
Mentari terkejut hebat, Saat ada tamu yang tidak ia sukai datang ke unitnya. Biru sendiri sudah pergi dari subuh tadi, Mentari sengaja kerja lewat rumah saja, ia terlalu malas untuk sekedar kekantor Saat ini.
""Hendak apa kamu datang ke rumah ku, Sella ? dan tahu dari mana alamat ku yang ini ?"" Tanya Mentari berbasa basi, padahal ia sudah tahu, pasti Sella ini mengetahui alamatnya dari anak buahnya yang sudah di utus untuk mematai matai dirinya, Tapi Sella bodoh ini pun tidak tahu kalau anak buah utusannya sudah di bereskan oleh Biru.... Semua utusan Sella sekarang adalah anak buah Biru yang berkedok memihak Sella.
""Hendak mencari kesenangan, Mantan ibu Bos.!"" Suara Sella begitu terdengar mengejek, menyebalkan di telinga Mentari.
""Apakah begini, perlakuan nona Batara di kala ada tamu, tidak mempersilahkan tamunya masuk."" imbuhnya menyindir keras.
""Pergilah, kita sudah tidak punya urusan apa pun, kita bukan rekan kerja atau pun sebatas teman. Pergi dari sini, saya sedang sibuk !"" Usir Mentari masih dalam nada sabar. Tapi di dalam hatinya, ia begitu ingin memukuli wajah plastik Sella sekarang ini. Ah, Hulk, saya sudah muak ingin memberi hadiah ke orang ini. kesalnya saat mengingat peringatan dari Biru untuk bersabar sebentar lagi. Mentari hendak menutup pintu, tapi Sella menahan cepat.
""Baik, Tak apa ! Berdiri di sini pun tak masalah. Gu---Saya kesini hanya ingin memberikan ini.""
Mentari menggapai surat entah apa yang di layangkan oleh Sella.
""Surat permohonan cerai ?" Kaget Mentari akan kelakuan lancang Sella. ""Lo ! maksud Lo apa ?"" Tunjuk dan ucap kasar Mentari, seketika darahnya mendidih saat Sella ini menyuruhnya untuk berpisah dengan Biru, pria yang begitu ia cintai. Damn it untuk Sella. Siapa sih Lo ?
plak
""Lancang sekali !""
Sella tersenyum miring mendapat tamparan keras dari Mentari. Ia ingin membalas tamparan itu tapi dengan cepat Mentari mencekal tamparannya. Dua Anak Buah Biru yang berkedok sebagai sekutu Sella sudah siap siaga. Tapi seketika terurungkan atas tatapan Mentari yang seakan menyuruhnya diam dulu. ia bisa mengurus wanita bermuka tembok seperti Sella.
""PERGI DARI SINI !"" Bentak Mentari murka seraya menghempaskan tangan Sella begitu kasar. ""Rumah tangga Gue memang sedang dalam tidak baik baik saja."" Bohongnya masih mengingat aktingnya ""tapi Lo tidak berhak membawakan surat seperti ini."" Marahnya dengan begitu kesal.
Imut imut bisa seram juga, serasi banget deh ah, Bos Mentari dengan Bos Biru. wajah bak dewa Dewi, tapi di sisi lainnya ada keseraman tersendiri. Batin salah satu anak buah Biru.
__ADS_1
""Ok, kalau Lo tidak mau mundur memberikan Biru ke Gue, Maka terpaksa..Amma Lo yang akan mati."" Smirk Sella. Mentari mematung mencerna.
""Ma-maksudnya ?!"" Lemas Mentari di sekujur tubuhnya.
""Maksud gue, Obat herbal yang Amma Lo konsumsi itu dari ulah Gue, dan obat itu tidak ada medisnya, hanya gue yang mempunyai penawarnya. Jadi Lo pilih saja, Pisah dengan Biru atau pisah selamanya akan kematian Amma Lo, dalam lima hari dari sekarang nyawa Amma Lo akan berhenti, kalauuuuu... penawarnya tidak segera di berikan. Mengerti sayang !"" Jelas jahat Sella.
Inti rencana Sella memang ini, Membuat Mentari berpisah dari Biru dan menghancurkan segala kebahagiaan Mentari dengan bermain main di dalam nyawa Rose. Karena kelemahan Mentari adalah Ammanya itu. Jadi....pasti Mentari akan memilih bercerai dengan Biru dari pada harus kehilangan Ammanya,selama lamanya. pikirnya licik.
""Aaarg, Sella ! kamu begitu jahat !"" Mentari murka. Ia menyerang Sella dengan cara menjambak rambut wanita ini.
""Mentari, lepas ! atau penawarnya akan gue hancurkan yang hanya ada satu botol itu."" Ancam Sella yang tidak bisa berkutik dengan pergerakan Mentari yang brutal.
""Tidak akan gue lepas, Lo itu setan sialan...Gue akan ngebunuh Lo kalau Amma Gue sampai meninggal.""
Sella sempat berhasil lepas dari Jambakan Mentari dan ingin membalas Jambakan Mentari. Namun wanita berperangai imut ini kembali menyerangnya dengan mencakar wajah operasi plastik nya.
""Hahahaha, Mereka tidak akan berani menyentuh ku walau hanya seujung kuku pun."" Ledek Mentari. Sella menyerinyit. ""Bapak bapak bebal, tangkap dan geledah dia, cari obat penawar racun itu."" Sopan Mentari memberi Titah ke dua bodyguard Biru.
""Baik Bos ! dengan senang hati !"" Sahut keduanya kompak, Sempat mereka takjub atas penuturan Mentari yang begitu lembut sopan memberi kan perintah .
Sella terkejut bukan main, Ia berbalik kepada kedua pria tersebut. ""Kalian ?"" tunjuknya tak percaya. kenapa justru berbalik ke arahnya.
""Kami adalah utusan dari Bos Biru."" Tengil mereka. tersenyum meledek.
""Aaarg, Mentari... Obatnya benar benar akan gue hancurkan, Lo tidak akan bisa menolong Amma Lo."" Oceh geram Sella. Satu bodyguard, Mengunci pergerakan Sella yang meronta, dan satunya sedang menggeledah Sella. ""Hahaha, tak apa gue mati, tapi Lo akan menderita dalam penyesalan karena lebih memilih untuk bersama dengan Biru dari pada harus menyelamatkan nyawa orang tua yang sudah melahirkan Lo."" Serka Sella tak ada takut takutnya padahal ia sudah dalam ujung tanduk. Tapi orang gila memang begini...tak punya logika.
__ADS_1
""Tidak ada apapun Bos !"" Lapor orang yang menggeledah Sella.
Mentari getar getir dalam hati atas perkataan Sella. Lima hari ? Amma.....? Oh, tuhan beri jalan. Khawatir Mentari akan kondisi Rose kedepannya.
"Sel---Sena ! Tolong, jangan seperti ini, ku mohon, beri tahu di mana penawar itu. !"" Pintanya memohon penuh harap dan penuh nada rendah.
"" ternyata Lo sudah tahu kebenarannya, kalau gue ini adalah Sena, Hahaha, Tapi tidak masalah lagi bagi gue, Karena sekarang gue menang satu langkah...Hidup mati Amma Lo ada di tangan gue !"" Sena atau Sella berasa di atas awan karena kartu As yang ia miliki. Tidak ada pikiran takut di dalam dirinya sekarang, ia juga tidak berpikir panjang... bagaimana jika ia kembali di serang oleh lawannya.
Nafas Mentari terdengar putus asa, sangat putus asa. Ia terdiam berpikir panjang. Bertahan hidup bersama Biru tapi kehilangan Ammanya adalah kabar buruk, bukan pilihan mudah untuknya, keduanya adalah hidupnya. Rose adalah darahnya, Sedangkan Biru adalah Nafasnya. Bagaimana ini ?
""Sena, tolong ! Amma ku tidak ada salah dengan mu, Ambil saja nyawaku, itu kan yang kamu mau, urusan mu ada di aku bukan ke orang tua ku, Ku mohon berikan obat penawarnya."" Pasrah Mentari mau di apa kan oleh Sena, asalkan nyawa Rose terselamatkan.
":Yaaak... memohon lah di hadapan ku, berlutut lah dan cium kaki ku, siapa tahu ada rasa empati yang tetiba datang."" Senang Sena. ""Dan kalian, lepas kan tangan kotor Lo pada, di kulit mahal gue."" Tukasnya ke orang yang mencekal lengannya. ""Ayo tunggu apalagi ?"" Bentak nya ke Mentari menyuruh istri Biru ini untuk mengemis.
Mentari membuang harga dirinya jauh jauh, ia memegangi dadanya yang sesak, jujur....di suruh melompat ke dalam kandang macan pun Mentari rela demi Rose dan demi janji sucinya ke Biru. Biarkan ia mati dalam pengorbanan yang penting orang orang yang ia cintai bahagia dan juga dalam keadaan baik baik Saja.
"Baiklah, tapi ku mohon.... Setelah ini, tepati janjimu."" Polos Mentari begitu percaya kepada orang licik seperti Sena. Ia mulai berangsur bersimpuh dengan gerakan perlahan, air matanya pun tak sadar sudah menetes dan segera menghapusnya kasar...ia harus ikhlas di injak injak harga dirinya demi Rose.
"Petite, Jangan !""
...*****...
Biru: Author ! dari awal pernikahan kok gue kagak di kasih tiket honeymoon, jahat amat deh ah...
Mak Author : Sabar napa ! Mak Author lagi kurang biaya, karena para readers kurang jempol, Bunga bunga apalagi Vote. Jadi sabar ya...! š š
__ADS_1
Biru : Yaelah, Mak author mah gitu... tenang ! Sagara ini akan menegur para readers untuk meninggalkan jejaknya. "" Hey para readers ! Tinggalkan jejak Napa...biar Author ngasih gue tiket honeymoon...! Kasian tahu Mak Author, orang kismin dukungan...""
Mak Author : Ck, tahu aja Lo Sagara, hehehe !š