RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 90


__ADS_3

Biru berlarian masuk menelusuri koridor bandara, berharap agar bisa bertemu Mentari, Tapi bukannya bertemu, ia malah tersandung sepatunya sendiri hingga menubruk punggung seseorang.


""Hati hati dong !"" Marah laki laki yang di tabraknya.


""Maaf !"" Ujar Biru dan berlalu pergi, waktunya di sayangkan kalau meladeni orang lain. Ia pun menghampiri Ground staff bandara.


""Penerbangan ke Makassar, Tolong di cek akan lepas landas jam berapa ?"" Tanya Biru ke Ground staff.


"" Sudah dari tadi, pak !"" Sahutnya sopan. Biru reflek menggeprak meja, kesal. Sang Ground mengelus dada, kaget.


"" Cek nama Mentari Putri Batara, apakah ada ?"" Biru masih saja tak percaya, kalau Mentari sudah pergi.


Dengan tangan lincah di atas keyboard, Sang Ground memulai mengetik nama tersebut di pencarian khusus penerbangan ke kota tujuan yang di minta oleh sang penanya.


""Ada, pak ! Nama yang anda sebutkan, memang penumpang kami, apa ada lagi yang anda ingin tanyakan ?.""


"" Pesan satu tiket dengan tujuan yang sama, seperti tadi, Sekarang juga ! "" Biru berniat menyusul Mentari.


Sang petugas, garuk tengkuk. Lo pikir pesawat pribadi Lo apa ? Ada jadwalnya... woy !


""Maaf pak, penerbangan ke tujuan tersebut, di jam saat ini tidak tersedia, kalau mau ? di penerbangan ke tiga yakni di jam sepuluh malam.""


Damn it. Biru mengumpat kasar, mendengar ucapan sang Ground... Double Damn, setelah mendapat telpon dari kantor tetiba, Titan-Papanya sedang berada di kantor cabang dengan keadaan sedang marah marah sebab ia tadinya meninggalkan Meeting penting bersama klien pentingnya dan berakhir merugi. Cintanya ke Mentari sudah benar benar membuat logikanya hilang. Sampai ia dengan rela mengalami kerugian yang menerpa perusahaannya.


Maaf Petite, Hari ini saya tidak bisa menyusul mu, sayang !


...****...


Di kediaman Batara, Radja dan Tegar memasuki inti rumah bersamaan, dengan Radja sudah memberi kabar ke semua keluarga untuk berkumpul di rumah, khususnya Gema dan Gemi sebagai anaknya.


""Ada apa sih Bang, kita di suruh ngumpul kayak gini di siang hari ? kita pada sibuk lho Bang, banyak kerjaan yang menunggu !"" Bingung Tegar. Bima, Risma dan beserta Gema Gemi juga Arkan pun sudah berkumpul di ruang keluarga dengan raut wajah bingung, apalagi saat melihat kilatan mata Radja, seperti sedang marah.


"" Nanti kalian juga tahu ! dan kau Gemi ! Panggil mama kau itu !""

__ADS_1


Gemi langsung pergi menyusul mamanya, Tak berani untuk bertanya... Kenapa ?


Menunggu lima menit, Raisa pun turun dari lantai atas dengan santai seakan tidak punya beban dan dosa.


""Ada apa ini ? pada kumpul ? apakah ada aca----?""


Plaaak...


""Radja / Abang/ Papa."" Kompak mereka berteriak kecuali Arkan yang sudah tahu apa penyebabnya.


""Abang, apa apaan kau ini Bang, Kasar sekali ! apa salah ku.?"" Raisa menangis, Gema sebagai anak laki lakinya mendekap mamanya.


""Kasar kau kata ? Lihat lah Video ini, siapa sebenarnya yang kasar bertopeng baik..hah ? Lihatlah. kau menyakiti Mentari !" Kesal Radja, memamerkan layar pipihnya. Raisa tersentak...di dalam hatinya mengumpati kebodohannya yang tidak membereskan CCTV dulu sebelum cabut dari resto.


Gema melepaskan pelukannya dari Raisa, mengambil Hp Papanya dan mencerna isinya, Semuanya ikut melihat kecuali Arkan dan Radja yang sudah tahu.


Raisa memucat , Mata orang orang pada menatap tajam ke arahnya, anak kembarnya pun seakan terlihat Kecewa.


""Diam kau Raisa !"" Sentak Bima marah, cucunya di perlakukan tak baik oleh Raisa, apalagi mendengar ancaman Raisa yang ingin menghancurkan hidup Cucu sulungnya yang belum sempat dia lihat rupanya seperti apakah wanita yang bernama Senja itu ?


Plak...


Tampran kembali menekan pipi Raisa dari tangan Risma.


Tidak ada pembelaan lagi dari anak kembarnya pun untuk Raisa, padahal wanita itu sudah menangis meraung dengan pipi di pegangnya.


""Apa yang kau inginkan sebenarnya hah ? kenapa kau mengusik Mentari ? Apa salahnya ke kau ini ?"" Radja tak habis pikir.


""Karena kehadiran dia mengingatkan kesalahan Dewa terhadap ku, Aku benci dengan wanita yang sudah merebut Dewa dariku di kala itu, makanya aku ingin membalasnya ke Mentari dan kalian juga... kenapa kalian ingin memberi kan separuh saham RD Batara ke anak buangan itu.""


Penjelasan Raisa malah membuat orang orang tersulut api kemarahan, apalagi Radja sebagai suaminya, Seolah olah dirinya tak di anggap oleh Raisa yang selalu mendamba Dewa-adik kembarnya. Bima pun nampak kecewa dengan mantu yang di anggapnya sempurna ini, Dia salah besar, penyesalan kembali menggorogoti tulang rentanya ke Dewa sekaligus Ke Radja. Ini semua salahnya anak kembarnya hancur karena keegoisannya... pikir Bima dalam hati.


Radja yang sudah di injak injak harga dirinya secara tidak langsung, mencoba menahan emosinya agar tangannya tidak kembali menyentuh kulit Raisa secara kasar.

__ADS_1


Seorang laki laki apalagi seorang suami, pasti tidak akan tahan jika isterinya sebenarnya masih menaruh hati ke orang lain, apalagi orang itu bukan orang lain melainkan ke adik sendiri. Radja di sini juga tadinya korban dari perginya Dewa di kala itu, Tapi dengan lapang dada, ia berusaha sepenuhnya untuk menerima kenyataan, dan menerima Raisa sebagai istrinya. Tapi istrinya kadang kala salah menyebutnya Nama dari Radja ke Dewa, Mentang mentang mereka mirip. tapi dengan logika....Radja berpikir kalau Raisa hanya reflek biasa menganggapnya Dewa. Kadang kala pun saat bercinta Raisa sering keceplosan menyapa dengan nama Dewa. Pasti sakit lah dirinya yang tak di anggap. Tapi dengan adanya perselisihan ini, Mata Radja Terbuka lebar....kalau Raisa memang masih mencintai adiknya, Bukan dirinya.


"" Gema, Gemi...Kalian sudah dewasa kan sayang ! papa akan menceritakan asal mula mama dan papa bersatu."" Ucap Radja penuh maksud, Ia ingin menceraikan Raisa di hadapan anak anaknya, Tapi sebelum itu, Ia harus menceritakan semuanya dari awal agar anak anaknya berpikir secara terbuka...pantaskah papanya menceraikan mamanya itu ? ia tidak mau di anggap terlalu membela Mentari yang hanya karena hal video itu sampai mamanya di ceraikan.


Gema dan Gemi mengangguk, Raisa menagkap hal yang tidak baik akan ucapan penuh maksud dari Radja.


""Jangan mengungkit masalah lalu ke hadapan anak anak, Bang !"" Cegah Raisa tak tahu diri, padahal ia sendiri yang awalnya mengungkit masa lalu. Radja tak menghiraukan Raisa, ia pun memulai menjelaskan semuanya ke Gema dan Gemi, Arkan pun yang tidak tahu menjadi antusias mendengarkannya.


Radja membuang nafas beratnya, Setelah menjelaskan panjang lebar kronologi rumah tangganya tak terkecuali sampai ke mulut Raisa yang selalu menganggapnya Dewa pun di ceritakan ke anak kembarnya.


""Apa kalian akan marah ke papa kalau papamu ini menjatuhkan talak ke mama kalian ?"" Tanya Radja meminta restu ke anak kembarnya, Begitulah sifat asli Radja....Hati hati setiap mengambil keputusan besar.


""Apa apaan kau ini Bang Radja ?"" Raisa mengerang keras, ia tidak terima akan keputusan Radja. Seperti apa hidupnya kelak tanpa adanya harta Batara di tangan... Hatinya busuk !


Radja menulikan telinganya, Bima dan lainnya pun terserah Radja saja.


""Terserah papa ! Gema mengerti hati terluka papa !"" Ucap Gema di angguki Gemi.


Tanpa embel-embel lagi, Radja langsung menjatuhkan talaknya ke Raisa dengan lantang dan lapang dada.


Raisa meraung raung, Di dalam hatinya sudah menjerit akan hidupnya ke depan, namun hatinya juga masih menyalahkan Mentari... gara gara Gadis itu, musibah besar menjamahnya.


""Bagus ! Biar lengkap penyesalan mu saya membawakan lagu pengantarnya."" Biru yang mendengar dari ruangan penyekat Menyeringai lebar. ia datang dengan polisi di belakangnya. Raisa membelalak, Batara family's pun tersentak kaget.


""Hendak apa kau ini ?"" hardik Raisa.


""Hendak memenjarakan mu mantan nyonya Batara atas penganiayaan dan pengancaman terhadap kekasih saya. Tangkap dia pak !""


Polisi pun dengan nurut menangkap Raisa, Bima terduduk lemas di sofa tak mau lagi membela kesalahan, biarkan saja Raisa tobat dalam hukumannya. Gemi menangis pilu di dalam dekapan Gema.. walaupun jahat, Tapi Raisa adalah Surga Mereka, sebagai anak baik, Si kembar hanya mendoakan terbaik untuk mamanya.


Biru memutuskan untuk menghukum Raisa dengan penjara negara saja, dengan itu ia tidak melanggar janjinya ke Mentari yang tidak boleh menyakiti satu pun pihak yang menyangkut nama Batara...memang baik kekasihnya itu, di lukai pun tapi hati polosnya tak pernah dendam.


Jejak penyemangat šŸ¤©šŸ˜šŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2