RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 206


__ADS_3

Satria yang mendengar sepenggal kata Jum yang hanya Bercanda ke Gema, Salah paham.


Jum dan Gema kompak menoleh ke belakang, yang di mana Satria masih berdiri di dekat mobilnya dengan wajah memerah menahan rasa kecewa.


""Sat !"" Lirih Gema, Ia baru tahu kalau Satria naruh hati ke Jum, Tapi mendengar kata Satria yang mendapat penolakan dari Jum, Bibir itu melengkung ke atas. Kalau Satria di tolak mungkin Jum menyukai pria lain, ke dirinya mungkin. pikirnya sangat pede.


Walaupun Gema sebenarnya ada sense ke Jum tapi selama ini, Jum tak menyadarinya, karena Gema tidak bisa di tebak, selalu datar dalam berekspresi, pintar menyembunyikan perasaannya.


""Hai, Bang Satria...Baru datang ya ?."Jum nampak biasa saja karena ia merasa tidak lah bersalah, Raut wajahnya juga santai macam di pantai.


""Pulang lah, Ada orang yang menunggu mu di apartemen mu !"' Suara Satria terdengar kecewa dan Sedih. Apalagi Jum tidak ada respon dari perkataannya. Jum benar benar tidak ada rasa sedikit pun terhadapnya. Perjuangannya dan penantiannya sangat tak berarti. Percuma juga ia sudah capek capek menjemput Orang Tua Jum di kampung, pada akhirnya, Jum malah menyukai Gema. pikirnya bersedih.


""Siapa ?"" Jum merasa tidak enak juga saat mendengar dan melihat air muka sedih kecewa dari Satria.


""Gue pamit.""


Nah, Kan..Satria sudah mengganti kata aku ke gue, dingin benar deh masuk kependengaran Jum.


""Bang Satria, hey... Siapa yang ada di apartemen ?!"" Ulang Jum melangkah cepat ke mobil Satria yang sudah menyala mesinnya. Satria benar benar kecewa, ia bahkan mengabaikan pertanyaan Jum yang terdengar penasaran, ia lebih memilih pergi tanpa menoleh ke wajah Jum juga Gema. Ia memang mencintai Jum, tapi kalau Jum memilih orang lain maka dengan Gentleman, ia akan mundur..Tak apa ia hanya gigit jari, Yang penting Jum bahagia dengan pilihannya.


""Mau kemana ?"" Tahan Gema di tangan Jum yang akan mengejar mobil Satria.


""Apa sih Pak, Lepas !"" Sentaknya di tangannya yang di tahan Gema. Namun tak bisa terlepas.


""Katanya tadi ngajak ke KUA, ya ayuk...Kamu pikir saya bercanda, eummm !"' Serius Gema.


""Hah ?""


""Kalau kamu menolak Satria selama ini, maka aku yang akan menjadi kandidatnya, Bagaimana ?"" Gema memang tak bisa berbasa basi manis. Selalu TTP bin to the point. Tapi wajah itu masih saja datar di mata Jum, Serem.. Batinnya.

__ADS_1


""Hehehe."" Jum tertawa garing. ""Tidak lucu lho pak, apa lagi bapak tidak ada cocok cocoknya jadi pelawak, Jadi polisi mungkin cocok."" Jum tidak bisa membayangkan jika pria datar ini yang akan menjadi pacarnya, Mungkin saat berduaan nanti yang ada ia akan beku di tempat saking dinginnya pembawaan Gema.


"" Aku Serius !""


saya


""Maaf pak ! Saya harus pergi....kata Bang Satria,ada orang penting yang menunggu saya di apartemen."" Pamitnya, sudah tidak betah berlama-lama.


""Tapi saya tidak suka menunggu."" Kekeuh Gema yang tak ingin bertele-tele dalam hal apapun. Suka ya ngomong, tidak suka ya ngomong, intinya sekarang juga.


""Harus ya pak ?!""


Gema mengangguk.


""Banget ?"" Jum masih bercanda saja. membuat Gema mendelik tajam.


"Iya...iya.."" Lata Jum kaget membuat Gema salah paham, yang di kiranya iya itu adalah jawaban Jum untuk perasaannya.


""Terima kasih, Ayo aku antar ke apartemen.""


Jum mencerna kata terima kasih Gema, melirik tangannya yang di tarik oleh Gema menuju ke mobil yang lumayan jauh dari tempatnya sekarang melangkah.


""Pa-Pak, Terima kasih apa ?"" Bingung Jum.


""Karena sudah membalas perasaan ku."" Sahut Gema di sela langkahnya.


""Yaak, mana ada ! Kapan ? iya iya tadi tuh hanya Lata ku saja, dan Saya tidak pernah menerima kata cinta Bang Satria karena aku tidak pernah menginginkan yang namanya pacaran, buang buang waktu saja...Dosa pula ! Saya bisa pulang sendiri dan Maaf, saya tidak ada rasa sama bapak, saya hanya mengagumi bapak dalam hal pekerjaan, tidak lebih. Permisi dan terima kasih sudah mau menaruh hati ke orang desa ini. Assalamualaikum."" Tolak suara lembut Jum dengan tangan sopannya mengatup, maaf. dan pergi meninggalkan Gema yang terpaku.


Waalaikum salam ! Batin Gema menyahut, dengan nafas gusarnya.

__ADS_1


Hahaha, Gue di tolak, Jatuh cinta untuk pertama kalinya, dan penolakan langsung yang Lo terima, Gema. Mirisnya mengejek dirinya sendiri.


Di taman belakang, Triplets plus Petir masih berlatih dasar dasar muay Thai dari Gemi. Biru dan Mentari menonton anak anaknya dari atas paviliun. Gerombolan si kembar tidak ada yang menyadari jika mereka di perhatikan sedari tadi oleh Biru dan Mentari.


""Hulk, aku mencintaimu !"" Ungkap Mentari tetiba. Biru menaikkan satu alisnya.


""Ais, Lupa kan !"" Cibik bibir merah muda Mentari yang mengira Biru mengejeknya.


""Hahahha, Ada gerangan apa kah ini ? aku tahu Petite, tidak usah ngomong pun aku tahu kamu mencintai ku, begitu pun sebaliknya. Apa ada sesuatu yang ingin kamu mau dari ku sayang ? Katakanlah ?"" Biru memeluk perut Mentari dari belakang. Matanya menunduk, menatap bibir merah muda itu yang masih mencibik, kesal kepadanya.


""Bibir mu menggoda iman ku sayang."" Lanjutnya menggoda dengan memberi gigitan lembut di daun telinga Mentari Membuat istrinya meringis Merinding


Dan Mentari pun berbalik, berjinjit tinggi agar bisa menggapai dahi suaminya untuk di kecupnya penuh rasa sayang dan cinta plus segalanya karena sudah berhasil menjaga anak anaknya di waktu selama ia koma begitu lamanya. Mata itu pun mengalir haru.


""Hai, Kenapa menangis ? Apa ada yang sakit ? apa aku menyakiti mu dengan kata kata ku yang tak ku sadari ?"" Biru menghapus air mata itu dengan kelembutan satu jarinya.


Mentari menggeleng dengan bibir itu melengkung manis. "" Aku tidak akan bekerja lagi di RD, Semua hak ku sudah aku titipkan ke Gema, Dan kuliah ku yang sudah terputus lama pun, aku akan mundur dari cita cita ku yang ingin menjadi Sarjana, kesibukan ku sehari-hari akan hanya bersama keluarga kecil ku sebagai ibu rumah tangga, aku akan membayar waktu tiga tahun itu yang sempat hilang dari ku. Hulk, kamu pria hebat... Sangat hebat, segala galanya dari apa pun. Terim---!"" Mentari cepat cepat membungkam mulutnya yang akan berucap terima kasih.


""Hais, kenapa berhenti dengan kata yang hampir dapat hukuman."" Godanya menjawil ujung hidung Mentari. ""kamu juga yang terbaik, dengan kamunya di rumah kan, aku jadi tenang. Tenang karena aku tidak usah khawatir akan adanya pria lain yang memandang mu penuh damba."" Posesifnya On.


"Terima kasih, sudah setia kepada ku !""


Ceplos juga kata keras dalam perjanjian di antara mereka. Lihat saja tuh si Sagara, Sudah menyeringai nakal dengan pelanggaran yang Mentari ucapkan.


""Terima kasih ya..eum ?!""


""Oops !"" Mentari membungkam mulutnya, sebentar lagi bibirnya akan bengkak, oleh si Sagara ini. ""Tapi tunggu dulu, ini noda makanan kah ?!"" Mentari menyilak kaos santai Biru di baju warna putih itu, Biru yang takut ketahuan jika tubuhnya di penuhi bekas luka kering membekas segera berkelit dengan menepis tangan Mentari, namun ekor mata Mentari sudah melihat sedikit bekas goresan yang memanjang.


""HULK, BUKA BAJU MU !!!""

__ADS_1


__ADS_2