RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 231


__ADS_3

Perjalanan pulang dari pesta, Jum tertidur meringkuk di atas mobil kabin depan dengan Gema sendiri yang mengemudi tanpa adanya sopir seperti biasanya.


Bibir itu tersenyum geli di kala Jum terbentur di jendela saat ada guncangan kecil. di tepikan mobil tersebut.


""Gadis bodoh ! Kamu hanya melihat cinta Satria, padahal tanpa sepengetahuan mu dan sepengetahuan orang lain, aku sudah jatuh cinta padamu jauh dari Satria memiliki mu."" Gumamnya, seraya memasangkan jasnya di tubuh bagian depan itu yang terlihat lelap kedinginan. Tangannya pun menyentuh mata terpejam itu yang terlihat lembab karena habis menangis.


...*****...


Matahari sudah memperlihatkan taringnya di pagi ini, Biru dari atas balkon memperhatikan Mentari sedang berolahraga kecil Bersama si kembar di pekarangan luas itu. Senyum hangat tercipta melihat anak istrinya sedang bercanda dalam olahraga kecil tersebut yang di praktekan Mentari ke anak anaknya.


""Bunda."" Rengek Topan, Badai iseng...Menarik tali sepatunya dan tanpa sepengetahuannya tali sepatu kiri kanan itu menyatu terikat sehingga membuatnya terjatuh yang ingin bergerak.


""Hahaha."" Tengil Badai terbahak karena berhasil mengerjai Topan.


Plaaaak.


""nakal !" Pelangi menggeprak kepala belakang Badai yang tertutup topi dengan kencang, Pelangi itu tidak suka melihat penindasan, jiwa pembelaannya reflek berteriak membela yang teraniaya.


Topan yang melihat pelangi membelanya, Tersenyum mengejek ke Badai. dan Badai kembali ingin bertindak mengerjai Topan. Tapi terurungkan Karena Mentari menarik ujung baju Badai yang ingin menerjang Topan yang masih terduduk di tanah bersemen.


""Jangan berantem anak anak, apa kalian tidak sayang Bunda eum ? Bunda tidak mau ya anak anak Bunda saling bermusuhan. Bunda akan pergi dari kalian kalau anak anak Bunda saling bermusuhan. Mengerti ?""


Mentari mengancam, Tumben ia tidak sabar... Biasanya ia tidak pernah mengeluarkan ancaman walaupun itu hanya omong kosong.


Seketika ke tiga anak nakalnya tercengir cengir kuda, berpelukan. Pertanda mereka hanya iseng saja.


Astaga, anak anak ini. Batinnya tercengang...tadi begitu terlihat mereka saling beragumen, ini malah berpelukan Teletubbies.


""Halo semuanya."" Biru datang bergabung lengkap dengan pakaian olahraga serta sepatu sport nya. Tangannya membawa bola basket.


""Main basket ?"" Lanjutnya mengajak dengan tangan piawai itu memutar bola di atas telunjuknya, Dulu ia adalah anak basket semasa SMA.

__ADS_1


Tidak ada yang menjawab, Topan malah meneliti lapangan Basket yang Turun temurun, kata Dibi lapangan itu ada semasa Meca-omanya masih muda.


""Empat lawan satu !"" Sambung Biru. Mentari dan ke-tiga anaknya Tersenyum saling kode. Ayahnya sangat sombong, Batin mereka.


""Boleh ! kalau kalah, apa ada hadiahnya Hulk ?"" Tantang Mentari tersenyum misterius.


""Hadiah ? Oh, mau hadiah rupanya, apapun. tapi kalau Ayah yang menang----"" Biru menjeda seraya beranjak ke belakang Mentari. ""-----Hon hon sampai subuh tak ada protes ini itu."" Nakalnya berbisik di telinga Mentari, lalu meniup lembut telinga itu yang tak terhalang apa pun karena istrinya ini menggulung rambutnya ala ala wanita Korea dengan membiarkan beberapa anak rambut menjuntai cantik.


Mentari hanya bergidik meremang. Berbalik dan mencubit perut Biru, suaminya tak jauh dari Hon hon, dasar mesu*, Umpatnya dalam hati.


""Minta apa ayah ?"" Pelangi bersuara, penasaran karena hanya Bundanya saja yang di mintai.


""Adai gak ada uang !"" Polos Badai yang mengira Biru minta mainan atau apapun yang harus di beli.


Mata Biru ke anak sulungnya, siapa tau juga penasaran..Tapi Topan hanya diam dengan membalas tatapannya.


""Ayah hanya minta hadiah ke Bunda, kalian masih kecil, tidak mengerti. jadi ayo kita main seraya berolahraga."" Riang Biru.


""Badai, Pelangi tahan Ayah."" Teriak Topan saat Biru mau membidik Bola ke dalam ring. Mentari yang tubuhnya imut tidak bisa mengambil bola itu yang di bendera kan Biru di atas kepalanya.


Oke, Kompak Badai dan Pelangi bergelayut di betis kaki Biru yang ingin berlompat kecil seraya ingin melempar Bola ke Ring. seketika ter-urung karena ada beban di kedua kaki jenjangnya.


""Hais, sedang apa kalian ?"" Protes Biru. Matanya menunduk ke anak anaknya yang nakal


Hap, Mentari merebut bola di tangan Biru yang teralihkan oleh kekompakan kedua bocah di kaki Hulk-nya.


""Mentari, ini curang namanya !"" Teriak Biru protes, mau mengejar Mentari yang mendekati Ring, kaki nya masih di gelayut ria oleh si Pelangi Badai. Mau bergerak kasar... Takut takut ke-dua bocah di bawah sana terjatuh...kan kasian, nakal licik licik juga itu anaknya.


""Tidak ada peraturan tadi Hulk, gooooollll !"" Tembak Mentari berhasil mencetak.


"" Holeeee !"" Senang Pelangi dan Badai ber high five. turun dari gelayutnya Biru.

__ADS_1


Topan yang tidak biasa mengakak, seketika terbahak bahak sudah mengalahkan Ayahnya yang terlihat sombong tadi. Topan lah yang memberi ide ke Palangi dan Badai untuk setiap Ayahnya akan berlompat ingin melempar bola masuk ke Ring, Cepat cepatlah bergelayut di kaki jenjang Ayahnya. idenya licik.


""Ayah belum kalah, baru satu kosong !"" Ujar Biru, Mentari dan teamnya yang licik itu harus mencetak empat gol lagi, baru mereka menang, sementara bagi Biru lima gol itu kecik lah. iya kan ! malu dong sama jabatan sebagai anak basket dulu kalau kalah sama team Abal Abal ini.


""Hahaha, lihat lah bohay, Biru di keroyok istri dan anak anaknya."" Geli Bintang dan Dirgan dari atas balkon, sampai memegangi perutnya karena menertawakan Biru yang lagi lagi di gelayuti oleh Pelangi dan Badai.


""Iya... Hahaha, dasar bocah bocah licik !"" Timpal Dirgan pun terbahak.


""Astaga, Pelangi, Badai, kalian turun lah dari kaki Ayah, kalau celana Ayah melorot ulah tangan kalian yang berpegangan, kan bahaya, nanti burung Bunda kalian kabur bagaimana hah ? Di marahin Bunda lho nanti.""


Biru mencoba mengelabui kedua anaknya ini, Topan yang mendengarnya pun seketika tidak menjadi melempar bola ke Mentari yang sudah menunggu di dekat Ring.


""Masa Ayah ? Burung ? Topan mau lihat !""


Kena kamu bocah. Batin Biru saat kedua anaknya melepaskan tangannya yang selalu bergelayut di kaki jenjangnya.


Ahai, Biru mengabaikan kepenasaran ke-tiga anak pintar pintar polosnya, mana ada burung di dalam celananya, yang ada burung jadi jadian. Di rebutnya Bola itu dan cepat cepat berlari ke dekat Mentari, lebih tepatnya ke Ring yang hanya satu itu.


"Hai sayang !"" Goda Biru ke Mentari seraya mempermainkan Mentari yang ingin merebut bola di tangannya.


""Hulk, ngalah napa "" Mentari merengek, masih berusaha merebut. Biru yang asik main main yang tak ingin melempar bola ke ring, tidak tahu sudah ada tiga bocah yang siap menghentikannya dari belakang.


""Haiiiis."" Kaget Biru, color selutut running hitamnya tetiba melorot sepaha. dan pelakunya si Topan yang penasaran akan burung yang di ucapkan Biru tadi, Rencananya ketiga bocah ini akan menangkap burung itu dan memberikannya ke Bunda tersayangnya.


""Tangkap burungnya !"" Titah Topan ke adik adiknya..


""Mana ?"" Pekik Pelangi dan Badai mencari cari. tidak ada yang terbang kok, yang ada pakaian dalam yang terlihat oleh mereka.


""Bocah gendeeeeeng !"" Biru yang terkejut cepat cepat menarik naik lagi celananya.


Hahahaha. Sudut mata Mentari berair saking banyaknya terbahak bahak oleh kelakuan kepala Kepala kecil di hadapannya.

__ADS_1


Bintang dan Dirgan di atas balkon yang setia menonton pertandingan lucu, semakin terbahak bahak menertawakan Biru, Dirgan yang memang sedari tadi tertarik oleh tingkah lucu si Triplets ke Ayahnya, memvedio kan... Dirgan tidak menyangka akan mendapat gambar setengah bugi* Biru. Asyieeek... dapat aib Biru. Batin Senang Dirgan yang akan menjadi bahan untuk membully sepupunya itu.


__ADS_2