
""Saya terima nikah dan kawinnya Mentari Putri Batara binti Dewa Batara dengan mas kawin 250 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."" Biru mengucap kan ijob kobul dengan suara lantang tegas dalam sekali tarikan nafas.
""Bagaimana saksi ? sah ?"" Tanya Radja yang mewakili Almarhum Dewa untuk menikahkan Mentari.
""Sah !"" Koor saksi dan para tamu yang menghadiri ijab itu terdengar kompak menyahuti.
Alhamdulillah
Mentari pun di suruh keluar oleh pak penghulu, duduk di samping Biru, menyalami dan mencium punggung tangan Biru yang sudah sah menjadi imam halal dalam dunia dan akhiratnya.
Adat demi adat berlangsung, acara sungkeman pun sudah, bahkan sesi foto keluarga telah usai, Saatnya yang di tunggu tunggu acara heboh yaitu menikmati hiburan orkestra paling terkenal di daerah itu, bahkan niat Radja tadinya ingin mengundang artis terkenal namun tidak di setujui oleh Rose. Ok...Radja mengalah.
Mentari dan lainnya terpingkal pingkal menertawakan hebohnya panggung pentas saat pasangan suami istri yakni Bintang dan Dirgan berjoget memperagakan Bang Jali dengan sangat kompak, luwes dan jenaka. mereka memang pasangan ter goals. kocak dan heboh.
Mentari dan Biru pun belum sempat berhenti terpingkal, kini di tambah Bang Sam naik ke panggung bergabung dan memperagakan joget bebek mabuk dengan gerakan panta* di condong kan kebelakang dan bergerak satu kali ke kiri dan dua kali kekanan mengikuti deringan alur musik dangdut.
Panggung kembali heboh, Saat Senja menarik Langit berasa Jum untuk naik pentas. Senja baru sadar kalau ia salah tarik Setelah berada di atas panggung. kepalang basah, Dari pada malu tanpa joget, ia pun cuek... malah berjoget heboh bersama yang lainnya.
Langit yang tadinya ingin turun, menjadi telinganya meradang saat di katai tidak gaul oleh Senja. Langit pun terpaksa berjoget, namun Oh, ternyata...si itik ini malah membuat dirinya semakin kesal yang di katain kaku dalam berjoget, seperti robot yang terputus putus energi dayanya, kesetrum mati server. kata si itik ini.
""Eh, Langit mendung tak ada senyum, Kamu tuh joget atau sedang berlompat kodok sih ? saya berasa sedang ikut serta dalam lomba agustusan melihat joget kaku mu yang lompat lompat seakan-akan sedang lomba karung."" Senja protes mencibir gerakan joget Langit yang kaku.
"" saya tetorialkan caranya ya ! Empat jari di lipat, keluarkan jempol mu dua duanya ! Laras kan jalur musik ! Nah begitu, pintar ! musik sitik Joss ! Lanjut sampai pagi, Asyik, Kita goyang terus sampai pagi berasa encok.""
Anehnya, Langit yang tadinya kaku malah terbawa suasana saat mendapat ejekan dan arahan dari Senja..ia bagaikan robot yang menurut ikut berjoget dangdut yang seumur umur belum pernah melakukan sebelumnya. ini gara gara si itik.. awas kau !
Musik dangdut dengan lirik goyang dumang semakin riuh heboh saat Si kocak Satria Menarik Biru ikut serta, dan Si kocak Farel tak mau kalah, menarik Nata untuk ikut serta pun, hingga panggung besar itu terasa sesak di penuhi oleh orang gendeng dari mereka semua sampai biduan pun kalah tak terlihat.
__ADS_1
Mentari semakin terpingkal geli tak kuat, begitu pun yang lainnya. saat Nata dan Biru... Bukannya berjoget dangdut, Saudara sepupu itu malah memperagakan Push up, sit up dan Handstand. Tawa geli tak henti melihat aksi Biru dan Nata. Sampai Dito, tangan kanan Biru ngebirit kabur ingin membuang pipi* nya karena kebanyakan tertawa. adeh, bosnya di suruh joget dangdut malah pemanasan akan berolahraga berat.
Kini Zila yang hari H-nya baru hadir bersama Arkan dan keluarga Batara lainnya, Sedang menatap Mentari dan Gemi dengan seringai jahilnya. Kali ini saja, Ia dan kedua wanita yang di targetkan ini akan membuat pentas panas, lebih panas dari kelakuan kocak orang orang yang tadi. Zila mendapat bisikan dari Senja, kalau Mentari ini sering Live show Feat Jum di kamar dengan gerakan heboh dan hot menghibur. Mereka kompak akan membawa kan lagu Merinding dari duo racun.
Biru dan Arkan heran melihat wanitanya berjalan ke arah panggung, begitu pun Radja yang melihat anak kembar gadisnya akan naik ke pentas. Waaah.... pertanda tak enak nih ?
Biru sedikit cemburu saat Mentari pakai acara berbisik bisik bersama Sound system.
Begitu lagu Merinding, Dengan Ritme musik dan lirik yang panas luar dalam itu berkumandang, Mata orang orang pada membelalak saat Zila dan Gemi juga Mentari berjoget dengan sensual dan panas seraya bernyanyi...
" Merinding Ding Ding Ding
Bila dekat kamu
Berdebar dada bila melihat senyummu
Mendesah desah sah
Di pelukanmu
Gelisah gelisah jauh darimu
Hei...jatuh cinta padamu
Gemes gemes ih, Genit genit mesra
Bila bila kau di samping ku
__ADS_1
Hanyalah dirimu yang ku mau
Sebal sebal ahh. Senang senang betul
Bila kau di samping ku"
Biru menelan ludahnya sendiri, Tidak berkedip melihat betapa seksi dan sensual tarian istrinya ini. Seketika ruangan jadi panas merinding melihat aksi trio racun-cun di atas pentas.
Biru dan Arkan sempat pandang sejenak, Radja dan Gema pun saling pandang, Mereka harus menurunkan secara paksa wanitanya masing-masing, Bisa panas berjamaah para laki laki yang ada di sini jika terus di biarkan.
""Aaargh."" Gemi sampai menjerit saat Radja dan Gema-Kembarannya, kompak bergotong royong mengangkut tubuhnya untuk turun dari panggung. Sementara Mentari dan Zila di panggul seakan karung beras saja oleh prianya masing-masing. Tawa kembali pecah menertawakan aksi mereka. Dan lagu dan nyanyian merinding yang sempat tertunda sejenak di lanjutkan oleh Bang Sam dan Jum dengan kompak pun duo gendeng itu berjoget bebek mabuk dengan panta* geol kiri kanan kurang angon saja. Biduan sampai tak terpakai karena ulah kocak mereka.
Rose yang melihat aksi sensual anak bungsunya Sampai mengelus dada. Ia pun teringat dengan mendiang suaminya.
Bang Dewa, lihatlah anak mu, begitu bahagia. itu kan yang kamu mau bang ? melihatnya tersenyum bahagia. Mentari kini sudah ada yang jagain, Saya percayakan dan yakini Biru adalah kiriman dari Gusti Allah untuk membahagiakan anak kita. Doakan lah dari sana atas kerukunan rumah tangga mereka, dan doakan pula anak sulung mu untuk segera di berikan jodoh yang tepat dan baik. amin.
Biru mendudukkan Mentari di sampingnya. Menyentil dahi istrinya. "" Nakal ya, eum ! ternyata tarianmu begitu menggoda Petite."
Mentari hanya cengengesan, mencubit pipi Biru yang terlihat lucu di mata. ""Yuk kita Feat live show, Bos !"" Ajaknya menggoda. "' Kalau tidak mau biarkan saya dan Bang Sam yang akan berduet, kami pernah mengamen bersama dan punya nyanyian asal-asalan tapi enak di dengar.""
""Tidak ada ya Petite, Tarian sensual mu yang seperti tadi tidak boleh di pertontonkan lagi, hanya saya yang berhak melihatnya nanti di kamar. Saya sampai merinding karena mu."" Cemberut Biru. sekarang Biru menjawil ujung hidung Mentari. Istrinya hanya cengengesan.
""Kan judulnya saja Merinding, yaa...kudu harus merinding yang mendengarnya !"" Polosnya. ""Kalau judul lagunya ku menangis ya kudu harus menangis pembawaannya, betul kan bos ! masa judulnya ku menangis tapi pembawaan harus berjoget heboh, kan tidak nyambung.""
"" Ya saja lah !"" Malas Biru.
"" Saya masih Merinding panas Petite, sudah tak sabar gara gara kamu sudah membuat adik saya merinding."" Lanjut nya dalam hati, sebentar lagi akan hangat. Tante Lux dan bantal guling Sorry good bye.
__ADS_1
Vote dan Bunga bunga š¹ Yang ikhlas šš