
Radja dan Rose datang terburu-buru ke Kantor Senja, begitu pun Biru dan Mentari langsung pada meningkalkan pekerjaan masing-masing di kantor saat menerima pesan dari Chris kalau gadis dari Batara itu hampir di lecehkan oleh Langit, anaknya.
Chris bukannya sedih ataupun takut malah mendengus senang mendapat kabar itu, baginya itu adalah kabar baik untuk lebih mendekatkan Senja dan Langit dengan cara membuat Langit bertanggung jawab akan perbuatannya.
Senja tanpa sadar sudah menggali kuburannya sendiri dengan fitnahannya ke Langit karena Chris mempunyai ide gila yakni ingin mengikat mereka dengan nama pernikahan. Apa pun itu caranya, pokoknya Langit harus mempunyai istri seperti Senja, berharap akan ketegasan Senja membuat anaknya berubah baik, tidak pendendam dan tidak mempunyai hati batu juga dingin.
""Ada apa ini ? kok pada ngumpul ? Parfum buatan saya belum jadi jangan meminta samplenya sekarang."" Heran Senja, terkesiap. ruangannya di selonong sekaligus Lima orang. Yakni Radja, Rose, sepasang suami istri baru dan juga Chris. seakan sudah janjian dengan kedatangannya yang berbarengan.
""Senja ? kamu tak apa sayang ?"" Cemas Rose mendekat ke kursi kebesaran anaknya.
""Mana ? apanya yang tak suci lagi ?"" polos Mentari.
Belum sempat Senja bersuara. Mentari sudah menariknya untuk berdiri. adiknya itu memutar mutar tubuhnya sampai pusing sendiri. semua mata menelitinya dengan tatapan cemas kecuali Bang Sam yang kepingin ketawa.
""Mana si Langit kurang ajar itu.!"" Rahang Radja sudah mengeras. Menatap Chris yang hanya berwajah datar santai.
Senja garuk tengkuk, dirinya tak dapat kesempatan berbicara....tanda ada masalah. Pikirnya akan ada roman tak enak.
""Om ! Mana anak Om itu, tangan saya sudah gatal !"" Timpal Biru ingin menghajar Langit, menimpali kemarahan Radja. kompak juga Biru dan Radja kalau masalah keluarga.
""Lagi di jemput paksa oleh anak buah saya, Santai saja, Nanti juga sampai dan saya akan menyuruh anak saya untuk bertanggung jawab."" Seru Chris.
""Kalian tuh kenapa sih ? tanggung jawab apanya coba?"" Senja berpura pura bodoh. Bang Sam tersenyum geli di belakang tubuh Radja. Roman roman Senjata makan tuan !
__ADS_1
""Kata Om Chris Daeng di---!""
Mentari belum bertutur lengkap, pintu ruangan terbuka dengan sangat kuat sehingga membuat mata teralihkan ke pelakunya, dan si tersangka yang di pertanyakan sudah datang dengan empat anak buah Chris di belakang Langit untuk memaksa datang ke kantor Senja.
""Ini dia orangnya !""
Bugh...Bugh...Bugh...
Belum sempat Langit bertanya ada apa, sampai dirinya di paksa datang....kini dua tangan bogeman demi bogeman mendarat di wajah serta perutnya yang di lakukan oleh Radja dan Biru, mengeroyok.
Chris tak bergeming, menikmati anaknya di hajar oleh mantan petarung Ostia, Radja. Dan Anak dari sahabatnya, Biru. Biarkan saja anak batunya itu sekali kali di beri pelajaran biar otaknya yang suka suka dalam bertindak itu meleleh.
Tiga kepala wanita, berpekik histeris. Senja dengan berani maju memisahkan perkelahian dengan menarik tangan Om-nya. Mentari pun sama, ia hampir terkena bogeman Biru karena langsung berdiri di hadapan Langit yang akan di hadiah bogeman dari Biru.
"Hais, Petite !"" Biru menjambak rambutnya, hampir saja ia menyakiti istri tercintanya. ""Sini Sayang, Maafkan saya !"" sesal Biru menarik Mentari kedekapannya, emosinya langsung down dengan adanya Mentari.
""Kalian semua mau apa sih bikin keributan di hari pertama saya kerja ?."" Kesal Senja menatap nyalang satu persatu ke orang di hadapannya ini kecuali Rose-Ammanya. ""Amma, kenapa Amma juga di sini, eum ?"" Tanyanya sopan dan lembut. Walaupun dalam keadaan marah, Senja tidak pernah menaikkan oktafnya jika lawannya adalah Rose.
""Kami di sini karena Chris memberi kabar kalau kamu di lecehkan oleh Langit. Dan kamu Langit, Om tidak mengijinkan mu untuk mengajar di universitas milik saya lagi, Saya sebagai Rektor mengeluarkan mu !"" Radja yang menjawab dengan kesal menggebu-gebu. Enak saja mau melecehkan keturunan Batara, Gue beri Lo !
Sial ! ini semua karena Lo itik...Gue benci Lo ! Bukan hanya Biru saja yang akan gue hancurkan Nanti, tapi Lo juga.... Lihat saja ! Geram Langit penuh kebencian ke Senja karena sudah membawa masalah di hidupnya.
""Daeng ! Benar kah itu ?"" Selidik Mentari.
__ADS_1
""I-i T-ti--!"" Gagap Senja. ia tak tahu harus ngomong apa ? Jika ia mengakui jika itu hanya fitnahnya saja, maka ia tidak akan mempunyai kartu As lagi untuk mengalahkan Langit. Tapi kalau ia mengakui..... entah, apa yang akan terjadi ?
Bang Sam menggeleng geli akan kegagapan Bos cantiknya ini.
" Iya ! Saya melecehkan Senja, Puas kalian mendengarnya, hah ? Tapi itu karena kami sedang marahan, Asal kalian tau, kami sebenarnya adalah pasangan kekasih, semenjak di kampung...saya dan Senja sudah mempunyai hubungan."" Bohong Langit, ia akan menyerang balik Senja dengan senjata Fitnaan si itik ini.
Mata Senja membola kaget. ****... Sianying Sialan ! aaarg ! Senja memaki Langit di dalam hatinya. Namun wajah cantik itu terlihat tenang akan pembawaannya.
Chris menyeringai menang, tanpa memaksa capek capek, anak batunya ini memberi jalan tol untuk mempunyai menantu seperti Senja.
""Pasangan ya ? mm... Kalau begitu ! kalian akan saya nikahkan saja. tidak keberatan kan ? kan saling suka"" Bukan pertanyaan di nada Chris melainkan seperti titah telak.
Hoek...suka apanya ! mengibarkan bendera peperangan malah iya... Kompak Senja dan Langit dalam hati dengan tatapan tajam saling berperang.
"" Bagaimana semua ? Setuju ?" Tanya Chris sopan. ""Dari pada di diemin begini saja dalam berhubungan bebas, bahaya ! bisa menimbulkan dosa besar jika sudah ada setan' di tengahnya."" Chris mulai membujuk dengan alasan berlebihan.
Setannya pak Langit, huu...Cibir Mentari dalam hati.
Biru memperhatikan gerak gerik Langit juga Senja yang aneh. Cih, saling Cinta ? apanya ? adanya saling benci melihat mata tajam satu sama lain berpandangan. Pandangan Cinta tuh seperti ini... Biru menatap Lembut ke arah Mentari dengan adanya bumbu cinta dan kasih sayang yang di pancarkan untuk si Petitenya.
""Saya ti---!""
""Setuju ! saya Langit Syaputra Kusuma, siap menikahi Senja Putri Batara. Hari ini pun saya siap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan saya yang KATANYA, Saya sudah melecehkan pacar saya sendiri. Bagaimana Senja SAYANG KU? kita akan nikah kan, hari ini juga... itu kan yang kamu mau, dan itu pun yang kamu permasalahan kan tadi....yang katanya kamu malu ke orang orang karena sudah di langkahi oleh adik sendiri dalam berumah tangga."" Tekan seringai tajam Langit cepat memotong penolakan Senja. ia akan menghukum Senja dalam kehidupan rumah tangga. tekadnya.
__ADS_1
""Sianying, benar benar ! awaaaass Lo, Gue akan balas ! Senjata makan tuan gue."" Geram Senja mengumpati kebohongan Langit.
Mata semua orang menatap intens wajah merah marah Senja yang di kiranya tersipu malu, meminta jawaban atas penuturan Langit yang hanya berakting. Rose dan Mentari merasa bersalah ke Senja. apalagi Mentari yang sudah melangkahi kakanya.