
Di pagi hari, Senja baru membuka chat dari Langit mendung. Matanya membola terkejut, Melihat foto tersebut, Tidak mungkin Satria dan Suaminya itu penyimpangan seksual. Bukan-nya katanya, Langit itu tadinya play boy ?
""Cih, akal akalan begini tidak mempan bagi saya ! saya akan membongkar kebohongan kalian, tunggu saja !.""
Hari semakin siang, Senja yang mendapat tugas oleh Chris untuk bisa merubah anak tidak bertanggung jawab itu menjadi anak baik agar mau bekerja, datang ke rumah Satria untuk menyusul Langit berniat memaksa Langit ikut andil di perusahaan yang sekarang di kelolanya. Sebenarnya Senja bodo amat mau jadi apa nantinya si pria mendung itu, Mau kerja ke' mau apa pun itu yang penting satu... jangan merusak kebahagiaan adiknya.
Saya akan membuat mu sibuk bekerja Langit, agar kamu tidak punya waktu menjamah rumah tangga Adik saya.
""Itik ? Lo ngapain ke rumah kekasih Gue ! Sana pergi."" Usir Langit terkejut mendapati semampai istri yang tak di inginkan.
Senja yang menyender di badan mobil Langit yang terparkir, membalikkan tubuhnya, matanya menangkap Langit dan Satria bersebelahan, dan Senja juga melihat kerisihan Satria yang baru saja di genggam mesra oleh Langit. Senja menahan kegeliannya sendiri. Sebegitu prustasinya Langit kah, Sehingga memilih alasan konyol... Wow, Ga*.... Lihat sebentar lagi aksi ku, untuk membongkar kebohongan kalian.
""Saya akan pergi, tapi bersamamu, kita kekantor bersama, suamiku !"' Senja mendekat ke arah dua kepala pria.
""Gue ogah, kerja sama dengan mu, mendingan juga gue happy happy bersama Satria, pacar gue !."" Langit merangkul pinggang Satria. Di dalam hatinya, ia juga jijik akan kelakuannya yang seakan akan tidak normal.
iiih, najis ! Satria mengumpat kasar, ingin sekali Satria mencongkel otak sahabatnya ini, ini sih namanya pelecehan pedang normal.
""Hay, Sat !"" Sapa Senja tersenyum manis merayu Satria. ia ingin membuktikan sandiwara konyol dua pria ini.
Senja berdiri di tengah tengah, berbalik menghadap Satria dan membelakangi Langit.
""Apa benar kamu kekasih Langit.?"" Senja menggenggam tangan Satria dengan penuh mesra di hadapan Langit.
Tiba tiba, tangan itu berkeringat dingin. Satria reflek membalas genggaman mesra Senja. Andai gue Langit, udah gue makan wanita yang menggoda ini. Cantik pula.
Di belakang Senja, Langit memberi plototan peringatan ke Satria, agar mengakui dan membantunya dalam berakting.
""I-i-iya ! Kami punya hubungan aneh !"" ungkap bohong Satria. Membantu sahabatnya. Suaranya terbata bata membuat Senja geli dan yakin jika orang orang bodoh ini hanya berbohong
Senja manggut pelan. dengan mata menatap intens bola manik Satria, merayu. ""Kalau saya mencium kamu, boleh ?"" Rayunya.
__ADS_1
Dengan cepat dan sebagai pria normal, Satria langsung manggut mantap. memasang wajahnya pas di wajah Senja... kapan lagi di sosor wanita cantik, body goals oke punya.
Senja tersenyum jumawa, apa gue bilang...kibulan doang.
Satria Ogeb...Awas kau nanti..! Kesal Langit akan kebodohan sahabatnya yang terpancing rayuan Senja.
Senja yang ingin mengerjai dua pria bodoh ini, memajukan wajahnya perlahan, seakan betulan ingin mencium Satria di hadapan Langit yang entah berekspresi apa Langit sekarang di belakangnya.
""Hais, apa apaan kalian ini." Panas Langit, mendorong kasar tubuh Senja agar menjauh dari Satria, biar tidak melakukan pemandangan yang membuat matanya sakit. Langit kembali merangkul mesra tubuh Satria.
""Kenapa ? Cemburu ? Satria saja mau gue cium kok itu tandanya Satria itu normal."" Bibir Senja tersenyum miring.
""Iya, gue cemburu, karena Lo sudah merayu kekasih gue. Sana pergi, dan rayu saja pria lain di luaran sana, Lo kan wanita nggak benar, dan gue yakin Lo itu sudah tidak suci lagi. !"" Hina tuduh Langit. Senja kesal tertahan Mendengar penghinaan menanyakan kesuciannya.
Plaaak...
Senja melempar tas kecilnya, tepat jatuh di kepala belakang Langit yang berjalan ke arah mobil yang sudah di buka kunci otomatis. Enak saja mau pergi tanpa mengajak gue. dan hinaan Lo...ih, nyebelin.
Biip... Langit dengan cepat pun, mengunci pintu mobilnya menggunakan kunci otomatis di tangan.
""Lo nggak boleh duduk di mobil mahal gue, kesini naik angkot kudu pergi pun naik angkot atau bajai saja.!"" Langit naik kedalam mobil, dan segera mengunci pintu, menyalakan mesin.
Braak..
""Senja !""
""Itik bodoh !""
Pekik Satria dan Langit. Senja nekad main hadang mobil Langit yang sudah berjalan dan seketika ia terserempet hingga jatuh ke tanah.
""Lo tak apa itik bodoh ?" Tanpa Sadar, ada nada khawatir tersirat di sana. Meneliti tubuh Senja dan mendapati sikut lengan Istrinya terluka. Reflek Langit meniup niup luka itu.
__ADS_1
Senja tersenyum tipis. kena Lo !
"Gue nggak apa-apa, Kita ke kantor sekarang !"" pinta Senja.
Langit tersadar akan kelembutannya, dengan itu...ia malah mensentil luka di sikut Senja.
""Langit mendung, aww !"" pekik sakit Senja. Dengan cepat ia berdiri dan mengejar langkah Langit yang akan mau naik mobil.
Hap...Senja merebut paksa dompet Langit di sakunya. berlari cepat naik ke mobil. Satria yang melihat pertengkaran sengit dua kepala di depannya, tersenyum geli.... Wanita hebat...pandai pandai lah bersabar menghadapi Langit. Satria beranjak ke mobilnya sendiri saat Langit dan Senja sudah di atas mobil tersendiri.
""Itik, balikin dompet gue !"" Bukannya menjalankan mobil, Langit dan Senja malah berebutan dompet di dalam kabin.
""Tidak, tidak tidak ! kecuali kita ke kantor, bekerja dengan baik...nah, Setelah pulang rumah, baru gue berikan dompet mu ini sayang ku."" Senja menyembunyikan dompet itu kebelakang tubuhnya. Langit masih kekeuh dengan aksinya yang ingin merebut, sehingga tanpa sadar, tubuh mereka begitu dekat sampai tubuh Senja terhempit antara pojok duduk mobil dan tubuh Langit, wajah itu pun hanya lima senti akan berpaut satu sama lain.
Speechless... Kedua kepala itu hanyut satu sama lain menikmati deru nafas panas saling bertubrukan menerpa wajah.
""Pria normal, Mau saya cium !"" Goda Senja tersenyum mengejek...Ia sengaja berkata pria normal biar Langit mendung ini akan sadar dari bohongnya yang katanya pria ga*. Pria ga* dari mananya, wajahnya saja terlihat nafs* dengan kedekatan tubuh ini... Siap siap jatuh cinta pak Langit mendung.
""A apa ? Cium? nggak nafs* gue !"" Langit menjauh kan tubuhnya. ""Balikin dompet gue dan turun segera atau...""
""Ambil sendiri kalau berani !"" Senja dengan santai menaruh dompet Langit kedalam bajunya, tepat di sela sela belahan gunung kembarnya.
""****, itik...Lo, ha... Nyebelin. !"" Langit gemas kesal akan wanita licik ini... tangannya ingin rasanya mencakar wajah cantik Senja. Tapi apalah daya, ia di ancam oleh Chris agar tidak membuat sedikit pun luka untuk Senja dengan sengaja. atau tidak....ia kehilangan kemewahan hidupnya selama ini.
""Hahaha, mana berani laki laki ga* memegang barang wanita."" Ledek Senja.
Langit spontan tangannya ingin meremas dada Senja. di pertanyakan keberaniannya... oke, Lo yang mau. tangan nakal itu sudah hampir menyelusup masuk, namun di tahan oleh Senja.
""Eits... berani pegang, Gue aduin ke papamu kalau kamu membuat ku Terluka... menyerempet ku dengan sengaja dan membuat sikut ku terluka."" Ancam Senja dalam wajah ketenangan.
""Itikkkk...Lo menang... puas Lo, kita kekantor...dan awas saja...duit dan kartu kartu gue ada yang hilang...gue kubur Lo hidup hidup.""
__ADS_1
Senja tersenyum manis sebagai andalannya... Bodo amat Lo mau marah...tak perduli gue...Yang penting Lo sibuk di kantor bareng terus, tiap detik dengan gue...biar Lo lupa akan niat buruk Lo.