
Bintang menatap galak ke arah Suaminya-Dirgan. saat mencerna kata kata Biru yang katanya Dirgan minta poligami ? Langkahi dulu mayat gue, Mata bohay ! Galaknya, arti dari tatapan ancaman itu.
""Tidak seperti itu, Baby ! kamu tahu, babang ini selalu Tresno Karo Kowe "" Dirgan seakan tahu arti dari tatapan nyalang dari Bintang-istrinya, Cepat cepat ia merayu mesra Bintang dengan rangkulan posesif di area pinggang Bintang. Jangan sampai di tendang tidur ke kamar Dibi.
Biru tersenyum jumawa... Makanya ! Jangan menggoda ku.
""Eum, Tidak seperti itu mbak Bintang !"" Mentari yang dengar bisikan Dirgan ke Biru, Menyela membela Dirgan dengan lempeng kejujurannya.
Biru terkikik dengan panggilan Mentari ke Bintang dengan sebutan mbak... Mbak galak ! Cibirnya dalam hati.
""Panggil saya Kaka, Sayang. jangan Mbak ! pasti di antara orang ini ada yang mengumpati saya ketika tadi kamu manggil seperti itu."" Sekarang tatapan nyalang Bintang tertuju ke Biru. Biru mengulum senyumnya, ia pun takut dengan kegalakan sepupunya ini sejak dari kecil, alias takut dengan rasa hormatnya sebagai Kaka sepupu. ""Tidak seperti itu ? Apa ?"" tanya ulang Bintang terhadap pembelaan Mentari ke Dirgan.
""Kata pak Dirgan----""
""Hahahaha, Lo uda bapak bapak Dir, Sudah tuir.."" Ledek Biru tertawa lebar menjeda ucapan Mentari.
""Diam !"" Ketus Dirgan dengan Sumpel sapu tangan ke mulut Biru. Ia penasaran dengan pembelaan dari Mentari... Asyik pasti gue selamat dari kegalakan istri gue ! Harapnya dari pembelaan Mentari.
""Hais, Sapu tangan Lo, Gila...bekas keringat ya !"" Jijik Biru melempar asal asalan sapu tangan Dirgan hingga jatuh ke atas pemanggangan daging.
""Bukan, tapi bekas ketek Gue !"" Asal Dirgan tergelak. Entah Dirgan dan Biru sudah tidak ada kata sopan yang keluar.. sampai kata Lo Gue jadi konsumsi mereka, Tapi aslinya dari dalam lubuk hati mereka saling menyayangi satu sama lain walau sering adu peralotan, Dan hubungan tanpa ada canda pasti akan hambar bukan ? Bagai sayur tanpa kuah eh Garam.
""Hust, Jangan ada yang berbicara lagi kecuali Mentari !""
Seketika semburan Biru yang akan keluar menyemprot Dirgan masalah sapu tangan tertelan sudah ke pital suaranya.
__ADS_1
""Pak Dir...""
""Panggil Kaka !"" Potong protes Dirgan. Mentari mengangguk.
""Kak Dirgan tidak bertutur ingin berpoligami kak Bin----!""
""Tuh kan ! apa saya bilang Cintaku !""Senang Dirgan dengan pembelaan Mentari. Biru hanya bernafas kasar, Si Petite terlalu jujur.
""...Tapi, kata kak Dirgan... Beliau mau menjadi guru profesional dengan metode cara berciuman. Apakah ada pembelajaran seperti itu ? Saya mah ogah masuk ke fakultas tersebut, pasti teorinya sedikit, melainkan prakteknya mungkin yang banyak. Iiihhh.."" Polos lempeng ini sedang terngiang dengan ciuman Biru yang selalu membuat nafasnya tercekat dan Bibirnya terasa kebas membengkak.
Biru terpingkal geli yang tadinya kesal karena Mentari Sebelumnya membela Dirgan.
""Oh, Begitukah ?"" Seringai galak Bintang ke suaminya, Berniat membully Biru dengan Godaan namun kini ia berpura-pura kesal ke Suaminya. Bintang tahu, walaupun Dirgan berbicara tersebut tapi itu hanyalah godaan semata-mata ke Biru. Dirgan sangat lah mencintainya tak usah di ragukan lagi.
Dirgan yang tadinya melambung ke angkasa mendapat pembelaan dari Mentari langsung terjun bebas jatuh ke dasar bumi di lapisan ke tujuh, terhempas Lemas ! Puasa lah aku malam ini !
Astaga, mulut kekasih Biru ini, jujur Jujur membawa petaka, Polos amat deh ah...Ampun saya. Batin Dirgan.
""Eum, betul kak ! Saya dengarnya begitu !"" Mentari yang menjawab jujur polos. benar benar membuat Dirgan mendengus Kesal dalam hati. Kapok ah, menggoda orang lempeng jujur.
Bintang sendiri menahan geli di perutnya, Gadis polos ternyata, pantas saja Biru klepek klepek, masih bersih sih. "" Begitu kah, Honey..Saya bertanya ke kamu lho ?"" Goda Bintang masih On.
""Iya Dibi ! Daddy's Coming !"" Kabur Dirgan ke arah kolam renang yang empat meter dari tempatnya berdiri, padahal Dibi-anaknya tidak memanggilnya. Dari pada harus puasa malam ini karena meladeni dou wanita yang berbeda alur otaknya tapi sama dalam hal menyebalkan, mendingan kabur menjadi pengasuh dari anaknya saja, pikirnya tenang !
""Hahaha."" Bintang dan Biru semakin terpingkal menertawakan Dirgan yang pasrah. Mentari bertampang bodoh tak peka dengan hal rasa, ia hanya mencibir dengan sikap aneh oleh orang orang di hadapannya.
__ADS_1
""Wow..wow..wow, ada hal apa ini, pada terlihat senang."" Nata, Sang sepupu dari Biru baru datang bergabung hanya seorang diri tanpa kehadiran Kemal dan Yola sebagai orang tuanya. Ia pun bertos ria bersama Biru, ciri khas persahabatan dan persaudaraan mereka. Bintang dapat pelukan hangat dari sang Kaka sepupu-jomblo paling akut. Nata dengan mata genit kedip nakal melihat Mentari yang sebelumnya pernah bertemu di acara Gathering bersama di kala itu. menyapa genit Mentari dan ingin menggoda Biru yang berpura pura ingin memeluk Mentari seperti memeluk cium kening Bintang.
""Milik Gue ya, orang Tengil, modus amat Lo."" Tameng Biru di antara Nata dan Mentari.
""Ya sudah, sini gue peluk Lo saja Sagara sayang !"" Goda Nata tersenyum geli dengan tangan merentang siap jatuh kedekapan Biru.
Biru menoyor kasar selebar wajah Nata menggunakan telapak tangannya, hingga kepala itu mendongak ke atas.
""Jangan mulai ya Nat, Gue viralin Foto Lo yang tidur menggunakan kolor Dora Explorer, Malu tuh ****** dengan caption Dinata Kedward Abraham, Sang CEO dari perusahaan Software ternama suka One Night ranjang bersama Si Dora Explorer !"" Ancam busuk Biru. Bintang ngakak mendengar kegilaan sepupunya. Bahkan Mentari pun tersenyum geli. Nata mendengus kesal, Niat Menggoda malah aibnya di beberkan, malu dong ketahuan punya kolor anak kecil, mana motif anak cewek lagi.
""Bos, sepupunya sangat lucu !"" Tawa Mentari lepas. Begitu pun dengan Bintang yang memegangi perutnya, geli.
""Auh, ah...Gelap !"" Nata kabur menghampiri para orang tua. aib-aib dasar kolor ! Gue lempar balik dari sini.
Biru pun beranjak memperkenalkan Mentari secara sopan ke semua keluarga besarnya. Nampak semua antusias suit suit, menggoda. Biru sudah tersipu memerah di serbu godaan tapi si lempeng polos Mentari biasa saja menanggapi godaan tersebut. Terbalik memang....Si dewasa Biru yang berperilaku alay anak labil remaja, Si lempeng polos malah terlihat lempeng santai saja tuh wajah manis.
""Wah Sini, Mentari ! duduk sama Tante, Tante sudah banyak mendengar hal tentang mu dari Vane !"" Meca menepuk kursi antara duduknya dengan Fina. Fina pun sama menyuruh Mentari duduk.
Gion dan Vero yang ada di situ pun sedikit nampak tidak enak dengan Mentari yang pernah sempat mencemooh Mentari sebagai Cabe cabean nya Radja di kala itu. Bahkan mereka sudah tahu dari Radja dan cerita Titan kalau Gadis yang duduk di antara mereka ini adalah keluarga BATARA.
Mentari sudah duduk di kursi taman panjang. ""Tante, Kok Nyonya Vane dan Tuan Titan nampak tak terlihat ya ?"" Tanya Mentari ke Meca dan Fina yang sedikit tidak enak, apa kah karena dirinya hadir di antara mereka yang aslinya tidak di undang secara resmi, makanya Titan dan Vane mengurungkan niat kebahagiaan momentum mereka. Kemana mereka ? pikiran Mentari jadi parno sendiri.
""Jangan tanyakan mereka sayang, sebentar lagi akan turun bergabung, mereka masih bergulat di ranjang, tak ingat waktu dan tak ingat jam kalau sudah bergulat, biarkan saja !""
""Kenapa di biarkan Tante, nanti kasihan Lho ibu Vane dapat KDRT dari Tuan Titan. ayo Tante pisahkan.""
__ADS_1
Hahahaha.... Tawa delapan kepala berbeda itu seketika pecah Mendengar keluguan Mentari. Ya kali sedang mendesah nikmat di pisahkan... aduuuuh ! masih ada saja mahkluk naif di metropolitan ini, Biru.....kau harus kudu sabar !