RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 222


__ADS_3

Seperti Biasa, Mentari selalu ke kantor Biru di siang hari dengan rantang stainless tiga susun di tangan, Buat apa rantang stainless itu....Ya buat wadah makanan lah... Pakai nanya lagi.


"" Siang Bu !""


"" Siang Bu !""


"" Selamat siang, ibu Mentari !!!""


Sapaan sopan yang terdengar di telinga Mentari di sela langkahnya dari para karyawan Biru, terdengar bergantian dengan senyum ramahnya. Ck, Dulu aja salah satu dari mereka ada yang pernah mencemoohnya sewaktu ia menjadi asisten suaminya. Tapi... yasudah lah ya... Mentari wonge bukan pendendam lho ya, jadi ia tak mempermasalahkan itu lagi.


""Siang juga ! Uda pada makan siang belum ? yang belum, di lobby depan sudah ada nasi kotak yang aku pesankan untuk kalian semua. ada OB yang akan membagikannya ke table masing-masing..""


""Terima kasih ibu, anda terbaik !""


Ceplos dari salah satu mereka, Mentari hanya tersenyum di puji...Dan kembali melangkah di mana Lift berada untuk mengantarkan dirinya ke lantai di mana ruangan Biru berada.


Ceklek...


""Hul---Kok kosong ?"" Bingungnya, kata Dito di luar ruangan, Suaminya ada di dalam sini, Tapi hanya benda mati yang menyambut dirinya.


""Petite !""


""Aaahrg !""


Mentari terkesiap, Tetiba dari belakang uda ada tangan nakal yang memeluk pinggangnya. rupanya, Suaminya ini iseng, bersembunyi di belakang pintu ketika ia masuk.


""Astaga Hulk, kamu jahil benar ya ! Kalau aku jantungan bagaimana eum ?"" Kesal Mentari memukul lembut tangan Biru yang masih mendekapnya dari belakang. ""Terus kalau kotak makanannya Jatuh bagaimana ? kamu mau makan pakai apa ?"" Lanjutnya seraya menengok ke bahu kanannya yang di mana ada dagu Biru yang bertengger di sana.


"Makan kamu !"" Kecup Biru di pipi kanan Mentari. ""Sini.""


Biru melepaskan rangkulannya di perut itu, menarik Mentari ke arah meja kebesarannya. Ia pun duduk di kursinya dan langsung menarik tubuh Petitenya untuk duduk menyamping di pahanya.


""Kamu pintar Petite dengan tidak membawa Triplets."" Kodenya keras dengan alis itu naik turun menggoda.


"" Ck, Jangan nakal Hulk, Saat ini mengisi energi penting terlebih dahulu dari pada pikiran liar mu itu.""

__ADS_1


Mentari tahu kode Suaminya yang nafs* nya sangat gila. Bagaimana tidak gila, di kantor begini pun ia di ajak main.


""Setelah makan, Ok !"" Rayunya kembali.


Mentari hanya diam pasrah, di tolak dosa...di tolak kasar percuma juga karena Biru selalu bermain dengan lembut dan mau tak mau tubuhnya merespon baik.


Tanpa turun dari pangkuan Biru yang sebenarnya di tahan pergerakannya, Mentari pun dengan pergerakan terbatas menyiapkan makanan siang untuk Biru.


""Makan lah, dan biarkan aku turun !"" Pinta Mentari.


""Kita makan bersama ! dan aku yang akan menyuapi mu. Kamu kan masak capek capek penuh rasa sayang, jadi biarkan aku yang menyuapi mu dengan rasa sayang pun. aaaa, Buka mulut mu sayang !""


Sebelum membuka mulutnya, Mentari tersenyum manis, menjawil hidung itu dengan rasa gemas, Suaminya ini tak pernah berubah dari pacaran sampai punya anak pun masih sangat manis


...*****...


Di perjalanan pulang sehabis nguli di luar kota, Jum tertidur di atas kabin belakang yang di sebelahnya ada Gema yang duduk anteng sesekali memperhatikan jalanan di malam hari.


Sang sopir khusus perusahaan hanya bisa mingkem tak berani mengajak ngobrol big boss-nya yang terkenal irit bicara, kaku, datar dan dingin.


Drrrr....Drrrr...


""Jum ! Jum !""


Dua kali Gema bersuara untuk membangun Jum dengan suara lirih tepat di telinga Jum yang terhalang oleh Long curly hair pekat Jum.


Eeeeits, Bukannya terbangun, Jum tanpa sadar malah kepala itu menyender di bahu kekar Gema.


Kasihan juga dalam posisi tidur yang tidak nyaman seperti ini. Batinnya... Walaupun di luar sampul Gema terkesan misterius nan dingin, aslinya di dalam sana mempunyai hati Lembut jika di hadapkan orang yang tepat seperti woman satu ini yang sudah berhasil mencuri hatinya dan tanpa memiliki pun woman ini sudah berhasil juga meremuk hatinya, Tapi Gema tidak menangis atau pun dendam kok, Orang berhak memilih pasangan yang terbaiknya bukan, Jadi ia mengerti dan tak mau memaksakan kehendak atau hati seseorang untuk mencintainya balik. Jika boleh nyanyi sih Gema akan bernyanyi dengan judul Aku bukan jodohnya.


""Perjalanan kira kira berapa lama lagi pak ?!"" Tanya Gema ke sang sopir. Ia kasihan melihat Jum tidur dengan posisi salah seperti ini.


""Tiga Jam, kurang lebih segitu pak ? apa pak Gema butuh sesuatu ?"" Sang sopir menyahut sopan.


" Carikan hotel !"" Singkat Gema, lebih di kata irit !!!!

__ADS_1


Sang sopir hanya manggut-manggut takzim saja, Tapi jujur... Sang sopir kini berfantasi liar...Yakni, apakah pak Bos bersama Sekretarisnya ada affair Sehingga memilih singgah di hotel untuk ehem eheem. Bodo lah, yang penting di gaji dan bekerja dengan benar saja, itulah tugasnya tak boleh kepo akan urusan seseorang apalagi hubungan bosnya sendiri.


...****...


Senja masih saja bekarja di depan layar bening lebarnya di atas mejanya dengan tangan lentik itu bermain zig zag lincah di atas keyboardnya.


Sementara Langit pun masih dalam posisi yang sama, yaitu bekerja... bedanya ia berada di dalam Club, bukan untuk berbuat nakal, Tapi demi membuat klien klien besarnya dari luar negeri itu puas, yang malam ini hari terakhir mereka berada di pertiwinya. Langit hanya menemani mereka sebagai tuan rumah yang baik dengan satu atau dua Vodka di sesapnya tidak seperti klien kliennya yang menggait wanita penghibur di samping mereka masing masing.


Shiiiitt, Umpatnya....Ia begitu tersiksa di tempat ini, para kliennya pada tidak tahu tempat melakukan pemanasan di tempat umum di hadapannya, ia laki laki normal, melihat itu membuat di dalam celananya menjadi sesak. Dan sekarang otaknya teralih penuh ke satu nama, SENJA.


""Langit ?"" Gumam seorang wanita seksi nan cantik dari kejauhan yang tak lain adalah salah satu mantan Langit.


Dari arah lain pun ada wanita cantik yang memperhatikan Langit sedari tadi, Senyum licik pun terlukis di bibirnya.


"" Excuseme, for your convenience i will reserve a room for all of you.""


Sang Klien, tersadar dari aksi pemanasannya, Mereka mengangguk cepat atas tawaran Langit yang akan memesankan kamar untuk mereka.


""Ok, Wait a second !!!""


Langit, dalam hatinya bersorak ria, sebentar lagi ia akan bebas dari mereka dan cepat cepat akan menemui Senja, Ia pun beranjak, memesankan kamar untuk para bule bule ini. Langit hanya mengumpati Satria pun hari ini, Sebagai asisten bisa bisanya orang itu tidak menemaninya karena beralasan Satria ada Janji dengan Jum malam ini.


Akhirnya.... Leganya, urusan orang orang bule ini sudah kelar... Waktunya pulang, Senjaaaa... I am coming.


Bugh...


Sang mantan yang sedari tadi memperhatikan Langit, mencoba modus modus busuk, Wanita berpakaian minim ini sengaja menabrakkan tubuhnya di dada keras Langit yang akan pergi, tangan nakal itu pun sengaja Ceeettttt asyieeek menekan daging ber- urat Langit yang sedari tadi meminta Senja.


""Damn, apa yang kamu lakukan !!!"" Kesal Langit mendorong wanita ini agar menjauh dari inci kulitnya, walaupun ia tahu yang di semprotnya itu adalah salah satu mantan yang pernah di ajak Hon hon, ia tak perduli sudah memarahinya.


""Ah, maaf !!! aku tidak sengaja...Apa kamu masih ingat aku.. Sayang ?"" Santai si minim dengan rayu suara sensualnya.


Cekrek cekrek Cekrek


Keberuntungan ? Yaaappp, Satu wanita yang tadi Tersenyum licik, semakin melebar saja senyum licik itu, tanpa capek capek membayar wanita lain untuk mencoba mendekati Langit, Ia sudah mendapatkan apa yang di inginkan.... Cekrek cekrek alias foto untuk membuat Senja panas dingin.

__ADS_1


Ini pembalasan di pipi gue yang beberapa tahun belum sempat gue bayar, Senja ! Liciknya menyeringai.


""MINGGIR !"" Setelah membentak sang Mantan, Langit pun beranjak pergi secepat mungkin....Raga dan Jiwanya sekarang milik Senja semua, ia sudah tobat dari masa lalunya, jadi sampai kapan pun, Selama ia punya Senja...ia tidak akan kembali ke masa lalunya yang becat itu.


__ADS_2