RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 54


__ADS_3

Saat Mentari sudah menunjukkan kursi masing-masing untuk para ke tiga pengusaha ternama dari bidangnya tersendiri, Gadis itu pun menunduk sekilas sebagai tanda sopan pamit untuk kembali menunggu satu undangan lagi yang belum datang yakni RD Batara Grup.


Namun saat berbalik.....Bugh. Mentari sering sekali menubruk tubuh bagian dada Biru tanpa sengaja. Biru sigap menahan keseimbangan tubuhnya mendapat tubrukan keras dari Mentari supaya tidak terjatuh dan berimbas mempermalukan diri di depan orang orang penting.


Deg...


Mentari sengaja Ingin menghindar dari anak tuan Titan, ini malah berpose mesra... Aduh..Masalah, Lagi.


""Ternyata mata dan telinga ku tidak lah bermasalah, ini petite ku."" Gumam Biru masih Slow motion di tempat. Biru malah sengaja menunduk pas di telinga Mentari.


""Ternyata Tuhan pun mendukung rasa rinduku kepada mu Mentari. Kita bertemu di sini Petite ! kamu di sini akan menjadi penyelamat ku dari acara yang membosankan ini, Jangan jauh jauh dari mata ku ya.!"" Tengil Bisik Biru, Sekilas menempelkan pipihnya ke pipi Mentari. Dan itu tak luput dari perhatian Vane yang tersenyum tipis, Sena dan Langit melongo kesal. Nata pun menangkap pemandangan langkah yang di perbuat sepupunya. Namun untungnya, Titan berpamitan ke toilet beberapa menit yang lalu.


"AH... rasanya tak sabar punya Mantu dan Cucu seperti Kaka ipar (Meca dan Fina)"" Gumam senang Vane masih setia menonton film romantis dari anak semata wayangnya tanpa ingin mengganggu.


"" Biru tua benar benar sudah tergila gila dengan Mentari, tidak tahu tempat."" Dumel Langit dari tablenya.


""Hais...Apa itu Gadis si Biru, Ah, Gue di langkahi, Jomblo merana ini akan terkena masalah dari tuan ratu Yola(mama) jika terus di langkahi oleh adik sepupu sendiri dalam menikah...Dulu Bintang dan sekarang aku pun akan di langkahi Si brownies."" Lirih Nata terlihat menggelikan di mata Ibell.

__ADS_1


""Makanya, Jadi Bos tuh taubat melakukan maksiat kelakuan kok Mesum melulu...apa tuh julukannya ? mm... Casablanca eh Cassanova ! ya itu !"" Sindir keras Ibell. Nata melengos.


Kembali ke pemeran utama..


""Permisi.!""Mentari melangkah kesamping untuk membuang jarak dari tubuh Biru. Dan sebenarnya, Mentari ingin ber-argument protes tapi pasti akan panjang lebar, ia di sini di gaji untuk bekerja dan bukan untuk meladeni mantan bosnya dalam hal pribadi.


""Tunggu dulu !"" Tahan Biru memasang tubuhnya untuk menghadang langkah Mentari untuk pergi.


Bu Bina yang melihat seperti ada masalah untuk Mentari, Menghampiri.


""Mentari sayang, kenapa masih di sini, sana jemput tamu terakhir kita. takut Keluarga besar pak Arkan yakni keluarga Batara sudah sampai di lobby Nak ! Dan apakah Tuan muda Sunjaya perlu sesuatu dalam hal berbau Catering, saya akan membantu Anda."" Seru Bu Bina menyela.


""Selamat malam dan selamat dat-----!""


Deg...


Saat menyapa tamu terakhir, Mentari membatu, mulutnya tiba tiba keluh, nafasnya memburu dengan jantung seakan mau copot dari tempatnya. Saat Tamu terakhir berada di depannya. Salah satu dari gerombolan ini ada rupa Amang-nya. Amang-nya kembali, Amang-nya masihlah hidup, walaupun sudah beberapa tahun tidak bertemu tapi otak polos lempeng pintar di atas rata-rata ini masih mengingat wajah berahang tegas. Hidung itu, ujung Hidung itu yang selalu ia ciumi hangat, di tarik paksa dan di pencet sampai Amang-nya minta ampun jika sedang bercanda di waktu masih Bocah. Mata dan alis itu juga persis semuanya milik Amang-nya. Apa kah orang itu Amang-nya, Radja Batara ? Tapi kenapa Amang-nya menggandeng perempuan lain dan yang mereka ke bumikan siapa ?

__ADS_1


""Nona manis ? Hey kenapa melamun ? ini undangan kami ?"" Radja Batara pemilik perusahaan Garmen sekaligus Rektor di universitas tempat Mentari beradu ilmu, menyodorkan undangan ke Mentari, tapi gadis itu masih dalam keadaan terkejut hebat.


Saking rindunya ke Amang nya, Mentari egois dan tak tahu malu menganggap Ciplakan rupa Amang-nya ini sebagai orang tuanya, padahal ia paham betul.... tujuh tahun yang lalu, ia melihat tubuh orang tuanya bertarung nyawa melawan sakit di dalam rumahnya sendiri tanpa ada bantuan medis karena mereka hidup bahagia kasih sayang namun miskin ekonomi.


""Amang !"" Tangan Mentari masih bergetar mengudara mencoba ingin meraih ujung hidung yang selalu ia lakukan dulu.


Pak Radja terkejut heran dengan gadis manis ini, mendapat sentuhan kurang ajar di hidungnya. dan lebih lancangnya lagi... Gadis ini berhamburan ke dalam pelukannya di depan kedua anak kembarnya Gama dan Gemi, di depan istri dan di depan kedua orangtuanya pula. Masalah Lagi.


Tapi ada rasa aneh yang pak Radja terima dari pelukan erat Gadis ini, Sebagai laki laki normal pasti darah birahinya akan naik jika mendapat pelukan dari wanita lain, tapi ini berbeda, pelukan Gadis ini sama rasanya seakan menerima pelukan Gemi anak kembarnya yang gadis pula.


""Amang, Tari merindukan mu !"" Mentari masih tak sadar sudah ada macan betina sumatera yang sudah memerah ingin memangsa. gadis itu masih setia dalam pelukan Pak Radja, Tapi Pak Radja masih sadar dengan sekitar, Setelah mengelus punggung Mentari, Dengan tak rela, Pak Radja melepaskan pelukan itu, Tapi sungguh...ia tidak asing dengan sentuhan Gadis ini, Sentuhannya bukan berasa hormon yang berbau mes*m tapi seakan akan mirip berpelukan dengan adiknya... lebih tepatnya, adik kembar identiknya yang ia rindukan selama bertahun-tahun lamanya yang pergi di telan entah kemana setelah di usir karena perseteruan Keluarga di kala itu. Dirinya dan Dewa benar benar mirip jika Dewa tidak tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya seperti milik pipi Mentari maka orang orang akan terkecoh seratus persen.


Dari arah jalan toilet, Titan melihat kelakuan murahan Mentari, Bisa bisanya memeluk laki laki yang pantas untuk menjadi Bapaknya, dan lebih parahnya...memeluk suami orang di depan istrinya. Penggoda ulung bersampul naif dan lugu. Apa gadis berperilaku seperti itu yang di inginkan anaknya menjadi istrinya kelak dan apa kelakuan begini pula yang di inginkan Vane-istrinya sebagai menantu manis yang bertopeng naif. Tentu Titan tidak akan Sudi menerima kelakuan Mentari yang seperti itu.


Dan di sisi lain, Arkan pun melihat semuanya.... Tulang-nya dan Mentari...Oh, Gila ! Damn it...


Plak...

__ADS_1


***Tinggal kan Jejak dukungan....


Vote, Komen, Like dan Bunga bunga 🌹😘***


__ADS_2