
Jum memasuki pelataran rumah Satria, rupa rupanya kekasihnya itu sedang ngambek kepadanya sehingga tidak bisa di hubungi lewat via telepon, Salah dirinya sendiri yang semalaman penuh panggilan serta chat chat dari Satria yang buaaaaanyak itu tidak di responnya di karenakan ia begitu nyenyak tidur di perjalanan pulang dari luar kota yang ujungnya terbangun sudah berada di kamar hotel bersama si manusia trenggiling, itulah umpatan baru Jum ke Gema sekarang.
Jum terpaku di ambang pintu utama, samar samar ia mendengar suara wanita tapi siapa ? Pembantunya ? bukan ! Jum kenal suara cempreng mak Inem, jadi...yuk kita ngulik eh ngupil ralat lagi, NGUPING seraya bersembunyi dengan mata sedikit mengintip di cela pintu yang terbuka. Dua wanita cantik berbeda umur di antara Satria. itulah yang di rekam oleh Netranya.
Apeees atau keberuntungan, entah...tapi Jum serasa hatinya di tusuk tusuk pakai tusukan sate yang ujungnya sengaja di tumpulkan, itu sakit Gaeeees saat suara wanita itu berkata begini....
"" Jangan kan melamar wanita pilihan mu, melihat rupanya saja mama tak ada niat ! mama kesini hanya mengantar Monica untuk menjaga mu, Calon Istri mu yang sesungguhnya.""
"" Tap--""
"" Tidak ada tapi tapian ! Lihatlah Monica di samping mu, Cantik...sedarajat dengan kita, apalagi yang kurang eum ? Keluarga kita dan keluarga Monica sudah lama merencanakan ini Sayang ! kamunya saja masih betah jadi asistennya Langit di sini, padahal di Thailand kita juga punya perusahaan sendiri dan pasti berujung akan di wariskan ke kamu, anak sulung mama !""
Jum harus merespon bagaimana coba ? Ternyata ini penyebab Satria yang tak datang datang melamarnya dengan resmi toh ? Boleh nangis kejer guling guling nggak sih ? Sakit pakai banget ini Jum ! Tapi No, Jum adalah wanita berhati Strong anti di tindas dari belakang... Kenapa berpikir dari belakang ? Karena seharusnya si Satria baja kumpret ini tidak memberinya harapan palsu... Apalagi sengaja mendatang kan Bapak Ammanya dari kampung tapi....oh no, beginilah Naseeb... Naseeeeb.
"" Eheem, Cek cek cek !!!"" Jum berdehem pelan, melaraskan hatinya yang tadi sempat di tusuk tusuk mendengar penolakan telak dari mama cantik di dalam sana, Jadi mama cantik ! Ayo kita berkenalan terlebih dahulu, urusan tolak menolak di kesampingkan bos, ada pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang, Cuy !
Tapi se.... Si mama cantik sipit sipit itu juga mengatakan tentang kasta...Yaaah, Jum tak ada apa apanya jika menyangkut kasta tinggi, Wong Aku cuma anak petani cabaaai, Bagaimana dong ? Tak apa !!! Bukan jodoh maka dunianya tak akan berhenti berputar kan ? bukan ia seorang di dunia ini yang mengalami kasus seperti ini kok, buaaaaanyak kayanya di luaran sana, Sampai ada berita di Tv Tv ntu, Seorang Wanita tak di restui orang tua calon dan berakhir bensin di korek-in yang bertindak membakar camer serta casum-calon suami.
Tapi tenang aja, pikiran Jum tidak picik begitu kok, ia kan orang syantiiek jadi pikirannya pun pasti jernih... iye kan ? iye kan ?
Yuk... perkenalan di mulai.
Tok Tok Tok.
"" Assalamualaikum !""
Kompak tiga kepala di ruang tamu itu menoleh di saat salamnya serta daun pintu terdorong terbuka dari tangan halus Jum.
"" Was-was---waalaikum salam !""
Mampus !!! Satria tetiba berkeringat dingin, Ada Jum !!! Bagaimana ini ? Jika melawan mamanya ia bisa dosa, Tapi kalau menuruti mamanya, sama saja memilih dosa, karena harus membohongi hatinya sendiri, ia menginginkan wanita manis khas milik Pertiwi dihadapannya, bukan wanita sipit milik Negara gajah putih di sampingnya yang sekarang tetiba bergelayut di lengannya.
""Lepas !!!"" Tepis Satria ke tangan wanita itu yang Jum tahu namanya Monica hasil nguping.
Jum cemburu ? Ya jelaslah, coeg ! Tapi ia masih bisa nahan.
""Kamu siapa ?""
Mama Satria berdiri dari sofa, mendekat ke arah Jum yang berdiri dengan mata tertuju ke wajah merah kuning hijau bahkan hitam putih Satria yang tetiba berubah-ubah mendapati dirinya ada di antara mereka.
""Perkenalkan !""
Mama Satria pun menjabat tangan Jum yang terulur.
__ADS_1
"" Jum, Topik cantik yang baru saja anda perbincangkan, barusan.""
Mama Satria tetiba menarik kasar tangannya yang tadinya berjabat ria. Jum hanya tersenyum santai menyikapinya.
""Ma, Dia lah pilihan ku, bagaimana ? Cocok kan ma ? Please !!!"" Mohon Satria beranjak ke sisi Jum berdiri, Si wanita yang bernama Monica tampak kesal melihat Satria memilih Jum di hadapan kedua lubang hidungnya. Jum kembali tersenyum Santai, Tapi jujur dalam hati, ia tidak suka dalam situasi seperti ini yang bagaikan pengemis cinta. Mencintai boleh lah...Tapi jika banyak duri di hadapannya, yang hubungan ini belum sah halal, rasa rasanya Jum mau melambai kan tangan ke kamera.
Bukannya Jum tidak mau berjuang tapi kalau kalau menyangkut melawan restu orang tua itu sama saja membuka pintu neraka jahanam untuk rumah tangganya nanti kalau ia jadi menikah dengan Satria tanpa ada restu ikhlas ridho lahir batin dari Wanita surganya Satria. Lebih baik Jum mundur mundur cantik sajalah, dari pada rumah tangganya dengan Satria di kutuk menjadi batu, kan sereeem !!!
Di luaran sana MUNGKIN ada yang mau dengannya asal jangan manusia kaku trenggiling saja, Kalau nggak ada yang mau ? Tenang saja, Ada Bang Sam si laki laki cantik yang akan Jum permak di mesin jahit untuk membuat sampul macho untuk manusia lekong itu, Lumayan...buat di ajak ke undangan, hanya sekedar ke undangan pernikahan Satria Nanti kok, tidak untuk di ranjang.
""Oh, jadi ini bentuknya ? Cantik sih... Tapi coba, Perkenalkan diri mu secara finansial. dari pendidikan saja dahulu, kalau kasta sudah terlihat dari pakaian murah ini kan ya !"" Mama Satria melirik penampilan Jum dari atas sampai ke bawah dengan tatapan jijik jijik menghina.
Sabar !!! Untung orang tua ini wanita pertama Satria, kalau orang lain...Jum sumpel tuh mulut pakai ulekan bekas cabe, biar tambah pedas.
Satria, ingin sekali ia bersuara untuk melawan mamanya, Tapi apalah daya...sifat jelek mamanya begitu mendarah daging batu batu busuk di dalam sana, Melawan dengan suara oktaf tinggi percuma saja, Karena mamanya ini sangatlah keras kepala, yang ada jika Satria melawan keras sekarang, maka ada gempa di dalam rumahnya.
""Pendidikan saya tidak lah tinggi nyonya, kasta pun sangat kicik, Tapi ini...""Jum menekan dadanya. ""....hati saya sangat besar mencintai anak anda, baik dalam keadaan sehat walafiat sampai amit amit..."" Mengetuk tiga kali kepalanya dengan pelan..."" Sakit buntung pun saya tetap akan mencintai anak anda jika anda mengijinkan atau merestui kami."" Jum menyahut kalem. Satria yang mendengar kata kata Jum Speechless, Ternyata wanita somplaknya mencintainya begitu dalam rupanya.
""MIMPI SAJA, SAMPAI KAPAN PUN SAYA TIDAK AKAN MENERIMA WANITA SEPERTI MU MENJADI MENANTU SAYA !!!""Bentaknya geram. Si wanita putih kurus di sebelah mama Satria Tersenyum mengejek Jum.
""Ma, tolong lah ! kalau mama tak merestui hubungan kami, maka bersama Monica pun saya tidak akan mau menikah."" Tantang Satria dan.... Plaaak. mendapat satu gamparan dari tangan Mamanya sendiri.
"" Begini kah orang berpendidikan itu Nyonya, emang sih Satria anak anda, Tapi...apa nggak di sayangkan tuh, Tangan hebat anda itu yang dari pitik mengelus elus pipi anak sendiri, giliran sudah besar di pukul dengan entengnya, Tidak usah memakai kekerasan Nyonya, Bapak dan Amma saya mengajari gadis miskin ini kok dalam tata Krama yang baik, Kalau anda tak merestui pun tak apa, saya tak maksa anda dan itu hak anda sebagai orang tua memilih calon Sempurna untuk anak anda, Saya cuma bisa berdoa kalau begitu di sini.....semoga pilihan anda tepat untuk Satria, sempurna penampilan itu tak selamanya sempurna hatinya lho nyonya, Saya permisi.... Assalamualaikum !!!""
""Bang ! adek doakan.. Semoga bahagia !"" Senyum termanis Jum untuk Satria, ia lemparkan. hanya itu yang ia bisa katakan untuk Satria saat ini, percuma juga mencaci pria ini yang terlihat sebagai korban juga di sini.
Satria yang ingin mengejar langkah panjang Jum, seketika tertahan oleh tangan Mamanya. gelengan keras pun ia dapat kan dari orang tuanya ini.
""Ma ! biarkan aku pergi, ku mohon ! atau mama akan melihat anak mama menderita setiap hari, setidaknya saat hari hari penderitaan itu datang, biarkan untuk kali ini saya mengejar langkah dia.""
Tanpa kata pun, Mama Satria melepaskan tangannya, melengos pergi di hadapan Satria dan Monica.
Satria yang seakan akan di ijinkan, segera berlari, dan Monica yang ngebet Satria pun mengikuti pria itu.
"Jum, Jum ! hey...""
Greeeb...
Setelah menarik paksa tangan Jum agar tak kembali melangkah panjang, Satria memeluk erat tubuh aduhai Jum, menciumi pucuk kepala itu dengan kata ' maaf' berkali kali ! Sungguh... Satria di buat prustasi akan dua pilihan, bisa saja ia memberontak mamanya, Toh selama ini ia bisa berdiri tegak tanpa kekayaan orang tuanya, Tapi itu tidak mungkin...ia tidak mau menjadi anak durhaka.
""Jum, mau kah kamu bersabar ? tunggu aku ! ku mohon ?""
Jum hanya diam di dalam dekapan Satria, mau menangis pun percuma, gengsinya terlalu tinggi untuk memperlihatkan kelemahannya di hadapan pria yang samar samar akan menjadi masa depannya. Bersabar sampai kapan ? entahlah ? Jum orang nya tidak mempunyai kekuatan sabar.
__ADS_1
""Kasian deh ya, tak dapat restu...!!! eh anda, Asal anda tahu ya ! Satria dari dulu itu calon suami saya, anda punya harga diri kan sebagai wanita, jadi orang tuh jangan menjadi pelakor. oke !""
Monica yang tidak suka pemandangan ala ala romantis di tv tv ntu, jadi panas yang sebenarnya sudah panas sedari tadi yang tak di anggap oleh Satria.
Perlahan Jum menekan dada Satria untuk melepaskan pelukannya yang memang ia tak membalas pelukan itu, ia hanya bak patung yang di peluk saat ini. Mata bak rubah itu pun, melirik mangsanya dengan seringai tipisnya.
"" Anda tak usah berbesar kepala ya mbak sipit, Memang anda di restui di sini, Tapi apa anda tidak mikir dan melihat di sini ! Calon anda ini nih yang memeluk pelakor ini lho, bukan saya ! Dan ya....di sini tuh yang mempelai prianya kan dia, Tapi di lihat lihat sih..si pria ini tak ada raut senangnya ke anda...jadi, kalau saya sih akan berpikir seratus kali dulu untuk menerima hubungan ini, saya sarankan....anda harusnya menikahi mamanya Satria saja, kan beliau yang menginginkan anda bukan ? tapi santai.....saya ogah tuh di sebut pelakor, jadi jagah baik baik calon suami anda yang terlihat terpaksa ini, yaaaah..siapa tahu lepas terus datang menemui saya, bukan salah saya kalau seperti itu."" Semprot Jum kalem, penuh belatih setiap perkataan santainya untuk menjatuhkan ego lawan wanita yang terlihat kesal Kepadanya.
enak aja Lo mau nindas gue.... sorry ! gue bukan tipe orang yang diam saja di tindas...kesal kesal Lo sono !!!
""Bapak Satria ! permisi ya tamvaaan, Tapi eits tunggu dulu....Sering mendengar kata ini nggak... Jodoh tak akan lari kemana ?""
Satria mengangguk bodoh.
""Nah itu... kalau jodoh pasti di persatukan. permisi untuk kedua kalinya...Cup !""
Dengan somplaknya, Jum mengecup bibir Satria di hadapan wanita yang wajahnya sudah memerah marah dari tadi, meledek atau memanas manasin agar boom meledak sekalian.
Aaaargh, saya berjanji...cinta dan raga Satria akan menjadi milik saya, dan saya pastikan...ciuman yang kamu pertunjukan di mata saya....akan saya balas yang lebih panas lagi dari sekedar kecupan mu, tadi Jum. Kesal si wanita ini.
...****...
""Petite !""
Sedari turun dari mobil, dari pekarangan rumahnya...Biru sudah berteriak teriak mencari Mentari di siang bolong, Biru seketika meninggalkan kantor setelah mendapat kabar Mentari sedang sakit dari sopir yang mengantar kan makanan hasil olah tangan istrinya.
Brownies, berisik !!!
Dari balkon kanan, Bintang di buat kaget oleh suara teriakan Biru yang bulat ngebass. Namun Biru tak memperdulikan kekesalan Bintang, langkahnya semakin masuk saja kerumahnya di bagian tengah.
""Mentariiiiii !"" Panggilnya lagi yang sekarang terdengar menggema di dalam rumah luas itu. si Triplets plus Petir Dibi di ruang keluarga tetiba bangkit dan pada berlari ke arah suara.
""Berisik Ayah !"" Topan mengeluarkan suara dinginnya, protes akan Ayahnya ini yang menganggap rumah sebagai hutan. Kan kasihan Bundanya ! Nanti bangun lagi yang tertidur di sofa Keluarga karena kecapean mungkin.
""Maaf !"" Biru tercengir kuda ke wajah lucu bocah bocah di hadapannya. Apalagi wajah Topan, minta di gigit gemas jikalau sedang kesal... cerminan dirinya, tapi Topan lebih parah tak ada tengil tengilnya sangat datar melebihi perangainya. Badai-nya lah yang sangat lucu... tengil menggoda. Pelangi ? si manis lembut hati seperti Bundanya, tapi jangan lempeng nyebelinnya ya !
""Bunda mana ?!"" Bisik Biru.
Kelima bocah ini kompak menoleh ke arah sofa ruang keluarga. dan Biru pun mengikuti lima pasang mata ini.
Dengan cepat, seraya membelah deretan ke-lima bocah nakal nakal lucu ini yang berderet seperti gerbong kereta api, Biru berjalan ke arah peraduan Mentari.
Nah...dua bocah yang mendapat senggolan sengaja orang tua ini, menjadi kesal cemberut.... Pelangi dan Dibi.
__ADS_1
Kenapa tidur di sini ? Biru meraup tubuh itu dengan perlahan agar tak menggangu tidur Istrinya, Tapi ini kulit kenapa terasa begitu panas ? Isterinya demam. Paniknya yang sudah trauma melihat Mentari sakit dalam tiga tahun berlalu.