RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 109


__ADS_3

Setelah mengantar Rose dan Senja ke kediaman Batara, Biru langsung mengendarai mobilnya ke arah jalan pulang Apartemen miliknya, Ia memutuskan untuk tinggal berdua saja dengan Mentari di unit itu sebagai bentuk kemandirian dalam berumah tangga.


Mentari melirik Suaminya yang sedari tadi hanya bisu tak bersuara, Tumben si Hulk ini anteng tak menggodanya, aneh di mata Mentari tapi ia merasa lelah perjalanan jadi ia membiarkan saja suaminya ini membisu.


Setelah sampai apartemen, Sama ! Biru masih diam dan terlihat dingin.


Mentari mengekori langkah Biru masuk kamar.


""Ada apa eum ? Sedari tadi hanya diam mengatup ?"" Mentari memungut jaket Biru yang main berserakan di lantai. ia lalu membantu suami manjanya ini membuka kancing kemeja.


Biru menurunkan pandangannya ke arah wajah Mentari yang serius membuka kancing bajunya. ""Petite, jangan ikut andil di RD, Boleh ?"" keluar juga uneg unegnya sedari tadi di bandara yang belum sempat di lontarkan karena adanya keluarga.


Mentari mendongak dan tersenyum lembut, jadi ini yang jadi permasalahan, pikirnya. ""Tidak bisa sayang ku ! Saya wajib akan permintaan Daeng. Tapi.... kenapa kamu terlihat tak senang eum ? Bukannya mendukung Istri akan maju dan terkenal sebagai pengusaha, ini malah tidak setuju ! apa kah kamu takut kalah saingan, eum ?"" Goda Mentari seraya tersenyum manis.


Biru mengangkat dagu Petite-nya untuk mendongak ke arah wajahnya. Mata itu bersibobrok. entah ada angin apa yang seakan memberatkan hati Biru untuk tidak membiarkan Mentari lepas dari matanya, walaupun hanya sekedar kerja saja. ""Saya tidak melarang mu sayang. Tapi jagah diri dan hatimu hanya untuk suami ini, Bisa ?"" Biru memangut mesra bibir mungil itu namun sekilas saja.


""Jangan ragukan diri ku tuan muda Sunjaya, tentu saja saya bisa ! percayalah dan jaga pula hati dan dirimu hanya untuk Petite mu ini ! Bisa juga ?""


Biru mengangguk mantap, tidak mungkin ia akan mengkhianati istrinya ini, Mentari adalah hidup dan nafasnya, ia tidak butuh yang lain lagi. walaupun ada wanita cantiknya melebihi bidadari, ia tidak akan tergoda karena si Petitenya ini adalah darahnya.


""Dengar ya Sayang ku, cintaku ! Hulk ku...Hati ku cuma ada satu, jadi jangan sampai di remukan...jika itu sampai remuk maka akan susah untuk kembali seperti semula layaknya gelas retak tidak bisa di betulkan seperti semula, berbekas."" Mentari membalas serangan bibir Biru, tadi. Berniat hanya sekilas namun tengkuknya di tahan oleh suaminya. Tubuhnya seketika melayang, di Raup dan di letakan di atas kasur oleh Biru.


""Saya mau mandi !"" Kelit Mentari sudah mencium bau bau ke mesuman suaminya.


"Mandinya Setelah ini !"" Nakal Biru memulai aksi ranjangnya. Seketika mereka terbang lagi ke langit, menari di atas awan dengan gugusan bintang bintang surga duniawi.

__ADS_1


****


Malam berubah terang begitu cepat bagi Biru. Ia meraba kasur di sampingnya, berniat mengecek keberadaan Mentari namun hanya kekosongan yang ia dapatkan, Biru membuka matanya sempurna dan segera beranjak mencari Petite-nya. Pasti di dapur, pikirnya. dan benar saja, Mentari sudah berkutat di meja makan menata sarapan. Dan Oh.... Astaga ! Biru mendengus kesal dalam hati, si Petite-nya begitu menggoda dengan penampilan modis kantor sudah siap akan memulai harinya di RD. Rasanya....ia ingin mengurung Mentari di penjara emasnya saja. Posesif-annya kambuh ke ubun ubun.


""Oh, Astaga ! Hulk... pakai sana baju mu atau sana mandi dahulu !""


Mentari terkesiap, ada tangan nakal yang langsung memeluknya dari belakang dengan tubuh suaminya hanya menggunakan kolor pendek.


Biarkan saja ! tidak ada orang lain ini, pikirnya.


""Kamu terlalu cantik sayang hari ini, saya rasanya ingin terus memakan mu !"" Nakal Biru terus menghirup Curug leher Mentari sehingga sang Empunya merasa geli bergidik merinding. Mentari kualahan mengimbangi nafs* orang dewasa berwajah brownies ini.


""Jangan mulai ya ! kamu sudah memakan ku sampai tak berkutik semalaman, dan ini waktunya siap siap ke kantor, Mandi sana ! kita akan sarapan setelah kamu sudah rapih.!"" Mentari berbalik dan menarik paksa Suaminya untuk kembali ke kamar.


""Mandiin ya !"" Nakal Biru manja.


Dan benar saja, Biru dengan sengaja tanpa sepengetahuan Mentari menyipratkan air ke baju Mentari yang akan keluar dari kamar mandi.


Mentari membuang nafasnya gusar. Si Sagara ini nyebelin banget pagi pagi. Ia lihat dari pantulan kaca kelakuan jahil Suaminya. Sabar! mungkin maksud suaminya baik tapi caranya saja yang kekanakan. Mentari menepuk jidatnya konyol...resiko punya suami posesif gila.


""Saya akan mengganti baju yang lebih modis dan seksi pula ! baju sopan seperti begini di basahi...tak apa ! masih banyak yang lebih bagus dari ini dan lebih seksi dari ini."" Sindir Mentari berlalu pergi dengan senyum tipis terlukis.


Biru membola, menyambar handuk dan asal asalan menggunakannya, jangan sampai istri imutnya memakai dress di atas lutut tanpa lengan ataupun tanpa ada lingkaran bahu. No gede ! bisa mengeces para pekerja RD nantinya.


""Kamu pakai ini ya !"" Biru memilih kan t-shirt oblong dan celana jeans untuk Mentari kenakan. Mentari menerimanya namun di letakan di atas kasur. beranjak ke lemari pakaian Biru.

__ADS_1


""Kamu juga pakai ini ya !"" Balas Mentari memberikan sepasang baju tidur untuk Biru kenakan ke kantor Sunjaya Grup. Mentari tersenyum geli melihat wajah kecut Suaminya.


""Sayang, saya mau kerja lho bukan mau tidur.!"" Biru membayangkan sedang meeting dengan pakaian baju tidur, turun sudah pamornya.


Mentari menjentikkan jarinya. ""Nah, itu tahu... tidak sopan kan ? menggunakan baju asal asalan ke kantor apalagi menjadi atasan harus rapi agar mencontohkan ke karyawannya. Saya pun sama, tidak sopan hanya menggunakan Jeans atasan oblong kaos doang..apa lagi ini hari pertama ku di angkat atasan oleh Om Radja. Gema pasti akan malu mempunyai rekan yang tak layak seperti ku. Penampilan adalah cerminan kan ? kamu pasti tahu itu sayang !"" Lembut Mentari menjelaskan. Ia tahu Suaminya ini sedang cemas yang nantinya ada mata jahat yang melihatnya.


""Tapi....!""


Cup..


Mentari menyosor bibir cemberut Biru agar tak banyak protes.


"Kamu tak percaya kepada ku, eum ?""


Biru menggeleng.


""Terus ? apa yang kamu takut kan ?"" Heran Mentari.


""Entah..! saya juga bingung !"" Jujur Biru, ada ketakutan sendiri di hatinya walaupun tahu kalau istri polosnya ini tidak akan pernah mengkhianatinya.


""Sudah lah ! Saya akan memakai baju pilihan mu, tapi atasannya ku ganti menggunakan kemeja simpel ? Boleh ?"" Mentari mengalah, menenangkan Biru yang entah apa yang di khawatir kan oleh suami posesifnya ini.


""Terimakasih sayang ! kau memang terbaik !"" Senang Biru tersenyum bangga punya istri yang mau mengerti kepribadiannya. Logika Biru benar benar hilang jika di hadapkan tentang Petite-nya.


""Hulk.. Dengar baik baik ! Saya tidak akan melarang mu akan bertingkah apa di luar sana dan bekerja dengan siapa di luar sana...Cuma satu yang harus kamu jagah untuk ku... Jangan pernah berubah, Saya suka ke posesifan mu, karena itu pertanda kamu sangat mencintai ku, berjanji lah untuk tidak berkhianat dan jangan sampai membagi hati...Mengerti !"" Ujar Mentari penuh peringatan. karena jujur ! seharusnya ia yang cemas akan perangai tampan milik suaminya yang begitu banyak di puja oleh kaum hawa.

__ADS_1


""Janji ! satu untuk selamanya !"" Hangat Biru mencium mesra kening Mentari.


__ADS_2