RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 177


__ADS_3

""MUSUH DI LARANG MASUK !!!""


Sontak Senja, Langit juga Sadewa menoleh ke pelataran pekarangan saat mendengar peringatan keras itu.


Arkanas juga Gemi pelakunya yang baru saja turun dari mobil, berjalan menghampiri kelompok Senja yang masih di ambang pintu.


Sadewa menyeringai tipis melihat wajah Mantan galaknya dan juga rivalnya.


""Musuh ? siapa Kan, Gem ?"" Bingung Senja.


""Hahaha, Kaka Cantik ! Mereka hanya bercanda, Iya kan Arkan, Gemi sayaaaang"" Dengan tengil, Sadewa berbisik di telinga Gemi di akhir kalimatnya. Gemi hanya datar.


Senja dan Langit hanya menggeleng, Sepasang suami isteri itu pun masuk kedalam rumah mengekori Arkan yang malas meladeni Sadewa, Ia masih kesal ke adik iparnya Senja. Kalau tidak melihat sisi dari Senja, mungkin perdebatan adu jotos pun akan terjadi, mengingat adiknya yang sekarang di luar negeri dan juga Gemi pernah menjadi bagian permainan selir hati si manusia bunglon Sadewa.


""Gem !"" Tahan Sadewa di tangan Gemi agar gadis itu jangan masuk dulu.


""Lepas ! atau...?""


""Atau apa eum ? nambah hari buah mu nambah gede saja sayang ! Bagaimana kalau kita menjalin Friends With Benefits !"" Tawar Sadewa Ambigu.


Gemi menyunggingkan smirk devilnya, Ini sebiji manusia seharusnya punah saja. Batinnya. Apa yang Sadewa tawarkan ? FWB ? Cih... emangnya ia Gadis apa yang mau mau saja di sentuh seluruh tubuhnya tanpa ada komitmen, Emang ia pernah menjadi bagian mantan dari Sebiji manusia kadal buntung ini, Tapi ogah lagi ia masuk ke lubang hidung buaya seperti sadewoooot ini.


"" His chastite will be guarded until death !""


Bugh...Duagh...Braaakk.


Jab dari Muay Thai yang cepat dan tak terbaca dari gerakan Gemi mengenai hidung Sadewa, Gerakan Kick pun melayang di perut Sadewa sampai mundur terjatuh mengenai guci besar milik Risma. Keributan pecahan itu mengundang kuping dari dalam rumah.


""Hais, Galak benar Lo, Gem ! Seram...yang ada pacar atau suami Lo nanti akan kabur kalau Lo kagak ada lembut lembutnya."" Sadewa masih saja menggoda, mengusap pelan hidungnya yang mengeluarkan darah. ""Tapi Gue suka, pasti akan terkesan hot saat waktu MP, Hahaha !"" Godanya kembali, Ia suka dengan mantannya yang galak ini, cuma ya itu...Gemi tak pernah memberi kesempatan yang namanya penghianat juga pecundang seperti dirinya.


"" Si anying, Masih bisa Lo berkoar setelah kena pukulan dari gue, Tapi sebentar lagi ni ya...Lo bakalan mingkem setelah Oma Risma keluar !"" Gemi tahu, kalau guci yang pecah sekarang ini adalah guci mahal kesayangan Risma.

__ADS_1


Dan Sadewa baru sadar, ia jatuh memecahkan Guci.


""Ada apa ini rib----astaga, Guci Oma !"" Risma terkesiap, melotot horor ke Gemi, tapi Gemi langsung lempar batu sembunyi tangan ke Sadewa.


""Dia pelakunya Oma, Dia bilang akan menggantinya tiga guci sekaligus. Iya kan Sadewa, hahaha !"" Gemi terbahak, meninggalkan Sadewa yang mendilik pucat ke arahnya.


""Sadewaaaa ! Oma hanya butuh satu Guci tapi persis seperti ini ya...Ini itu guci khusus yang Oma desain sendiri, Harganya selangit ! Sini kamu Oma hukum, Kamu itu nakal sekali... giliran datang setelah menghilang lama eh..tau taunya datang ke rumah Oma malah bikin kegaduhan !""


"Ampun Oma cantik, Ampun ! Ishh..!""


""Tidak ada ampun ampunan !""


Di balik pintu, Gemi semakin terbahak melihat Omanya menjewer keras telinga Sadewa.


...*****...


Hari berganti hari, bulan pun terganti bulan. Rumah tangga Mentari dan Senja semakin hangat, Bukan berarti di hari yang lalu tidak ada kerikil demi kerikil yang datang, Pasti setiap rumah tangga ada saja godaan dan masalahnya sendiri, Tapi tergantung mereka saja yang menyelesaikannya bagaimana dan menyikapinya bagaimana pun.


Kedua adik kaka yang perutnya semakin terlihat besar Yakni Mentari dan Senja sedang berbelanja untuk keperluan kehamilannya bersama. setelah pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Sehat dan tidak ada yang perlu di khawatir kan kandungan mereka ! Kata Dr Anita.


""Mendung Astaga ! Sana keluar...aku mau mencoba baju hamil ini !""


Senja mendengus kesal, Ini si Langit mendung mau apa coba ikutan masuk ?


""Ganti saja ! Sekalian aku bantu, Siapa tahu kan kamu kesusahan memasang kancingnya, atau Zippernya mungkin !"" Langit tersenyum nakal, menggoda istrinya yang semakin menampakkan aura positif kehamilannya.


""Hahaha, Jangan mau di modusin Senja ! Itu mah akal akalan busuk doang !""


Biru berteriak dari fitting room sebelah, Ia geli mendengar Langit di usir oleh Senja. Seraya menjahili Langit, Tangan dan matanya pun nakal melihat keseksian istrinya yang santai saja mengganti baju di hadapannya. Tangannya Sekarang membantu menutup Zipper bagian depan dada Mentari. ""Jangan nakal, Hulk !"" Bisik Mentari agar mulut nya tidak menjahili Langit dan Senja. Dan tangan nakal si Sagara ini pun berangsur memegang sumber kehidupan bayi bayinya nanti.


""Diam Lo Bi !"" Sarkas Langit menjawab Biru. Biru tersenyum geli mendengarnya. ""Jangan dengerin sayang ! Ayo cepetan di coba bajunya, kita masih banyak kebutuhan yang segera di beli. Aku tidak mau keluar, Nanti kalau kamu melahirkan di sini, bagaimana coba ?"" Kelitnya, Senja sangat susah di modusin.

__ADS_1


""Ya ampun ! Keluar tidak ?"" Senja memberi tatapan tajamnya. Langit keras kepala menolak. Ia malah mengecup mesra pipi Senja.


""Yaaaak !"" Protes Senja terpekik.


""Kenapa Daeng !"" Mentari jadi parno Mendengar teriakan kakanya. mau lahiran kah ?


""Tidak ? Hanya Ada semut yang menggerayangi pipi ku !""


""Hahahaha, Semutnya ya Langit !"" Biru semakin menjadi.


""Tahu saja Bi, Eh Bi... Mentari sudah selesai belum...Kalian pergi saja duluan, Senja katanya akan menginap di sini !"" Langit terlihat gemas untuk tidak mengoda Senja yang sudah memerah malu.


Hmm...Baiklah..Lo jual gue beli mendung.


""Tari, Biru, Ya..Kalian kalau sudah selesai maka duluan saja, Aku masih lama ! Ini ini belum aku cobain !"" Tangan Senja meraba raba dada Langit berangsur turun ke perut sixpack suaminya. Langit Merinding seketika, jangan sampai termakan godaan sendiri..Shi* ini tempat umum.. mungkin di luar fitting room ada orang yang mengantri, masa iya harus menahan ketegangan di bawah sana.


""Baikla----!""


""Kami akan menunggu !"" Tolak Biru tersenyum geli, Otaknya berkata lain dengan ucapan Senja yang katanya ini ini dan ini. Tadi kan Senja hanya membawa satu baju untuk di coba. Apa tuh maksudnya ini ini ini ?


""Bagaimana Mendung, apa mau lebih di sini eum ? Ayo buruan ! Aku tidak kuat ini !""


Dalam hati Senja, sudah terbahak.. melihat wajah Langit yang sudah sayu menahan tegang di bawah sana. Tangannya pun masih nakal merab* rab* dada Langit.


""Senj---- Mmmmppp !"" Senja Semakin membeli kenakalan suaminya, Ia membekap halus mulut Langit dengan bibirnya.


""Haloha...Kami duluan Langit, Kaka ipar...Di luar ngantri lho, Nyobain ini ini dan ini nya jangan lama-lama. Masih ada tempat yang lebih nyaman. !!!""


Teriakan Biru tak ada jawaban, Ia tersenyum geli... ternyata pradugaannya benar ! Sepasang suami istri itu sedang mencoba ini ini dan ini di fitting room.


Sementara Mentari no komen apapun. Karep mu mbok !!! Cueknya. Di pikiran Mentari saat ini...Lapar dan lapar lagi...ia pun menggeret Suaminya untuk pergi dari fitting room.

__ADS_1


Belitan demi belitan yang Semakin panas pun, berakhir sudah setelah mendapat ketukan pintu dari luar. Senja tersenyum mengejek ke suaminya, Sang Suami belum puas rupanya.


Dan si pengetuk pengganggu itu adalah Biru yang jahil pakai banget. Setelah mengetuk ia pun Pergi melangkah mengejar langkah Mentari.


__ADS_2