
Matahari sudah berada di atas peraduannya, Mentari bangun dari tidurnya, Matanya langsung melirik ke samping kanan. Matanya kembali melobby kamar hotel yang menjadi saksi bisunya dalam bercinta bersama Biru. Ia tidak mendapati Biru di mana mana dalam ruangan itu. di raihnya layar pipinya ingin menghubungi suaminya.
""Halo Hulk. Kamu di mana ?""
""Maaf Petite, aku meninggalkan mu sayang, soalnya ada masalah penting di kantor, aku tidak mau mengganggu mu tidur jadi aku tidak pamit terlebih dahulu.""
""Masalah ? apa sangat penting ? apa aku bisa membantu mu ?""
" eum, sangat penting, ada tikus pembelot yang ingin mencuri data perusahaan. Tapi tenang saja, Aku bisa mengatasinya sendiri. Dan ya...hati hati di sana ya...Temui Senja atau yang lainnya.""
""Baiklah, hati hati ya sayang ! aku akan pulang saja kerumah, anak anak pasti sudah merindukan ku. Selamat bekerja !""
Setelah panggilan itu berakhir, Mentari memegangi dadanya, ada sedikit rasa cemas di sana. tapi entah ada apa ?
Di kantor Senja, Wanita berperangai tenang itu, sekarang di buat resah akan masalah yang di hadapi nya, Ia di buat kualahan akan data data anak perusahaan Chris yang sekarang terbobol dengan begitu mudah, padahal biasanya... Keamanan sistem yang di goli software Nata begitu apik terjaga tak ada Virus yang masuk. Tapi ini....
Bip bip Bip... komputer di hadapannya terus saja otomatis berbunyi sendiri, data data pentingnya begitu mudah di curi.
"" Halo Nata ! Gue butuh bantuan, sistem pengamanan Lo ada yang bobol, data gue di curi semua.""
"" Lo nggak bercanda kan ! Shiiit...Ok, ikuti instruksi gue, gue akan ngebantu Lo dari jauh sampai gue sampai ke kantor Lo.""
Dan Senja pun mulai berselancar kan jari jemarinya sesuai instruksi Nata dari layar. Seraya berpikir keras, siapa kah yang sedang ingin bermain main dengannya dengan cara busuk seperti ini.
"" Siapa pun, Hati hati lah setelah ini."" Marahnya dalam kesibukan jari jarinya.
...******...
Mentari sudah rapi, siap meninggalkan kamar hotel setelah acara Jum dan Gema semalam.
Langkahnya menuju ke kamar Senja yang berada di belokan lorong dari unitnya. ia tidak berani mengganggu Jum, Karena di pastikan Sahabatnya itu tak berkutik sekarang di buat Gema.
Namun tetiba ada langkah dari belakangnya begitu cepat membekap mulut serta hidungnya menggunakan handkerchief dengan entah obat khusus apa yang begitu menyengat dan seketika Gelap !
"" Mission starts !"" Ujar salah satu dari dua orang yang begitu misterius. Dibawahnya tubuh pingsan Mentari kedalam unit milik Senja yang di dalamnya ada Langit yang sama saja sudah di bius oleh mereka di saat Senja sudah pergi tanpa menggangu Langit yang masih terlelap di pagi hari.
Di taruhnya tubuh Mentari di sebelah tidurnya Langit sesuai instruksi Boss yang telah membayarnya dengan sangat mahal. Bagi mereka, pekerjaan begini sangat lah kecil karena mereka sudah terbiasa melakukan kejahatan di luar negeri, Yap...mereka adalah orang orang dari negara lain yang khusus di pesan oleh seorang wanita untuk membuat kericuhan di hidup orang yang berada di atas kasur yang sekarang di buat pose mesra layaknya sepasang suami istri yang habis melakukan hubungan intim.
Pose demi Pose sudah mereka momen kan dari tubuh tak berdaya ke-dua korbannya.
Setelah serasa cukup, Pria yang tadinya memegang kendali potret, segera mengangkat tubuh Mentari dan membawanya keluar, Lebih tepatnya mereka akan membawa tubuh pingsan Mentari kembali tidur di unit wanita ini sebelumnya. Sementara tubuh Langit mereka biarkan begitu saja. Mereka yakin, ke-dua korbannya ini tidak akan menyadari apa pun akan pekerjaan yang tak meninggalkan jejak kecurigaan satu pun.
__ADS_1
"" Mission completed, boss !"" Lapornya lewat layar pipih yang kini sudah menghapus jejak-jejak mereka dari cctv setiap koridor yang mereka lewati dengan cara meretasnya dan seolah olah di lorong itu kosong tak ada kejadian apapun.
"" Good, keep the proof, i will use it on the right day. !"" Sahut dari seberang telpon dengan suara terdengar puas.
Tersenyum lah kalian dalam beberapa hari lagi, di saat yang tepat gue akan ngebuat hidup bahagia kalian seperti...boom. berantakan.hahahha.
...****...
Astajiiim.... Kaget Bang Sam saat mendapati Gemi dalam ruangannya di butik. Mau apa lagi wanita bertubuh tangguh ini ?
""Eh, Lo Mi ! Mau pesan baju apa cantik ?"" Bang Sam duduk di kebesarannya dengan Gemi sedari tadi duduk di hadapannya dengan meja sebagai perantara.
""Nggak, gue nggak mau beli baju, gue cuma mau mastiin aja janji Lo akan rahasia gue."" Jelas Gemi tak ada basa basi.
Bang Sam menaikkan satu alisnya. Menatap selidik ke Gemi. ""Kenapa Lo berbuat nekat, Mi ? Apa Lo ada masalah ? Cerita sama gue, Siapa tau gue bisa bantu."" Bang Sam dalam mood laki, duarius.
""Tidak ada, Masalah Gue ada setelah Satria mengusik Gue !""
Penuturan Gemi seperti ambigu di telinga Bang Sam, ada maknanya. dan Bang Sam ingin mengorek apa itu ?
""Mengusik ? Maksud Lo, Satria ingin balas dendam ke Gema melalui Lo, begitu ?"" Tebak Bang Sam, Ragu. Tidak mungkin Satria menjadi pengecut seperti itu.
"Lo mabuk ?""
Gemi geleng geleng."" Satria yang mabuk."" Gemi pun menceritakan sedetail kejadiannya malam itu.
""Kalau Lo nggak mabuk, berarti Lo di cekokin afrodisiak atau obat semacam peningkat gairah.""
Penjelasan bang Sam membuat Gemi mengeram marah, meja Bang Sam pun di tonjoknya berkali kali.
""Eeebuset, Marah si marah, tapi ruangan gue jangan Lo berantakin. Seram amat deh ah, hancur meja aike."" Lenje Bang Sam. Tak di respon oleh Gemi.
Sat, Lo tega ke Gue... Kemarahan dan kekalahan Lo lampiaskan ke Gue yang mentang mentang gue adik dari orang yang merebut cinta Lo, Gue benci Lo Sat, sangat ! Kebencian di mata Gemi begitu terasa di lihat oleh Bang Sam.
"" Gemi, Tapi gue nggak nuduh Satria yang melakukannya Lho, Siapa tahu orang lain. Dan mendengar kesimpulan dari cerita Lo tadi, Satria saja kan nggak sadar alias mabuk, Gue saranin Lo cari bukti dulu, baru menyimpulkan sesuatu itu dengan bulat."" Saran Bang Sam.
""Nggak perlu di buktikan lagi, dari puzzle puzzlenya saja sudah bisa di tebak, Satria nggak terima di tikung begitu mudahnya, jadi dia ingin balas dendam dengan merusak gue."" Kesalnya menjelaskan.
""Hmm, Terserah Lo deh, gue cuma ngingetin aja.""
...*****...
__ADS_1
Pagi, siang, sudah di geser oleh Sore hari, Biru telah usai dari pekerjaannya yang melelahkan hari ini. Kalau lagi lelah begini, Hanya ada dua obatnya, melihat dan menciumi anak anaknya penuh gemas atau melihat dan merayu istri polos Lempengnya. Tapi, penjelasan ART nya juga Vane, kalau Mentari hari ini belum sampai kerumah.
Di lacaknya keberadaan Mentari lewat pendeteksi yang sengaja di rancangnya untuk Sang Istri plus sekarang ke Tripletsnya.
Masih di hotel ? Gumamnya dan segera beranjak.
Sampai di hotel, Biru bertemu Senja yang kelihatannya juga baru dari kantor terlihat dari pakaian formalnya.
""Bi, Lo masih di sini ?"" Tanya Senja di sela langkahnya menuju Lift yang akan mengantar mereka ke lantai unit.
""Eum, Mentari masih di sini entah ngapain ?"" Sahut Biru. menekan tombol lift.
""Langit pun !"" Aneh Senja akan suaminya yang tidak merespon teleponnya.
"Bi, di kantor gue ada pembelot, Data perusahaan gue sempat mau di curi."" Cerita Senja.
Biru yang memperhatikan angka angka Lift yang terus berganti angka naik, sepenuhnya menoleh ke Senja.
""Kenapa cerita Daeng Serupa dengan ku, Tapi untungnya kami bisa mengatasinya."" Jelas Biru.
""Kenapa terdengar aneh ya, kok bisa sa--!""
Ting...
Penuturan Senja terhenti akan lift yang sudah terbuka, Mereka berdua justru di kagetkan akan dua orang yang berdiri di hadapan lift.
""Petite ?""
""Mendung ?""
Lirih Biru dan Senja bersama dengan pikiran aneh menghampiri otak mereka, apalagi Melihat wajah Bantal keduanya.
""Hulk !"" Mentari berhambur manja ke tubuh kekar Biru. ""Aku tertidur di unit begitu lama, entah kenapa, dan seingat ku tadi aku ada di lorong depan kamar Daeng. Apa aku mimpi kali ya."" Jelas Bingung Mentari. Biru hanya diam tak merespon, mata elangnya tertuju ke Langit. Kenapa istrinya bisa bersama dengan Langit, kebetulan kah ? itulah yang ada di pikiran Biru.
"Kenapa kamu masih berada di sini, Mendung ?"" Heran Senja yang juga Sebelumnya balik ke rumah tapi tak mendapati Langit, di kantor pun tak ada.
""Entah, kepala ku justru malah sakit ketiduran begitu lamanya. Ah, sudahlah...ayo kita balik, aku merindukan Petir."" Langit merangkul pinggang Senja dan berjalan masuk ke Lift yang kembali terbuka.
""kita juga balik yu, Hulk...si Triplets pasti marah lagi ke Bundanya ini.""
""Ayo !"" Biru menepis hal aneh yang mampir di otaknya, tidak mungkin Istri tercintanya yang begitu lembut menghianatinya.
__ADS_1