RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 108


__ADS_3

Fifteen minutes, kata sang pramugari cantik... pesawat akan Landing dan di harapkan para penumpang duduk tegak dengan sabuk segera di kenakan kembali demi keselamatan sendiri.


Biru tersadar dari tidurnya, Melirik ke sisi bawah. Ia tersenyum lembut saat melihat wajah damai Mentari yang tertidur menyandar di dadanya. ""Petite, bangun sayang ! mau landing, kamu harus tegak demi keselamatan fisik dan syaraf pendengaran mu."" Bisik Biru penuh sayang seraya mengusap rambut Mentari.


Mentari menarik tubuhnya, mengucek matanya sekilas dan tersenyum lembut ke Biru dengan mata masih sayu, mengantuk. "" Ngantuk, Hulk !"" Paraunya. dapat sentilan jidat gemas dari jentik Biru.


""Ganti ke' panggilan sayangnya...Masa Hulk, Seram juga ngebayanginnya... Raksasa hijau. iih !"" Biru bergidik, protes. dengan bibir merajuk cemberut. Akting.


""Hulk dan Petite...Kan cocok tuh ! raksasa kuat seperti yang bisa melakukan apapun demi saya si gadis eh bukan gadis lagi, si wanita Petite."" kekeuh Mentari sudah nyaman dan pas di lidahnya akan panggilan Hulk ke Biru.


""Hahaha, Honey....awas di sini ada hulk.'" Ucapnya ke Dirgan. Bintang yang duduk di kabin pas belakang duduk Biru tak sengaja mendengar percakapan lucu Mentari dan Biru.


"Diam Lo, sepupu galak !"" Cetus Biru melempar jaketnya ke belakang dan pas mengenai wajah Dirgan yang hanya diam tak tahu apa apa.


"" Ck, Gue yang kena."" Malas Dirgan.


Di sisi Senja dan Langit, Mereka tadinya tertidur dengan posisi mesra membuat pramugari yang akan membangunkannya menjadi iri. Senja tertidur tidak sengaja Kepalanya jatuh ke pundak Langit yang sama-sama tertidur pulas selama perjalanan. Langit pun sama, tertidur dengan kepalanya sedikit miring ke kepala Senja.


""Maaf ! Permisi pak, Bisa tolong bangun dari tidurnya, Pesawat akan landing."" Pramugari mengguncang sedikit jenjang lengan Langit. pria itu pun terbangun dan mengangguk belum sadar ada beban kepala yang menyender di bahunya.


Kepergian pramugari untuk mengecek penumpang khusus keluarga Kemal, Langit menyadari ada kepala Senja yang seenaknya bertengger di bahunya.


""Woy, Bangun."" Ketus Langit menoyor kuat kepala Senja agar menjauh. Toyoran telunjuk pun terlihat jijik menyentuh kepala si itik ini.

__ADS_1


Senja terkesiap, mengelap bibirnya yang sedikit meneteskan liurnya.


""Iih, Dari awal kok, Lo jorok melulu sih, dasar itik !"" Jijik Langit akan gadis di sampingnya.


Senja tersenyum manis, tapi kata Mentari kalau lukisan manis itu keluar dari bibir Senja, artinya adalah senyuman devil, bukan senyuman manis asli.


""Jorok ? beginilah arti jorok sesungguhnya !"" Senja tanpa takut di semprot oleh Langit, dengan santai tangan bekas mengusap liurnya di tempelkan ke pipi kanan Langit. ia tidak terima di katain jorok oleh Langit.


""Itiiik.Uuhh,..!"" Kesal Langit menepis kasar tangan Senja. Setelah di tepis menjauh, Langit kembali menarik tangan kurang ajar Senja dan mencekalnya kuat. ""Dengar ya Itik ! Lo tidak tahu siapa sebenarnya Gue, Gue laki laki yang tidak tahu belas kasih, baik itu wanita seperti Lo maupun seorang pria. Gue tidak akan memberi ampun jikalau Lo masih saja mengganggu gue dan ikut campur apa yang gue lakukan, jadi sebelum Lo menyesal maka menjauh dari gue dan juga urusan Gue nantinya."" Bisik Langit dengan nada penuh ancaman. Senja hanya mengulum senyum dengan santai pun ia mengorek telinganya menggunakan tangan yang satunya, seakan akan membuang kotoran. dan pergerakannya itu membuat Langit semakin geram, menyebalkan di matanya. Langit pun melepas kasar tangan Senja.


Senja memiringkan kepalanya menatap Langit dengan nyalang. ""Kalau wanita yang Lo cinta dan sayangi mengurusi urusan urakan Lo itu, bagaimana ? apa Lo akan lukai ? Misalkan adik Gue, Lo ngelamar dia karena cinta kan ?"" Balas Senja penuh maksud.


""Iya ! siapa pun itu saya akan lukai jika berurusan dengan Gue, termasuk orang yang gue Cinta pun ! "" Nyalang Langit membalas tatapan Senja yang seakan menantangnya.


Langit mengepalkan tangannya di balik saku Hoodienya mendengar itu, ia Geram. Benar adanya... Ucapan Senja, Ia memang melamar Mentari kerena hanya ingin melukai Biru, membuat Biru kalah darinya.


""Kamus Lo harus di rubah sedikit bung ! arti orang mencintai tulus itu adalah pengorbanan. rela berkorban demi melihat orang itu bahagia walaupun sakit ! karena bahagianya orang yang kita cintai bukan bersama kita, Fine ! kita lapangan kan. Dan percaya lah...di depan ada kebahagian yang menanti kita dengan siap pun mengorbankan dirinya demi kebahagiaan kita.""


Senja banyak Mendengar info tentang Langit dari Satria, Semenjak Senja mendengar maksud jahat Langit, Senja diam diam mengorek informasi dari orang yang mengenal Langit termasuk Chris pun di tanyainya. Dan Senja semakin waspada setelah mendengar ternyata adik iparnya adalah musuh bubuyutan Langit dari dulu.


""Lo sudah masuk di lembah bahaya Itik, Hentikan lah kalau Lo bisa ! Gue akan buktikan ucapan Gue, Gue akan menghancurkan rumah tangga Biru dan Mentari ! Lihat saja !"" Langit masih kekeuh dengan egonya yang tinggi.


""Lakukan lah ! Jika Lo bisa ! Gue akan menjaga adik ipar dan adik Gue dari mata jahat seperti mu !"" Senja tersenyum manis, pembawaannya tidak menggebu gebu melainkan tenang, sangat mengecoh orang kalau ia dan Langit hanya mengobrol biasa Kecuali Chris yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka.

__ADS_1


...****...


Pesawat sudah Landing Sempurna sejak beberapa menit yang lalu. Kini mereka semua sudah berada di parkiran bandara, akan siap berpisah arah kediaman masing-masing.


""Senja, jangan lupa, Om tunggu di perusahaan besok pagi !"" Ujar Chris sengaja menyuruh sopirnya untuk berhenti sejenak menyapa Senja di depan Langit yang langsung mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Papanya yang bersungguh sungguh ingin menurunkan kepemimpinan ke Senja.


""Oke Om !"" Senja menaruh jarinya di depan mata yang sengaja membentuk kacamata separuh artinya Oke. Sekilas ia memancarkan mata peperangan ke Langit sebelum jendela itu tertutup.


Biru yang baru tahu kenyataan kalau Kaka iparnya akan bekerja di kantor Chris, menghampiri Senja yang sedang memasukkan barang barang ke bagasi mobil.


""Kaka ipar !"" Panggil lirih Biru.


Senja tidak menoleh, Hanya deheman kecil yang membalas ucapan adik iparnya.


""Maksud Om Chris, Kaka ipar akan bekerja di perusahaannya.""


Senja mengangguk. Biru memicing... terus di RD BATARA Grup siapa yang akan menjalankan nya ? Si dosen killer kan sekarang angkat tangan di perusahaan, karena ingin serius menjalankan sebagai Rektor kampus.


""Nanti di RD siapa kak ?"" Bingung Biru.


"Gema dan siapa lagi kalau bukan istri mu !"" Senja tersenyum tipis, tangannya hanya sibuk menata barang di bagasi. "" Jangan protes ya adik ipar tua ! Mau tidak mau kamu harus mengijinkan istri mu itu bekerja di sana sebagai permintaan pembayaran pelangkah."" Sekarang Senja tersenyum geli melihat wajah Biru yang nampak tak setuju kalau istrinya akan menjadi orang sibuk di perusahaan. Waktu Petite-nya akan terbagi sudah.


Biru pun melangkah ke arah Mentari dengan wajah memerengut, siap membujuk agar Petite-nya tidak menjadi orang kantoran seperti dirinya yang penuh dengan godaan pikiran dan godaan hati, Biru tidak mau banyak orang yang

__ADS_1


melirik Petite-nya dengan tatapan penuh kagum dan memuja jikalau tahu kemampuan kepintaran istrinya ini plus ke manisan Mentari hanya khusus di lirik oleh matanya.


__ADS_2