
""ASTAGA MENTARI !"" Gelegar kesiap Biru mengundang perhatian. Hening seketika.
Mentari pun kaget saat mendapati Biru ada di hadapannya sekarang, mimpi kah ? Ia-nya sih Percaya tidak percaya, mau ngucek ucek mata kagak bisa, secara kan tangannya memegang baki penuh berisi gelas minuman para pelanggan.
Dengan itu, Mentari cepat cepat menaruh baki minuman tersebut di atas meja, lebih baik begitu sih, biar aman. walaupun sedang dalam keterkejutan luar biasa, Tapi ia tidak mau bereaksi seperti orang yang ada di sinetron sinetron di layar tipi tipi itu yang jika kaget maka apa yang di pegangnya di jatuhkan lalu membekap mulutnya yang mangap tanpa sadar, Mata berkaca kaca serta bibir bergetar seperti orang kedinginan, belum lagi wajah di zoom bolak balik sana sini ke pemerannya seraya ada suara jreng jreng soundt nya. Mentari tidak bisa berekspresi seperti itu bukan karena ia lempeng Kepekaannya namun itu sangat Norak bin lebay.
Dan Mentari tidak mau membuang buang tenaga juga waktu sudah capek-capek ngaduk minuman, eh malah di tumpahin, belum lagi gelas pada praaaang bin pecah, jadi rugi dua kali lipat, Itu namanya auto ekspresi bodoh bin Oon, merugikan. iya kan ? iya kan ?
Selain itu, ia juga tidak mau terlalu baper akan pertemuan Biru yang pertama kali ini selama dalam tiga bulan lebih, bukan apa apa...Takut takut Biru sudah tidak menganggap nya orang bin Istri, Takut takut pun Biru masih menganggap nya seorang Penghianat dan justru malah mengecewakan nya dan malah berakhir menyakiti hatinya yang akan berujung memberi dampak buruk akan janin nya yang di jagahnya dalam kelemahannya bertahan sok tegar di mari.
Selama tiga bulan ini Bang Sam memang tak memberi tahukan apa pun kemajuan fitnah itu ke dirinya, Apa sudah end atau masih berlarut larut ? dan itu karena dirinya yang tak mau tahu apa pun demi kesehatan hati sendiri. Ah, Lagian ia masih ada rasa kecewa untuk Biru, jadi cuek boleh lah..
Tapi kalau boleh jujur, ia itu rinduuuuuu pakai kepingin peluk endus aroma ke orang di hadapannya yang sedang mematung seperti orang kesurupan setan genderuwo, Lihat saja bulu bulu Hulk-nya sudah seperti genderuwo , dulu bulu Biru ada di area ngumpet saja...ini sudah di mana mana di wajah itu, Alat pencukur wajah menjadi mahal kah ? sepertinya ?
""Eh, Hulk ; ko bisa di sini ? Apa segitu viralnya ya nasi uduk Neng sampai penasaran dan berujung ada di sini ?""
Mentari mulai mengibas ibaskan tangannya di depan mata Biru yang menatapnya tak berkedip. Aduuuh, serem amat ya ? Batinnya ingin kabur lagi, Takut takut Biru menghukumnya di ranjang lagi, Ia jadi takut menyebut nama ranjang karena ulah Biru.
__ADS_1
""Kenapa sih diam saja ? udah pesan kan nasi uduk yang sup---!!!""
""DIAM ! Suami mu rindu padamu, Sialan !!!""
Graaab
Seketika, Biru memeluk Mentari erat dengan mata binar kebahagiaan juga ada rasa mengkel ngubun, di saat tahu ternyata si Neng Neng Mut Mut ini adalah istrinya sendiri yang banyak di minati para pekerja proyek tak kompeten nya, dan oh astaganaga...Si Istri sendiri yang menjadi penyebab utama yang sudah mengalihkan perhatian para pekerjanya. mau marah marah tidak mungkin ke istrinya yang sudah lama di rindukannya ini karena tidak mungkin juga Mentari nya genit ke para kepala hormon testosteron sialan sialan di hadapannya ini. jadi tunggu giliran kalian semua. sialan !!!
Cup cup cup cup
Terpaku, Mentari menutup bibirnya yang keluh itu rapat rapat di saat Biru tanpa malu di hadapan banyak orang mengabsen seluruh wajah nya dan terakhir ******* bibir nya sekilas.
Bang Sam dan Mile yang baru keluar juga di buat terkejut Bukan main, ada Biru yang sekarang ini memeluk Mentari yang terlihat di mata mereka, Mentari cuma lempeng tak berekspresi mewek ke atau nangis ke atau senang. Benar benar lempeng datar.
""Mil, kita ketahuan Mil !"" Bisik Bang Sam. di angguki Mike yang malah Baper apa yang ada di depan matanya.
""Apa kamu tahu Mentari, aku selama ini mencari mu kemana mana sudah seperti orang gila, tapi ternyata kamu sebenarnya sangat dekat dengan ku melalui projects ku."" Adu Biru sendu pilu dengan tangan mengelus kepala Mentari di dalam dekapannya. sesekali ia menghujami pucuk kepala itu dengan kecupan sayang yang ke luar dari dasar hati nya.
__ADS_1
Ternyata Mile dan Bang Sam mengajak ku bersembunyi tak jauh di ketek suami sendiri...Ck ! Batin Mentari yang ternyata dapat upah keringat dari uang Biru melalui anak anak proyek, Benar kan dari uang Biru ? Pan anak anak proyek kebanyakan makan gaji buta yang selalu nyunat korup waktu, makanya Mentari berkesimpulan Kalau dari awal berjualan ia sudah makan melalui ketek Biru juga secara tidak langsung.
""Maaf, maaf aja nih ya Neng Mut saya ganggu scene keromantisannya tapi ini lho, Akang dari tadi menahan sedak ini, butuh minum."" Ucap satu orang membuyarkan keharuan rindu Biru ke Mentari.
""Aaarg, Diam !!! Kalian jangan ada yang panggil istri saya dengan sapaan Neng Mut lagi, mulai sekarang panggil dia dengan Ibu Boss karena saya adalah Boss besar kalian yang sudah pemirsa tipu tipu waktu, Dan waktu yang sudah kalian korup itu malah di pergunakan untuk modusin istri orang yang sudah menggaji kalian, ck ..ck..ck.. Setelah selesai pada makannya, Kalian temui saya di ruangan pak Yusuf mantan bos kalian, Satu kali ketukan pintu langsung sepuluh orang menghadap. Mengerti ?! Entah kalian harus di kultum bagaimana, apa kalian tidak pikir hah ? Dengan adanya kalian memperlambat kinerja sendiri maka terpaksa proyek kita akan kena pinalti besar dan otomatis kalian pasti saya rumahkan Karena kinerja kalian tak memuaskan saya. Ok, tak masalah bagi saya rugi kena pinalti, toh saya masih banyak proyek raksasa lainnya, nah kalian, kalau sudah di rumahkan mau ngapain, Istri, anak dan orang tua kalian mau di kasih amplop coklat kosong ? PIKIR pakai otak, jangan sok sok ganjen di depan Istri orang, Ingat itu ?!"" Oceh Biru ganas tertahan.
Dan para pekerja Biru mengangguk nunduk, di bawah lebih baik di pandang dari pada memandang mata Bigg Boss yang siap menerkam karena sudah ngecengin Istrinya. Dan benar juga apa yang di katakan bosnya, Mereka salah, Bosnya rugi Automatis Mereka tidak mendapatkan bonus yang sesuai perjanjian awal, Bosnya memang rugi banyak karena kinerja mereka yang menurun, tapi Bos-nya kan banyak proyek lainnya bertebaran satu proyek selesai sudah cukup menutup kerugian pinalti, nah mereka...jika di rumahkan alamat makan batu !!!
sekali lagi Fahri dan Desta saling lempar pandang dengan wajah sudah ancang-ancang kicep terlebih dahulu.
""Dan khusus untuk pak Desta dan pak Fahri Kalian temui saya One by One karena ada reward khusus untuk kalian. terkhusus lagi untuk pak Fahri.""
Lagi lagi ke-dua nya lempar pandang dengan reflek mengelus wajah sendiri seraya meringis bodoh, hanya membayangkannya saja apa yang akan terjadi beberapa waktu kedepannya sudah membuatnya merinding sendiri.
Mentari, Serasa sudah terobati akan kerinduannya ke Biru yang beberapa waktu ini sebenarnya ngidam ingin menghirup aroma Biru yang sesungguhnya di buat kecewa lagi karena aroma Biru sekarang berbeda, tidak seperti dulu dulu lagi, kalau tiga bulan lalu beraroma alkohol, sekarang beraroma tembakau, rupanya suaminya naik level kelakiannya dengan cara mengendus asap tembakau. ia tidak menghirup aroma Biru yang ia inginkan selama ini, jadi ia berjalan lemas masuk kerumah tanpa suara embel-embel sopan permisi seperti biasanya.
""Mentari !"" Biru mengekor masuk, di saat melewati Bang Sam dan Mile, mata Biru melotot horor ke Bang Sam yang seakan akan berkata bisa bisanya anteng wae yang sudah menyembunyikan istri ku. "" Nanti kita bicara, Bang Sam dan kamu juga Mile.""
__ADS_1
Kedua nya hanya tersenyum bodoh tak berdosa seraya jari berbentuk V kompak mereka layangkan di hadapan Biru. Pisss babe damai.