RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 217


__ADS_3

"" Badai, buka pintunya...Ini Kaka !"" Gedor Topan di pintu kamar Gemi, Pemilik kamar pun ada di luar antara berdirinya Keluarga, menonton aksi Topan yang akan membujuk Badai yang sedang ngambek akut.


""Adai tahu, itu kamu Pan ! Tapi Adai nggak mau kelual. Adai nggak mau ketemu Nda.""


Mentari sedih benar akan ucapan Badai yang menolaknya. Topan yang melihat air muka Mentari yang sedih jadi geram ke Badai.


""Yakin nggak mau keluar, ya sudah.. Jangan sampai keluar dari sana, sampai keluar Kaka akan mencubit mu !"" Kesal Topan. Biru tepuk jidat akan Ancaman Topan. Pasti Badai di dalam nambah tertantang.


Ekspektasi mereka ke Topan tidak sesuai yang di inginkan Mentari dan Biru. Topan malah memperkeruh hati Badai.


""Sudah Topan, Kamu bujuk pelangi gih, biar Ayah yang bujuk Badai."" Dan Biru pun beralih menggedor pintu kamar Gemi.


Sementara Topan berjalan ke arah Kamar Gema untuk membujuk adik perempuannya, kalau sampai Pelangi pun menolaknya dan malah membuat hati Bundanya bersedih, maka Topan pun akan marah ke adik perempuannya.


""Pelangi ! Keluar Dek !!!"" Lembut Topan, Radja dan Gema saling lirik yang mengekor Topan. Tak menyangka Topan sangat Lembut yang mempunyai sifat dingin dan pendiam.


Sementara Mentari dan Biru masih membujuk Badai. Tapi tetap saja anaknya yang satu ini sangat keras kepala. Membuat Mentari semakin bersedih saja.


""Hulk, Ini salah ku...Badai dan Pelangi marah karena salah ku, aku memang tidak becus menjadi seorang ibu, memberi kesenangan ke anak saja aku tak mampu !""


Mentari pesimis, Baru kali ini ia melihat kemarahan anak Bungsunya, Sedari tadi di bujuk namun Badai tak keluar keluar bahkan tidak ada sahutan sama sekali Membuat Mentari semakin panik saja.


""Apa yang kamu bicarakan, Mentari...ini hanya masalah kecil, jangan di ambil hati, namanya juga anak-anak, pasti tanpa berpikir akan ucapannya."" Jelas Biru menenangkan istrinya yang terlihat gusar.


Sementara Pelangi sudah berhasil di bujuk oleh Topan dengan trik trik alibinya.


""Bunda, Ayah !""


Alih alih bersedih, Mentari di buat tersenyum geli akan penampilan Pelangi yang baru datang dari arah kamar Gema bersama Topan di sisinya dan Gema juga Radja ada di belakang anak anaknya dengan senyum geli pun terlukis di bibir Radja., kaca mata besar hitam punya Gema, Pelangi kenakan yang hampir terjatuh di hidung kecil itu. Topi pantai bulat pun sudah terpatri di kepala kecil itu, Tas punggung berisi alat gambarnya pun tak pernah ketinggalan oleh Pelangi kemana pun ia akan pergi.


""Ayo kita ke pantai !"" Ajaknya antusias karena Topan main ceplos saja kalau ayah bundanya akan pergi ke pantai berlibur. Topan tahu kalau adiknya itu lagi kepingin melukis pemandangan pantai hanya mendengar kicauannya ke Badai di hari kemarin berlalu.


Mentari dan Biru menatap Topan, yang di tatap cuma mengangguk tipis pertanda turutin saja agar mood Pelangi tidak buruk lagi.


""Pelangi, mau gambal laut, Di dalamnya ada Bunda, Ayah, juga Panda."" Cerewetnya.

__ADS_1


Mendengar kata panda, Mentari bersedih lagi, Badai belum bisa di bujuk.


""Ba---!""


Teriakan dingin Topan terjada dengan bekapan tangan kecil pelangi.


""Bial, Pelangi aja !"" Tawarnya yang ingin membujuk Badai, lebih tepatnya mengkode kalau acara ngambek mereka di kat dulu, Lebih baik mantai dari pada ngambek yang sebenarnya Pelangi dan Badai sudah kompakan ngambek bohongan ke Ayah Bundanya.


""Dai, Kita ke Pantai yuk ! acala malah malah nya udahan !""


Lima menit pintu pun terbuka lebar, memperlihatkan Badai dengan stail kerennya yang sudah siap pun untuk mantai. kaca mata kecil hitamnya di kaitkan di leher kaosnya, Kemeja sengaja tak di kancing sehingga memperlihatkan kaos putih polosnya, celana Chino selutut dengan sepatu senada Badai kenakan. membuat kepala orang tua melongo dan bertanya tanya... Apakah stail pantai ini kebetulan ia kenakan di acara ngambeknya atau memang di rencanakan oleh ke-tiga bocah ini. Sangat memusingkan bagi Biru dan Mentari yang ternyata anak kembarnya pintar berkonspirasi.


Astaga, ini bocah berotak licik semua sih...tiru siapa sih ? Heran Mentari, wajah anak anaknya saja yang polos seperti dirinya tapi pikirannya rupa rupanya tidak ada yang polos deh. penuh kemesteriusan.


""Nda, ayo !""


Seperti biasa, Badai selalu menempel ke Mentari, dan pelangi selalu setia ke Ayahnya, nah...sih Topan yang terlihat menyedihkan di mata Radja, anak Mentari Biru ini selalu berjalan di tengah tengah mereka, tidak pernah di gendong. Dan itu membuat Radja ingin menggoda si Sulung Topan.


""Nah, Kalau ini bagian kakek... Hahahaha!""


""Kakek, turunin Topan !" Topan masih bertutur halus terkesan dingin, apalagi ia mendapat hadiah tawa dari semuanya membuat Topan tidak suka di goda.


""No, no !"" Geleng Radja menolak dan terus berjalan menuju pintu utama untuk mengantar keluarga kecil Mentari ke pekarangan rumah.


""Mau di gigit atau mau di aduin nenek Rose !"" Ancamnya yang tahu kelemahan Radja yang ia tahui kalau orang tua ini sangat patuh ke neneknya.


"" Ck, Kecil kecil calon monster !"" Batin Radja dan mau tidak mau menurunkan tubuh kecil itu yang sangat gemas untuk di cium ciumin pipi tampan bocah ini.


""sama anak kecil pun kalah !"" Ledek Biru berbicara pelan ke arah Radja.


""Yaaaak, Tadi kamu juga ama anak kecil tidak bisa membujuk, kalah sama Topan !"" Radja tak mau kalah, saling ledek sama Biru sudah hal terwajib jika memang mereka bertemu.


""Ayo anak anak kita mantai,. Tapi kita jemput NENEK ROSE dulu ya di rumah petir.""


Radja yang mendengar nama Rose yang akan ikut serta dalam liburan mendadak keluarga kecil Biru, jadi bersemangat.... Dengan cepat ia ikut masuk kedalam mobil dekat Topan duduk di kabin belakang.

__ADS_1


Mentari dan si kembar besar melihat antusias Radja jadi Tersenyum Sendiri.


""Gema, Gemi.... Kalian kalah dengan ABG tua."" Ledek Mentari yang berdiri di tengah-tengah Gema dan Gemi.


""Ada setaaan bersuara ya Gema !"" Cuek Gemi.


Gema Tersenyum tipis akan ucapan kasar adiknya ke Mentari. ""Eum, rupanya !"" Timpal Gema menarik Gemi pergi dari hadapan Mentari dengan tangan itu merangkul mesra adiknya layaknya sepasang kekasih.


""Dasar, huuu !"" Hanya sorakan kasar saja yang terdengar, Tapi di bibir Mentari sedang tersenyum geli akan kecuekan Gema Gemi dalam percintaan.


Di sisi Biru, Sedari tadi sudah menembak mati Radja akan godaannya. Menyuruh Radja agar turun dari mobilnya.


""Om, mau ngapain ikut, kami kan tidak mengajak mu...iya kan anak anak ?" Biru di atas angin meledek Radja yang diam seribu bahasa tak membeli ledekannya.


Sabar Dja, Demi liburan bersama Rose... Batinnya di buat budek tuh kuping tebalnya.


""Eum, Turun Kek !"" Timpal Topan memberi pembalasan atas godaan Radja yang tadi sudah menggendongnya secara paksa.


Bibir Radja mencibik cemberut diam, mimik wajah itu pun sangat masam menahan ledekan.


""Hust, Jangan kebanyakan menggoda kakek anak anak ! Kasihan lho, Kakek rindu berat sama Nenek Kalian."" Mentari menengahi, baru masuk ke kabin depan di sebelah kemudi yang siap meluncur di tangan Biru.


Ahaaai, anak bungsu Rose memang terbaik !!! Senang Radja akan pengertian Mentari.


""Di pingit lho sayang !"" Biru tak ada hentinya menggoda Radja. Namun kaki itu sudah menancap pedal gasnya. membuat Radja semakin terpekik senang dalam hati.


Rose, Abang datang !!! Senyumnya diam diam. tapi senyumannya itu terlihat oleh Biru melalui pantulan kaca di hadapannya.


""Cieee, Bersinar seratus Watt itu wajah !!!"" Jahil Biru Semakin menggoda. Namun Mentari menghadiahi pinggang Biru dengan cubitan kecilnya pertanda agar suaminya diam.


""Petite, Ngajak Amma tidak jadi aja ya !"" Bohong Biru.


""KYAAA, kenapa begitu ???"" Prustasi Radja, hancur sudah ekspektasinya yang akan bermain air bersama Rose.


Hahahaaha...Biru dan Mentari terbahak dengan suara prustasi Radja. Anak anak bodo amat apa yang di bicarakan orang tua ini.

__ADS_1


__ADS_2