RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 211


__ADS_3

Jreeeeeng.... Jreeeeeng.... Jreeeeeng


Mentari kembali memainkan gitarnya, mengeluarkan improve nya kembali, dan lagi lagi improve itu membuat Biru dan semua pengunjung Cafe mendengus sakit telinga. Biru hanya mendengus dalam hati, Tapi pengunjung lainnya yang tidak terima dengan suara jelek Mentari mengumpat kasar terang terangan.


""Tolong dong... Pengamen tersebut di usir, mengganggu kami.""


"" Cafe apa sih ini, membiarkan pengamen kumel ngamen di pelataran Cafe.""


Banyak lagi umpatan dan dengusan kasar yang masuk ke pendengaran Mentari, Tapi ia tak memperdulikannya. Tangan itu berhenti memetik senarnya, mendongak ke wajah Biru dari duduknya di bawah lantai bersemen, yang hanya melongos seakan akan tak perduli dengan suara jeleknya, Lihat saja si Sagara ini, Sibuk menaruh handphonenya di telinga, Dan Mentari tahu, Suaminya sedang menghubungi dirinya, Pertanda di dalam saku jeans ada getaran getaran Membuat geli di pahanya. Untung mode silent, Jadi aman bingitsss.


Aku sudah ada di hadapan mu, Hulk. Bangga Mentari akan penyamarannya yang sempurna sampai Biru tak curiga sedikitpun terhadapnya. Bagaimana Biru mengenalinya, Matanya saja hampir tak terlihat karena topi plus masker yang ia kenakan begitu berlebihan tidak pada tempatnya yang pas.


""Pak ! Bapak mau request lagu ? Lagu apa ? Biar saya nyanyikan khusus untuk bapak yang baik hati ini.""


Biru menggeleng. Suara jelek saja banyak bicara ini si mbaak, Batinnya. ""Tidak, nyanyi saja terserah mbak, tapi yang merdu ya !"" Sindir Biru.


""Oke pak. ""Suara Mentari benar benar di buat plek plek jijik untuk di dengar. ""Tapi bapak hanya sendiri saja kah ?"" Jahil Mentari bertanya.


""Nunggu istri !"" Singkat Biru. Mentari mengangguk bodoh.


""Istrinya pasti Cantik ya pak ?!"" Tebaknya basa basi yang berniat membuat Biru merasa kesal tinggi kepadanya.


"" Sangat !""


""Waaah, beruntung sekali ! Bapaknya tampan, istrinya pun cantik ! Yang jelek seperti saya buat siapa dong pak ? Eh pak...Coba deh bapak melihat ke arah saya, bapak jijik ya kepada saya sampai berbicara pun hanya melirik kursi di hadapan bapak. Kursi dan saya lebih cantik kan saya lho pak.....


Gue lebih suka kursi yang nyanyi dari pada mbakk... Batin Biru mau tak mau Melirik ke pengamen menyebalkan cerewet ini...Uda suara fals abis, kepedeannya melebihi incees Syahrini lagi.

__ADS_1


"".....Nah gitu dong pak, kalau bapak melirik ke arah saya kan, Saya-nya ada di bola mata bapak."" Gombal Mentari di hadiah wajah tampan serem serem pakai banget dari Biru.


""Eh, pengamen...di sini mau ngamen atau mau merayu pelanggan. Kalau mau merayu maka sampai baju anda tercabik cabik pun saya tidak akan tertarik-----!""


""Karena saya jelek ya pak, makanya bapak tidak tertarik ?!"" Mentari semakin ngelunjak, berani beraninya menjeda Biru yang sudah berubah ubah air mukanya, kadang merah karena marah mureeen kepadanya atau kesal karena Mentari sebagai istrinya belum datang datang juga.


""Bukan karena jeleknya ! Dan walaupun anda berdiri layaknya berwajah Cinderella pun seraya melepaskan seluruh pakaian anda, saya tidak akan pernah tertarik, Karena apa ? Karena mata dan hati saya sudah pada istri saya...Paham kamu ? dan cepat nyanyi... jangan sampai saya memanggil Security atau manager cafe untuk mengusir mu, saya masih berbaik hati karena mendengar anda itu punya Triplets kecil yang butuh makan."" Sembur Biru galak.


Galalalaak cuy.. Hati Mentari bersorak gembira, berhasil membuat suaminya mengeluarkan kemarahannya yang sedari tadi dongkol di dalam hati saja.


""Jangan marah marah dong hul--hulaaalaa, Nanti tidak tamvaan lagi, nanti pula istrinya tidak cinta lagi...iya iya saya nyanyi, tidak usah melotot begitu kan saya bisa bercermin jadinya di bola mata bapak lagi, kelihatan jeleknya kan Saya-nya.""


Mentari hampir keceplosan mengeluarkan kata panggilan sayangnya yaitu hulk ke Biru, cepat cepat ia ralat menjadi Hulaaalaa. Dan ia pun mulai memetik senar gitar yang ada di pangkuannya, kali ini ia cukup bermain mainnya. eits... tidak ding, belum puas hati ia membuat suaminya dongkol kepadanya, Biru tuh belakangan ini tak pernah marah kepadanya, ia kepingin Biru marah marah manjaaaah hari ini, kan.. kan.. mau ultah si my husband tepat nanti malam, jadi Membuat doi marah, dongkol,kesal nano nano sedikit tak apalah Yaaa....?


""Bapak ikut nyanyi ya pak ? Kan disayangkan kalau suara bagus saya tidak ada yang nimpali."" Mentari ber tweet masih dengan memainkan gitarnya di nada C f g. Senang benar ia hari ini bisa menjahili Suaminya.


""Saya nyanyi ya pak ?""


""CEPETAN !!!"" Nah kan, Biru sudah naik dua Oktaf.


OUWOOOOOO


Nanana...hoyeeeee


Biru melengos kasar, mendengar improve yang lagi lagi tak enak untuk di konsumsi tuh telinga. Dan...Bugh, Mentari dapat timpukan tissue gulungan kecil bekas pakai dari pelanggan cafe lain, Jatuh tepat di atas topinya dan bergelinding cantiiiiikkk ke pangkuannya di atas duduknya di lantai bersemen. ia tidak perduli itu, kembali ia bermain di nada gitarnya. saatnya live show sesungguhnya. Awass ada yang tepuk tangan nanti, Mentari akan bangun dan meminta sawer satu orang seratus ribu di kali buaaaaanyak pelanggan di cafe ini. Kan lumayan ding.


Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan

__ADS_1


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan


Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersama mu


Hidup dan Menua bersama mu


Menua bersama mu...


Dan Traaajengjengjeng...apa yang terjadi saat suara merdu itu keluar yang berlirik judul Menua bersama mu dari projects Tri Suaka yang di iringi nada gitar lembut khas petikan Mentari ?


Proook proook proook Tepuk tangan pak Tarno menggema di cafe outdoor itu dari pelanggan di setiap table.


Biru ? Bagaimana gerangan si Hulk ini ? Hulk-nya Mentari yang tadinya menyesap kopi hampir saja tersedak saat menyadari suara milik siapa itu. Petite gue njriiiit !!! Batinnya terkejut. Cepat cepat ia mendongak ke bawah di mana Mentari duduk bergeleporan di lantai semen berdebu.


Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan


ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersama mu....bersama mu, huuu..


menua bersama mu...


Biru bergeming dari table...menarik topi dan masker yang di kenakan Mentari, seraya mengikuti lirik lagu yang yang di nyanyikan Mentari. Seketika wajah Petitenya yang tersembunyi tadi terlihat jelas, dan semakin terdengar lah suara tepukan pak Tarno saat pria berjas mahal dan berwajah tampan membimbing wanita cantik berpenampilan lusuh untuk berdiri, suara suit suit pun terdengar ketika Biru malah merangkul si pengamen yang masih memainkan gitarnya.


Hidup dan menua bersama mu...


Menua bersama mu, Semoga saja.

__ADS_1


""Awas kau Petite !!!!"" Bisik Biru di telinga Mentari yang masih memetik gitarnya. Mentari tersenyum Pissss Babe !!!


__ADS_2