
Ok, Alat pendeteksi yang terpasang di Jam tangan gagal di bawa Mentari, Kita lihat... Handphone ? Masih ada harapan untuk nya melalui alat genggam itu, ia akan mendeteksi alat canggih istrinya. Ketemu...!!!
""Area ini ? Kalau tidak salah di rumah sakit tempat Dr Farel dan Anita bekerja. Apa Mentari sakit ?""
Biru menetralkan dadanya yang sesak karena tangis. menaruh tulisan tangan Mentari di dalam laci, beranjak cepat...Ia akan mengikuti jejak Mentari lewat alat canggih yang sudah terpasang di layar pipih istrinya.
Di ruangan Nata, Senja masih saja memutar ulang terus menerus data cctv dalam satu bulan ini, Langit di sampingnya. sementara Nata sudah kabur untuk mengurus kesibukan pribadinya.
Langit diam saja, Istrinya ini sedari tadi tidak ada suara apa pun. minta maaf atau apa gitu, Batin Langit kesal yang sudah di tuduh tapi Senja masih diam tak terbaca, Langit masih sabar menunggu si wanitanya bersuara.
Mata Senja menajam melototi layar silau di hadapannya di kala menyadari sesuatu. Dua pria ini ? Orang yang pernah bertemu janji dengan Shanum. Batinnya mengenali wajah itu yang dapat laporan dari anak buah Chris yang di utusnya.. Menjeda Video yang berada di depan resepsionis, menzoom gambar dua pria yang akan check in.
Tato tangan itu ? Curiganya, Memastikan ! Senja kembali memutar video Mentari yang di bekap dengan sapu tangan beracun di lorong lantai dengan dua pria tak terlihat wajahnya.
""Tato nya sama !"" Lirihnya, Namun Langit masih mendengar nya yang bersender di sofa sampingnya.
""Apa ada sesuatu ?"" Langit ikut penasaran.
""Eum, teka teki terpecahkan !"" Senyum devil Senja. Langit yang melihat itu jadi merinding.
""Siapa ?"" Penasaran Langit. Dan Senja menoleh penuh kearah Langit. Mata mereka bertemu, Langit cuma diam cool dengan alis terangkat satu. Mau melihat apa yang akan di lakukan si Itik cantiknya atau mau berucap apa gitu. Maaf atau ciuman ? Tebak Langit welcome. ia sudah rindu dengan kehangatan tubuh Senja.
""Bawa Shanum ke hadapan ku !""
Permintaan Senja di buatnya melongo, Langit berdiri dan berdecak membelakangi Senja, Kesal. Lagi menunggu nunggu hal romantis malah di buyar dengan permintaan Senja yang tak masuk di akal, buat apa Shanum di sini ? ia saja tidak mau berurusan dengan nama itu, Senja malah meminta wanita itu datang.
""Aku tidak ada waktu, urusan ku sudah menumpuk di meja kantor."" Langit kesal, beranjak ke arah pintu.
""Shanum adalah dalangnya.""
__ADS_1
Terpaku di tempat, Langit berbalik lagi dan membiarkan Senja menghampiri nya.
""Apa kata maaf masih berlaku untuk ku.""
Akhirnya keluar juga kata itu. Langit menggeleng. Enak saja cuma kata maaf doang !
""Hmm, Jadi aku sudah terlambat ya...Ok ! Nanti kita akan mengurus nya bersama sama.""
""Eh, mengurus apa ? Perceraian kah ?"" Kaget Langit mengumpati Senja akan sifatnya yang susah di tebak oleh nya.
""Aku tidak akan melepaskan mu, enak saja mau meninggalkan ku, kamu kan tahu aku tidak salah ! dan kamu tahu aku terlalu mencintaimu, Aku bahkan sudah memaafkan mu Sebelum kamu meminta maaf pun."" Cemberut Langit menarik Senja masuk ke dalam dekapannya. Mengerti ! Wajar saja Istrinya marah melihat foto foto hot nya bersama adiknya pula. Orang lain pun mungkin akan shock melihatnya jika ada dalam situasi itu.
Senja tersenyum lega di dalam dada Langit, dalam hatinya ia memang merasakan sakit penyesalan apa lagi ke Mentari. Kasian adiknya itu yang menjadi kambing hitam Shanum dan bodohnya ia melupakan siapa itu Mentari yang tidak akan tega melukai semut pun dalam kesengajaan, apa lagi menyakiti hati saudara sendiri. Bodoh !!! Cemburu Membuat segalanya buta. Batinnya sakit di kala Mengingat ia menampar Mentari. Langit sudah memaafkan nya dengan begitu lapang nan mudah. PR nya untuk Mentari sekarang. Maafkan daeng, Mentari.
""Kamu sendiri yang membawa nama perceraian, maksud ku bukan ke sana, maksud ku kita akan mengurus Shanum bersama, baru aku akan medapat kan kata maaf mu mungkin, Gitu maksud ku pak Langit ! Tapi Mendengar ada maaf bagiku barusan, aku sudah lega !"" Jelasnya. Dapat toyoran dari Langit.
""Ayo, kita temui Mentari juga Biru, Kita Keluarga... Saling memaafkan terlebih dahulu baru mengurus hama dalam kebersamaan, itu lebih seru !""
Shanum, tunggu giliran mu !!! Marah Senja dalam hati.
...****...
Boom....
Boom...
Boom...
Dan Boom....Hari ini Perasaan Biru sudah meledak hancur, Sangaaaaat Hancur !!! Hancur berkeping keping tak terbentuk.
__ADS_1
Tadi, Saat menuruni tangga rumahnya ingin pergi mencari Mentari. Ketiga anaknya pun, meminta ijin untuk pergi dari rumah besar Sunjaya, Triplets ikutan pergi meninggalkannya dan memilih tinggal bersama Rose, Ke-tiga anaknya menyalahkan nya yang sudah berhasil membuat Bunda mereka pergi meninggalkan rumah dan itu karena Ayah yang selalu membentak Bunda, Kata Topan kepadanya.
Dan Sekarang....Bukan Mentari yang ia dapati di ruangan Anita, melainkan hanya handphone juga kalung Mentari saja yang ia dapatkan dari Anita yang katanya tertinggal semalam di rumahnya setelah memeriksa kondisi kurang fit Mentari.
Hatinya laur biasa menangis darah di dalam sana, saat mendengar nasehat Dr Anita agar jangan terlalu kasar atau Hiatus dulu dalam bermain ranjang, karena kandungan Mentari lemah. Mentari bisa saja keguguran jika terus mendapat tekanan. Dan penjelasan Dr Anita Membuat Biru mengerti Dia ? Dia itu adalah janin mereka. Sungguh.....Ia adalah suami terburuk untuk Mentari, sudah meragukan, menyakiti fisik istrinya dalam keadaan tidak sadar. Terkutuk... itulah umpatannya untuk diri sendiri.
Hanya satu, Mentari ada di kediaman Batara... Itulah pikirannya buntu nya sekarang yang mengira Mentari akan pergi kerumah orang tuanya.
Dan di sinilah Biru, Di rumah Batara Sedang berteriak teriak memanggil nama Mentari dan ke-tiga anaknya.
Astaga, untung si kembar di bawah jalan jalan oleh Jum dan Gemi. Batin Rose Karena Radja-suaminya itu marah luar biasa saat mendengar cerita Si kembar kalau Bunda mereka minta ijin mau pergi, tapi entah pergi kemana...apalagi saat suaminya itu melihatnya menangis sakit akan Mentari pergi tanpa memberi tahukan kepadanya. Radja tak terima itu. dan Radja menyalahkan Biru juga Senja.
""Mentari ? Apa kamu pikir setelah Pergi dari rumah suaminya maka Mentari akan bersembunyi di ketek Keluarga nya, begitu ? Cih ! Mentari bukan tipe orang seperti itu, walaupun terlihat lemah, tapi anak ku itu tak mau di urusin hal pribadinya, dia itu kuat. Dan mumpung kamu di sini, mari kita berduel anak Sunjaya. Tangan ku lagi gatal ingin men-Jab mu.""
Rose segera menahan tangan Radja, namun percuma.... Tenaganya tidak kuat sehingga Suaminya itu berhasil memukul Biru yang nampak tak membalas barang sedikit pun. Biru hanya diam menerima pukulan Radja yang terkenal sebagai mantan petarung Ostia di masanya.
Fisik Biru masih kuat walaupun sudah berdarah darah keluar dari sudut bibir juga sudah mimisan akan ulah kesetanan Radja yang masih saja menendang Biru yang tergeletak di lantai. Rose memejamkan matanya, takut melihat keberingasan Radja yang seram luar biasa jika berada di luar nalar. Mana tidak ada Gema dan Satria sebagai laki laki untuk di mintai kekuatan untuk memisahkan mereka, ah... lebih tepatnya untuk menahan Radja yang sedang mengaum emosi kesetanan.
Alhamdulillah... Rose sedikit bernafas lega, Langit dan Senja terlihat baru turun dari mobil, segera ia berlari keluar.
""Langit, buruan tolong Amma, Maksud Amma tolong Biru, Dia--!"" Panik Rose.
Langit tak mendengar kan lagi, ia segera berlari masuk saat mendengar suara Radja yang sedang memaki maki Seseorang.
""Om, sudah om...Om ! Nanti Biru bisa mati, dan Om akan dapat kutukan dari Mentari Karena sudah berhasil membuat anak sendiri menjadi janda."" Langit menahan hantaman Radja yang ingin menghantam Biru yang tergeletak dalam diam tanpa membela diri sama sekali. Pikiran Biru hanya di Mentari dan ke janinnya yang kata Dr Anita ke-dua tersayangnya itu dalam keadaan lemah karena dirinya. Rasa sakit di tubuhnya, bahkan berasa tak sakit, Sakit nya malah ada di dalam sana. Hatinya hancur !!!
""Dan kamu Senja ! Apa kamu juga puas hah ? Adik mu sudah pergi meninggalkan kita semua tanpa ada satu orang pun tahu kemana dia."" Maki Radja menunjuk Senja yang seketika berbalik dalam air mata menetes.
Aku terlambat untuk meminta maaf ! Tari... maafkan daeng. Senja menangis dalam diam tanpa suara memunggungi semua orang, Dan tangis tertahan itu adalah sebenarnya tangis paling menyakitkan hati.
__ADS_1
""SUDAH !!! CUKUP !!! Jangan ada yang salah menyalahkan lagi, kalian pergi dari sini...Cari Mentari, jangan ada yang berani menginjakkan kaki di rumah Amma kalau belum berhasil membawa Mentari pulang, Dengar Senja ? Biru ?! Pergilah !!!"
Rose, beranjak Masuk ke dalam kamar menangisi kekacauan yang berujung rumit mencerai beraikan keluarganya, ia sudah mewanti-wanti Senja agar jangan mempercayai itu, Ok.... Cemburu boleh, tapi pakai otak di sini, Senja itu sudah mengenal sifat Mentari seperti apa sedari kecil, mereka bersaudara...mana ada saudara tega menikung saudaranya sendiri. Tapi...Senja malah buta, tak mendengarkan nya.