RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 220


__ADS_3

Fyhuuuuu....


Rose bernafas lega, seusai mandinya ia sudah mendapati Radja sudah terpejam di atas peraduan.


""Syukur, selamat malam ini !"" Batinnya seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih kecil, Baju tidur pun sudah apik membalut tubuhnya Sedari dalam kamar mandi. Walaupun ehemm bukan virgin lagi bin bukan untuk yang pertama kalinya untuk melakukan itu, Rose tetap saja malu malu meong, Kenapa ? Karena ia sudah lama hiatus lho dari hon honan, wong pasangannya saja sudah lama meninggalkan dirinya, so.. anggap saja ini debut pertamanya. Tapi eits, Tidak ada debut live show malam ini, Radja saja sudah terpejam guanteeeeng, jadi mari kita tidur guys.


Serasa sudah kering rambutnya, ia pun berangsur naik ke sisi kasur sebelah Radja dengan perlahan agar tidak membangunkan singa yang sedang lapar.


Greeeb...


Hiaaaa... Baru juga mata mencoba untuk terpejam anggun, dari belakang sudah ada yang memeluknya plus tengkuk lehernya tetiba di kecup dari belakang Membuatnya merinding ding ding bulu kuduknya dari bawa sampai ke atas, eh tidak Ding bulu kepalanya tidak merinding kok, kalau merinding juga sudah seperti korban kesetrum listrik bertenaga super tinggi dong ye.


""Siap Rose ?""


Etdaaaah, Rose kira singa lapar ini sudah terpulas nyenyak di alam mimpi, tahu tahunya kibul kibulan busuk doang.


""Apa Abang Radja tidak capek eum ? Tunda saja dulu, adek liat liat Abang Radja Sangat lelah lho sepulang dari rumah sakit.""


Rose mencoba berkelit dari kode itu, dengan suara serta tutur kata yang penuh kelembutan seperti kelembutan sutra saja, Dengar kan Saja....Dari Radja sudah berganti dengan adanya embel embel Abang. Dan Rose atau saya aku sudah di ubah kata Adek, ini nih suara lembut Rose yang pertama kali terdengar di kupingnya, saking lembutnya suara itu malah di anggap Radja sebagai rayuan..Bukan penolakan lembut.


Perlahan Radja menuntun Rose untuk berbalik ke arahnya, Rose menurut...sudah sah, Dosa untuk menolak walaupun jujur sekarang Rose sudah Nervous mengubun tinggi.


"Abang tidak capek kok !"" Jelasnya.

__ADS_1


Yailah...Laki laki Gito lho tidak ada rumus capek untuk masalah ranjang, Percaya deh... Secapek capeknya pria dalam beraktivitas kalau kalau di suguhi hon hon sampai pagi pun, pasti di jabani. Wajib bingits hormon testosteron-nya di tumpahkan untuk merilekskan otot otot seluruh tubuh, Jadi Rose....Siap siap saja di gempur oleh Radja sampai subuh pun.


""Boleh ?"" Lanjutnya meminta ijin. Dapat anggukan kecil dari kepala Rose. Ahh siaaayaap...mari kita mulai pertempuran panjang ini yang sudah lama bersambung dalam diri mereka bersama pasangan lama masing masing.


""Pelan pelan ya ?"" Pinta Rose.


Radja tersenyum geli akan tingkah meong Istri baru di sah kan tadi sore ini, Kaya anak perawan aja, Batinnya geli. palingan sekali terobosan juga goal sudah tanpa bersusah payah Menendangnya.


""Iya, Abang aslinya lembut kok !""


Dan sejurus kemudian, Radja memulai pemasaran eh pemanasan di bibir itu perlahan turun ke jenjang leher Rose, biar permainan semakin gila pikirnya. Dan lihat saja, Radja berhasil membuat Rose mendesah nikmat seperti kepedasan saja.


""Ingat ya Bang ! Pelan pelan !"" Tekan Rose memerah tersipu malu di sela sela kenakalan tangan Radja yang sudah berhasil me Naked nya.


Glek...glek.. Tak mau lama lama untuk mencicipinya bagaimana rasanya, Radja langsung saja menyerang ke-dua sisi tubuh sensitif Rose dalam bersamaan antara di bagian buah itu dan di bagian intinya.


""Aduuuh, Aku bilang pelan pelan !""


Nah Lho, Keketusan Rose tetiba muncul, Radja main terobos saja di bagian tengahnya, Rose sudah bertahun tahun puasa lho, bayangin saja dari Mentari masih SD sampai sekarang Rose baru buka puasa, jadi rapat daun sirih kan.. anggap saja Rose masih perawan tak berselaput darah lagi.


""Maaf, Rose ! Abang khilaf...Tapi Rose, kok ini tidak mau masuk ya...Di lebarin dong Rose, seperti masih Virgin sih Rose, sempit.... padahal sudah punya anak dua, sudah besar besar lagi anak itu malah sudah punya buntut.""


Seraya bertutur kemana mana seperti sebungkus nasi uduk betataran karena terlepas karetnya, Radja berupaya untuk menggoli di bagian bawa, Dengan nafas menderu tak sabaran, Sementara Rose terpejam saja dulu, biarkan Bapak bapak ini bekerja keras. lagian di pastikan tadi Radja membatini dirinya yang pas ia berkata pelan pelan. Nah... Lakukan pekerjaan mu Bang !!!

__ADS_1


Namun Jleebb...Ah !!! Berhasil juga si Abang ini mencari lubangnya, Rose sampai terpekik laknat di buat oleh sentakan demi sentakan Radja.


Dan malam ini Rose di buat mendesah nikmat berkali kali oleh singa yang sudah tidak karatan lagi. Capek ? No way !!! Dengus Radja tak ada capeknya... Nikmat sih orang yang ada di bawah tindihannya ini, Dan ya...Rose rupa rupanya tidak seperti si mantan yang entah apa kabar dia di sana, Rose tidak menganggap dirinya Dewa dalam bercinta ini, dengar saja di bawa tindihannya, Rose berkali kali memanggil namanya dengan suara mendesah desah seksi. ingat itu Namanya Radja bukan Dewa !!! your understand ?


Ambruk ? Perlahan si singa yang sudah puas menyerang mangsa indah ini pun tergeletak di samping Rose dengan tubuh saling di basahi keringat. Radja sampai mengatur penuh pendingin ruangannya, Tapi tetap saja.. Keringatnya dan keringat Rose saling beradu jatuh begitu saja.


""Rose, istirahat sepuluh menit !""


Hah ? Rose terpekik hebat dalam hati, ia kira pertempuran akan berakhir, rupa rupanya hanya istirahat ronde saja, gila benar ni atu laki, melebihi pengantin baru yang berstatus Perjaka dan Perawan. Benar benar ajaib Suaminya ini.


""Belum capek kan ?"" Tanya Radja tanpa dosa.


""Karep mu, Bang !"" Desis Rose memberi kode ke Radja dengan dagunya ke arah jam dinding. menyindir sudah berapa lama kah permainan ? apa suami gilanya dalam hal ranjang sadar diri kalau mereka bergulat keringat sudah hampir empat jam.


"" Hahaha, Baru jam tiga pagi Rose, masih ada satu setengah jam masuk subuh, setelahnya kita berjamaah subuh bersama lalu tidur.""


Dan benar saja, Si pria ini kembali beraksi dengan tangan nakal kembali memberi sentuhan mematikan yang dengan mudahnya Rose terpancing nikmat oleh ulah tangan Radja ini, Pintar sekali Suaminya ini dalam hal hal seperti ini.


Oke, Rose ikhlas ridho melayani suaminya dengan penuh empat lima, toh ini kan ibadah juga, Dapat enaknya dapat pahala pula. Double advantage... Ye kan ye kan !!!


Ah argh, Dan lagi lagi Radja mengerang keras akan kenikmatan yang di berikan Rose terhadapnya dengan beberapa gaya mereka.


Tak selamanya bekas itu noda mas bro...Bekas dengan kata lain bisa terjaga kehormatannya...maka percayalah ! kata bekas ini akan ada nilainya juga, Batin Radja yang menilai Rose adalah bekas adiknya tapi dengan kehormatan yang selama ini di pertahankan oleh Rose Membuat sosok perempuan yang di sampingnya ini seperti intan murni yang belum di olahasa menjadi berlian.

__ADS_1


__ADS_2