RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 71


__ADS_3

Di kamar hotel, Biru sudah duduk santai di atas sofa menunggu kedatangan Sena untuk memberi peringatan keras kepada wanita itu. Di temani segelas red wine yang belum di sentuh sama sekali, ia hanya memandang kosong gelas cantik tersebut dengan senyum manis terus melukis di bibirnya.


Senyumannya bukan karena ia akan bertemu dengan Sena, melainkan senyumnya untuk bayangan Mentari yang baru resmi menjadi status kekasihnya, Peningkatan ! Tadinya hanya mengaku ngaku jikalau Mentari adalah miliknya , tapi sekarang.. Bravo ! satu langkah lagi untuk mendapatkan dirimu petite, Seutuhnya ! Batinnya tak sabar menunggu Mentari siap di persunting.


Ceklek..


""Sayang !""


Tanpa menyembunyikan bel, Sena masuk dengan gaya membahana, menggoda...


Sssh-Seksi..Dari atas kebawa berlenggok bergerak Indah menuju kearah duduk Biru di single sofa. Seksi nan indah di pandang oleh mata pria normal keranjang pasar...! Tapi, Si Sagara malah memalingkan wajahnya dengan umpatan ringisan, Ia normal ! Tapi tidak ada niat dan nafsu untuk melakukan aktivitas ranjang dengan sejenis perempuan seperti Sena.


""Andai yang di hadapan ku Mentari yang berjalan menggoda ! Ku pastikan, iman ku akan khilaf...Setan setan akan menang !"" Batinnya.


""Sudah lama sayang ? ah, aku tak sabar menikmati malam bersejarah kita di dalam kamar mewah ini, Bi !"" Genitnya.


Sena dengan lancang tanpa di suruh main duduk di atas paha Biru dengan posisi menyamping.


"" Malam ini dan seterusnya aku pastikan, kamu akan menjadi milikku seorang Sagara ! kamu akan ketagihan berpacaran ala ranjang dengan ku !"' Seringai Sena dalam hati.


Biru memalingkan wajahnya saat Sena ingin menyatukan bibir dengannya, Ogah ia ! Memangku Sena saja sudah risih luar biasa apalagi harus bertukar Saliva ! No way ! Ia masih berpura pura menikmati drama yang sebenarnya eneg di lakukannya.


""Kenapa Bi, Apa kah belum siap sayang ? Tapi aku sudah tidak sabar ingin menikmati rasa hangat dari tubuh mu, Sayang ?"" Suara Sena mendayu berat, ingin memancing ke-laki-an Biru yang nampak biasa saja melihat super seksi dirinya.

__ADS_1


""Kenapa harus buru buru Sena ? santai saja ! nikmati perlahan malam panjang ini.""


Biru menurunkan Sena dari pangkuannya ke sofa, berkelit. Berdiri dan mengambil segelas wine yang khusus di sediakan untuk Sena.


""Ini minumlah ! kita perlu merenggangkan otot dulu bukan !""


""eum, Benar sayang !"" Sena meraih gelas tersebut, menyesapnya terus menerus hingga tersisa gelasnya saja.


""Katakan ! biasanya berapa ronde dirimu bisa bertahan dalam bergulat Sena ? Aku tidak suka jika berhenti sebelum aku puas !"" Tanya Biru di bikin semanis mungkin. Namun di dalam hati sudah gerah. ia sengaja mengulur waktu sedikit, demi membuat beraksi obat perangsang yang di taruhnya di dalam minuman Sena.


""Ah, Bi ! kamu tanyanya bisa saja ! aku kuat sampai berapa pun jika lawannya adalah milik mu, Say---Bi ! Kok rasa di tubuh ku ada yang aneh ya ?"" Heran Sena dalam perubahan dalam dirinya, Panas di sekujur tubuhnya.


Biru tersungging tajam, mendekat kebelakang sofa tempat duduknya Sena dengan santai menunduk mensejajarkan Kepalanya di samping telinga Sena.


""Aah..Bi, Tidak sama sekali ! Tapi ayo buruan kita lakukan ! aku tidak tahan lagi, Sayang !"" Sena mengeliat di sofa, kepanasan di bagian intinya. Ingin kembali menyerang bibir Biru tapi lagi lagi Biru menghindar.


""Boleh dan sabar, Tapi aku bermainnya ekstrim Sena ! Tidak masalah kan jika aku melakukan ini !"" Biru menarik tali di atas nakas dan berniat mengikat pergerakan Sena di atas sofa.


""Lakukan apapun tapi buruan sentuh aku, aku suka dengan gaya yang ekstrim sayang, dan itu pasti lebih nikmat !"" Masih dengan bodoh, Sena begitu menurut tak meronta di ikat perlahan tubuhnya di persatukan dengan Sofa single.


Biru pun sudah selesai mengikat Sena, menarik meja ke hadapan Sena untuk di duduki santai dengannya seraya tersungging tajam.


""Bi, ayo ! sentuh aku ! kenapa malah duduk ! aku tidak tahan sayang !"" Sena bak cacing yang di ikat tak berkutik, Kadang kala ia meringis menggigit bibir bawahnya karena rasa gairah di tubuhnya.

__ADS_1


""Hahaha."" Biru tertawa kecil, menggeleng pelan. ""Ayo lah Sena ! kamu tahu diriku yang tidak akan melakukan adegan menjijikkan bersama mu, jikalau aku mau dari dulu aku melayani kode kode keras darimu, aku memang pria normal, tapi tipe ku bukan wanita murahan seperti mu yang sudah pernah di jamah banyak pria termasuk Langit, iya kan ? aku tuh menginginkan wanita yang masih pure bersih tanpa ada bekas dari seseorang, seperti gadis ku, Mentari ! Mengerti Sena !""


Sena melototkan mata yang tadinya sudah sayu karena gairah, Ia terkejut dengan kata kata penghinaan dari Biru.


""Terus kanapa kamu melakukan ini semua, dan shit... perangsang ini buat apa ?"" Kesal Sena.


""Buat memberi pelajaran untuk mu sayang ! Dengar baik baik....Gue nggak suka jika ada yang membuat air mata sedih untuk Mentari ! Gue adalah tameng nya jadi Lo jangan macam-macam untuk mengganggu sekedar omongan hina apalagi menyentuh kulitnya. MENGERTI ! Tekan Biru menekan rahang Sena dengan kilatan mata marah.


Gue akan membuat Mentari kotor Bi, atas pembalasan dari gue, dan kita lihat nanti, apakah Lo masih menerima jika Mentari sudah bekas orang ! Lo terlalu ngebanggain ke suciannya, maka gue akan menghilangkan kesucian itu ke cewek Lo yang desa itu. aku janji.


Sena hanya bisa membatin, Tidak kuat dengan gairah perangsang berlevel tinggi yang di minumnya, ia bisa gila jika tidak melampiaskan hasratnya karena obat itu berdosis bahaya.


""Efeknya bagaimana Sena ? panas menggairahkan bukan..haha, Lo nikmati saja sayang betapa enaknya tersiksa, dan iya..efek obat itu lama lho, Dua Minggu baru akan hilang..dan selama itu atau lebih, bahkan tidak akan ku lepaskan dari penjara ku sampai kamu jerah dan tidak akan berani menggangu milikku lagi walau pun lewat mimpi, Mengerti Sena ! Tapi jika kamu masih berulah setelah ini, Aku pastikan tidak ada kata ampun dan akan ku hukum lebih dari ini !""


Sena tak menggubris ancaman Biru karena siksa dari efek obat, ia seperti orang gila yang meronta di lepaskan agar bisa mencari sendiri jalan keluar gairahnya. tidak bersama Biru, orang lain pun mau dan siap untuk melakukannya agar dirinya tersalurkan.


"""Bi, tolong aku Bi ! aku tidak kuat...ahh, Bi ! Sentuh aku sebentar saja, aku tidak akan melewati zona nyaman Mentari lagi jika kamu menolongku menurunkan hasrat panas tubuhku."" Mohon Sena dengan suara lirih saking tidak berdayanya.


""Tidak akan, Nikmati lah detik detik ketidakwarasanmu Sena ! Dan iya, bagaimana malam ini, kita bermain hot bukan ?""


Tanpa perduli dengan keadaan Sena kedepannya dengan efek obat tersebut, Biru meninggalkan kamar hotel setelah menghubungi anak buah kepercayaan untuk menjaga Sena. Dengan catatan tidak boleh melepaskan Sena dan tidak boleh membantu wanita itu melepaskan gairah tubuhnya. Hukuman Biru memang terlihat sederhana, tapi lambat laun sangat menyiksa batin Sena dengan perlahan tapi pasti.


Mentari ! Adik kecil gue mengeras hanya sekedar membayangkan diri mu yang ada di posisi Sena sekarang....Tante Lux lagi jalan keluarnya.

__ADS_1


__ADS_2