RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)
BAB 267


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, Biru menelpon Rose-mertuanya untuk di mintai bantuan agar membawa Triplets nya ke proyek.


Tadinya Rose menolak mentah-mentah karena belum tahu maksudnya yang sebenarnya sudah menemukan persembunyian Mentari.


Mertua nya, Mendengar nama Mentari auto semangat datang dan akan membawa Triplets juga Senja dan lainnya, untuk menjemput Mentari, katanya. Dan itu lah maksud Biru, Mentari pasti mau balik lagi dengan bantuan Triplets dan Rose serta keluarga lainnya.


Dan di sini lah sekarang, Rose Radja berserta anak mantunya Yakni, Senja Langit, Gema Jum dan Gemi Satria pun ada. Tak lupa pemeran utama nya adalah Triplets nya.


""Yah, Mana Bunda ? Ayah nggak bohong kan ?"" Badai sudah tidak sabar, Dan pelangi sedari tadi juga sudah manja manjaan di gendongan Biru yang selama ini menahan rindu dan itu ulah si Topan yang galak dingin tak memperbolehkan nya untuk menemui bahkan menelpon Ayah sendiri tidak di ijinkan.


Topan sudah seperti Raja yang harus di ikuti titahnya, Huu...Topan jelek ! Umpat Pelangi selalu, di hadapan Topan yang tak di anggap sama sekali umpatan itu. Itulah kelebihan kembarannya, Sekasar apa pun dirinya mengumpat terang terangan Topan malah memeluknya sayang.


""Kalau Ayah bohong, Topan akan ngambek lagi."" Ancam Topan.


Tuk !


Badai dan Pelangi kompak mensentil gemas jidat Topan. Mereka tidak mau lagi ngambek ngambekan. Berat mboook ! Rindunya melebihi kapasitas muatan.


""Benar sayang, Ayah tidak bohong. Nah... dengar suara langkah itu, Pasti itu Bunda kalian, Jadi kalian cepat bersembunyi bersama Nenek dan kakek Radja.""


Dan si Kembar pun menurut, segera masuk keruangan sebelah dan Ayahnya langsung saja tergeletak di lantai sesuai skenario film ala ala kadarnya.


""Hulk ? HULK, hey kamu kenapa ?""


Mentari panik melihat Biru tergeletak di lantai dan sekeliling nya ada runtuhan balok, Apakah suaminya terkena runtuhan balok kayu dan seketika pingsan atau mati ? Hah, Mati ? Tidaaak !!!


""Toloooooong !""


Aduuuh,Salah kapra gue ! Biru jadi parno juga mendengar suara Mentari yang berlebihan paniknya, Ah sialan, bego Lo Sagara ! Rutuknya untuk diri sendiri, Kenapa ia melupakan keselamatan janinnya ?


Dengan itu, ia keluar skenario..Tak mau membuat shock untuk Mentari, ia membuka matanya tapi dengan acting seakan akan baru bangun dari pingsannya yang sedikit meringis memegangi kepalanya.


""Toool--Hulk, Hiks..hiks...hiks...kamu membuat ku panik ketakutan, kamu tidak boleh mati dulu sebelum kita tuir punya cucu bahkan cicit, kamu juga belum membawa ku pulang dan mempertemukanku dengan anak anak, kamu juga belum mendengar kan aku yang sudah memaafkanmu, kamu jangan jahat lagi kepada ku dengan cara pergi , aku tidak suka...hiks...hiks..hiks..Aku masih sangat mencintai mu hiks hiks.Aku tidak mau kehilangan mu. !""


Mentari meraung raung dengan berbicara terisak isak, memeluk erat tubuh Biru yang masih duduk di lantai, ia sungguh takut kehilangan orang tersayangnya, ia belum siap apa lagi Janin nya juga harus melihat Bapak biologisnya kan ?


Alhamdulillah, Tanpa banyak drama pun, rencana lancar sendiri nya. Ah... Mentari sudah memaafkan nya, dan ingin pulang sendiri tanpa di paksa pun, Benar benar polos lugu, mudah sekali memberi kata maafnya, istrinya memang murah hati. bersyukur akan hal itu.


Bibir Biru pun melengkung legah.""Terima kasih Petite, kamu sudah mau memaafkan ku dan akhirnya kamu mau pulang, Aku pun sangaaaaat mencintai mu, walau pun cinta ku menurut mu dangkal saat ini, tapi aku janji akan berusaha keras untuk tidak membuat mu kecewa lagi. dan lihat lah di belakang mu, aku sudah membawa orang tercinta mu.""


Sebelum membiarkan Mentari menoleh ke belakang, Biru mengabsen selebar wajah sembab istrinya, dan kembali memeluk erat Istrinya.


""Huawaaa..Hiks..hiks..Anak Bunda."" Tangis Mentari semakin tergugu gugu melihat wajah wajah yang di rindukannya ada di depan mata, bahkan mertuanya pun terlihat ada yang baru tiba.


Mentari memeluk sekaligus tiga tubuh bocahnya, ia bahagia melihat dan mengendus aroma anak anak nya. Tidak ada lagi beban di pundak nya saat ini, rasanya plong sudah, tiga bulan berlalu serasa tiga tahun baginya menjalani hidup sendirian tanpa mereka mereka semua.


""Bunda, kami merindukan mu, Sangat !"" Ungkap Topan. Mentari hanya sanggup manggut-manggut Karena suaranya sudah tercekat cekat Karena tangis haru bahagia.


Terlepas dari si Triplets, Mentari menatap Rose yang sedikit kurus di matanya, ia juga merindukan orang tua kandung satu satunya ini. ""Amma, Maafkan Tari !"" Hanya itu saja yang sanggup keluar dari mulutnya. ia segera memeluk erat Ammanya yang sudah menangis pun sedari tadi di pundak Radja.


""Jangan begini lagi Tari, Apa kamu tahu, Amma memusuhi semua orang karena uring uringan sendiri, Suami mu lah korban uring uringan Amma."" Rose melepaskan pelukannya di Mentari, Mengkode Biru untuk mendekat.


""Maafkan Amma Bi, Anak Amma sudah kembali, jadi Amma tidak akan memusuhi mu lagi.""


Semua Tersenyum geli akan ungkapan Rose yang terdengar lucu, Berarti kalau Mentari tak kunjung pulang, Biru terus di musuhin dong ? itulah pikiran mereka.


Ah... Tidak, Biru dan Mentari tidak tersenyum, Serta Senja sedari tadi hanya diam, ia sangat malu dengan sikapnya dulu yang sudah menampar adiknya.


""Jangan minta maaf Amma, aku memang salah ! Maafkan aku juga karena sudah mengecewakan anak tersayang Amma.""Biru pun memeluk sayang mertuanya.


Dan Mata Mentari menatap tiga pasang suami istri di hadapannya secara bergantian yang tersenyum ke padanya.


""Hai Mentari kita berjumpa lagi, kalau mau petak umpet tuh ajak ajak, saran gue ya... Kalau Lo mau sembunyi jangan di dekat proyek suami sendiri, kan ketahuan, masa bersembunyi di ketek Suami !""


Gema mencubit gemas pinggang istrinya-Jum ini selalu saja up tak bisa di hadapkan dengan suasana melow melow an.


""Sini kamu Kaka ipar heboh."" Peluk Mentari sekilas, sejurus melirik Gemi dan Satria. ia belum sempat mengucapkan selamat ke pasangan baru ini, malam itu kan ia Pergi tetiba Sebelum mengucapkan congratulations.


Dengan tulus, Mentari pun mendoakan kebahagiaan rumah tangga Kaka tirinya. Dan Gemi hanya mengangguk seraya melirik Satria yang mengaminkan doa terbaik Mentari.


""Mama juga kangen lho Mentari.""


Mentari yang ingin beralih ke Senja, buyar akan suara Vane.


""Ma !"" Senyum nya. Memeluk Vane dan berbisik. ""Mama akan jadi Oma lagi !"" Ungkap nya untuk Vane yang pertama, iya yakin Biru belum sempat memberi tahukan kehamilannya karena sedari tadi semua orang tidak ada yang menanyakan isi perutnya


Titan yang berdiri dekat Vane mendengar nya. ia tersenyum bahagia seraya mengelus rambut Mentari yang masih di peluk Vane yang mencerna ucapan Mentari.


"" Kuping Mama nggak salah dengar kan ya ? Bi, Tadi istri mu berbisik dia hamil lagi katanya ?""


Dan Biru mengangguk dengan senyumnya mengembang lebar.


Alhamdulillah... Koor begitu kompak bersuara dengan congratulations untuk Mentari juga Biru yang akan sebentar lagi mendapat buntut yang keempat dan Tatapan Mentari tertuju ke Senja yang tak mau melihat ke arahnya. Walaupun begitu, Mentari tahu pasti Daengnya ini sedang malu terhadap nya karena tuduhan di kala itu.


""Kaka ipar ! Kaka ipar tidak mau meluk aku ?"" Gurau Mentari ke Langit, menggoda Senja. Tapi Biru ikutan tertarik melotot seperti ekspresi Senja sekarang ini. Langit hanya tersenyum geli dengan candaan Mentari.


""Hahahaha, mana ada begitu !"" Ralat nya Tersenyum geli Ke Senja yang mencibik.


""Sini kamu adik nakal, sini pukul Daeng mu !"" Senja menarik tangan Mentari, memaksa telapak tangan Mentari agar mau menampar nya. Tapi Mentari menghentakkan tangannya dan langsung memeluknya

__ADS_1


""Maafkan Daeng Tari, Daeng meragukan mu ! hukum lah Daeng mu ini !"" Sesal Senja di dalam pelukan adiknya.


Mentari menggeleng kecil, menolak. Kakanya tidak lah salah karena sifat manusiawi lah yang kadang kala membuat kita buta akan hal apapun.


"" Ah, sudahlah daeng, kita lupakan yang sudah berlalu, hal unfaeda jangan di bahas lagi, kita balas yang berfaedah saja, ngomong ngomong apa Kita semua akan hura hara di proyek belum jadi ini, Ayo kita ke rumah kontrakan Tari, di sana ada mbok Darmi, Kalian harus nyoba nasi uduk mbok, enak lho ! Tari di sini kan jadi primadona nasi uduk, iya kan Hulk ?"" Cerianya seraya menggoda Biru.


"" Petite ! jangan paksa aku untuk memecat pekerja ku."" Rengek Biru selalu dongkol jika di ingatkan kalau istri nya pernah menjadi artis nya pekerja nya.


Yang lain tidak ada yang mengerti akan decakan Biru, mengikuti langkah Mentari yang menuntun si kembar, yang cuek pun akan suami nya yang merengek.


...*****...


Ooaalaaah. Mbok Darmi cengong kedatangan tamu guanteeeeng guanteeeeng nan syantiiek syantiiek memasuki warungnya. Tangan aroma bawang pun ia lap asal asalan di celemek masaknya. Ia tidak tahu tamu dari mana ? Neng Mut nya pun tak ada, jadi ia kira mereka ini adalah pelanggan nyasar.


""Silahkan duduk semua nya bapak bapak Serta nyonya nyonya, Mau makan ya ! Tapi di sini hanya nasi uduk tidak ada spaghetti dan teman temannya."" Ujar Mbok Darmi.


"" Elaah, Mbok... Mereka ini adalah Keluarga Tari, di suguhin semur jengki pada doyan, Spaghetti mah Jum kagak doyan. iya nggak guys !"" Bang Sam menyela yang baru keluar dari dalam rumah. Ia hanya berani mencandai Jum yang sebelas dua belas ngaur nya dengan dirinya.


""Betul itu, mbok ! Saya mau makan mbok, katanya enak makan di mari."" Ujar Jum.


Tapi matanya memberi kode ke bang Sam agar pergi karena Senja dan Rose siap nyap nyap memberi kultum.


""Mundur satu langkah, Amma jadikan perkedel daging.""


Bang Sam terhenti dari Langkahnya, tercengir kuda dan mendekat kearah Rose yang melambai nya.


"" Apa Amma ?"" Tanya Bang Sam pura pura Bodoh. Tari mana lagi, ah ! Dengusnya dalam hati yang tak melihat sahabatnya itu.


""Duduk lah ! kita makan bersama dulu, setelah nya Amma ingin memarahi mu, bisa bisanya anteng wae di saat kami mencari Tari.""


"" Tap--!!!""


""Diamlah."" Potong Rose. Bang Sam pasrah sajalah. siap di kultum wonge iya salah sudah membawa Mentari pergi tanpa permisi ke orang orang. Tapi kan namanya bukan bersembunyi Kalau main pamit terlebih dahulu. Naseeb Naseeeeb.


Sementara itu, Mentari dan Biru juga anak anak berubah haluan, Mampir di taman dekat rumah kontrakannya. Membiarkan si Triplets bermain dan ke-dua nya hanya duduk di kursi taman dengan diam masing-masing sedari tadi.


"" Jangan memandang ku seperti itu !"" Mentari bersuara, jadi salting di tatap Biru tanpa jeda dengan mulut suaminya mengatup tak bersuara.


""Kenapa jadi merona begitu, Jangan bilang malu dengan ku !"" Biru menggoda, seraya mencubit pelan pipi Mentari yang tersipu-sipu meong.


""Benarkah merona ? coba aku bercermin !"" Konyol Mentari mematuk wajahnya di bola mata Biru. membuat Biru terkekeh-kekeh.


"Sini !"" Tarik Biru akan kepala Mentari dan menaruh nya di dalam dadanya, membiarkan Mentari bersender disana.


""Petite, Terimah kasih sudah mau memaafkan ku, Dan kembali lagi dalam sandaran hati ku."" Biru mengelus rambut Mentari yang masih diam tak merespon. "" Apa kamu membutuhkan sesuatu, Seperti ngidam apa gitu ? Tapi anehnya kok aku nggak munta munta lagi seperti dulu kamu hamil si kembar.""


""Tanyakan kepada dokter, aku bukan spesialis nya."" Malas Mentari padahal ia sudah tahu hal penjelasan itu dengan Ensiklopedia berjalannya. Dan apa si Hulk tawarkan ? Ngidam apa ? Entah kenapa ia ingin melihat Biru berjoget ala ala penyanyi dangdut dengan gaya cool tersendiri. Lucu seperti nya. ia kan sudah lama tidak tertawa lepas, jadi boleh dong mengerjai sikit aja.


""Hah ?"" Mulut Biru terbuka akan permintaan Mentari. Ia melirik sekilas suasana taman, Etdaaaah ramai...


""Ah, kalau tidak mau tak apa, Biar pengamen anak kecil itu saja !"" Mentari melambai pengamen anak laki laki dengan alat icik icik terbuat dari tutup botol. Si Triplets yang menyadari Bundanya memanggil pengamen ikut merapat.


Biru masih diam, Ok...ia mau saja mengabulkan permintaan Mentari, Tapi tolooong... Jangan di tempat umum, mukanya mau di taruh di mana coba ? di kamar atau di kamar mandi berdua dengan Petitenya mau mau saja, dalam Naked pun ia mau berjoget asalkan berdua saja.


""Siapa nama mu, Nak ? duh kamu kok tampan sih, kamu anak siapa sih, kok wajah mu seperti orang Arab araban ?"" Mentari mengelus perutnya saat menyadari anak pengamen laki laki ini memiliki paras wajah tampan dalam ukuran seorang pengamen, Siapa tahu ketularan bagusnya., ya... walaupun bibit nya pun sudah oke, tapi tidak ada salahnya kan? iye kan ?


""Nama ku Guntur, Tante ! Guntur bukan anak siapa siapa, Guntur hanya anak mommy. ""


""Anak Mommy ? kok Gitu ? Anak Daddy juga dong ?"" Mentari aneh dengan jawaban anak kecil ini. Biru dan si kembar hanya diam mendengarkan percakapan Bunda mereka bersama Kaka pengamen yang mungkin umurnya di atas mereka.


"" No, Kata Daddy...Guntur itu hanya kesalahan dalam hidupnya, jadi Guntur hanya anak mommy saja.""


Sebagai seorang ibu, Jiwa ke ibuannya meronta ingin memarahi Daddy anak ini, Bisa bisanya anak sendiri di anggap kesalahan, waaah...coba si Daddy anak ini ada di depan matanya, Mentari pasti bedah tuh otak tikusnya dan mengganti kan otak Wikipedia agar punya otak pintar tuh Si Daddy nya Guntur. Anak tidak ada yang salah, mungkin dalam berbuatnya lah yang salah, dan yang salah Tentu saja para pembuatnya. Dasar manusia, masih saja ada orang yang enak nabur nya tapi korban kesalahan Mereka adalah anak kecil ini.


""Ya sudah lupakan beban mu, Kamu pintar nyanyi lagu apa, Nak ?"" Tanya Mentari lembut.


""Banyak, Dangdut bisa, Pop, semuanya bisa asalkan jangan lagu India ya ! Guntur tidak bisa seperti Sharukh Khan""


Mentari tertawa kecil mendengar candaan si pengamen.


"" Kak, Nyanyi kesukaan Pelangi saja ya !"" Pinta Pelangi. Si Kaka pengamen menyambut nya dengan baik dengan bernyanyi....


Pelangi pelangi


alangkah indah mu


merah kuning hijau di langit yang biru


Dan seterusnya lagu itu sang Kaka pengamen nyanyi kan Membuat Badai dan Topan terpingkal pingkal menertawakan Pelangi yang cemberut mencibik. Bukan maksud itu yang pelangi minta. Kalau Pelangi kan, namanya, ah...si Kaka minta di gigit rupanya.


""Bundaaa."" Rengek Pelangi, tadinya ia mau menggigit si Kaka Amen, Tapi Mentari memberinya kode keras.


""Sini, Om pinjam alat icik icik nya."" Biru menarik alat musik ala kadarnya di tangan Amen. "" Kamu nyanyi lagu enak untuk di buat joget ya, Om akan joget buat istri dan Calon anak Om. dan kamu Triplets, temenin Ayah Joget ya...Agar Dedek di saat sudah keluar tidak mengeces.!"" Merasa tidak nyaman memegang icik icik, Biru mengembalikan lagi alat itu ke Guntur, ia akan berjoget saja itung-itung buat senam pinggul kakunya.


Dan terjadi lah live show dangdut dadakan, Biru mengesampingkan rasa malunya demi membuat Mentari senang dengan tawa gembira menertawakan nya berjoget dua jempol pinggang berlenggok lenggok kaku Tapi berhasil menarik pengunjung taman berkumpul, merasa kepalang basah dan lama kelamaan terasa asyik, Biru mengabaikan lagi rasa malunya dan menarik Mentari berjoget bersama dengan guntur bernyayi iwak peyek di bantu oleh Pelangi dan Badai dalam bernyanyi versi anak anak menggemaskan. Si Topan sendiri mundur mundur cool tak mau berjoget, malu mbokk !


"" Asyieeek, Tarik maaaaang !"" Jum muncul bergabung, jiwa goyangnya meronta melihat pemandangan hot live show dadakan di depan mata, di sampingnya ada Gema dan di belakangnya ada Bang Sam juga Gemi berikut Satria, Senja Langit pun ada.


Mereka ternganga melihat Biru berjoget duet bersama Mentari yang sebenarnya Mentari sangat luwes dan lihai berjoget heboh mantan artis pengembala bersama Jum di kampung. Sementara Biru hanya jempolnya saja yang luwes, badan mah kaku boss.

__ADS_1


""Gue ikut, Musiiik koplooo, ihiiir..Buaya Buntung, Nyanyikan ."" Bang Sam heboh, merasa kurang dengan suara musik icik icik doang, ia menggantikan nya dengan musik di handphone mahalnya bersoundt gelegar dengan musik remix koplo hot pas untuk di buat Joget.


""Hahaaa."" Gemi terpingkal pingkal menertawakan yang berjoget, Satria tetiba menariknya bergabung dengan gerombolan ikan gelepak gelapak bergoyang. Satria kan tahu si Gemi ini pun bisa berjoget dangdut di saat pernikahan Biru Mentari di waktu itu Gemi berduet dengan Mentari Zila dan di angkat paksah Gema juga Radja untuk turun dari panggung.


""Eh Sat ! apa apaan lo ?""


""Joget dong sayang, kamu kan pintar ! jadi mari kita senang kan hati demi calon anak kita juga lho, dan demi aku juga yang bisa melihat senyum dan tawa bahagia mu."" Rayu Satria tersenyum teduh nan manis di hadapan wajah Gemi. kan' Siapa tahu hati Istrinya yang kaku terhadap nya bisa meleleh untuk nya. ia kan sudah mencintai tulus ibu dari anak-anaknya kelak.


""Boleh deh !"' Sambut Gemi yang memang Ingin senam sore, Ia melihat kasih sayang tulus di pancaran sinar mata suaminya ini yang belakangan ini selalu sabar dengan permintaan ini itunya yang tak masuk akal, Ia pan pernah mengerjai Satria untuk memasak makanan khas Batak nya yang Satria tidak pernah melakukan sedikit pun masuk ke dapur. Tapi dengan tega Gemi menolak hasil masakan Satria demi menguji kesabaran suaminya yang ternyata benar benar sabar menghadapi nya, dan maka itu ia akan mencoba buka hatinya. Buka hati dulu ya.... tidak untuk buka ehem ehem dulu. ia belum siap di sentuh oleh Satria lagi.


""Ingat nggak sayang, Waktu itu kamu menarik ku untuk berjoget bersama naik ke panggung.""


Senja mengangguk tersenyum geli akan pertanyaan Langit. ""Ingat lah ! aku salah Tarik waktu itu, aku kira tangan Jum eh tau taunya Langit mendung, Kamu kan tidak bisa joget waktu itu dan aku yang ajarkan joget selaras dua jempol."" Senja kembali tersenyum geli.


""Mau coba lagi joget jempol nya ?"" Tawar Langit sudah menampilkan kedua jempolnya di hadapan Senja, menggoda. dulu kan Senja pernah meledeknya bergoyang Seperti mau lomba karung tujuh belasan lompat lompat di tempat doang waktu itu.


""Hahahaha, Ayo mendung kita coba apakah kamu masih kaku atau sudah lemas tuh jempol.""


"" Ayo, siapa takut !""


Taman semakin ramai dengan kelakuan si pejoget dadakan ini yang mengundang banyak mata untuk sayang di lewatkan.


Guntur sebagai pengamen di sini di buat untung dengan itu ia mengeluarkan plastik nya untuk di mintai saweran ke orang yang menonton bahagia.


""Pelangi bantu ya, Ingat ! Pelangi Nama ku, bukan minta di nyanyikan lagu anak anak itu."" Tekan Pelangi memberitahu kan akan kekeliruan pengamen jalanan keturunan dari onta ini. dan si Amen yang bernama Guntur terkekeh menyadari kesalahannya, ia kembali tersenyum di saat Pelangi menarik topi nya dan di jadikan topi itu sebagai wadah untuk saweran dari para penonton ramai taman ini.


Pelangi ? Nama yang bagus, sebagus hatinya yang tak sombong Seperti anak orang kaya di luaran sana. Ah...andai suatu saat ia bisa berteman oleh orang orang seperti mereka yang luwes tak pandang bulu, ia akan tersenyum bahagia terus tanpa mengingat kalau ia ini adalah hasil dari kesalahan, katanya.


""Boy, kenapa tidak ikutan dalam senam ala ala spectacularnya mereka."" Gema serasa punya teman dalam mundur mundur kabur akan kekacauan di hadapannya yang tak mungkin ikut dalam berjoget, biarin Istri somplaknya mengumpatinya terus dengan kata kaku datar. Wonge asli nya begitu, mau apa lagi coba ?


"" Ck, Om sendiri ?"" Topan memutar matanya malas, Omnya tak sadar diri rupanya.


""Hehehehe, Om sendiri tidak mau, Mereka kan tidak punya urat malu, sudah putus! Jadi sebagai dou laki laki macho, Mari kita kabur nyari kesenangan sendiri."" Ajak Gema ingin kabur sebelum Istrinya kumat dalam pemaksaan.


Topan berbinar seketika, ia tidak sendiri rupanya. ""Ayo---- yaaaah.!" Tiba tiba Topan down. Om Datar nya sudah di tarik oleh Tante somplaknya terlebih dahulu sebelum berhasil kabur.


""Ayo husband my love ku, Kita senang senang."" Jum merasa ada yang kurang dalam berjoget, ia sendiri yang tidak punya pasangan. Bang Sam di ajak berjoget malah ngebor bebek mabuk sendiri, kagak asyik tidak bisa di ajak tabrakan bokon*


""Jum ! Aku tidak mau ya !"" Gema mematung di tengah tengah orang berjoget.


""Joget di sini atau nanti malam tidak ada Joget jogetan di ranjang."" Ancam keras Jum. tersenyum geli ingin mengerjai suami tercintanya yang kakunya melebihi sapu ijuk.


Alamat mengancam ! ck, Urat malunya apakah harus di putuskan juga, ia melirik Topan yang sedang memberinya jempol terbalik yang artinya payah.


""Terserah Lo deh boy, mau mengumpati Om mu ini payah, ini masalah ranjang, kamu tidak akan mengerti jika sudah di ancam tidak bisa berpacuan kuda." Batin Gema, berjoget hanya dengan manggut manggut saja seperti iklan tv kepala goyang. Hanya kepala ya, tubuh badan ke kaki sudah seperti batu tak bergerak saking kakunya.


"" Astaga ! Rose mereka ada di sini."" Vane memicingkan matanya yang baru datang bersama suaminya Serta Rose dan Radja.


""Itu benar keluarga kita Bang ?"" Rose mengucek ucek matanya. Anak mantu cucu sama saja. tak punya malu.


""Hahaha."" Radja dan Titan terpingkal pingkal seraya manggut manggut akan pertanyaan Rose.


""Subhanallah."" Rose mengusap wajahnya prustasi melihat ke absurd-an mereka.


""Ah, Rose... masih ada yang waras keluarga kita.""


Dan Radja, Rose serta Titan mengikuti lirikan Vane di mana ada Topan yang berdiri santai dengan tangan kecil itu tersembunyi di dalam saku celana Chino nya.


""Iya, Van...mari kita samperin yang waras saja, biarkan anak mantu cucu lainnya bersenang senang menurut panutannya masing-masing."" Oma Nenek cantik awet muda ini pun menghampiri Topan.


Sementara Radja dan Titan tak bisa menahan tawanya karena melihat Gema dan Biru yang sama sama dalam keterpaksaan sudah terlihat dari wajah asem mereka.


""Dja, Lihatlah Gema, anak mu ! apakah ada joget cuma manggut manggut begitu. hahaha !"" Ledek Titan terbahak.


"" Ck, Lihat Biru noh...Masa joget Jempol saja yang gerak. Tubuhnya tak selaras begitu."" Balas Radja satu sama.


""Anak ku lebih keren ternyata dalam berjoget.""


Astagfirullah... Radja juga Titan terperanjat kaget ada suara Chris yang tetiba ada seperti jailangkung.


""Waaaah !"" Petir yang baru nyusul akan permintaan Senja-mamanya yang akan berlibur di kota ini terlihat bahagia dan langsung ikut bergabung dengan Badai di pukulnya dari belakang. lalu ber high five bersama.


Suasana makin panas riuh saja, di saat Bang Sam semakin ngebor. Topan yang bosan akan kelakuan orang dewasa tapi seperti anak kecil mundur mundur menjauh dari kerumunan, matanya menangkap sosok gadis kecil yang tak asing baginya. ia sudah lama mencari gadis kecil ini yang pernah ikut di pengajian di rumah Neneknya. Gerhana.


""Kita jumpa lagi dengan cara yang sama, anak cengeng !""


Gerhana mendongak ke asal suara, air matanya ia hapus untuk memperjelas penglihatannya, ia tidak kenal anak pria di hadapannya. anak ini bukan anak sepantinya yang sudah pergi meninggalkannya, ia tertinggal dari gerombolan panti yang datang ke kota ini untuk menghadiri pengajian.


""Kamu siapa, hiks... Gelhana mau pulang ! Gelhana di tinggal pelgi. Gelhana takut.""


Topan celingukan mencari gerombolan anak kecil seusai nya ini. Sudah tahu lemot bergerak tapi masih saja mengantri paling belakang rupanya, makanya di tinggal. pikirnya.


""Jangan menangis ya, nanti aku Suruh Ayah Bunda ku untuk mengantar mu pulang ke panti. Ini milik kamu, terjatuh di saat kamu hadir di rumah Nenek aku !"" Topan mengeluarkan kalung berliontin bulan ke Gadis kecil ini, itulah sebabnya ia mencari cari anak cengeng ini, ingin mengembalikan kalung Gerhana yang ia temukan di kancing bajunya di saat itu mungkin tidak sengaja menyangkut di baju kokonya. kemana mana Topan selalu membawa kalung Gerhana berharap ketemu tak sengaja di jalan, kan kejadian.


""Iya...ini punya Nana, Terlima kasih ya !"" Senyum anak manis ini pun mengembang dan sekarang sudah mengingat Siapa anak kecil seusai nya ini. Yang pernah menariknya di antrian paling depan.


""Ya sudah, jangan menangis lagi, ayo ikut aku ke sana, di tempat sana ramai, mungkin kamu akan terhibur melihat keluarga ku Sedang berpesta ala ala kesenangan sendiri.""


Dan tarikan di tangan kecil itu pun terpatri menaut seraya berjalan di mana maksud langkah nya.

__ADS_1


Sekian wassalam selesai bin end ya guys...Ok ! Jangan lupa tinggalkan jejak untuk terkahir kalinya di cerita receh author ini....lope lope pul pul pokoke untuk kalian semuanya yang sudah hadir di cerita author...dan Terima kasih banyak banyak yang sudah mampir sampai di akhir cerita ini....maaf juga jika cerita receh author tidak ngena pas di halunya para reader tercinta. udaaaah...itu aja deh, salam sayang .. salam bahagia selalu di mana pun kalian berada... wassalam... lanjut ke cerita author yang akan mulai besok atau hari ini jika sedang khilaf Ingin mengetik layar.šŸ˜˜šŸ˜˜šŸ˜˜šŸ˜˜šŸ’–


__ADS_2