RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 59


__ADS_3

Di rumah sakit....!


Biru membawa Mentari kerumah sakit tempat prakteknya dokter Farel, Sebelum sampai di rumah sakit...Biru sudah menelepon Farel agar menyusul ke gedung kesehatan perihal ini sudah malam dan berpikir Si Farel sudah pulang ke rumah, ia tidak mau jika dokter lain apa lagi laki laki yang ia tidak di kenalnya yang memegang megang tubuh Mentari..... Posesif kok pakai banget.


""Gimana Rel, Gadis gue baik baik aja kan ? kok pingsannya lama amat sih Rel ? Dia tidak lupa ingatan kan, Rel ? Jangan bilang akan seperti itu, dia cuma kebentur di lantai Lo Rel bukan jatuh di atas gunung."" Kepanikan Biru bertanya malah mendapat toyoran jidat dari dokter Farel.


""Cerewet Lo jadi kaki eh laki !"" Cibir Dokter Farel.


Biru tidak perduli toyoran rasa banci itu, ia lebih khawatir dengan Mentari.


""Gue aneh banget ma Lo, Bi ! Lo jadi laki tajir tanggung jawab dikit kek, Bi. masa Lo tajir tapi jarang ngasih dia makan sih, Ni Gadis orang lama lama akan membuat penyakit di lambungnya tahu nggak ? mana tensinya rendah amat lagi, Gila. Seberat atau sesibuk apa sih hidupnya ? Hingga makan saja di abaikan ? terus buat apa Lo ada di sampingnya kalau cuma jadi Patam (Pajangan Tampan) doang. Enyahlah kalau begitu."" Pedas Dokter Farel tidak tanggung tanggung memarahi sahabatnya ini, ia pun mengoceh seraya membuka paksa mata Mentari untuk mendalami kemedisannya.


Biru merasa tertampar dengan kata kata pedas dari dokter sekaligus teman lamanya ini, Dari mimik kesal Dokter Farel, berkata bukan sekedar menggoda tapi mimik itu benar-benar sesungguhnya. Biru jadi Gegana sendiri. Benar kata Farel, Gue kok seperti banci ya, yang tidak bisa menjaga Mentari, apa lagi tadi waktu ketimpa pigura sialannya pakai besar dan berat lagi tuh Pigura. malah kata lain, Gue sendiri yang menempatkan petite gue di posisi itu karena memanggilnya dan gadis manis ini dengan nurut berhenti di tempat bahaya itu. Aaah... Bodoh amat si Lo Sagara. Biru menyalahkan dirinya.


""Ya sudah, Lo jaga dia dan jika sudah bangun Lo beri makan langsung, bro. luka fisik tidak seberapa, ia sepertinya ada tekanan, juga lemah kekebalan dan perlu baaaanyak beristirahat, ingat.... kasih makan bergizi, Gue pamit mau melihat mantan dosen kita pak Radja."" Tepuk pundak Farel ke Biru.


Biru mengangguk. "" thanks bro."" balasnya.


Kepergian Dokter Farel, Biru menarik kursi, duduk di dekat brankar Mentari. Di lihatnya wajah damai itu dengan tatapan sendu.


""Aku tidak tahu masalah hidup mu, Petite. aku ingin tahu itu, semuanya tak terkecuali biar aku bisa membantu walaupun pasti kamu menolaknya. Aku ingin menjadi Tameng hidup mu, Tapi kok rasanya susah amat ya ? Hidup Lo penuh dengan kepolosan. terdengar sederhana tapi aslinya rumit."" Biru semakin memajukan bibirnya di telinga Mentari. Bagaimana ia tidak mengatakan rumit ? Si gadis lempeng ini, kebanyakan menolak tawaran enak darinya... Jadi istri Sagara kan, cukup enak...malah sangat enak lagi..aku akan membuat mu menjadi ratu ku.

__ADS_1


"" Jadi cewek jangan terlalu polos sayang, hidup juga butuh Realistis untuk bertahan hidup di kota keras ini, jangan ngirit ngirit hanya karena memaksakan menabung demi membayar hutang mu kepada ku, aku tidak menyuruh mu untuk membayarnya Mentari. malah dompetku pun siap di kuras oleh mu, Jadi apa pun masalah mu, mengaduh lah."" Bisiknya. Biru pun mengecup dahi Mentari sebelum meninggalkan gadis itu untuk membeli makanan, Pikirnya setelah Mentari bangun maka ia akan langsung memberinya makan.


...*****...


Di parkiran rumah sakit, Vane dan Titan menyusul Biru seraya ingin mengetahui keadaan Mentari sekaligus ingin menjenguk Radja Batara sebagai relasi yang baik.


""Ayo turun sayang !"" Pinta Vane. Titan sepertinya malas malasan.


""Aku langsung ke Batara saja ya, aku tidak mau menjenguk mantan asisten anakmu.!"" Tolaknya keras.


Vane yang sudah mau keluar mengurungkan niatnya. melirik Titan dengan tatapan mata tak suka.


Dingin Vane dan bukannya ia tidak sopan dengan suami sendiri tapi di sini sifat suaminya sedikit berubah... Harus di luruskan ! orang baik seperti Mentari malah di singgung dengan kata wanita bertopeng naif, Dan Orang penggoda seperti Sena sekretaris Biru di anggap wanita baik...Vane tahu semuanya tentang kelakuan Sena yang selalu mengumpang anaknya, sebagai ibu yang baik, ia selalu menyelidiki diam diam orang yang dekat dengan anaknya, dan Tak terkecuali dengan Mentari. Bahkan Vane sudah curiga di awal menerima CV Mentari yang di belakang nama gadis itu terdapat marga Batara, awalnya ia hanya cuek, mungkin hanya mirip saja....nama kan di mana-mana ada kembarannya, tapi setelah kejadian yang menimpa Mentari dan Radja, ia Curiga lagi...jika Marga Batara di nama Mentari pasti ada sangkut pautnya dengan Batara, relasinya. tapi ia juga tidak bisa berkata apapun, karena ia tahu batasannya yang bukan haknya. Mentari saja merahasiakan pasti ada alasannya. pikirnya harus di hargai.


Bukan hanya itu saja, Vane pun tahu tentang hutang piutang Mentari ke Biru, Biru yang sudah merelakan uang sebesar itu ke Mentari, tapi dengan tahu diri dan saking polosnya Gadis itu mati matian bekerja keras hanya untuk menyicil uang Anaknya....Coba pikir saja ? Apa kah gadis polos seperti itu bisa memanfaatkan anaknya yang Bucin akut ! Jika itu wanita lain, pasti dengan senang hati si wanita ular akan memanfaatkan kesempatan berlian tersebut.


""Van, Vane.."" Cegah Titan. Istrinya itu benar benar marah tidak jelas kepadanya. ia masih buta.


Vane berbalik yang sudah berada di koridor rumah sakit.


""Eum.!"" Malas Vane.

__ADS_1


""Aku akan ikut !"" Datar Titan masih dengan egonya.


Vane menuntun Titan duduk di bangku koridor. Ia butuh berbicara serius dengan suaminya ini.


""Oke kita bernegosiasi di sini, anggap lah kita sebagai teman, bukan suami istri."" Ucap Vane penuh Arti.


Titan mengerutkan dahinya, tidak mengerti, namun ia menurut ingin tahu apa maksud si Vane manja ini, Tapi terlihat tegas jika sedang bersungguh sungguh. Seperti Biru anaknya, Manja manja jadi macan jika di singgung.


""Apa yang membuat Lo tidak menyukai Mentari, pilihan anak dari Vanessa Malik.!"" Vane benar benar jadi orang asing jika berbicara serius dan penting. Sampai kata Lo keluar dari mulutnya untuk Titan, Suami sendiri.


""Karena gadis itu sok polos tapi hanya topeng saja, Dia menggoda anak kita, sampai aku pernah memergoki mereka tidur satu ranjang di apartemen waktu mereka masih terikat bos dan asisten.""


Vane nampak biasa saja, ia juga tahu itu karena di kamar anaknya ia pasang CCTV tersembunyi, dan itu cuma sekedar tidur biasa, dengan Nakal, Biru sendiri yang menaruh tubuh mabuk Mentari di ranjangnya...dan ia juga menonton semua kemodusan anaknya....bayar hutang kok pakai ciuman, dasar anak gendeng.... sebenarnya Vane ingin menombak anaknya pakai hak sepatunya seperti ikan, jika ia di ingatkan kemodusan si Sagara gesrek.


""Aku juga mendengar cerita dari Sena, bahwa Mentari sering merayu Biru dalam ruangan kantor Selama mereka bekerja bersama. dan untungnya aku cepat memecat wanita itu.""


Damn it dan dauble dauble damn, umpat Vane ke Sena, Ular itu kok membalikkan fakta, Tapi Vane akan diam dulu, ia masih setia ingin mendengar alasan Titan.


""Dan lebih parahnya, tadi di acara Gathering, Gadis pilihan kalian itu dengan lancang memeluk Radja Batara di depan istri dan keluarga besar Batara. apa itu maksudnya, apakah tidak murahan seperti itu, eum ?"" Titan mengeraskan rahangnya, demi membela Mentari...Si istri manjanya malah mati matian membela dan menantangnya.


Tinggalkan dukungan ikhlas 😘

__ADS_1


__ADS_2