RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 77


__ADS_3

""Bos kok kesini sih ?"" Tanya Mentari.


Biru tak langsung merespon, ia masih sibuk memarkirkan mobilnya agar bertengger cantik di parkiran gedung apartemen.


""Terus kemana lagi ? kerumah mu ?""


Mentari mengangguk cepat dengan wajah sembabnya.


""Apa kamu mau tidur di gigit nyamuk atau serangga lainnya, Apa kamu lupa ? kalau rumah mu sekarang di rehab ? Bukan hanya serangga saja yang akan gigit kamu malah aku takutnya semacam preman yang tadi, mau ?""


""Aargh... Hiks...Hiks, Tidak mau ! Tidak mau.""


Modusan Biru yang membawa nama preman, malah membuat Mentari nangis kejer, lagi. Mentari masih belum menetralkan ketakutannya...eh, sang Bos malah menakutinya atas nama preman.


""Aduh, ah, kok nangis sih.....diam dong sayang !"" Biru mengedarkan pandangannya keluar di area parkiran, takut takut ada penjaga malam dari pihak keamanan gedung. di tuduh melecehkan di atas mobil kan, brabe ! ini sudah malam... tenaganya lagi lower untuk debat.


""Diam ya ! nanti air mata mu habis bin kering bagaimana coba ?, biar berhenti nangis sini...""


Cup...cup..


Setelah mengecup kedua mata Mentari, Biru langsung menenggelamkan kepala Mentari di dadanya.


Eh, nangisnya berhenti....Mentari menurut dengan Manis, ia memang butuh tameng dari segi apapun, Benar....! Tidak ada manusia di dunia yang selalu kuat untuk menjalankan hidup sendirian saja, bukan dari segi kuat otot melainkan inner straight. walaupun terlihat kuat, tetapi ada saatnya orang kuat menginginkan sandaran seseorang bukan ? sandaran nyaman ! Dan sandaran nyaman itu bagi Mentari adalah si Sagara. Hatinya yang pernah di batasi untuk tidak masuk ke dalam permainan Biru di saat mendengar kata Jika gue bosan maka akan gue kasih ke Lo ! Hilang sudah, Biarkan waktu yang menjawab, jika benar benar Biru hanya akan membuat dirinya mainan, Mungkin itulah takdir hidupnya... pikirnya pasrah. Jika hati sudah nyaman, maka sulit untuk keluar dari zona tersebut... kecuali satu.... tergores luka.


"" Air mata itu ada tiga jenis bos, Yaitu air mata emosional, Basal dan Reflek jadi tidak mungkin kan orang mengalami kekeringan air mata ?. air mata emosional akan keluar jika di diri kita mengalami hormon stres; marah sedih atau akan keluar jika kita sedang sakit fisik. Kalau air mata Basal akan terangsang keluar jika ada gangguan kotoran masuk kemata contohnya debu. Dan terakhir air mata Reflek akan keluar jika mata di hadapkan dari bahan bahan aktif seperti Bawang atau gas mata yang bikin pedih, Seperti namanya, Reflek menangis. Jadi bagaimana bisa Bos mengatakan air mata saya akan kering ? ayo jelaskan !""


Mm...Otak Ensiklopedia-sang kekasih jika sedang kumat maka Biru akan angkat tangan ! Biru lupa dalam mer-rem bibirnya yang ceplos saja keluar tanpa di filter, Harusnya ia tidak mengeluarkan kata kata yang mempunyai makna akademis.... Harusnya ia mengeluarkan kata-kata yang menyangkut Kepekaan rasa, Pasti otak ensiklopedia ini akan lower bin menciut bin lagi, mati kutu.

__ADS_1


"" Iya aku salah ! ayo kita turun !"" Malas Biru ber-argument lagi, yang terpenting kan Mentari sudah tidak menangis. Tengilnya.


Sampai di dalam unit...


""Bos, Saya pulang saja ya..saya tidak mau menginap di sini !""


Biru berbalik yang tadinya berjalan ke arah kamar.


""Kenapa ?""


""Satu... takut ada Tuan Titan dan berujung akan bertambah mempunyai pikiran negatif ke saya...dan kedua kata Om Radja kan, kita tidak boleh berduaan terus takut ada orang ketiga yang berbicara alias setan."" Polos Mentari masih setia mengingat wejangan dari Radja.


""Ok, misalkan saya menuruti kamu untuk mengantarkan kamu pulang, pulang Kemana coba ?""


""Kekontrakan Bang Sam, saya akan numpang sementara di situ saja !"" ucapan tanpa beban Mentari dapat hadiah sentilan jidat keras dari Biru.


""Aish.."" Elus Mentari kesakitan.


""Ta-tapi kan, itu lakinya bohongan alias sukanya batangan contohnya suka sama Bos....""


Biru bergidik jijik dengan keterangan Mentari menyangkut Bang Sam.


""... kalau bos kan sukanya law---!""


Kecupan gemas bercampur geram mendarat ke wajah manis Mentari secara bertubi-tubi. Biru tidak mau mendengar kata-kata apa pun lagi, intinya...apa pun itu Mentari harus tinggal bersamanya selama renovasi rumah sang kekasih sudah selesai seratus persen.


""Jangan harap keluar dari pengawasan ku Petite, atau kamu akan berakhir tragis seperti jam yang berlalu, mau ?""

__ADS_1


Mentari menggeleng di dalam rangkupan wajahnya di tangan Biru.


""Makanya menurut anak pintar !"" Bukan pintaan lagi yang keluar dari mulut Biru melainkan Titaan telak.


'" Tapi kalau tuan Titan tahu saya nginap malam ini, bagaimana bos ?"" Kekeuh Cemas Mentari yang belum tahu kalau papa dari sang kekasih sudah agak agak memberi lampu hijau kepadanya.


"" Biarkan saja, Kalau perlu saya akan begini...."" Lagi lagi Biru mengabsen setiap inci wajah Mentari dengan kecupan singkat. "".... mencium mu di hadapan beliau !"" Lanjut nya menggoda tersenyum geli dengan wajah Mentari yang beruba merona...ah, ternyata Kepekaan rasa sang kekasih masih mempunyai kadar seperkian persen.


""Eum, baiklah ! tapi mudah mudahan tuan Titan tidak datang kesini dan wajah ku akan selamat dari bibir Bos yang selalu main sosor saja.""


Mentari beringsut akan masuk ke dalam kamar yang pernah di tempati dulu. namun terhenti saat ada larangan keras dari Biru.


""Apa Bos kata ? di dalam kamar bekas saya ada tikus kecil, kecoa dan serangga lainnya ?"" Mentari bergidik jijik, main percaya saja.


"" iya ! makanya kamu tidur di dalam kamar saya !"" Modus pakai banget, Biru dengan senang hati memeluk guling empuk malam ini.


""Ah..."" Mata Mentari memicing. ""Tidak bos, saya tidur di sini saja, satu malam ini kan , lagian ini lebih empuk kok dari kasur saya yang ada di dalam kontrakan."" Mentari menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


Biru menyeringai jahil. ""Eum, tidur lah di sofa, besok pagi kamu sudah pasti akan luka luka di bagian kaki karena tikus suka dengan bau kaki...dan satu lagi, bukan satu malam saja kamu tinggal di sini, melainkan sampai renovasi rumah mu selesai.""


Setelah menakut nakuti Mentari, Biru malah mematikan kontak lampu, berjalan santai menuju kamar meninggalkan Mentari yang mencerna setiap seruannya. pikirnya, Mentari akan mengintilinya masuk kamar.


""Bos, pasti bohong... tidak ada tikus kan ?!"" Cuek Mentari memberanikan diri tidur di sofa tamu dengan suasana gelap. ia tidak berani bergeming, takut takut tersandung dan berujung fatal. setelah merebahkan tubuhnya, sejurus kemudian ia benar-benar terlelap tidak perduli lagi dengan seruan keras dari Biru.... Tidur adalah obat dari ketakutan, pikirnya.


Biru yang penasaran setelah habis membersihkan tubuhnya di kamar mandi, berjalan keluar untuk melihat my petite sedang apa ? apa kah ke modusannya tidak mempan ?


"" Yaak. "" Lirih Biru menggelang kalah. Mentari tak menghiraukan kemodusannya, ia pun dengan enteng nya meraup pelan tubuh lelap Mentari menuju ke kamarnya. Setelah selesai memindahkan, Biru sendiri malah mengeluarkan selimut baru dari lemari untuknya tidur di ruangan kerjanya. Ia laki laki normal, rebahan satu ranjang bukan muhrimnya lama lama ia pun akan tergoda, Takutnya menghindar.

__ADS_1


Namun setelah terlelap beristirahat di malam panjang nan sunyi, Biru mengoperasikan smartphonenya untuk menyuruh Dito mengirim kan anak buahnya untuk sekedar menjaga keamanan Mentari.


Vote dan Bunga bunga..šŸ˜‰


__ADS_2