
""TIDAK SAAAAAH.""
Lantang dari suara pria menggemah seisi ruangan ballroom yang di dekor tema pernikahan khas dari kota Negara gajah putih.
Lantas, Semua orang menoleh ke asal suara, satu pria berahang tegas dan seorang wanita cantik berdiri di sampingnya. Gema dan Jum.
Satria yang melihat keberadaan mereka di buat terkesiap. kenapa mereka ada di sini ? Batinnya.
Relline, Mama Satria menggelutukkan gigi giginya, Anak dari Batara serta Istrinya yang tadinya di tolak mentah mentah dirinya menjadi mantunya, Datang datang mengganggu acara suci anaknya.
Monica sebagai mempelai wanita pun tak terima ada orang asing yang ingin mengajak ajak cita citanya yang ingin bersanding dengan Satria di pelaminan.
""Maaf Pak Gema ! Anda kenapa datang datang Membuat kekacauan di sini, ada masalah kah ?"" Relline, walau pun di dalam hatinya mengumpat kasar, Tapi di luar berbeda... bertutur sopan karena bagaimanapun orang di depannya ini adalah salah satu investor saham di perusahaannya yang memegang hampir lima puluh persen sendiri.
""Yaaak, Saya ada Masalah ! saya keberatan dengan pernikahan ini !"" Gema masih menahan emosinya, di perjalanan...Jum selalu mengingatkannya untuk jangan berbuat gegabah hingga akan merugikan diri sendiri di negara orang. Dan di saat itu Gema bertanya, Kenapa ? Apa kamu sedih karena aku akan membunuh kekasih hati mu ?
Ya, Aku bersedih, Aku akan bersedih dan menderita karena kekasih hati ku akan pergi dari ku, Bukan pergi menemui sang Khaliq tapi akan pergi menemui nyamuk nyamuk perempuan di dalam Sel, dan aku...aku akan merana karena mu, karena kekasih hati ku masuk ke dalam jeruji besi. Kamu lah sekarang raja dari hati ku pak treng--- Mas Gema. Aku mencintaimu, Juga.
Jawaban Jum Membuat dirinya speechless di luar, ber high five di dalam sana. Ia senang luar biasa dapat ungkapan kata manis yang ia tunggu dalam waktu sebulan ini menjadi suami Jum baru sekali ini mendapat kata manis tersebut, Namun kedataran akutnya hanya tersenyum manis mendengarnya. Ia bukan pujangga cinta yang mudah untuk merangkai uraian kata kata romantis, rasa cintanya di apresiasi kan dalam tindakan, bukan kata dan janji manis mulutnya. Itulah definisi cinta khas seorang Gema.
Kalau tidak percaya, Coba deh... Senggol sedikit saja kekasih halalnya jika Ingin menyakitinya jangan bacok senggol dirinya. Tapi, Ganggu saja orang terdekatnya maka ia akan Terluka dan gampang mengaum seperti saat ini Ingin mengaum tapi ada penyejuk hati nya yang selalu siap mengingatkannya, Tapi tadi di perjalanan...ia hanya berjanji untuk tidak membunuh Satria, Jadi memberi sedikit tanda cap jab boleh dong ?
keberatan ? entah masalah mu apa Gema ? Tapi dengan kehadiran mu, aku akan bebas dari pernikahan bisnis ini . Batin Satria tidak sedih melainkan senang karena dari awalnya ia memang tidak menginginkan pernikahan yang mengatasnamakan adanya dasar bisnis bukan dasar cinta, karena cintanya masih saja di rajai istri orang, yang sialnya orang itu ada di hadapannya menyaksikan pertunjukan apa yang akan terjadi di depannya sebentar lagi, Satria menangkap sosok sosok tidak baik di sini saat melihat Perangai Gema yang seakan akan mau memakannya.
Tangan ku baru sembuh, Jangan adalagi patah tulang lainnya. Batinnya.
"Saya, Gema Ananda Batara.... menolak adanya pernikahan di hadapan saya sekarang karena pria itu....." Gema menunjuk kasar Satria dari beberapa langkah jauh saat ini. Jum masih memegangi erat lengannya dengan cara bergelayut di sana. ""....Pria bejat itu... Telah menghamili wanita lain di luar sana, dan saya di sini untuk menggeret pria pengecut itu dari sini untuk mempertanggung-jawabkan kelakuan busuknya ke Wanita tersebut dan aib sialnya wanita itu adalah adik saya.""
Seraya berucap Gema di ikuti setia Jum, mengikis jarak ke hadapan Satria yang masih berada di depan penghulu bersama inti Keluarga serta Monica sebagai mempelai wanita nya dan...... Bugh, Bugh.
__ADS_1
Dengan cepat lembut agar terkasihnya tak terhempas, Gema berkelit dari tangan Jum yang setia memegangi nya. Dan tanpa pergerakan terbaca, Dua kali Jab Membuat Satria tersungkur ke lantai.
Suara pekikan dari sekitaran, baik itu tamu maupun keluarga mempelai Sendiri, terdengar histeris... separuh tamu pun ada yang berlari meninggalkan tempat.
Aaahh, Gue kecolongan, sudah janji juga ! Dumel Jum dalam hati dan hanya bisa diam menonton aksi laga lagaan orang di hadapannya sekarang.
""Sialan Lo, Sat ! Kenapa Lo harus menodai adik gue, hah ? Lo memang pengecut Hanya bisa ngebalas gue dengan cara nggak Gentleman. Kalau Lo marah ke Gue maka balasnya ke Gue, jangan Lo ngebalas gue melalui orang yang nggak bersalah. Ayo bangun ! Bangun dan pukul gue agar Lo puas, Kalau nggak memikirkan calon Ponakan gue yang akan menjadi yatim sudah gue pastikan, Lo mati hari ini.""
Gema meradang kebablasan memukul Satria hingga babak belur yang belum sempat membela diri sendiri sepatah katapun, Bahkan dua orang yang berusaha menahan Gema, ikutan terhempas saking tidak kuat menahan banteng yang sedang mengamuk ini.
Histeris demi histeris dari orang orang apalagi mama Satria tak di perduli kan Gema, Ia kembali ingin menarik Satria untuk bangkit dan bugh , Namun terhenti ketika ada kulit pisang mengenai tepat wajahnya. dan ulah itu dari Jum-istrinya sendiri.
"" ck, Janji mu mana, pa'e ?"" Jum berucap seraya mengunyah daging pisang yang kulitnya sempat mencium Gema, sayang di buang isinya. "" Ponakan ku akan Yatim kalau kamu lupa daratan."" Bersusah payah Jum menelan buahnya baru melanjutkan ucapannya.
""Biarkan dia membunuh ku, Dia memang jagoan kan ? Belum mendengar pembelaan ku sudah main pukul saja."" Sindir Satria pedas, bangkit dengan wajah babak belur, amis darah dari gusi gusinya berbaur campur dengan salivanya. Untung gigi ku tidak rontok, rutuknya akan kekuatan bela diri yang selalu kalah dari Gema.
""Ok, Jadi mari kita diskusikan orang orang berkasta."" Jum memaksa Gema untuk duduk di kursi yang baru saja di betulkan yang tadinya terjengkang ke sana kemari ulah suami luar binasa amukannya. saat berucap kata berkasta, Jum menatap mama Satria, menyindir yang dulu pernah dapat hinaan kata itu, tapi yaweslah cerita lawas itu mah lewat, batinnya tak mempermasalahkan lagi. ia pun duduk di samping Gema dan segera menautkan jari jemari nya di sela jari jari kanan Gema. biar bantengnya kagak lepas lagi. Batinnya.
""Aku ? Hohoho...Sabar ajalah di tuduh ! biar nambah syantiiek."" Malas Jum memutar matanya jengah.
""Maaf pak Gema, Anda memang salah satu pemegang saham di perusahaan saya, tapi tindakan anda sangatlah tidak terpuji, saya bisa melaporkan anda kepolisi akan kekacauan ini."" Ancam Relline, Namun seketika kicep di saat Gema menatapnya tajam.
""Laporkan saja, Tapi setelah polisi menangkap saya, maka anak anda sendiri lah yang duluan saya penjarakan dengan tindak pemerkosaan terhadap kembaran saya."" Bungkam Gema ke Relline. wanita paruh baya itu pun menatap anaknya.
""Ralat, Aku tidak memperkosa Gemi, aku melakukannya dalam ketidak sadaranku, Gemi pun mengakuinya itu, Dan di sini...Gemi lah yang sadar waktu itu, Cuma katanya...adik mu itu dalam tubuh menginginkan pelepasan dan aku baru tahu dan menyadari di saat aku kembali ke Club malam berikutnya, kalau Gemi Sedang di cekokin afrodisiak oleh gerombolan pria lain pelanggan Club tersebut, aku mendengar gerutuan mereka yang gagal memiliki Gemi malam itu, kalau tidak percaya kepada ku, tentang afrodisiak atau blue wizard...maka setelah balik dari sini, kita temui bartender di sana dan kalau masih kurang percaya atau mengira saya mengarang, kamu boleh memeriksa cctv Club tersebut. Jadi menurut mu, apakah saya salah seratus persen Gema ?"" Jelas Satria, sesekali meringis karena luka luka hadiah dari Gema.
Gema mengusap wajah nya kasar menggunakan tangan kiri nya yang bebas, karena tangan kanannya masih saja di belengguh. Jadi seperti itu cerita nya ? Gema melihat ada kejujuran di mata Satria. Adiknya menjelaskan setengah setengah saja, bahkan Gemi tidak menjelaskan kalau Satria di waktu itu dalam keadaan mabok bukan sadar seperti hal macam yang akan di lakukan ke Jum waktu itu.
"Ok, anggaplah saya mempercayai ucapan kamu, Tentang tanggung jawab... Bagaimana ? dan ah... Jangan berani beraninya mengatakan TIDAK, kalau itu yang keluar dari mulut mu, hari ini pun acara pernikahan mu akan tergantikan acara galih kubur mendadak.""
__ADS_1
Jum segera menguatkan eratannya, bahkan sampai kedua tangannya sudah terpatri di kulit tangan Gema, suaminya selalu saja membawa kata Kematian, kan seram ding, ia masih butuh kehangatan ranjang dari Gema, enak enak pakai nambah di bawah terbang melayang oleh permainan suaminya.
Apa sih Jum, otak mu kok mesu*. Jum geleng geleng kepala, menepis pikiran joroknya dalam situasi tegang begini kok malah omes. dumelnya.
""Saya akan tanggung jawab, bagaimana Ma ? Apa mama masih mau memaksa saya untuk menikahi wanita yang saya tidak cintai, Saya akui... Cinta untuk Gemi pun di hati saya Belum ada, tapi di dalam sana..ada darah daging Satria, Cucu mama. Dan semoga, lambat laun bersamanya akan tumbuh benih cinta melalui ikatan seorang anak."" Walaupun buruk, Satria masih memperlakukan Mama nya seperti layaknya anak meminta keridhoan orang tuanya. Dan Jujur, setelah memiliki Gemi malam itu, Pikirannya selalu di hantui akan sosok cantik khas Gemi.
""Pergilah, nak ! Mama akan menyusul mu setelah urusan mama dan urusan orang tua Monica selesai."" Ridho Relline. menatap takut takut ke wajah orang tua Monica yang siap meledak.
""Saya akan memenjarakan mu, Relline. atas ketidak bisanya membayar hutang piutang mu ke saya. Dan saya akan menghancurkan perusahaan mu yang hanya satu itu."" Ancam papa dari Monica.
""Ta--""
""Maka anda juga harus berurusan dengan saya kalau membawa nama kehancuran perusahaan, karena di perusahaan milik Ibu Relline ada saham saya, jadi jangan macam macam ingin mengusik milik saya, anda pasti tahu kan, siapa saya pak Xian ?""
Dan orang yang di sebut pak Xian hanya mengangguk dengan menelan salivanya susah payah Karena tekanan dari Gema yang termasuk pengusaha ternama di negaranya.
""Bagus, Masalah hutang Ibu Relline... Istri saya plus sekretaris saya akan membayarnya dengan suka rela, anggap saja hadiah itu bayaran dari Jum yang pernah anda hina berikut keluarganya. Baik kan istri saya, sudah di hina tapi malah membayar.... Tapi kalau tidak ada hinaan itu maka cinta saya tidak akan sampai."" Lanjutnya dalam hati, ada syukurnya Jum di tolak mentah-mentah oleh Mama Satria. kan dirinya lah yang memiliki.
""Maaf Ibu Relline, Suami saya lagi sedikit ehem, jadi jangan di ambil hati, Tapi Kalau anda tidak keberatan, ijinkan saya untuk membayar hutang anda, bukan untuk menyombongkan diri, melainkan saya bersungguh sungguh ingin membantu anda melalui uang suami saya plus persetujuan beliau pun anda sudah mendengar nya tadi kan."" Ujar Jum sopan, dan benar adanya ingin membantu dengan ikhlas, Sakit di balas sakit akan mati tuh, Jum kan orang baik syantiiek syalalalala, jadi ia membalas penghinaan mama Satria dengan kebaikan, maka pasti, akan ada silaturahim yang baik kedepannya.
""Terima kasih, saya mau ! Dan saya janji akan membayar nya nanti dan....Dan maafkan saya, Jum atas ketidak sop--!""
""Masalah beres !"" Potong Jum yang tidak mau mendengar kata kata manis mama Satria, begini lah manusia.. terlalu basi, pasti ada kata manis di saat kita berbaik hati. tapi kalau sebaliknya yang di beri, akan ada cacian terdengar. Jadi sangat basi kan ?
""Dan kamu Calon suami tak sampai bin masa lalu, selamat datang...dan selamat menjadi ipar saya nanti, dan ah... panggil saya Kaka ipar dengan perlakuan yang sopan ya, kalau tidak banteng saya akan menerjang mu."" Jum mulai santai, sikap somplaknya berteriak teriak muncrat dari perangai sesungguhnya.
""Jum !"" Kode Gema dengan mata tajamnya membulat.
""Ahai, mata mu kok merem sayang ! ayo kita pergi istirahat sejenak, kamu sudah mengantuk rupanya."" Goda Jum tercengir manis tak ada takut nya akan sikap Gema yang selalu serius, di bawa serius olehnya maka di pastikan ia akan stress karena sikap Gema yang luar biasa, horor !
__ADS_1
Gema hanya bernafas pasrah akan kejahilan istri nya, Mata melotot di bilang merem. Memang ajaib si wanitanya ini. mau marah pun ujung ujungnya malah tersenyum geli.