
Pagi pun menyerang penghuni negara Sakura... Mentari bangun dari tidurnya, melirik ke sampingnya namun...
""Hulk....!"" Carinya dengan suara parau. Biru nampak tak terlihat. ""Apa dia masih marah ?"" Gumamnya sedih.
Saat Mentari ingin beranjak, Biru keluar dari kamar mandi... Suaminya sudah mandi dengan pakaian pun sudah bertengger rapi di sana hanya kurang dari rambutnya saja yang masih acak acakan sedikit basah.
""Pagi, sayang !"" Ujar Mentari mengetes, apakah si Hulk ini masih marah ?
""Pagi !"" Singkat cerita Biru tanpa ada embel-embel sayang dan kissmorning seperti biasanya. membuat Mentari yakin kalau si Hulk-nya masih marah.
""Huawaaa. !""Mentari berpura-pura nangis kejer. Biru melirik dengan alis terpaut tapi tak bertanya kenapa ? semakin membuat Mentari sedih tak berakting lagi benar benar menetaskan air matanya, cengeng. dengan cepat mengusapnya kasar. Ia tidak bisa kalau si Hulk-nya ngambek kepadanya. ia harus merayu Suaminya ini agar mau memaafkannya.
Mentari berangsur Mendekat ke Sofa yang di duduki Biru, seraya Suaminya itu sedang bersusah payah ingin mengeringkan rambut menggunakan tangan kiri karena tangan kanan suaminya masih lah terluka terbalut kain perban medis.
""Aku bantu !"" Rebut Mentari di handuk kecil putih di tangan Biru. Ia pun berlutut di belakang Biru di atas Sofa untuk menyatarai tinggi kepala suaminya.
Biru membiarkan istrinya..... Ingin melihat, bagaimana usaha si Petite ini untuk mengambil kata maaf darinya...Senyum geli pun terlukis di bibir Biru tak terlihat di mata Mentari yang sekarang dengan serius mengeringkan rambutnya.
""Hulk ! hari ini kita jalan kemana ?"" Tanya Mentari lembut. Lama Biru terdiam tak menjawab Langsung.
Astaga, aku di cuekin. rasanya kok sesak ya di anggurin begini.
""Hulk, bagaimana kalau kita jalan berdua saja, biarkan Daeng memilih tempatnya sendiri untuk bersama kaka ipar !"" Mentari masih berusaha, mungkin jalan berdua bisa membuat Biru tak marah lagi, pikirnya. selesai mengeringkan rambut Biru, kini posisinya sedang memeluk leher Biru dari belakang. Kepalanya di topangkan di bahu Biru.
__ADS_1
Cup...mencium beberapa kali pipi Biru yang sangat dekat dari wajahnya. ""Jangan marah lagi, ku mohon !"" Pinta Mentari dengan nada bersungguh-sungguh menyesal. ""Hati ku sangat sakit saat di perlakukan seperti ini ku mohon... bicara Hulk ! apa kamu mau memaafkan ku ?"" Wajah imut itu tertekuk benar benar dalam situasi sedih.
""Sudah lah, jangan seperti ini....aku sudah memaafkan mu..dan tolong minggir lah, aku ingin meeting melalui ini, Dito tadi mengirimkan email penting untuk segera di tangani."" Tunjuk Biru ke layar bening di meja. "" Dan iya... hari ini kita tidak kemana-mana, di luar cuacanya lagi buruk.
""Baiklah, aku tahu....kamu masih marah kepada ku, Biarkan saja...aku tidak perduli."" Kesal sedih Mentari beranjak menjauh di sisi Biru.Ia pun menarik iPad nya untuk mengecek laporan dari Jum ataupun Gema. Walaupun mereka dalam keadaan liburan, Tetap... sesekali mereka mengecek tugas kantor yang tidak bisa angkat tangan sepenuhnya.
"" ish, hiks... Hulk benar marah....gue ngambek pun tak di hiraukannya."" Batinnya yang tak biasanya Sagara benar benar acuh kepadanya. Sudah bosan kah ? Pikirnya negatif.
Di dalam meetingnya, Biru melirik ke arah kasur... Mentari juga sedang meeting On, terlihat serius dan dewasa saat sedang bekerja....bibir imut itu pun sangat seksi jika sedang mempersentasekan pekerjaannya.... wibawanya terpancar di saat sedang serius berbicara masalah kerjaan yang entah Siapa lawan bicara istrinya di seberang Layar..Biru semakin suka akan perangai Mentari yang sangat lah Sempurna di matanya.
Di sela-sela mendengarkan, celoteh Dito di seberang Layar lebarnya....Biru juga mendengar kan persentase Mentari, Mendengar kan ide ide istrinya yang mungkin tertuju ke divisi marketing jika seksama mendengar celoteh berlian Mentari.
Meeting kok lupa penampilan, belum mandi lengkap masih menggunakan piyama favorit... Doraemon, hahaha..lucu. Geli Biru baru menyadari jika istrinya itu masih acak acakan, ya... walaupun masih terlihat cantik dengan wajah alami istrinya.
...****...
Uapan lebar bangun tidur itu terlukis di wajah Senja dalam posisi acak acakan bersama Langit di atas kasur. bergerak mengeliat kecil untuk merenggangkan otot ototnya...Rasa rasanya ia semakin merasakan sakit di bagian kaki yang tergilir. ia pun perlahan membuka matanya. dan tepat itu ia baru menyadari jikalau Langit ada di sampingnya tidur dengan posisi wajah si mendung berada tepat di dadanya yang sedang miring menghadap tubuh Langit.
Hais, mendung ? apa jangan-jangan.... Senja melirik ke semua kainnya yang di kenakan. uh, Kirain. leganya karena semua kancing baju masih utuh tak terlepas satu biji pun.
Senja pun beranjak menuju kamar mandi dengan tapak tertatih.
Tak butuh waktu lama, Senja keluar setelah mandi, ia hanya menggunakan handuk melilit di tubuh semampainya...ia lupa membawa baju ganti sekalian, dengan santai berjalan ke tempat berdirinya lemari tak menyadari jikalau Langit sudah membola mata di atas peraduan.
__ADS_1
Saat Senja melirik ke kasur. Langit berpura-pura terpejam.
""Hu, syukur masih tidur, kalau tidak... hadeeeeh..mau di taruh di mana muka gue...bisa bisa si mendung mengira jikalau gue lagi merayu."" Gerutunya. Langit tersungging dalam pejaman Bohongnya.
Senja pun membuka lemari cepat, memilih baju yang cocok untuk di kenakan...""Aih, koper gue siapa yang naruh di atas sih."" Senja berjinjit, Ingin meraih koper. di dalam sana kan ada kain dalam...ia sengaja tak mengeluarkannya...bisa bisa si mendung melihatnya lagi, pikirnya buruk.
Tap.. Tap...Tap... Loncatan kaki Senja tanpa menggunakan alas kaki ingin meraih koper yang di taruh di atas lemari terdengar berirama dengan gelang kaki kecil cantik itupun mengeluarkan suara kecil syahdu. Langit menelan ludahnya susah, Senja begitu menggoda...seksi, rambut basah itupun bergerai membuat semakin terkesan ingin di terkam.
""Sial, tahan Langit...tahan sebentar lagi, Lo harus membuktikan bahwa benar jikalau si itik cantik ini memang bersungguh sungguh mencintaimu..."" Batinnya yang mempunyai ide, apakah Senja benar benar mencintainya ? Entah.... Test ! Alright..
Senja terus berlompatan kecil, tak menyadari kalau lilitan handuk putih itu hampir terle-----nah kan melorot polos sudah.
""Aaarg, sial !"" Senja menjerit pelan, buru buru menarik handuknya, dan dengan cepat ia pun melilit kain itu asal asalan.
Langit membola tak berkedip melihat pemandangan goals sempurna tak terhalang dari tubuh istrinya. Walaupun sekilas namun sangat berhasil membuat di bawa sana terasa sesak sudah...Tak kuat menahan lagi. ia sudah lama tak melakukannya, semenjak Senja masuk kedalam hidupnya, ia tidak pernah nakal lagi...dan bagaimana mau nakal, si itiiiiik ini selalu membuntutinya.... bahkan kerja pun bersama. Tapi anehnya...ia malah enjoy yang sudah tak bermain gila lagi bersama wanita di luar sana.
Senja yang malu sendiri melirik ke belakang, arah tempat tidur.... takut takut si Mendung tadi melihatnya di pas slow motion Kamben melorot... hadeeeeh, bisa setengah mampus luar biasa malunya jika tadi di tonton oleh suaminya.
""Mendung ! Ta--Ta--di Lo...Lo.. ini ?"" Gagap Senja terkejut menunjuk handuknya yang sudah terlilit tapi asal asalan, belahan gunung itu pun terlihat. Langit mengangguk jujur dengan ekspresi menahan.
""Aaaarg, sial !"" Senja ingin mendekat ingin memukul wajah mesum Langit, tapi tersadar dengan apa yang ia kenakan....bisa bisa melorot kembali. Langkahnya pun kembali mundur ingin ngebirit masuk ke kamar mandi untuk menenggelamkan wajahnya yang malu luar biasa.
""Hey hey, jangan masuk ke kamar mandi, Lo pakai bajunya di sini saja, Gue sudah kebelet kagak kuat...mau main solo."" Lempeng paralon Langit dengan otak omesnya, di bawa benar benar kepingin munta rasanya...dan itu karena ulah si itiiiiik, coba saja...si Itik tak mempunyai maksud terselubung yang hanya ingin mematahkan hatinya, dan juga hanya ingin mengambil perusahaan Parfum yang di kelola sekarang, pasti sekarang ini... Langit benar benar akan khilaf memakan makanan empuk milik Senja.
__ADS_1
Senja seketika berhenti, melirik Langit yang melewati tubuhnya ke arah kamar mandi.
" Main solo ? Maksud si Mendung ingin BAB seraya bernyanyi kali ya ?!"" Otak cerdik Senja lagi turun server, eror tak konek.