluh kintal, beberapa jenis buah buahan dengan berwadah kotak besar, Kue kue khas orang sana jikalau sedang melakukan acara ini pun terlihat banyak. Alat Rias dan Pakaian lengkap untuk Mentari beberapa stail, Pokoknya tidak ada yang terlewat adat sana jikalau sedang melakukan lamaran, itu semua di siapkan oleh kepala Desa kampung Mentari yang mengurus semuanya, ikut serta membantu Biru yang mengarahkan adat. Jangan lupakan, ada sepasang Sapi yang entah dari mana asalnya. itu juga usulan Ibu kepala Desa.
""Bawa sana ke pasar tradisional untuk di pasarkan, Astaga.... banyak sekali, Bisa mubasir tuh makanan dan beras nantinya....Biruuuu ! Kamu kan tahu, Nanti Rose dan sekeluarga akan saya boyong ke kota, Terus ini, buat apa semuanya, sebanyak ini pula...Dan Sapinya buat apa coba ? Heran saya ! Titan, Vane ! anak Lo benar benar minta di rujuk ke RSJ, Logikanya sudah hilang !"" Radja dan Bima mengusap rambutnya prustasi akan kelakuan Biru. Radja hanya berdoa agar kelak Senja dan Gemi tidak mendapat pasangan yang somplak seperti Biru ini. Cukup Mentari saja yang mendapat pendamping gendeng.
""Sapinya biar saya yang rawat bapak bapak. hehehe !"" Pak Rahmat-bapak Jum menimpali. membuat semuanya tertawa geli.
""Hahaha, boleh pak ! nanti atur saja semuanya barang barang ini setelah pak Rahmat minta izin ke sang empu penerima yaitu Rose dan Mentari."" Bima bernafas lega, akhirnya kelakuan gila Biru nantinya berfungsi juga untuk warga sekitar.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun memasuki rumah dengan Bintang pun ikut serta yang tadinya di larang, Bintang mengambil paksa cincin pertunangan Biru di Jasnya, agar di boleh kan ikut.
Cukup lama berdiskusi, Akhirnya acara lamaran ini selesai juga yang di wakilkan Titan sendiri untuk anaknya dan menerima lamaran anaknya ya...Rose sendiri sebagai orang tua tunggal Mentari. Diskusi mereka menghasilkan waktu dekat untuk hari pernikahan yakni dua hari dari sekarang dan itu tidak masalah bagi Biru untuk menyiapkan pesta besar besaran di kampung Mentari atas permintaan Radja yang mempunyai maksud terselubung, yang ingin membungkam mulut lembe warga yang pernah ia dengar sudah menjelekkan ponakannya.
Tapi hasil dari rundingan ini Rose mengajukan syarat untuk menunda kehamilan Mentari Sampai umur anaknya itu mencapai dua puluh tahun, dan di sebelah itu, Rose juga ingin melihat anaknya menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, baru punya anak. Biru pun tak masalah yang penting jatah ranjang en*-en* tidak di larang saja. kalau masalah itu, Biru Auto tidak berjanji.
Kini Biru sedang memperhatikan wajah cantik Petite-nya sampai tak berkedip. Biru hampir khilaf tak sadar, pikirannya saat ini ingin sekali mengabsen wajah itu dengan kecupannya, Tapi... sabar dah, bisa bisa di hukum oleh Radja sekarang juga kalau itu yang ia lakukan di hadapan semua orang.
""Jangan modusin ponakan saya dua hari kedapan ya, awas saja kalau saya sampai melihat ada lagi tanda di leher Mentari Sebelum halal. Saya Gibeng kamu !""
Tuturan Radja berhasil membuat Biru mengelus kepalanya yang di jitak keras oleh Vane dan Bintang kompak. Bintang tak sangka, ternyata si brownies yang ia kenal dingin dengan perempuan luar, ternyata mesum, gila !
Mentari dan Biru tersibobrok dengan saling tersenyum bahagia. Mentari bahagia luar biasa, tak menyangka akan secepat mendapat kan suami yang luar biasa seperti Biru. Mentari tak butuh pasangan kuat seperti Gatot kaca untuk melindunginya ataupun tak butuh pahlawan captein American untuk menjaganya karena cukup Biru pun sudah bisa membahagiakannya luar biasa. Definisi bahagia Mentari sangat lah simpel, Yaitu Saat kita tersenyum dan di balas senyum oleh orang yang kita sayang maka itu lah kebahagiaan luar biasa di versinya sendiri.
""Bos ! saya sangat sayaaaaang sekali kepada Bos ! Ini mimpi bukan sih ?"" Ucapan polos Mentari berhasil mengundang perhatian semua orang. Biru saja tak menyangka Petite-nya bisa menggodanya di hadapan keluarga.
Oke...Biru akan membeli godaan Petite-nya.
""Saya pun sama Petite, Sayaaaaang pakai banget. Kalau pun ini hanya mimpi maka saya akan siap memindahkan orang orang ini ke benua Antartika yang jauh itu. biar mimpi kita hanya di Nikmati berdua saja.""
__ADS_1
plataaak
Ucapan Manis Biru lagi lagi membuat Bintang menjitak Kepalanya. ""Apa Lo kata, Lo seenak dengkul ingin memindahkan kita semua ke Antartika setelah Semuanya berjalan lancar, eum ? kemaren saja Lo ngemis ngemis nyuru kita kita ini datang ke kampung untuk membantu Lo menyemarakkan acara lamaran Lo, yang sekarang menjadi trending topik di antara warga sini dan juga di antara rumput yang bergoyang tak lupa semut pun yang lagi bergotong royong mengangkut gula, ikut membicarakan kesuksesan Lo. ini malah habis manis sepah di hempaskan ke Antartika, cih !"" Semprot Bintang galak.Biru hanya tercengir bodoh mengumpati kata kata tak berfilternya, Biru lupa kalau Bintang kan galak jadi di harapkan berhati-hati untuk bertutur kalau ada si Cantik sepupunya ini.