RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 118


__ADS_3

Biru terganggu dari tidurnya saat mendengar racauan lirih Mentari dari pejamnya.


""Petite."" parau Biru dengan tangan mengecek suhu tubuh Mentari menggunakan punggung tangannya. ""Hais, Panas sekali ! Sayang...kamu sakit."" ujar Biru, Mentari masih meracau lirih tanpa membuka matanya.


Biru menarik tubuhnya untuk beranjak dari kasur menuju keluar untuk mengambil kompresan.


Dengan cepat, Biru sudah kembali. Ia dengan sayang dan penuh perhatian mengopres istrinya.


""Hulk, jangan pergi meninggalkan saya.""


Biru Menyerinyit, mendekat kan telinganya ke bibir Mentari yang sedang meracau demam. ia kurang jelas apa yang di ucapkan istrinya.


""Jangan khianati saya.""


Terkejut, Saat Mendengar jelas racauan istrinya yang terakhir ini.


""Apa yang ada di pikiran mu sayang, mana mungkin saya meninggalkan mu, mati dan hidup ku adalah dirimu."" Biru kembali merebahkan tubuhnya, mengekap tubuh demam Mentari yang terus meracau. "" Tenang lah, saya ada di samping mu, menjaga mu."" Bisiknya.


Rupanya Mentari separuh malam ini memaksakan terlelap dengan pikiran masih kalut tentang penglihatannya di Cafe. ia mencoba membuangnya tapi malah menyerang tubuhnya karena pikirannya tidak bekerja sama.


di kediaman Satria....


Satria dan Senja memilih memainkan game dance sebelum mereka terlelap. wajah Satria separuh sudah tercoret pakai spidol ulah Senja yang selalu menang.


Langit hanya menjadi penonton tak bersuara melihat keseruan Sahabat dan istri menyebalkannya.


Mata Satria tak lepas dari Senja yang sedang menari mengikuti game. di depannya.


""Jangan lihatnya pakai nafs."" Langit mengusap wajah Satria agar pandangan itu terputus dari Senja yang masih menari.


Entah kenapa, Langit tidak suka. mata mesum Satria melihati tubuh Senja.


""Ngit, benar Lo kagak doyan Istri beginian ?"" Tanya Satria serius.


""Kagak, satu tahun kedepan gue pasti sudah berpisah dari ikatan Suaminya. kenapa Lo bertanya gitu ?"" Sahut Langit.


""kalau begitu, gue deketin tak masalah dong...gue siap memberi dia kebahagiaan."" Seringai Satria melirik Langit yang terkejut dengan ucapannya. "" Gue akan membuat Lo cemburu...Ogeb aja Lo menyia-nyiakan wanita seperti Senja.


Satria berniat menyatu kan sahabatnya dengan Senja dengan caranya sendiri.


"Tapi ingat... jangan menyesal dan jangan salah kan gue jika Gue dan Senja bersama... kedepannya, Gue nggak mau bercerai belai persahabatan kita hanya karena perempuan, jadinya.... Sebelum gue berhasil menguasai hati Senja...maka buka lah hati mu untuk dia bro. Diantara perjanjian persahabatan kita kan tidak boleh mencintai satu wanita yang sama, masih ingat kan ?"" Jelas Satria penuh maksud.

__ADS_1


""Ngaur Lo, Ingat gue ! dan terserah Lo...mau mendekati itik itu...Lo bebas."" Ceplos Langit tak berfilter. Setelahnya ia merutuki ucapannya sendiri. kalau papa tahu, habis sudah isi dompet gue.


""Bagus ! jangan menyesal dan jangan salah kan gue, nantinya."" Satria tersenyum tipis dan kembali melirik Senja yang masih asik dengan game dancenya.


""Itik, sudah jogetnya...mata gue sakit melihat gerakan Lo yang asal asalan."" Ketus Langit. mematikan layar.


""Huuuuu, nyebelin... tidak bisa melihat orang bahagia apa."" Senja yang sudah lelah pun menurut, membanting tubuhnya ke kasur Satria. Pas di tengah tengah.


Satria dan Langit kembali saling pandang.


Wanita ini benar benar ingin menguji kenormalan laki laki ku apa?


Satria dan Langit mengusap wajahnya bersama dan kembali saling pandang. Senja sendiri sudah terpejam cantik, entah berpura pura atau memang tertidur kelelahan.


""Sat, gimana nih ?"" Langit enggan keluar dari kamar Satria meningkalkan istrinya berduaan dengan Sahabatnya. brabe nanti.


""Ayo kita tidur saja."" dengan Santai, Satria mengambil posisi terlentang di samping kanan Senja. Langit berjalan ke sisi kasur king sebelah kiri. namun masih ragu untuk merebahkan tubuhnya.


""Sat, Yakin ni ! tangan dan kaki Lo di kondisikan saat tidur ya, awas Kemana mana !"" Ancam Langit tak Sadar, berucap pun layaknya berbisik. Senja yang berpura pura ternyenyak hanya tersenyum geli dalam hati. Emang enak gue kerjain, pada.


Langit Terpaksa merebahkan tubuhnya di sisi kiri Senja.


Dengan menggoda, Senja langsung bergerak... memeluk tubuh Langit seperti guling.


Satria tersenyum geli dengan penglihatannya. ""Haha, Ngit, Senjata Lo di kurung... jangan sampai lepas sarung."" Geli Satria berucap pelan.


""Diam Lo,ah itik, jangan menguji Ogeb !"" Langit pelan pelan, memindahkan tangan Senja. dan pelan pelan tubuhnya di jauhkan.


Senja bergerak layaknya mengulet, sengaja menendang keras bokon* Langit yang membelakanginya sampai Pria itu terjatuh ke lantai.


""Hihihi, Ngit..Lo tak apa ?"" Ledek Satria mengintip Langit yang masih meringis di Lantai.


""Diam Lo !"" Kesal Langit. duduk berlutut di lantai dengan tangan menopang di atas kasur. Prustasi.


Senja bergerak, berbalik ke posisi Satria.


Giliran Satria yang siap siaga, getar getir.


Bugh..


Duagh..

__ADS_1


Belum sempat Satria mempertahankan tubuhnya, sudah dapat serangan tendangan dari Senja sampai ia jatuh ke lantai seperti Langit.


""Hihihi, Satu sama !"" geli Langit terpingkal pelan. Satria lebih parah jatuhnya yang terjerembab wajahnya ke lantai.


""Hais, hidung gue jadinya pesek nih."" keluh Satria akan denyat denyut sakit pedas di bagian tulang hidungnya.


""Rasain."" Ledek geli Langit.


""Ngit, kok Lo punya bini gini amat ya.... cantik tapi seram juga tingkahnya." Satria pusing jadinya. mana mata sudah mulai sepat ingin tidur.


Langit pun sama sudah mengantuk. ia melirik sofa panjang lebar. Satria pun sama melirik sofa lebarnya. Salah satunya cara agar bisa tidur nyenyak ya.... di sofa.


Dengan saling pandang satu sama lain, Langit dan Satria berhambur lari berebutan sofa lebar.


Hap... Mereka kompak membanting tubuh bersama dan tanpa sengaja bertubrukan dengan saling berpelukan.


""Minggir Langit, sana tidur sama Senja saja."" Satria Menendang pelan tubuh Langit yang masih Kekeuh bertahan di sofa.


""Ogah ah, bisa bisa besok pagi gue sudah remuk tulang ini, akan kelakuan tidur Senja yang tidak bisa diam."" takut Langit.


Dan Akhirnya, Mereka tidur dengan posisi berpelukan tanpa sadar karena sudah Capek mengimbangi kelakuan konyol Senja.


Senja yang sedari tadi hanya pura pura tidur, membuka matanya ke arah sofa, dengan senyum geli yang terlukis di bibirnya. Tunggu besok pagi ya...! Seringainya geli. dan kembali tidur tanpa berpura-pura lagi karena kedua kambing bodoh sudah terpejam mendengkur kecil.


Di pagi hari.....


Huaaaaa


Kaget Satria dan Langit bersama. Mereka sudah tak berpakaian dada dan celana panjang mereka pun sudah di lantai. hanya pakaian dalam yang membalut rapi. Senja yang mendengar mereka menjerit hanya tersenyum geli dalam pejaman Bohongnya. Itu kelakuannya, dini hari tadi....Senja bangun dan pelan pelan membuka baju kedua pria itu tanpa sadar. Dengan mata terpejam...senja juga meraba pengait celana keduanya dan menariknya pelan penuh hati hati agar kedua kambing bodoh ini tidak terbangun. Senja juga membuat mereka berpose mesra dengan berpelukan satu sama lain.... sudah seperti ga* benaran yang habis grepea*.


""Lo !""


Satria dan Langit saling tunjuk... mempertanyakan diri masing-masing..apa kah salah satu dari mereka benar benar ga* ?


"Iiih, najis !" Jijik mereka kompak.


""Wow, kalian !"" Senja membuka matanya, sengaja menangkap basah akan perbuatan Satria dan Langit yang seakan akan itu bukan ulahnya.


""Iiih, menjijikkan !"" ledek Senja berpura pura benar mempercayai mereka adalah ga*.


Langit dan Satria tertunduk malu.... sangat malu...dan Senja tersenyum jumawa berlalu keluar. makan tuh, ga* !

__ADS_1


VOTE dan bunga bunga 😘


__ADS_2