RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 78


__ADS_3

Tidur Mentari terganggu saat ada serangga yang merayapi wajahnya, Geli. Ia membuka matanya yang baru setengah sadar, Tangannya reflek mengibas mengusir serangga, Kembali... memejamkan matanya saat mengira sudah aman. Namun lagi lagi ia terganggu yang entah serangga jenis apa yang begitu senang dan terasa kasar merayapi inci wajahnya.


Plak...


aduh..


Tanpa membuka mata, tangan mungil itu menabok jenis serangga nakal... Se se se tapi kok serangganya bisa meringis aduh, Penasaran di balik mata kantuknya, Mentari membuka matanya sempurna... Walah, Rupanya serangga berasa kasar di wajahnya itu adalah bulu pendek kasar dari dagu Biru. Serangga nakalnya tak lain si Sagara.


""Malam Bos !"" Sapanya dengan wajah polos bodohnya tak sadar seratus persen, padahal yang di sapa sedang duduk dengan tangan mengelus pipi, Tamparan Mentari seperti kecil kecil cabe rawit, pedas.


Mentari kembali merapatkan selimut setengah dada berbaringnya, menutup mata kantuknya pun dengan santai. Namun alangkah terkejutnya saat menyadari di balik pejamnya yang akan mau tidur lagi.... Saya tidur di ranjang ? Ada Bos Biru juga... Cepat cepat ia duduk dari rebahannya dan mengintip seluruh pakaiannya....aman masih tersegel rapih.


""Bos ngapain di sini ?"" Tanyanya dengan wajah bantal begitu bodoh dalam setengah sadarnya ada di mana.


Biru tak merespon, Dengan jahil ia pura pura ngambek karena sudah di tabok keras di bagian pipihnya oleh Mentari.


""Bos kenapa ? muka di tekuk begitu ? ini sudah malam kan, sana tidur !"" kesadaran Mentari sepenuhnya belum terkumpul, pagi pun masih di anggapnya malam.


""Ck, nanya lagi kenapa ? lihat nih Pipi ku, masa pagi pagi sudah di tabok sih, yang ada tuh jika satu pasangan romantis pagi pagi dapat morning kiss. ini malah di tampar, sakit tahu !."" Bibir Biru mengerucut dalam acting-nya. mana bisa ia marah benaran , Biru kan sudah Bucin gila ke gadis lempeng ini.


""Hah ? ini sudah pagi ?"" Mentari gelagapan, tiap ia menginap di unit Biru ia selalu lupa akan aktivitasnya mendorong gerobak sayur. Mana peka ia akan sikap cemberut dari Biru sekarang.


""Eum."" Cuek Biru dengan ngambeknya.


Gedubrak...

__ADS_1


Aduh....


Gerak dalam gelagapan, Mentari terlihat begitu konyol dalam geraknya yang turun dari ranjang tergesa-gesa malah membuat kakinya tersangkut oleh bad cover dan membuatnya terjerembab jatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.


""Hahahaha.."" Biru terpingkal dengan kencang, bukannya menolong ia masih begitu menikmati pemandangan konyol Mentari.


""Aaah, bos !"" Rengeknya menatap cemberut, Mentari tanpa di tolong pun bisa bangun dengan sendirinya. Dengan kasar Mentari duduk di ranjang tepat di sebelah Biru yang masih terpingkal menertawakannya.


""Ish, jahat amat sih !"" Timpuk guling di kepala Biru.


""Hahaha, Satu sama Petite ! Aku pipi yang sakit dan kamu tubuh bagian depan mu."" Tunjuk Biru ke arah dada Mentari. Gadis itu pun reflek menyilang X di dadanya, menutupi. Dasar mesum ternyata !


""Ck, Aku sudah pernah melihatnya, namun belum tahu rasanya...Aku pun tahu di sana ada tahi lalatnya."" Nakal Biru menjelaskan. Mentari malu setengah mampus, Walaupun hanya berdua namun tetap saja Ia begitu malu dengan Biru.


""Bos, saya marah ya !"" ngambeknya Kesal.


""Salah siapa coba gangguin saya yang lagi tidur, Terus Minta di kecup sama siapa ? nanti saya akan sampaikan ke orangnya atau saya akan memberi tahu kan oleh Bu Vane, biar beliau yang turun tangan."" Cerewet Mentari begitu polos lempeng tidak mengerti otak nakal Biru.


""Ck, Aku minta di kecup oleh mu, Petite, bodoh. bukan yang lain, lagian apa kamu tidak cemburu jika aku di cium oleh wanita lain, eum ?"" Cibirnya cemberut, Entah kenapa ia begitu tergila-gila oleh mahluk manis namun kepekaan rasanya minta sungkem nyerah, menyebalkan.


""Oh, Bilang dari tadi jangan muter-muter dengan kata tidak lengkap, sini....."" Mentari mengecup singkat pipi Biru membuat pria itu mengerang Yes dalam hati. Demi apa ? Gadis lempeng polos sederhana ini menyosornya untuk yang pertama kali. Ah... Rasa rasanya Biru ingin berloncat loncatan di atas kasur seraya mengepalkan tangan di udara dan mengerang Yes terus menerus. Lebaykah ? Bodo amat !


""Kurang Petite, rasa di pipiku masih sakit lho."" Bohongnya. minta di ke cup lagi, ia sudah seperti Abg labil senangnya luar biasa walau hanya dapat ciuman pipi, bagaimana kalau Mentari memberinya lebih, bisa copot tuh jantung.


Mentari meneliti pipi Biru dengan membolak-balikkan kiri kanan pipi itu dengan tangan kanannya. "" Merah."" Gumamnya yang begitu polos mengira wajah merona itu di kiranya merah karena sakit benaran.

__ADS_1


cup cup cup


Bertubi-tubi ia memberikan kecukupan di pipi Biru namun tak ada hentinya wajah tampan itu merona merah. Biru semakin jumawa, jedag jedug Jantungnya begitu parah.... pengin pingsan ini, tapi sayang di lewatkan..! Tengilnya dalam hati.


"'uda ah."" Capek Mentari. ""Wajah bos semakin merah saja, perlu di periksa ke dokter Farel itu , mungkin terkena sindrom Stevens-jhonson, Yakni penyakit kulit mematikan...""


Biru tak merespon otak Ensiklopedia salah sasaran Mentari tentang penyakit kulit mematikan tersebut, Ia semakin Jamawa saja, adem ini sudah di kecup sana sini kecuali bibir yang lagi cemburu pingin di kecup tapi Petite-nya tak mengabsennya .


""... tapi ngomong ngomong penyakit dan dokter Farel ? kepala bos yang katanya gejala gegar otak, bagaimana ? sudah sembuh ?""


Aish, Biru mengumpat masalah penyakit kibulannya itu, Gelagatnya langsung gelagapan.


""mm, i-itu ya ? itu.."" tak ingin berbohong lagi dan berakhir ketahuan oleh Mentari tentang akal akalan busuknya, Ia spontan membuka baju kaos di hadapan Mentari.


""Aku gerah, mau mandi dulu."" Kelitnya menghindar dan cepat cepat beranjak dari kasur menuju kamar mandi tapi langkahnya di hentikan lagi oleh suara Mentari.


""Bos, Saya pulang ya, Mau kerja !""


Biru menggeleng, menolak ""bukannya jadwal kamu hari ini Free semua, sayang ! jangan membohongi ku dan jangan kemana-mana, hari ini pun aku ambil cuti sehari ingin menghabiskan waktu dengan mu, kita jalan jalan, Ok ! No penolakan."" Serunya tak ingin di bantah.


""ish, Tahu saja saya Free !"" Batin Mentari.


""Baiklah !"" Pasrahnya, Satu hari refreshing no problem kan !


Sepeninggalan Biru bersih bersih badan, Jiwa babu Mentari pun meronta melihat kamar Biru berantakan. Pakaian suit Biru bekas semalam masih berantakan mengotori penglihatannya segera di raihnya, Semuanya....ia bersihkan sampai kinclong. dan Terakhir.... Pakaian ganti untuk Biru tak lupa akan di siapkannya. Ia kembali membuka lemari ke empat yang dulu sering membuat pikiran omes dan tangan sucinya tercemar gara gara mencekal kain dal*m milik Sagara.

__ADS_1


"" Kita bertemu lagi layang layang !"" Sapa Mentari ke kain tersebut dengan wajah geli, Omes.


Dukungan Nya....Vote dan lainnya yang penting ikhlas 😘


__ADS_2