
Sreeeekh....
Bang Sam juga Mentari, iseng ! Setelah Jum berhasil memakai baju seksi seperti tantangan Mentari, Tadi. Kedua Kepala itu membuka gorden panjang nan lebar yang menyekat fitting room di butik Bang Sam yang di pakai Gema, sehingga ruangan fitting room itu menyatu, sudah. Menampilkan Jum yang berpenampilan seksi pakai bingits di mata Gema.
Senja dan Gemi yang melongo melihat penampilan Jum yang berdiri berada di dekat Gema, di beri kode oleh Mentari juga Bang Sam agar mereka keluar dari fitting room, biarkan calon pengantin ini di tinggal berdua saja dengan setan yang menemani mereka sebagai orang ketiga. Kata Om Radja-nya Mentari. ahh, sudah pada gede ini, pasti bisalah mempertanggung jawabkan apa yang di perbuat, kalau mereka berbuat macam-macam.
Kedua calon pengantin ini, saling terpaku...Kalau Gema tertegun Karena si woman ini selalu memancing hormon testosteronnya naik mengubun tinggi. beda dengan Jum, gadis ini tertegun Karena menahan malu luar binasa, ini si Bang Sam juga Mentari membuatnya tak punya muka di hadapan Gema dengan pakaian seksi, mana motif bajunya Seperti macan tutul balung, lagi. Jum sudah seperti harimau berkaki dua mau menerkam mangsanya. baju itu sangat menempel tercetak di lekukan tubuh moleknya.
Pak Trenggiling kuerenn abis woy, makai tuxedo, Pujinya tak Sadar dalam hati. Bahkan sedari tadi Jum tak berkedip menatap pria yang sedang berjalan ke hadapannya dengan tangan melipat di depan dada. ia juga tak Sadar Kalau ia sudah di tinggal berdua, oleh kelakuan para sahabatnya.
"" Eheem !"" Gema berdehem pelan, melaraskan fantasinya yang liar kemana mana. Sabar Gem, tinggal menghitung hari maka Lo yang akan menerkam dia.
Jum masih tertegun, padahal Gema sudah melototinya dengan geram tepat di hadapan wajah si somplak ini.
""Kamu mau menikah dengan berpenampilan begini, nanti ?"" Tanya Gema. Jum mengangguk manis, reflek. Dapat toyoran keras dari Gema.
Aduuuh, Tersadar juga si woman ini. "" Pak Gema kenapa toyor toyor pakai gerakan syantiiek begitu ?"" Semprot Jum.
""eh harimau jadi jadian, apa maksud mu ingin memakai pakaian tutul tutul begini, kamu mau jadi harimau betina di malam resepsi nanti, hah ? Sekalian saja pakai handuk, tidak usah pakai baju kurang bahan seperti itu."" Semprot Gema tak kalah ketus.
Ahay, Handuk ya ? Gue beli nih ! Topik menarik untuk di konsumsi oleh kepala pak Irit, pusing pusing deh sana, emang gue pikirin.
"" Ok, saya pakai handuk saja, beda dengan yang lainnya, konsep bermutu.""Tengil Jum dengan wajah sok innocent.
""JUM !!!""
""Apa, sayang !""Jum merayu dengan suara di buat Seseksi mungkin. ahh...Manatau pak Trenggiling kabur melihat kelakuan mengerikannya. Dia kan sukanya macam ******* Bang Sam.
__ADS_1
pfyuuuuh, Udara di sekitaran Gema terasa berkurang, di bawa sana semakin mengeras saja di kala mendengar suara berat Jum. apa boleh buat, si Woman ini kudu di beri pelajaran sekarang juga. icip icip sikit, bolehlah !
Hmmppp... Kurang nafas kurang nafas Lo sekalian, Gema mulai ganas, tanpa ba bi bu, menyerang bibir Jum. Namun.... Sreeeekh. Ah, sial ! Gorden fitting room terbuka lebar, Memperlihatkan Senja, Gemi, Bang Sam, Mentari Langit Biru dengan senyum gelinya masing masing.
""Belum sah, woy !"" Sindir Gemi, Mentari Senja, lupa.... Kalau Jum lagi berpenampilan harimau ganas ganas seksi, Reflek adik Kaka itu mengeluarkan posesifnya ke para suaminya, Mentari membalikkan tubuh bebal Biru menghadap keluar. Senja menutup mata suaminya dengan asal asalan menggunakan telapak tangannya. Bang Sam juga Gemi segera menutup gorden kembali. Jum Dan Gema yang merasa malu. Tapi wajah keduanya stay pada perangainya masing masing, Gema datar cuek, Jum somplak whatever. Tapi di dalam hati Jum seperti ada radio edit bersuara alat musik DJ jedag jedug dapat cipoka* ganas dari Gema yang hanya berdurasi beberapa detik doang. alaaah, itu cuma hukuman Jum, bukan berarti dia itu tulen.
""Hahaha, Petite ! Tidak ada wanita seksi di mata ku selain kamu !"" Goda Biru terkikik geli akan kelakuan istrinya.
""Ya sajalah."" Malas Mentari akan gombalan suaminya. Biru kembali terkikik, seraya menarik pulang istrinya.
Langit Senja ? Langit yang melihat Mentari Biru sudah beranjak, Segera menarik tengkuk Senja. Tadi Gema dan Jum memberi nya tontonan secara live, Auto si adik di bawa Ingin mempraktekkannya.
Hmmmmp. Senja yang gelagapan ulah serangan mendadak dari Langit. Untung orang orang pada di dalam fitting room. Batin Senja yang pasti akan malu di perlakukan horn* Secara terang terangan di depan umum.
...****...
"" Halo Petite ! Kamu hari ini tidak usah antar kan makan siang ya..Karena Aku ada pertemuan penting di pinggiran kota, mau meninjau proyek baru ku di sana ! iya...PP kok, palingan sore petang nyampai rumah lagi, iya... Jangan keluar rumah ! kalau pun terpaksa, minimal pakai sopir juga jangan sampai meninggal kan Jam tangan khusus ada pelacak atau kalung khusus yang aku berikan ya...see you, babe !""
"" Rejeki supir Sholeh ini mah !"" Senang sang supir. Seraya tersenyum manis ke arah punggung Mentari...Baaah..Ibu boss memang tetebes. pujinya.
Di luaran pagar, Tak jauh dari depan rumah Biru, Satu mobil yang mengintai pergerakan Mentari, mendengus kesal. Alamat...di omelin sang ibu boss, karena target utama tidak jadi keluar rumah.
""Halo, bos ! Maaf, plan percobaan pertama gagal, Target kami tidak jadi keluar rumah.""
"" Tak masalah, kita masih punya waktu banyak, Tapi ingat ! untuk menerapkan pola cantik, jangan meninggalkan jejak atau kalian akan mati sia sia ulah dari tangan suami yang kalian bidik. Setiap bereaksi maka retas lah keamanan cctv terlebih dahulu di mana pun kalian akan beraksi. Mengerti !!!
""Kami Mengerti Boss !""
__ADS_1
...****...
Walaupun dalam tahap mempersiapkan pernikahan, Jum dan Gema masih beraktivitas di kantor sebagai rekan kerja tergoals seperti sedia kala tak membenamkan hal pribadi di dalamnya, Si somplak ini kalau sedang bekerja, Terlihat bersungguh sungguh, Jum komplak hilang entah kemana, Itu yang di rangkum Gema selama Jum beralih menjadi sekretarisnya yang dulunya adalah sekretaris Mentari di saat sepupunya itu mempunyai kedudukan sama di RD.
""Ah, akhirnya kelar juga pekerjaan di siang bolong ini, waktunya nyari udara segar Seraya ngopi syantiiek "" Cerewetnya On. Ia bersiap siap meninggalkan meja sekretaris. mumpung si Pria irit bicara masih setia stay di ruangannya.
Sampai di lobby, Jum tidak menyadarinya, sudah ada yang menunggu nya di pelataran gedung tepat di atas mobil. memperhatikan situasi apakah Gema ada di sekitaran Jum, Merasa aman, Pria ini menjalankan pelan mobilnya ke arah Jum.
""Jum !"" Panggilnya, Seraya turun dari mobil. Dan Tanpa menengok pun, Jum tahu...itu suara siapa ? Satria !
""Mau makan siang ya ?""
Jum mengangguk, walaupun sudah putus dengan Pria di hadapannya ini, ia akan mencoba menjalin hubungan baik dalam arti pertemanan. Putus cinta bukan berarti jadi musuh kan. Jum tidak lah berprinsip seperti itu.
""Iya nih, Kenapa di sini ?"" Jum memperhatikan penampilan Satria, terlihat berantakan tidak seperti biasanya yang selalu rapi. rupa rupanya si mantan tidak berangkat bekerja. Tebaknya karena pakaian Satria yang di pakainya sekarang adalah modis untuk bersantai. Kaos oblong dan hanya celana jeans selutut.
""Barang yuk !"" Dalam hati Satria menyeringai, Jum adalah miliknya, Jadi cara busuk pun ia akan terapkan untuk menikung Gema sebagai balasan darinya.
""Nggak ah, Gue mau sendiri saja, lebih nyantai !"" Jum menolak, ia berpikir...Demi kebaikan bersama, ia harus menjauhi pria ini. ia tidak mau membuat kecewa banyak orang termasuk Gema yang sudah berkorban untuknya demi kebahagiaan Bapak Ammanya.
Yap... walaupun sekarang Jum belum punya hati untuk Gema, tapi mulai sekarang ia akan mencoba keberuntungan hatinya untuk yang kedua kalinya, dan emang seharusnya seperti itu karena ia dan Gema sebentar lagi akan menikah. Masalah penyakit penyimpangan seksual yang di miliki Gema, urusan belakangan saja. siapa tahu Gema mau kembali ke jalan elok lagi. ya...tak banyak berharap juga sih. karena berharap sesuatu dan berakhir tak sesuai ekspektasi itu menyakitkan mbok.
""Ayolah Jum !"" bujuknya masih secara halus.
Jum kembali menggeleng dan siap melangkah meninggalkan Satria, keburu Gema datang kan ngopi syantiieknya hanya angan saja, nantinya.
""Jum,kali ini saja, anggap saja sebagai pertemanan."" Dari pada gagal, Satria sedikit memaksa dengan cara menarik Jum untuk masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Jum sebenarnya ragu, tapi yaweslah hanya makan siang ini, tidak lebih. Batinnya. Tapi....""Nggak ah"" Jum mau turun segera, namun si pria ini cepat cepat menutup pintunya. masuk kedalam mobil dengan buru buru pun.
""JUM.""Gumam Gema, yang melihat Aksi Satria yang terlihat memaksa Jum untuk ikut masuk kedalam mobil. Hatinya tetiba terasa tak enak ! Tak ingin terjadi sesuatu pada Jum, Gema mengikuti arah mobil Satria yang sialannya kok ngebut seperti kesetanan si Satria ini.